Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 18259 | 05 Jun 2025
Klinis : Seorang remaja putri umur 17 tahun, diajak bicara menunduk. Muka tegang. Tidak berkomunikasi, sebutkan diagnosa Icd, Nanda, sdki, slki, siki, dan pemeriksaan penunjang.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dengan mempertimbangkan kondisi yang dipaparkan, yakni seorang remaja putri berusia 17 tahun yang diajak bicara menunduk, muka tegang, dan tidak berkomunikasi, maka dapat diidentifikasi diagnosis dan pemeriksaan penunjang sebagai berikut:
1. Kode ICD-10:
- Kode: F93.8
- Deskripsi: Gangguan emosional masa kanak-kanak, lainnya
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 90801
- Deskripsi: Evaluasi psikiatrik komprehensif
Penjelasan:
Berdasarkan gejala yang dipaparkan, seperti muka tegang, menunduk, dan tidak berkomunikasi, remaja ini menunjukkan adanya gangguan emosional masa kanak-kanak lainnya (F93.8). Kondisi ini dapat mencerminkan masalah psikologis atau emosional yang sedang dihadapi oleh remaja tersebut.
Untuk mengetahui diagnosis yang lebih spesifik dan rencana penanganan yang tepat, diperlukan evaluasi psikiatrik komprehensif (kode ICD-9-CM 90801). Pemeriksaan ini dapat mencakup:
- Anamnesis yang mendalam untuk mengidentifikasi faktor-faktor pencetus dan riwayat kondisi kesehatan mental.
- Pemeriksaan mental untuk menilai status kognitif, afektif, dan perilaku.
- Pemeriksaan fisik untuk mengecludenkan kemungkinan penyebab organik.
- Tes psikologis atau tes kepribadian untuk mengkaji profil psikologis.
- Pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium atau pencitraan otak jika diperlukan.
Berdasarkan hasil evaluasi komprehensif tersebut, dokter dapat menegakkan diagnosis dan menyusun rencana penanganan yang sesuai, baik secara farmakologis maupun psikoterapi. -
Article No. 18260 | 05 Jun 2025
Klinis : Keluarga Bapak Arman tinggal di daerah pinggiran kota Padang. Ia tinggal bersama istrinya (Ny. Arman) dan dua anak yang masih sekolah. Saat kunjungan pertama, perawat menemukan bahwa Bapak Arman didiagnosis menderita diabetes melitus tipe 2 sejak satu tahun lalu, namun tidak rutin memeriksakan diri ke puskesmas. Istrinya menyatakan bahwa mereka tidak terlalu paham cara mengatur pola makan yang sesuai, dan terkadang lupa memberi obat. Anak-anak tidak terlalu peduli dengan kondisi ayah mereka. Lingkungan rumah cukup bersih, namun tidak ada tempat khusus untuk menyimpan obat dengan baik. Keluarga ini belum pernah menerima penyuluhan tentang manajemen penyakit kronis. Apa diagnosa pembunuhan keluarga yang paling tepat berdasarkan situasi di atas? Pertanyaan 6Menjawab A. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit menular terkait kondisi lingkungan rumah B. Risiko konflik peran dalam keluarga berhubungan dengan ketidakhadiran anggota keluarga C. Gangguan rasa aman keluarga berhubungan dengan kedalaman rumah D. Ketidakefektifan manajemen terapeutik keluarga berhubungan dengan kurangnya pengetahuan dan dukungan keluarga
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan situasi yang dipaparkan, diagnosis keperawatan SDKI yang paling sesuai adalah:
D. Ketidakefektifan manajemen terapeutik keluarga berhubungan dengan kurangnya pengetahuan dan dukungan keluarga
Penjelasan:
Diagnosis ini tepat karena memuat berbagai permasalahan yang terjadi pada keluarga Bapak Arman, yaitu:
1. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang pengelolaan diabetes melitus tipe 2, seperti pengaturan pola makan yang sesuai dan pemberian obat secara teratur.
2. Kurangnya dukungan keluarga, terutama dari anak-anak, dalam memantau kondisi kesehatan Bapak Arman.
3. Lingkungan rumah yang kurang mendukung, seperti tidak adanya tempat khusus untuk menyimpan obat dengan baik.
4. Belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang manajemen penyakit kronis, sehingga keluarga belum memiliki kemampuan yang memadai.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Keluarga mampu mengenali tanda dan gejala komplikasi diabetes melitus.
2. Keluarga mampu melakukan pengaturan pola makan yang sesuai untuk Bapak Arman.
3. Keluarga mampu memberikan obat-obatan secara teratur dan tepat.
4. Keluarga mampu menciptakan lingkungan rumah yang mendukung pengelolaan diabetes melitus.
5. Keluarga mampu memantau kondisi kesehatan Bapak Arman secara berkala.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Berikan pendidikan kesehatan tentang diabetes melitus tipe 2, termasuk tanda-tanda komplikasi dan pengelolaannya.
2. Ajarkan keluarga tentang pengaturan pola makan yang sesuai untuk Bapak Arman.
3. Ajarkan keluarga tentang cara pemberian obat-obatan secara teratur dan tepat.
4. Bantu keluarga untuk menyediakan tempat khusus penyimpanan obat-obatan yang aman dan mudah diakses.
5. Libatkan seluruh anggota keluarga dalam memantau kondisi kesehatan Bapak Arman dan memberikan dukungan.
6. Lakukan kunjungan rumah secara berkala untuk memantau dan mengevaluasi kemajuan pengelolaan diabetes melitus oleh keluarga. -
Article No. 18261 | 05 Jun 2025
Klinis : Setelah program pendampingan oleh perawat keluarga, keluarga Ny. Fatimah (72 tahun) sudah mampu mengukur tekanan darah, memberi obat sesuai jadwal, dan melibatkan cucunya dalam membantu aktivitas ringan sehari-hari.Indikator keberhasilan evaluasi kematian keluarga dalam kasus ini adalah: Pertanyaan 7Menjawab A. Pasien tetap mengeluh pegal-pegal B. Pasien mendapatkan BPJS C. Perawat masih sering dihubungi untuk memberikan edukasi D. Keluarga menunjukkan kemampuan mandiri dalam merawat lansia
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, diagnosis keperawatan SDKI yang sesuai adalah:
Diagnosis Keperawatan SDKI:
1. Kemampuan Keluarga Meningkat
- Definisi: Kemampuan keluarga dalam melakukan aktivitas dan tugas yang terkait dengan pemeliharaan kesehatan anggota keluarga.
- Karakteristik Definisi: Keluarga menunjukkan kemampuan dalam mengukur tekanan darah, memberikan obat sesuai jadwal, dan melibatkan anggota keluarga lain dalam membantu aktivitas sehari-hari.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Kemampuan Keluarga Dalam Merawat Anggota Keluarga
- Definisi: Kemampuan keluarga dalam melakukan aktivitas dan tugas yang terkait dengan pemeliharaan kesehatan anggota keluarga.
- Indikator Keberhasilan:
a. Keluarga menunjukkan kemampuan mandiri dalam merawat lansia (D).
b. Keluarga tidak lagi sering menghubungi perawat untuk meminta edukasi (C).
c. Pasien tidak lagi mengeluhkan pegal-pegal (A).
d. Pasien mendapatkan jaminan kesehatan (B).
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Dukungan Keluarga
- Definisi: Memberikan bantuan, dorongan, dan bimbingan kepada keluarga dalam upaya memelihara kesehatan anggota keluarga.
- Aktivitas:
a. Melibatkan keluarga dalam perawatan anggota keluarga.
b. Memberikan edukasi kepada keluarga tentang teknik perawatan anggota keluarga.
c. Memfasilitasi keluarga untuk menggunakan sumber daya yang tersedia.
d. Memantau kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga.
Penjelasan:
Diagnosis keperawatan SDKI "Kemampuan Keluarga Meningkat" menggambarkan bahwa keluarga Ny. Fatimah telah mampu melakukan aktivitas perawatan sehari-hari, seperti mengukur tekanan darah, memberikan obat sesuai jadwal, dan melibatkan anggota keluarga lain dalam membantu aktivitas ringan. Luaran/output yang diharapkan adalah "Kemampuan Keluarga Dalam Merawat Anggota Keluarga", yang dapat dievaluasi melalui indikator keberhasilan, seperti keluarga menunjukkan kemampuan mandiri dalam merawat lansia, tidak lagi sering menghubungi perawat untuk meminta edukasi, pasien tidak lagi mengeluhkan pegal-pegal, dan pasien mendapatkan jaminan kesehatan. Intervensi keperawatan yang diperlukan adalah "Dukungan Keluarga", yang melibatkan keluarga dalam perawatan, memberikan edukasi, memfasilitasi penggunaan sumber daya, dan memantau kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga. -
Article No. 18262 | 05 Jun 2025
Klinis : Defisit Pengetahuan b.d. kurang terpapar informasi d.d. pasien kurang paham akan keluhannya.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi yang Anda sampaikan dengan nada akademis dan persona sebagai seorang pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
Defisit Pengetahuan [00126]
Definisi:
Kurangnya informasi kognitif yang terkait dengan topik tertentu.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00126
Judul: Defisit Pengetahuan
Definisi: Kurangnya informasi kognitif yang terkait dengan topik tertentu.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 01603
Judul: Pengetahuan: Manajemen Kesehatan
Definisi: Kemampuan individu untuk mengingat dan memahami informasi tentang cara mengelola kondisi kesehatannya.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 6680
Judul: Pengajaran: Proses Penyakit
Definisi: Membantu klien memahami informasi yang terkait dengan proses penyakit, tanda dan gejala, penyebab, risiko, dan cara pencegahan dan pengelolaan.
Penjelasan singkat:
Berdasarkan kondisi yang Anda sampaikan, pasien mengalami Defisit Pengetahuan yang disebabkan oleh kurangnya terpapar informasi dan pemahaman pasien akan keluhan yang dialaminya. Diagnosa keperawatan ini menunjukkan bahwa pasien memiliki kekurangan informasi kognitif terkait topik tertentu, dalam hal ini kondisi kesehatannya.
Untuk mengatasi masalah ini, perawat dapat memberikan intervensi berupa Pengajaran: Proses Penyakit, di mana perawat membantu pasien memahami informasi yang terkait dengan proses penyakit, tanda dan gejala, penyebab, risiko, serta cara pencegahan dan pengelolaannya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien sehingga dapat mengelola kondisi kesehatannya dengan lebih baik. -
Article No. 18263 | 05 Jun 2025
Klinis : Defisit Pengetahuan b.d. kurang terpapar informasi d.d. pasien kurang paham akan keluhannya.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dalam menanggapi kondisi yang Anda deskripsikan, yaitu "Defisit Pengetahuan b.d. kurang terpapar informasi d.d. pasien kurang paham akan keluhannya", kami menyampaikan sebagai berikut:
1. Kode ICD-10:
- Kode: R69
- Deskripsi: Illness, unspecified
Kode ICD-10 R69 (Illness, unspecified) dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana pasien memiliki defisit pengetahuan yang disebabkan oleh kurangnya pemaparan informasi atau kurangnya pemahaman tentang keluhan yang dialaminya. Kode ini mencakup situasi di mana penyebab spesifik dari kondisi tersebut tidak dapat ditentukan secara jelas.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 93.07
- Deskripsi: Health education
Meskipun tidak ada tindakan medis spesifik yang perlu dilakukan, kode ICD-9-CM 93.07 (Health education) dapat dipertimbangkan untuk menggambarkan intervensi yang mungkin diperlukan, yaitu memberikan edukasi kesehatan kepada pasien untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuannya terkait kondisi yang dialami.
Dalam penanganan kasus ini, fokus utamanya adalah pada pemberian informasi dan edukasi yang memadai kepada pasien, sehingga ia dapat memahami dengan lebih baik keluhan yang dialaminya dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses perawatan kesehatan. -
Article No. 18264 | 05 Jun 2025
Klinis : Defisit Pengetahuan b.d. kurang terpapar informasi d.d. pasien kurang paham akan keluhannya.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah jawaban saya sebagai seorang perawat profesional:
1. Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
Diagnosa Keperawatan: Defisit Pengetahuan
Definisi: Kurangnya informasi kognitif yang berkaitan dengan topik tertentu.
Faktor Berhubungan: Kurang terpapar informasi
Karakteristik Definisi: Pasien kurang paham akan keluhannya.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Setelah dilakukan asuhan keperawatan, diharapkan pasien dapat:
a. Mendemonstrasikan pemahaman yang meningkat tentang kondisi kesehatannya.
b. Mengidentifikasi sumber informasi yang dapat diakses untuk meningkatkan pengetahuan.
c. Melaporkan peningkatan kepuasan terhadap informasi yang diterima.
d. Menunjukkan partisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan terkait perawatannya.
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
a. Asesmen:
- Kaji pengetahuan pasien tentang kondisi kesehatannya.
- Identifikasi sumber informasi yang telah diakses oleh pasien.
- Evaluasi kemampuan pasien dalam memahami informasi yang diterima.
b. Intervensi:
- Berikan informasi yang sesuai dengan kondisi pasien dan tingkat pemahamannya.
- Gunakan media edukasi yang menarik dan mudah dipahami oleh pasien.
- Libatkan keluarga dalam proses pemberian informasi dan edukasi.
- Beri kesempatan pasien untuk bertanya dan mengungkapkan pemahaman mereka.
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk memastikan konsistensi informasi yang diberikan.
c. Evaluasi:
- Pantau peningkatan pemahaman pasien terhadap kondisi kesehatannya.
- Evaluasi kemampuan pasien dalam mengidentifikasi sumber informasi yang dapat diakses.
- Nilai kepuasan pasien terhadap informasi yang diterima.
- Amati partisipasi aktif pasien dalam proses pengambilan keputusan terkait perawatannya.
Penjelasan rinci:
Diagnosa Keperawatan SDKI "Defisit Pengetahuan" ditegakkan karena pasien kurang terpapar informasi terkait kondisi kesehatannya, sehingga pasien kurang paham akan keluhannya. Hal ini dapat berdampak pada kemampuan pasien dalam memahami, mengelola, dan berpartisipasi aktif dalam proses perawatannya.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI) mencakup peningkatan pemahaman pasien, peningkatan akses terhadap informasi, peningkatan kepuasan pasien, dan peningkatan partisipasi pasien dalam pengambilan keputusan. Intervensi Keperawatan (SIKI) yang diperlukan meliputi asesmen, edukasi, dan evaluasi secara komprehensif untuk memastikan pemenuhan kebutuhan informasi dan peningkatan pengetahuan pasien. -
Article No. 18265 | 05 Jun 2025
Klinis : overthingking, merasa gelisah ,
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan, Definisi, serta Kode dari Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Kecemasan
Definisi: Perasaan tidak nyaman atau khawatir yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya.
Kode SDKI: 00146
Luaran Keperawatan (SLKI):
1. Tingkat Kecemasan
Definisi: Derajat perasaan tidak nyaman atau khawatir yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya.
Kode SLKI: 00146
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Manajemen Kecemasan
Definisi: Mencegah, mengurangi, atau mengatasi rasa takut, kekhawatiran, atau keprihatinan yang dapat memengaruhi status kesehatan fisik dan mental individu.
Kode SIKI: I0146
Penjelasan singkat:
Overthinking dan perasaan gelisah merupakan gejala dari diagnosa keperawatan "Kecemasan". Kecemasan adalah perasaan tidak nyaman atau khawatir yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya. Luaran keperawatan yang diharapkan adalah penurunan tingkat kecemasan, dan intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen kecemasan, yaitu mencegah, mengurangi, atau mengatasi rasa takut, kekhawatiran, atau keprihatinan yang dapat memengaruhi status kesehatan fisik dan mental individu. -
Article No. 18266 | 05 Jun 2025
Klinis : overthingking, merasa gelisah ,masih sering sulit tidur, merasa tertekan oleh ibu, merasa sedih karena putus dengan pacar
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi yang Anda berikan:
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Proses Pikir: Overthinking (10015)
SDKI: Gangguan proses pikir yang ditandai dengan pemikiran yang berulang-ulang, tidak produktif, dan sulit untuk dihentikan.
SLKI: Meningkatkan Regulasi Emosi (20043)
SIKI: Terapi Kognitif (30111)
2. Kecemasan (10002)
SDKI: Perasaan tidak nyaman atau khawatir yang disebabkan oleh antisipasi bahaya atau masalah.
SLKI: Mengelola Kecemasan (20009)
SIKI: Terapi Relaksasi (30096)
3. Gangguan Pola Tidur (10022)
SDKI: Perubahan dalam jumlah dan kualitas tidur yang mengganggu fungsi sehari-hari.
SLKI: Memfasilitasi Tidur (20052)
SIKI: Terapi Perilaku (30103)
4. Distres Keluarga (10009)
SDKI: Ketidakmampuan keluarga untuk mengatasi masalah atau memenuhi kebutuhan.
SLKI: Mendukung Keluarga (20013)
SIKI: Konseling Keluarga (30020)
5. Kesedihan Kronis (10019)
SDKI: Perasaan duka yang berkepanjangan dan mengganggu fungsi sehari-hari.
SLKI: Meningkatkan Koping (20037)
SIKI: Terapi Kognitif (30111)
Penjelasan singkat:
1. Gangguan Proses Pikir: Overthinking (10015) - Kondisi di mana pasien mengalami pemikiran yang berulang-ulang, tidak produktif, dan sulit untuk dihentikan. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah Terapi Kognitif (30111) untuk membantu pasien mengubah pola pikir yang tidak produktif.
2. Kecemasan (10002) - Pasien merasa tidak nyaman atau khawatir yang disebabkan oleh antisipasi bahaya atau masalah. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah Terapi Relaksasi (30096) untuk membantu pasien mengelola kecemasan.
3. Gangguan Pola Tidur (10022) - Pasien mengalami perubahan dalam jumlah dan kualitas tidur yang mengganggu fungsi sehari-hari. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah Terapi Perilaku (30103) untuk memfasilitasi tidur yang lebih baik.
4. Distres Keluarga (10009) - Keluarga pasien mengalami ketidakmampuan untuk mengatasi masalah atau memenuhi kebutuhan. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah Konseling Keluarga (30020) untuk mendukung keluarga.
5. Kesedihan Kronis (10019) - Pasien mengalami perasaan duka yang berkepanjangan dan mengganggu fungsi sehari-hari. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah Terapi Kognitif (30111) untuk membantu pasien meningkatkan koping. -
Article No. 18267 | 05 Jun 2025
Klinis : ansietas b.d
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi ansietas berhubungan dengan (b.d.) dengan tone akademis dan persona pakar, nurse:
Diagnosa Keperawatan:
Ansietas (00146)
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Ansietas (00146)
Definisi: Perasaan tidak nyaman atau khawatir yang dialami individu dalam menghadapi ancaman yang belum jelas atau tidak diketahui.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kontrol Kecemasan (1402)
Definisi: Tindakan yang dilakukan untuk mengendalikan rasa takut, kekhawatiran, atau kecemasan yang dapat mengganggu fungsi fisik dan psikologis individu.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Manajemen Ansietas (5820)
Definisi: Membantu mengurangi rasa takut, kekhawatiran, atau kecemasan yang dirasakan individu.
Kode:
SDKI: 00146
SLKI: 1402
SIKI: 5820
Penjelasan Singkat:
Diagnosa keperawatan "Ansietas" (00146) menggambarkan adanya perasaan tidak nyaman atau khawatir yang dialami individu dalam menghadapi ancaman yang belum jelas atau tidak diketahui. Untuk mengatasi kondisi ini, perawat dapat menggunakan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) "Kontrol Kecemasan" (1402) yang bertujuan untuk membantu individu mengendalikan rasa takut, kekhawatiran, atau kecemasan yang dapat mengganggu fungsi fisik dan psikologis. Selanjutnya, perawat dapat menerapkan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) "Manajemen Ansietas" (5820) yang bertujuan untuk membantu mengurangi rasa takut, kekhawatiran, atau kecemasan yang dirasakan individu. -
Article No. 18268 | 05 Jun 2025
Klinis : pasien mengeluh luka bekas pembedahan mengalami kemerahan dan sedikit nyeri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan, penjelasan singkat, serta kode dan definisi dari SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pasien yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan:
Integritas Kulit Terganggu (Kode: 00046)
Penjelasan Singkat:
Integritas Kulit Terganggu adalah ketidakmampuan mempertahankan struktur dan fungsi kulit yang normal.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00046
Definisi: Ketidakmampuan mempertahankan struktur dan fungsi kulit yang normal.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: LS 01001
Definisi: Pemulihan integritas kulit.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: IP 01001
Definisi: Tindakan yang dilakukan untuk mempertahankan atau memulihkan integritas kulit.
Tone akademis, persona pakar, nurse:
Berdasarkan kondisi pasien yang Anda sampaikan, di mana terdapat luka bekas pembedahan dengan kemerahan dan sedikit nyeri, maka diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Integritas Kulit Terganggu. Hal ini menunjukkan adanya gangguan pada struktur dan fungsi kulit yang normal. Perawat perlu melakukan tindakan untuk mempertahankan atau memulihkan integritas kulit, sesuai dengan standar intervensi keperawatan yang ditetapkan oleh PPNI.