Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23017 | 26 Nov 2025
Klinis : Saat dikaji Tn.C telah menggunakan ventilator selama 2 hari, dengan mode PSIMV FiO2 35% PEEP 5, PIP 5, PS 5, Trigger flow 2, dan RR mesin 8 dengan VTE 355. Pola nafas reguler, lambat, dalam dengan RR 13x/menit dan SpO2 98% Tn.S terpasang trakeostomi, terdapat sekret berlebih dengan konsistensi kental pada bagian ETT dan air liur pada bagian mulut. Saat dilakukan auskultasi terdengar suara vesikuler pada kedua lapang paru. Tampak luka kemerahan pada kepala bagian dahi, pelipis kanan, kaki kanan, punggung tangan kanan dan kiri. Tampak jejas pada bagian klavikula kanan. Luka pada pelipis kanan telah dilakukan penjahitan luka. Pada bagian mata, kedua mata tidak dapat dibuka dengan kulit sekitarnya berwarna biru kehitaman. Pada kedua daun telinga juga terdapat jejas berwarna kebiruan. Hasil pemeriksan tanda-tanda vital didapatkan tekanan darah 132/62 mmHg, HR 64x/menit dengan hasil nilai AGD alkalosis metabolik tidak terkompensasi.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan kebersihan jalan napas.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Kebersihan jalan napas pasien dapat dipertahankan, ditandai dengan: suara napas bersih, tidak terdapat suara napas tambahan, batuk efektif, sekret dapat dikeluarkan, frekuensi napas dalam rentang normal, irama napas reguler, dan tidak terdapat sianosis. Perawat akan memonitor status pernapasan, posisi pasien untuk memaksimalkan pertukaran udara, ajarkan teknik batuk efektif, lakukan fisioterapi dada jika diperlukan, kelola kebutuhan oksigen, dan lakukan suction jika dibutuhkan.
Kode SIKI: I.08060
Deskripsi : Manajemen jalan napas, meliputi: mempertahankan kepala pasien pada posisi netral, hiperekstensi atau menggunakan bantal guling untuk menjaga jalan napas tetap terbuka, melakukan penghisapan lendir (suction) pada jalan napas buatan (seperti ETT/trakeostomi) dan jalan napas alami (mulut/hidung) dengan teknik steril, memberikan oksigen sesuai program, memberikan nebulizer, memantau dan mencatat bunyi napas sebelum dan sesudah penghisapan, memantau status respirasi (frekuensi, irama, kedalaman, upaya napas), memantau tanda-tanda hipoksia, serta memantau dan mencatat karakteristik sputum. Pada kasus Tn.C, intervensi ini sangat krusial karena adanya trakeostomi dan sekret yang berlebih serta kental, yang merupakan faktor risiko utama untuk obstruksi jalan napas. Posisi kepala yang tepat dan suction yang teratur dengan teknik steril diperlukan untuk mencegah komplikasi infeksi dan memastikan jalan napas tetap patent.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang muncul tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Kontrol nyeri, ditandai dengan: pasien melaporkan bahwa nyeri teratasi, skala nyeri menurun, tanda-tanda vital dalam rentang normal, tidak terdapat perilaku yang menunjukkan nyeri (seperti gelisah, menangis, merintih), dan mampu melakukan aktivitas sesuai kemampuan. Perawat akan melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif (lokasi, karakteristik, intensitas, faktor pencetus dan pereda), ajarkan teknik non-farmakologi untuk mengurangi nyeri, kolaborasi pemberian analgetik, evaluasi keefektifan intervensi nyeri, dan ciptakan lingkungan yang nyaman.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Manajemen nyeri, meliputi: kaji nyeri (lokasi, karakteristik, onset, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri), kaji faktor yang memperberat dan meringankan nyeri, observasi petunjuk perilaku dan fisiologis dari nyeri (seperti pada pasien non-verbal), ajarkan tentang penggunaan skala nyeri, lakukan tindakan untuk mengurangi nyeri (seperti reposisi, kompres hangat/dingin, distraksi, relaksasi), kolaborasi pemberian farmakologi dan non-farmakologi, evaluasi keefektifan kontrol nyeri, dan pantau efek samping terapi nyeri. Pada Tn.C, yang memiliki multiple injury seperti luka di dahi, pelipis, kaki, tangan, jejas klavikula, dan hematoma periorbital, manajemen nyeri sangat penting. Terutama karena ia mungkin tidak dapat berkomunikasi secara verbal akibat penggunaan ventilator dan trakeostomi, sehingga pengkajian melalui observasi perilaku dan tanda fisiologis menjadi kunci.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0056
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko terhadap invasi oleh patogen yang dapat membahayakan.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Kontrol infeksi, ditandai dengan: tidak terdapat tanda-tanda infeksi (seperti kemerahan, bengkak, nyeri, panas, drainase purulen pada area luka; demam; leukositosis), hasil kultur negatif, dan kepatuhan terhadap tindakan pencegahan infeksi. Perawat akan mempertahankan teknik aseptik dan steril selama perawatan luka dan prosedur invasif, monitor tanda-tanda infeksi sistemik dan lokal, lakukan perawatan luka dengan tepat, kelola terapi antibiotik sesuai kolaborasi, dan edukasi pasien/keluarga tentang pencegahan infeksi.
Kode SIKI: I.08080
Deskripsi : Pengendalian infeksi, meliputi: lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien, gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan, lakukan perawatan luka dengan teknik steril, lakukan perawatan pada area invasif (seperti trakeostomi, IV line) dengan teknik steril, pantau tanda-tanda infeksi (suhu, drainase luka, hasil laboratorium), lakukan isolasi jika diperlukan, dan edukasi pasien/keluarga tentang pentingnya pencegahan infeksi. Pada Tn.C, risiko infeksi sangat tinggi karena adanya multiple laserasi dan luka terbuka (termasuk luka jahitan), serta adanya jalur invasif utama yaitu trakeostomi. Trakeostomi merupakan pintu masuk langsung bagi kuman ke paru-paru, dan sekret yang kental dapat menjadi media pertumbuhan yang baik. Oleh karena itu, perawatan trakeostomi dan luka dengan teknik steril mutlak diperlukan.
Kondisi: Kerusakan Integritas Jaringan
Kode SDKI: D.0066
Deskripsi Singkat: Kerusakan pada membran mukosa, kornea, atau integumen (kulit).
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Perawatan luka, ditandai dengan: luka bersih, tidak terdapat tanda infeksi, jaringan granulasi tumbuh, ukuran luka mengecil, dan kulit di sekitar luta utuh. Perawat akan membersihkan luka dengan teknik dan larutan yang tepat, memilih balutan yang sesuai, memantau kemajuan penyembuhan luka, mencegah tekanan berlebih pada area luka, dan memastikan nutrisi yang adekuat untuk penyembuhan jaringan.
Kode SIKI: I.08017
Deskripsi : Perawatan luka, meliputi: kaji luka (lokasi, ukuran, kedalaman, warna jaringan, adanya drainase, bau), lakukan pembersihan luka dengan teknik aseptik, lakukan debridemen jika diperlukan, pilih dan aplikasikan balutan yang sesuai, lakukan perawatan drain luka, ganti balutan sesuai jadwal atau jika basah/kotor, dan dokumentasikan karakteristik luka dan perawatan. Pada Tn.C, diagnosa ini langsung terkait dengan berbagai luka yang tampak, seperti luka kemerahan di beberapa area dan luka jahitan di pelipis kanan. Perawatan yang sistematis dan teratur diperlukan untuk masing-masing luka guna mencegah infeksi dan mempromosikan penyembuhan.
Kondisi: Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Gangguan pada fungsi fisiologis keseimbangan cairan dan elektrolit.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit dapat dipertahankan, ditandai dengan: tanda-tanda vital dalam rentang normal, turgor kulit baik, membran mukosa lembab, tidak terdapat edema, keseimbangan masukan dan haluaran, dan hasil elektrolit dalam rentang normal. Perawat akan memantau tanda-tanda vital, keseimbangan cairan, status hidrasi (turgor kulit, membran mukosa), kolaborasi pemantauan elektrolit, atur pemberian cairan intravena, dan edukasi tentang pentingnya hidrasi.
Kode SIKI: I.08040
Deskripsi : Manajemen keseimbangan cairan, meliputi: pantau tanda-tanda vital, pantau status hidrasi (turgor kulit, membran mukosa, mata cekung), pantau masukan dan haluaran cairan, timbang berat badan harian, pantau hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, BUN, kreatinin, hematokrit), kolaborasi pemberian terapi cairan, dan atur kecepatan infus sesuai program. Pada Tn.C, kondisi ini relevan untuk dipantau meskipun tidak ada data langsung tentang intake-output. Statusnya yang kritis dan adanya luka multiple memerlukan pemantauan ketat terhadap keseimbangan cairan untuk mendukung perfusi jaringan dan proses peny
Article No. 23018 | 26 Nov 2025
Klinis : “Pak Budi, kami memahami bahwa Bapak ingin mengikuti ritual pengobatan dengan ramuan daun dari dukun kampung. Kami dapat memberi waktu Bapak untuk melakukan ritual tersebut, selama kaki tetap dibersihkan dan ditutup kain bersih agar tidak bertambah infeksi.”
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya pertumbuhan dan invasi patogen patogenik.
Kode SLKI: 4025
Deskripsi : Kontrol Infeksi: Tindakan untuk mengurangi atau mencegah infeksi nosokomial.
Kode SIKI: I-04025
Deskripsi : Pantau tanda dan gejala infeksi. Pantau suhu tubuh. Pantau hasil pemeriksaan laboratorium yang mengindikasikan infeksi. Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan pada pasien. Gunakan sarung tangan steril atau bersih sesuai kebutuhan. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan jenis tindakan. Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik atau steril. Bersihkan luka dari kotoran. Lakukan perawatan kulit di sekitar luka. Ganti balutan secara teratur. Ajarkan pasien dan keluarga tentang tanda dan gejala infeksi. Ajarkan pasien dan keluarga tentang teknik mencuci tangan. Ajarkan pasien dan keluarga tentang perawatan luka di rumah. Kolaborasi pemberian terapi antibiotik sesuai indikasi. Batasi pengunjung jika diperlukan. Lakukan disinfeksi pada peralatan dan lingkungan pasien.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah yang samar atau tidak menyenangkan sebagai respons terhadap antisipasi yang tidak spesifik terhadap ancaman yang dirasakan.
Kode SLKI: 4414
Deskripsi : Pengurangan Ansietas: Meminimalkan kekhawatiran, ketakutan, antisipasi akan ancaman atau situasi yang tidak diketahui atau tidak pasti.
Kode SIKI: I-04414
Deskripsi : Identifikasi tingkat ansietas. Dengarkan dengan penuh perhatian. Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan. Hargai mekanisme koping yang digunakan pasien. Dorong pasien untuk mengekspresikan perasaan, ketakutan, dan persepsi. Berikan informasi akurat tentang diagnosis, prognosis, dan rencana pengobatan. Jelaskan semua prosedur termasuk sensasi yang akan dialami. Libatkan pasien dalam membuat rencana perawatan dan dalam kegiatan sehari-hari sesuai kemampuan. Ajarkan penggunaan teknik relaksasi. Kurangi rangsangan lingkungan yang tidak diperlukan. Kolaborasi pemberian terapi farmakologi untuk mengurangi ansietas sesuai indikasi. Fasilitasi akses kepada konselor atau dukungan spiritual jika diperlukan.
Kondisi: Konflik Keputusan
Kode SDKI: 0009
Deskripsi Singkat: Kondisi ketidakpastian tentang pilihan tindakan ketika pilihan tersebut melibatkan risiko, kehilangan, atau tantangan terhadap nilai-nilai dan keyakinan pribadi.
Kode SLKI: 4510
Deskripsi : Pengambilan Keputusan: Kemampuan untuk membuat pilihan di antara alternatif tindakan.
Kode SIKI: I-04510
Deskripsi : Bantu pasien mengidentifikasi keputusan yang perlu dibuat. Berikan informasi yang akurat dan lengkap tentang kondisi kesehatan, pilihan pengobatan, risiko, dan manfaat. Jelaskan proses pengambilan keputusan. Fasilitasi pasien untuk mengeksplorasi keyakinan dan nilai pribadi yang relevan dengan keputusan. Bantu pasien mengevaluasi pro dan kontra dari setiap pilihan. Dukung pasien untuk melibatkan keluarga atau orang terdekat dalam proses pengambilan keputusan jika diinginkan. Hormati preferensi dan otonomi pasien dalam pengambilan keputusan. Bantu pasien mengidentifikasi sumber daya yang tersedia untuk mendukung keputusan. Berikan waktu yang cukup bagi pasien untuk mempertimbangkan pilihannya tanpa tekanan. Validasi perasaan pasien terkait kesulitan dalam mengambil keputusan. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk memberikan informasi yang konsisten.
Article No. 23019 | 26 Nov 2025
Klinis : Di sebuah lokasi tambang di Kalimantan selatan, seorang pekerja bernama Budi mengalami luka robek di kaki akibat terkena alat kerja. Ketika dibawa ke klinik tambang, Pak Budi menolak tindakan penjahitan dan pemberian antibiotik, karena menurut kepercayaan budayanya, luka harus terlebih dahulu diobati dengan ramuan daun tertentu oleh dukun kampung agar terhindar dari “gangguan roh”.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Konflik Keputusan Perawatan Berbasis Budaya
Kode SDKI: D.0184
Deskripsi Singkat: Gangguan proses pengambilan keputusan terkait perawatan kesehatan yang dipengaruhi oleh sistem nilai, kepercayaan, dan praktik budaya yang dianut individu atau kelompok, yang berpotensi menghambat penerimaan intervensi medis yang direkomendasikan.
Kode SLKI: L.03138
Deskripsi : Pasien menerima dan berpartisipasi dalam perawatan kesehatan yang mempertimbangkan nilai budaya. Perawat bertindak sebagai fasilitator untuk menjembatani kebutuhan medis dengan keyakinan budaya pasien. Tujuan utamanya adalah mencapai resolusi konflik yang menghormati otonomi pasien sekaligus memastikan keselamatan klinis. Intervensi keperawatan difokuskan pada membangun hubungan saling percaya melalui komunikasi terapeutik, menunjukkan rasa hormat yang tulus terhadap sistem kepercayaan pasien tanpa menghakimi. Perawat akan berkolaborasi dengan pemimpin spiritual atau dukun yang diakui pasien untuk menciptakan rencana perawatan yang terintegrasi, memungkinkan dilakukannya praktik budaya tradisional (seperti penggunaan ramuan daun tertentu) sejauh tidak membahayakan, sambil secara bertahap dan edukatif memperkenalkan manfaat intervensi medis standar (penjahitan luka dan antibiotik). Perawat akan mendokumentasikan preferensi pasien dan upaya kolaborasi yang dilakukan, memastikan informed consent atau penolakan didasarkan pada pemahaman yang komprehensif tentang risiko dan manfaat dari semua opsi yang tersedia.
Kode SIKI: I.01264
Deskripsi : Intervensi diawali dengan membangun hubungan terapeutik yang kuat, dimulai dengan pendekatan komunikasi yang empatik dan tidak menghakimi. Perawat mengakui dan memvalidasi keyakinan Budi dengan berkata, "Saya menghargai keyakinan dan kepercayaan Anda terhadap pengobatan dari dukun kampung." Selanjutnya, perawat melakukan asesmen mendalam tentang praktik budaya spesifik yang akan dilakukan, termasuk jenis daun yang digunakan, cara pengaplikasian, dan tujuan spiritualnya. Perawat kemudian berkolaborasi dengan tim medis untuk mengevaluasi keamanan praktik tradisional tersebut; misalnya, menilai apakah ramuan daun tertentu memiliki sifat antiseptik atau justru berisiko menyebabkan infeksi. Langkah kritis adalah memfasilitasi pertemuan atau komunikasi antara Budi, dukun, dan tim kesehatan untuk mendiskusikan rencana perawatan hibrida. Sebagai contoh, menegosiasikan agar luka dibersihkan secara steril di klinik sebelum ramuan daun dioleskan, atau menunda penjahitan selama beberapa jam sambil memantau ketat tanda-tanda infeksi, dengan kesepakatan bahwa jika ada tanda bahaya, intervensi medis akan segera dilakukan. Pendidikan kesehatan diberikan dengan sensitif budaya, menjelaskan proses infeksi dan bagaimana antibiotik bekerja melawan "roh jahat" (kuman) yang tidak terlihat oleh mata, dengan menggunakan analogi yang mudah dipahami. Perawat mendokumentasikan seluruh diskusi, negosiasi, dan persetujuan atau penolakan yang diinformasikan oleh Budi. Jika Budi bersikeras menolak, perawat memastikan dia memahami tanda-tanda darurat infeksi (seperti kemerahan, bengkak, nanah, demam) dan kapan harus segera kembali ke klinik, sambil tetap menghormati otonomi keputusannya.
Article No. 23020 | 26 Nov 2025
Klinis : Di sebuah lokasi tambang di Kalimantan selatan, seorang pekerja bernama Budi mengalami luka robek di kaki akibat terkena alat kerja. Ketika dibawa ke klinik tambang, Pak Budi menolak tindakan penjahitan dan pemberian antibiotik, karena menurut kepercayaan budayanya, luka harus terlebih dahulu diobati dengan ramuan daun tertentu oleh dukun kampung agar terhindar dari “gangguan roh”.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Konflik Keputusan Perawatan Berbasis Budaya
Kode SDKI: D.0023
Deskripsi Singkat: Konflik Keputusan adalah keadaan ketika seseorang, keluarga, atau komunitas mengalami kesulitan dalam memilih, menyetujui, atau bertindak atas suatu keputusan yang berhubungan dengan kesehatan, yang dipengaruhi oleh perbedaan nilai, kepercayaan, budaya, atau informasi.
Kode SLKI: L.03131
Deskripsi : Pasien dapat menyelesaikan konflik keputusan. Kriteria hasil: 1) Mengidentifikasi sumber konflik. 2) Mengekspresikan perasaan tentang konflik yang dialami. 3) Mengidentifikasi nilai, kepercayaan, dan faktor budaya yang mempengaruhi keputusan. 4) Mengeksplorasi pilihan keputusan yang tersedia. 5) Membuat keputusan tentang perawatan kesehatan. 6) Melaporkan kepuasan dengan keputusan yang diambil.
Kode SIKI: I.01270
Deskripsi : Intervensi untuk mengatasi konflik keputusan melibatkan serangkaian tindakan sistematis yang berfokus pada fasilitasi proses pengambilan keputusan yang kolaboratif dan menghormati nilai-nilai pasien. Pertama, perawat harus membangun hubungan terapeutik yang didasarkan pada rasa percaya, empati, dan tanpa menghakimi. Lingkungan yang aman dan mendukung ini memungkinkan Pak Budi untuk terbuka tentang kepercayaan dan kekhawatirannya. Kedua, lakukan asesmen mendalam untuk mengidentifikasi sumber konflik. Ini termasuk mengeksplorasi keyakinan budaya spesifik tentang "gangguan roh" dan peran ramuan daun serta dukun kampung dalam proses penyembuhan. Asesmen juga harus mencakup pemahaman Pak Budi tentang risiko medis dari luka robek yang tidak dijahit dan tidak diberikan antibiotik, seperti infeksi, sepsis, atau luka yang tidak sembuh dengan baik. Ketiga, fasilitasi komunikasi yang terbuka. Dengarkan secara aktif kekhawatiran Pak Budi dan validasi perasaannya. Jelaskan prosedur medis (penjahitan dan antibiotik) dengan bahasa yang mudah dipahami, menyampaikan manfaat, risiko, dan konsekuensi dari penolakan tindakan tersebut. Keempat, kolaborasi dan negosiasi adalah kunci. Daripada menyangkal kepercayaannya, perawat dapat berperan sebagai jembatan antara sistem medis dan sistem budaya. Tanyakan apakah ada kemungkinan untuk mengintegrasikan kedua pendekatan tersebut. Misalnya, apakah penjahitan luka dapat dilakukan setelah ritual tradisional? Atau apakah pemberian antibiotik dapat disetujui jika ramuan daun telah digunakan? Diskusikan opsi ini dengan tenaga medis lainnya untuk menemukan solusi yang aman dan dapat diterima. Kelima, berikan dukungan emosional selama proses pengambilan keputusan yang sulit ini. Tegaskan bahwa hak otonomi Pak Budi untuk mengambil keputusan tentang tubuhnya sendiri dihormati, terlepas dari pilihan akhirnya. Jika memungkinkan, libarkan keluarga atau pemimpin komunitas yang memahami konteks budayanya untuk memberikan dukungan. Terakhir, dokumentasikan seluruh proses, keputusan yang diambil, dan rencana tindak lanjut secara rinci. Intervensi ini bertujuan untuk memberdayakan Pak Budi sehingga ia merasa didengar, dihormati, dan secara aktif terlibat dalam perjalanan kesehatannya sendiri, yang pada akhirnya meningkatkan kepatuhan dan hasil kesehatan.
Article No. 23021 | 26 Nov 2025
Klinis : Seorang laki-laki berusia 56 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS dengan keluhan tidak sadarkan diri setelah terjatuh di kamar mandi 1 jam yang lalu.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Cedera Kepala Traumatik dengan Kemungkinan Gegar Otak
Kode ICD-10: S06.0
Deskripsi Singkat : Kode S06.0 dalam ICD-10 mengacu pada "Gegar Otak" (Concussion). Kondisi ini adalah jenis cedera otak traumatis ringan (TBI/Traumatic Brain Injury) yang terjadi ketika suatu benturan, pukulan, atau sentakan pada kepala atau tubuh menyebabkan kepala dan otak bergerak bolak-balik dengan cepat. Gerakan ini dapat menyebabkan perubahan sementara dalam fungsi otak, termasuk gangguan fungsi neurologis, meskipun seringkali tidak terlihat pada pemeriksaan pencitraan seperti CT-scan. Gejala khas gegar otak meliputi hilangnya kesadaran sementara (seperti yang dialami pasien), kebingungan, pusing, sakit kepala, mual, dan masalah dengan keseimbangan atau memori. Dalam kasus ini, pasien laki-laki berusia 56 tahun mengalami kejadian jatuh yang menyebabkan hilangnya kesadaran, yang sangat konsisten dengan mekanisme cedera gegar otak. Penting untuk dicatat bahwa gegar otak adalah diagnosis klinis. Kode ini digunakan untuk mencatat cedera otak fokal dan difus dengan komosio serebri sebagai kondisi utama, dan memerlukan penilaian medis segera di IGD untuk menyingkirkan cedera intrakranial yang lebih serius, seperti perdarahan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23022 | 26 Nov 2025
Klinis : Seorang laki-laki berusia 56 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS dengan keluhan tidak sadarkan diri setelah terjatuh di kamar mandi 1 jam yang lalu.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana individu mengalami penurunan dalam kemampuan untuk melakukan orientasi terhadap diri dan lingkungannya.
Kode SLKI: L.19001 - L.19009
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa penurunan kesadaran mencakup serangkaian tindakan sistematis yang bertujuan untuk memantau, melindungi, dan memulihkan fungsi neurologis pasien. Perawat akan memantau status neurologis setiap jam atau sesuai protokol, termasuk menilai tingkat kesadaran menggunakan skala Glasgow Coma Scale (GCS), reaksi pupil terhadap cahaya, serta kekuatan motorik dan sensasi pada keempat ekstremitas. Tindakan ini penting untuk mendeteksi secara dini adanya penurunan kondisi atau komplikasi lebih lanjut. Perawat akan mempertahankan dan memantau jalan napas pasien, memastikan kepatenannya, serta memantau pola dan frekuensi pernapasan untuk mendeteksi adanya gangguan pernapasan yang dapat memperburuk kondisi otak. Posisi tubuh pasien akan diatur untuk mencegah aspirasi dan meningkatkan ventilasi, seperti posisi semi-fowler atau miring jika memungkinkan. Perawat juga akan melindungi pasien dari cedera dengan memasang pinggiran tempat tidur yang empuk, dan mungkin menggunakan restrain yang lembut jika diperlukan untuk mencegah pasien menarik selang atau infus. Selain itu, perawat akan memenuhi kebutuhan dasar pasien seperti kebersihan kulit, mulut, dan pemenuhan nutrisi serta hidrasi baik secara parenteral maupun melalui selang nasogastrik. Keluarga akan dilibatkan dan diberikan penjelasan tentang kondisi pasien serta tindakan yang dilakukan, untuk mengurangi kecemasan mereka. Seluruh intervensi ini didokumentasikan dengan teliti untuk memantau perkembangan dan evaluasi hasil asuhan keperawatan.
Kode SIKI: I.19001 - I.19031
Deskripsi : SIKI merupakan indikator yang diharapkan tercapai setelah intervensi keperawatan dilaksanakan. Untuk pasien dengan penurunan kesadaran, kriteria hasil yang diharapkan meliputi: Tingkat kesadaran pasien menunjukkan perbaikan, yang ditandai dengan peningkatan skor GCS mendekati nilai normal (15) atau setidaknya stabil tanpa penurunan lebih lanjut. Jalan napas pasien tetap paten, dengan bunyi napas yang bersih dan tidak terdapat tanda-tanda distress pernapasan seperti sianosis atau sesak napas. Pola napas pasien efektif, dengan frekuensi dan irama yang teratur sesuai usia. Fungsi neurologis pasien stabil, tidak ada penurunan lebih lanjut dalam respons motorik atau sensasi, dan reaksi pupil tetap normal dan simetris. Pasien terlindungi dari cedera tambahan, terbebas dari luka atau memar akibat jatuh atau gerakan yang tidak terkendali. Kebutuhan nutrisi dan hidrasi pasien terpenuhi, yang dapat dilihat dari status hidrasi yang baik (turgor kulit elastis, mukosa membran lembab) dan nilai laboratorium yang terkait nutrisi dalam batas normal. Integritas kulit pasien terjaga, tidak terdapat tanda-tanda kemerahan, lecet, atau dekubitus. Keluarga pasien menunjukkan pemahaman tentang kondisi, prosedur, dan perawatan yang diberikan, serta mampu berpartisipasi dalam perawatan pasien sesuai dengan panduan yang diberikan oleh perawat. Tingkat kecemasan keluarga menurun, yang ditunjukkan melalui komunikasi yang lebih tenang dan kooperatif dengan tim kesehatan. Pencapaian SIKI ini menunjukkan efektivitas dari intervensi keperawatan yang diberikan dan menjadi dasar untuk evaluasi serta perencanaan tahap selanjutnya dalam proses asuhan keperawatan.
Article No. 23023 | 26 Nov 2025
Klinis : DS : 1. Pasien mengatakan sangat cemas dengan keadaannya 2. Pasien mengatakan menjadi takut karena dijauhi teman-temannya karena pasien mudah marah dan tersinggung 3. Orang tua pasien mengatakan anaknya mengalami gangguan pola tidur, pasien menjadi sulit tidur karena cemas akan penyakitnya. Pasien tidur 5-6 jam/hari 4. Pasien mengatakan bahwa mudah tersinggung dan tidak bisa perhatian lama ketika mengikuti pelajaran sekolah DO : 1. Keadaan umum : Composmentis GCS : 15 2. Tanda-tanda vital TD : 110/70 mmHg N : 92x/mnt S : 37,5ºC RR : 24x/mnt 3. Mata Inspeksi : Pasien tidak dapat mengartikan objek dengan benar, mata pasien terlihat sayu. 4. Neurologis (status mental dan emosi) : mudah tersinggung bila sedang kelelahan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Gangguan Kecemasan
Kode ICD-10: F41.1
Deskripsi Singkat : Berdasarkan data Subjektif (DS) dan Objektif (DO) pasien, kondisi yang dominan adalah gangguan kecemasan. Pasien melaporkan perasaan sangat cemas, takut dijauhi teman karena mudah marah dan tersinggung, serta mengalami gangguan pola tidur (hanya 5-6 jam per hari) akibat kecemasan akan penyakitnya. Gejala ini juga memengaruhi fungsi kognitif, ditandai dengan kesulitan mempertahankan perhatian selama pelajaran sekolah. Secara objektif, pasien composmentis dengan GCS 15, namun terdapat tanda-tanda kelelahan dan tekanan emosional seperti mata yang terlihat sayu, ketidakmampuan mengartikan objek dengan benar, dan sifat mudah tersinggung saat kelelahan. Kode ICD-10 F41.1 mengacu pada Gangguan Kecemasan Campuran (Mixed Anxiety and Depressive Disorder), suatu kondisi dimana gejala kecemasan dan gejala depresif hadir bersama, tetapi tidak ada satupun yang mendominasi secara jelas untuk menegakkan diagnosis tersendiri. Dalam konteks ini, kecemasan adalah gejala utama yang menyebabkan distress signifikan dan gangguan dalam fungsi sosial (dijauhi teman) serta akademis (sulit konsentrasi). Gangguan tidur dan iritabilitas merupakan manifestasi klinis yang umum dari kondisi kecemasan yang berkelanjutan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23024 | 26 Nov 2025
Klinis : Nyonya F, 32 tahun, datang ke Rumah Sakit dengan keluhan pusing dan nyeri perut seperti ada benjolan. Tanda vital menunjukkan TD 110/80 mmHg, RR 22 kali/menit, nadi 71 kali/menit, suhu 36,7°C, dan BB 63 kg. Riwayat menstruasi menunjukkan haid tidak teratur dengan perdarahan yang dahulu sering banyak. Pasien menggunakan IUD selama 10 tahun. Pemeriksaan fisik tampak konjungtiva pucat, rambut rontok ringan, kram di mata kiri, dan pembesaran amandel yang mulai membaik. Hasil laboratorium menunjukkan Hb 7,7 g/dL, Ht 27%, MCV 52 fL, MCH 14,8 pg, dan MCHC 28,5 g/dL yang mengarah pada anemia mikrositik hipokrom. Trombosit meningkat 462 ×10³/µL, sedangkan leukosit dan eritrosit normal. Kombinasi keluhan, riwayat haid, pemakaian IUD jangka panjang, serta hasil laboratorium mendukung diagnosis anemia defisiensi besi akibat kehilangan darah kronis. ya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Jaringan Serebral Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Kondisi ini menggambarkan keadaan dimana seseorang berisiko mengalami penurunan suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan otak, yang dapat mengganggu fungsinya. Pada Ny. F, kondisi ini ditandai secara klinis dengan keluhan pusing dan kram di mata kiri. Pusing merupakan manifestasi langsung dari berkurangnya aliran darah atau oksigenasi ke otak. Nilai hemoglobin yang sangat rendah (7,7 g/dL) secara signifikan mengurangi kapasitas darah untuk mengangkut oksigen. Ketika darah tidak dapat membawa oksigen dalam jumlah yang memadai, otak—yang sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen—akan mulai menunjukkan gejala gangguan fungsi, seperti pusing dan gangguan penglihatan (kram mata). Riwayat perdarahan menstruasi yang banyak dan penggunaan IUD jangka panjang (yang sering dikaitkan dengan menorrhagia atau perdarahan berat) merupakan faktor etiologi utama yang menyebabkan kehilangan darah kronis dan pada akhirnya anemia defisiensi besi. Anemia ini kemudian menjadi penyebab utama terganggunya perfusi serebral. Tanpa intervensi, kondisi ini berisiko berkembang menjadi penurunan kesadaran, sinkop (pingsan), atau kerusakan neurologis yang lebih permanen jika anemia tidak segera dikoreksi.
Kode SLKI: L.15018
Deskripsi : Luaran yang diharapkan dari diagnosa ini adalah tercapainya perfusi jaringan serebral yang adekuat. Secara spesifik, tujuan keperawatan untuk Ny. F adalah meningkatkan nilai hemoglobin dan hematokrit hingga mendekati rentang normal, menghilangkan keluhan pusing, serta mempertahankan tingkat kesadaran yang baik (compos mentis). Perawat akan memantau tanda-tanda vital, khususnya tekanan darah dan denyut nadi, untuk mendeteksi adanya takikardia kompensasi atau hipotensi yang dapat memperburuk perfusi otak. Selain itu, status neurologis seperti orientasi, kekuatan motorik, dan keluhan pusing akan dinilai secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas intervensi. Peningkatan nilai laboratorium (Hb dan Ht) menjadi indikator objektif utama bahwa kapasitas pengangkutan oksigen darah telah membaik, yang pada akhirnya akan mendukung perfusi serebral yang optimal. Pemantauan terhadap kram mata juga termasuk dalam luaran ini, karena membaiknya gejala tersebut menandakan membaiknya suplai darah dan oksigen ke saraf dan otot sekitar mata.
Kode SIKI: I.15039
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mendukung luaran tersebut difokuskan pada manajemen anemia dan memantau status neurologis. Pertama, perawat akan memantau tanda-tanda vital dan status neurologis secara ketat dan berkala untuk mendeteksi setiap kemunduran kondisi sedini mungkin. Kedua, kolaborasi dengan dokter sangat penting untuk pemberian terapi farmakologis, yaitu suplementasi zat besi (baik oral maupun parenteral) dan transfusi darah jika diperlukan, mengingat nilai Hb Ny. F yang sudah cukup rendah. Perawat bertanggung jawab untuk memastikan obat diminum dengan benar, memantau efek samping (seperti gangguan gastrointestinal pada sediaan oral), dan memantau reaksi transfusi. Ketiga, edukasi kesehatan merupakan intervensi kunci. Perawat perlu memberikan penjelasan yang komprehensif kepada Ny. F mengenai kondisinya, penyebab anemia (kaitannya dengan perdarahan menstruasi dan IUD), pentingnya terapi besi, serta tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai. Edukasi juga mencakup modifikasi diet dengan menganjurkan konsumsi makanan kaya zat besi (seperti daging merah, hati, sayuran hijau tua) dan vitamin C (seperti jeruk dan tomat) untuk meningkatkan absorpsi zat besi. Terakhir, perawat dapat berkolaborasi dengan dokter mengenai evaluasi penggunaan IUD, karena ini adalah sumber kehilangan darah kronis yang potensial. Semua intervensi ini dilakukan secara terintegrasi untuk meningkatkan kapasitas oksigenasi darah dan mencegah komplikasi lebih lanjut pada sistem saraf pusat Ny. F.
Article No. 23025 | 26 Nov 2025
Klinis : Nyonya F, 32 tahun, datang ke Rumah Sakit dengan keluhan pusing dan nyeri perut seperti ada benjolan. Tanda vital menunjukkan TD 110/80 mmHg, RR 22 kali/menit, nadi 71 kali/menit, suhu 36,7°C, dan BB 63 kg. Riwayat menstruasi menunjukkan haid tidak teratur dengan perdarahan yang dahulu sering banyak. Pasien menggunakan IUD selama 10 tahun. Pemeriksaan fisik tampak konjungtiva pucat, rambut rontok ringan, kram di mata kiri, dan pembesaran amandel yang mulai membaik. Hasil laboratorium menunjukkan Hb 7,7 g/dL, Ht 27%, MCV 52 fL, MCH 14,8 pg, dan MCHC 28,5 g/dL yang mengarah pada anemia mikrositik hipokrom. Trombosit meningkat 462 ×10³/µL, sedangkan leukosit dan eritrosit normal. Kombinasi keluhan, riwayat haid, pemakaian IUD jangka panjang, serta hasil laboratorium mendukung diagnosis anemia defisiensi besi akibat kehilangan darah kronis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Anemia Defisiensi Besi
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko atau adanya penurunan kadar hemoglobin dan/atau hematokrit dalam darah di bawah nilai normal.
Kode SLKI: L.03113
Deskripsi : Peningkatan status nutrisi. Intervensi keperawatan ini bertujuan untuk memperbaiki status nutrisi pasien, khususnya yang berkaitan dengan asupan zat besi, vitamin C, dan protein yang diperlukan untuk sintesis hemoglobin. Perawat akan melakukan pengkajian pola makan dan asupan nutrisi pasien, mengidentifikasi hambatan nutrisi, serta menyusun dan merekomendasikan rencana diet tinggi zat besi heme (seperti daging merah, hati, ayam, ikan) dan non-heme (seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, tahu) yang dikombinasikan dengan sumber vitamin C (seperti jeruk, tomat, brokoli) untuk meningkatkan penyerapan zat besi non-heme. Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya makanan bergizi dan strategi mengatasi masalah nafsu makan akibat anemia juga menjadi bagian krusial. Tujuan akhirnya adalah pasien dapat mendemonstrasikan peningkatan asupan makanan kaya zat besi dan ko-faktornya, yang tercermin dari peningkatan kadar hemoglobin dalam pemantauan laboratorium.
Kode SIKI: I.01249
Deskripsi : Manajemen Anemia. Ini adalah intervensi komprehensif untuk mengatasi anemia. Perawat akan memantau tanda dan gejala anemia seperti kelemahan, pusing, pucat, takikardia, dan sesak napas. Intervensi mencakup pemberian terapi suplementasi zat besi sesuai resep dokter dan memantau efek sampingnya (seperti mual, konstipasi, atau feses berwarna hitam). Perawat akan mengajarkan teknik penghematan energi untuk mencegah kelelahan, seperti istirahat yang cukup dan mengatur aktivitas. Penting juga untuk memberikan edukasi kepada pasien mengenai penyebab anemia defisiensi besi dalam konteksnya, yaitu perdarahan menstruasi yang banyak dan penggunaan IUD jangka panjang, serta pentingnya konsultasi ulang dengan dokter mengenai manajemen perdarahan dan evaluasi pemakaian IUD. Kolaborasi dengan tim medis untuk persiapan transfusi darah (jika diperlukan) dan pemantauan respons terapi melalui pemeriksaan laboratorium serial juga merupakan komponen vital dari intervensi ini.
Article No. 23026 | 26 Nov 2025
Klinis : Ny.O mengatakan tidur terganggu, dikarenakan keringat dimalam hari yang membuat Ny.O tidak nyaman, selain itu sesak yang terkadang muncul tiba-tiba membuat Ny.O sering terbangun.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Gangguan Pola Tidur didefinisikan sebagai keadaan dimana seseorang mengalami atau berisiko mengalami perubahan dalam kuantitas dan kualitas pola tidurnya, yang menyebabkan ketidaknyamanan dan mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari. Pada kasus Ny.O, gangguan ini dimanifestasikan dengan keluhan tidur terganggu akibat keringat malam dan sesak napas yang muncul tiba-tiba, menyebabkan ia sering terbangun. Gangguan ini bukan hanya tentang sulit memulai tidur, tetapi juga tentang ketidakmampuan untuk mempertahankan tidur yang nyenyak dan restoratif. Faktor penyebabnya multifaktorial, termasuk faktor fisiologis seperti gejala penyakit yang mendasari (kemungkinan terkait dengan kondisi kardiovaskular, respiratori, atau endokrin yang menyebabkan sesak dan keringat malam), serta faktor psikologis seperti kecemasan akan serangan sesak yang tiba-tiba. Dampaknya sangat luas, mencakup kelelahan di siang hari, penurunan konsentrasi, iritabilitas, dan pada akhirnya dapat memperlambat proses penyembuhan penyakit utamanya. Diagnosa ini menekankan pada respons individu terhadap perubahan dalam siklus tidur-bangunnya yang alami.
Kode SLKI: 1400
Deskripsi : SLKI 1400 berfokus pada Peningkatan Tidur. Tujuan utamanya adalah untuk membantu klien mencapai periode tidur dan istirahat yang cukup. Luaran yang diharapkan mencakup beberapa indikator kunci. Pertama, klien mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pola tidurnya, dalam hal ini Ny.O diharapkan dapat menyadari bahwa keringat malam dan sesak napas adalah pemicu utama terbangunnya. Kedua, klien melaporkan peningkatan kualitas dan kuantitas tidur, yang ditandai dengan penurunan frekuensi terbangun di malam hari dan perasaan lebih segar saat bangun. Ketiga, klien menunjukkan perilaku yang mendukung tidur, seperti menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan melakukan relaksasi sebelum tidur. Keempat, klien mendemonstrasikan tanda-tanda vital dan pola pernapasan yang stabil selama periode tidur. Kelima, klien melaporkan penurunan gejala yang mengganggu tidur, seperti frekuensi keringat malam dan episode sesak napas. Pencapaian luaran ini diukur melalui laporan subjektif klien, observasi perawat, dan dalam beberapa kasus, dengan menggunakan alat seperti sleep diary untuk memantau pola tidur secara objektif.
Kode SIKI: 3220
Deskripsi : SIKI 3220 adalah intervensi Manajemen Lingkungan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan, yang dalam konteks ini difokuskan pada modifikasi lingkungan untuk memfasilitasi tidur. Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan yang terencana. Pertama, perawat akan memantau dan mengatur faktor-faktor lingkungan seperti suhu ruangan, kebisingan, dan pencahayaan. Mengingat Ny.O berkeringat di malam hari, menjaga suhu ruangan tetap sejuk dan sirkulasi udara yang baik adalah prioritas. Kedua, perawat akan memodifikasi lingkungan untuk mengurangi bahaya, misalnya dengan memastikan jalan menuju kamar mandi terang dan tidak licin jika klien terbangun. Ketiga, perawat akan memfasilitasi orientasi dengan memberikan pencahayaan redup atau nightlight jika diperlukan. Keempat, yang sangat krusial adalah kolaborasi dengan tim medis untuk mengatasi penyebab fisiologis gangguan tidur, yaitu dengan pemberian terapi farmakologis atau non-farmakologis untuk mengendalikan keringat malam dan sesak napas. Kelima, perawat akan mengajarkan teknik relaksasi seperti napas dalam atau imajinasi terbimbing untuk menenangkan klien saat terbangun karena sesak. Keenam, perawat akan mendorong kebiasaan tidur yang baik (sleep hygiene), seperti jadwal tidur yang konsisten dan menghindari kafein sebelum tidur. Tindakan-tindakan ini dilakukan secara holistik, tidak hanya menciptakan lingkungan fisik yang kondusif, tetapi juga mengatasi faktor internal klien yang menjadi penghalang tidur nyenyak.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434 2435