Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 25166 | 18 Apr 2026
Klinis : Diagnosa medis bronkopneumonia, terdapat sesak, dan demam 38
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas berhubungan dengan proses inflamasi dan konsolidasi paru
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Gangguan Pertukaran Gas adalah keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen pada tingkat alveolus-kapiler, yang mengakibatkan hipoksemia atau hiperkapnia. Pada pasien bronkopneumonia, kondisi ini terjadi karena proses inflamasi, edema, dan konsolidasi (pengisian alveoli oleh eksudat) yang menghambat difusi oksigen dari alveolus ke kapiler paru. Hal ini secara langsung menjelaskan gejala sesak napas (dispnea) dan demam yang dialami pasien. Demam meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga kebutuhan oksigen jaringan meningkat, sementara kemampuan paru untuk memenuhinya justru menurun akibat konsolidasi dan inflamasi. Diagnosa ini menjadi fokus utama karena mengancam fungsi vital tubuh dan merupakan akar dari banyak gejala yang dialami pasien.
Kode SLKI: L.03105
Deskripsi : SLKI L.03105 adalah "Perbaikan pertukaran gas". Tujuan dari kriteria hasil ini adalah untuk mengembalikan keseimbangan pertukaran gas ke tingkat optimal atau mendekati kondisi normal pasien. Indikator keberhasilannya meliputi: saturasi oksigen dalam darah (SpO2) dalam rentang yang ditargetkan (misalnya >94%), frekuensi pernapasan dalam rentang normal sesuai usia, tidak adanya sianosis (kebiruan pada kulit atau membran mukosa), serta penurunan atau hilangnya keluhan sesak napas (dispnea). Selain itu, hasil analisis gas darah (jika tersedia) seperti tekanan parsial oksigen arteri (PaO2) dan tekanan parsial karbon dioksida arteri (PaCO2) menunjukkan perbaikan. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan dan medis berhasil mengatasi hambatan pertukaran gas, mengurangi hipoksia, dan memastikan kecukupan oksigenasi jaringan tubuh pasien.
Kode SIKI: I.05280
Deskripsi : SIKI I.05280 adalah "Manajemen Jalan Napas". Intervensi ini merupakan tindakan keperawatan komprehensif untuk memastikan patensi (keterbukaan) jalan napas dan memfasilitasi pertukaran gas yang optimal. Pada pasien bronkopneumonia, implementasinya meliputi: (1) Memonitor status pernapasan secara ketat (frekuensi, irama, kedalaman, upaya napas, penggunaan otot bantu, saturasi oksigen). (2) Melakukan fisioterapi dada seperti postural drainage dan perkusi untuk membantu mobilisasi sekret. (3) Melakukan suction atau penghisapan lendir jika diperlukan untuk membersihkan jalan napas dari sekret yang kental. (4) Pemberian terapi oksigen sesuai program dokter dengan alat dan konsentrasi yang tepat, serta memonitor efektivitasnya. (5) Mengatur posisi pasien semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk memaksimalkan ekspansi paru dan memudahkan pernapasan. (6) Mengajarkan dan mendorong latihan napas dalam serta batuk efektif. (7) Memastikan hidrasi adekuat (cairan intravena atau minum) untuk mengencerkan sekret. (8) Memonitor tanda-tanda distress pernapasan dan respons terhadap terapi. Intervensi ini bersifat kolaboratif dan terus-menerus, bertujuan langsung untuk mengatasi penyebab gangguan pertukaran gas dengan menjaga jalan napas tetap terbuka, mengoptimalkan ventilasi, dan meningkatkan oksigenasi.
-
Article No. 25167 | 18 Apr 2026
Klinis : Hari ini : lemes ku lemah,kes.cm, sesak nafas, terpasang MO,DC,NGT,02 TD: 127/89 HR: 114 RR: 23 S: 36.9 Spo2: 97, dgn O2 NRM Status Generalisata Mata : CA -/- SI -/- Thorax : SDV +/+ rh -/-, wh -/-, S1S2 reguler, BJ (-) Abdomen : supel, BU (+) timpani, NT (-), Ext atas : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Ext bawah : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Lab RSSP Darah Rutin (8/4/26) → (16/4/26) Hb 13.22 → 11.11 Eritrosit 4.70 → 3.95 Hematokrit 39.5 → 33.5 MCV 84.0 → 84.7 MCH 28.1 → 28.1 MCHC 33.4 → 33.2 RDW 11.45 → 12.51 Leukosit 16.55 → 16.74 Neutrofil 90.2 → 88.8 Limfosit 6.1 → 5.3 Monosit 3.2 → 5.2 Eosinofil 0.02 → 0.10 Basofil 0.4 → 0.5 Total Neutrofil 14.93 → 14.87 Total Limfosit 1.02 → 0.89 Total Monosit 0.53 → 0.87 Total Eosinofil 0.00 → 0.02 Total Basofil 0.07 → 0.09 Trombosit 247 → 277 MPV 6.99 → 7.01 GDS 461 Ureum 56.3 Kreatinin 0.90 CK-MB 22 Golongan darah A Glukosa stik (13/4/26 06.17) -> 150 (13/4/26 05.00) -> 206 (14/4/26) -> 297 (15/4/26) -> 309 (16/4/26) -> 476 Ro Thorax (13/4/26) Kesan : - Cardiomegali dan Pulmo normal - Diafragma dextra letak tinggi , et causa proses infradiafragma Ro Thorax (17/4/26) Kesan : - Cardiomegali dan Pulmo normal - Diafragma dextra letak tinggi , et causa proses infradiafragma Cek IGRA (14/4/26) → menunggu hasil Cek TCM & Resistensi (14/4/26) → BLM ADA HASILNYA
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03107
Deskripsi : Curah jantung adekuat. Ditandai dengan: Tekanan darah dalam rentang normal untuk individu, Denyut nadi dalam rentang normal untuk individu, Keseimbangan antara asupan dan haluaran, Tidak ada edema perifer, Tidak ada dispneu/ortopneu, Tidak ada penurunan kesadaran, Tidak ada pucat/sianosis, Nadi perifer teraba kuat dan simetris, Ekstremitas hangat, Warna kulit normal, Pengisian kapiler < 3 detik.
Kode SIKI: I.08080
Deskripsi : Pemantauan Curah Jantung. Tindakan: Pantau tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) setiap 4 jam atau sesuai kondisi pasien, Kaji kualitas dan kekuatan nadi perifer (nadi radialis, pedis), Kaji warna, kehangatan, dan pengisian kapiler ekstremitas, Kaji status pernapasan (irama, kedalaman, usaha napas, bunyi napas tambahan), Kaji status neurologis (tingkat kesadaran, orientasi), Auskultasi bunyi jantung (irama, kecepatan, gallop), Pantau balance cairan (intake dan output), Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan, Kolaborasi pemberian terapi farmakologi sesuai program, Ajarkan pasien/keluarga untuk melaporkan gejala seperti sesak napas, lemas, pusing, jantung berdebar.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Kekurangan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Ditandai dengan: Melaporkan peningkatan energi, Melakukan aktivitas sesuai kemampuan, Tanda vital dalam rentang normal selama dan setelah aktivitas (tekanan darah, nadi, pernapasan), Tidak mengalami sesak napas saat aktivitas, Tidak mengalami kelelahan berlebihan, Tidak mengalami pusing/nyeri dada saat aktivitas, Keseimbangan antara asupan nutrisi dan energi yang dibutuhkan.
Kode SIKI: I.09005
Deskripsi : Manajemen Energi. Tindakan: Kaji faktor penyebab kelelahan (misal: kondisi penyakit, pengobatan, nyeri, gangguan tidur), Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (perubahan tanda vital, sesak napas, kelelahan, pucat), Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas, Bantu pasien mengidentifikasi aktivitas prioritas, Ajarkan teknik penghematan energi (duduk saat melakukan aktivitas, istirahat teratur, hindari gerakan terburu-buru), Bantu dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, Atur posisi pasien untuk kenyamanan dan meminimalkan usaha napas, Kolaborasi pemberian oksigen selama aktivitas jika diperlukan, Tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai toleransi, Pantau nilai laboratorium terkait (seperti Hb) dan laporkan jika ada penurunan, Berikan dukungan psikologis untuk mengurangi ansietas yang meningkatkan konsumsi energi.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi patogen, yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.03131
Deskripsi : Tidak terjadi infeksi. Ditandai dengan: Tanda vital dalam rentang normal, Tidak ada kemerahan, edema, nyeri, atau adanya drainase purulen pada area luka/invasif, Tidak ada peningkatan suhu tubuh, Hasil laboratorium leukosit dalam rentang normal, Tidak ada keluhan disuria, urgency, frequency, Tidak ada batuk produktif dengan sputum purulen, Status mental tidak berubah (pada lansia).
Kode SIKI: I.08346
Deskripsi : Pengendalian Infeksi. Tindakan: Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan, Pertahankan teknik aseptik/steril saat melakukan prosedur invasif (perawatan MO, DC, NGT), Lakukan perawatan luka/area insersi alat invasif secara rutin dan observasi tanda infeksi, Pantau tanda-tanda infeksi sistemik (suhu, leukositosis, perubahan status mental), Pantau tanda vital secara teratur, Ajarkan pasien/keluarga tanda dan gejala infeksi untuk dilaporkan, Berikan perawatan mulut dan kulit untuk menjaga integritas pertahanan pertama, Kelola peralatan medis dengan tepat (penggantian selang, set infus sesuai protokol), Kolaborasi pemberian terapi antibiotik jika diresepkan, Batasi pengunjung jika diperlukan, Anjurkan nutrisi yang adekuat untuk mendukung sistem imun.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03031
Deskripsi : Kebutuhan nutrisi terpenuhi. Ditandai dengan: Berat badan dalam rentang normal, Asupan makanan dan cairan adekuat sesuai kebutuhan, Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam batas normal (albumin, Hb), Tidak ada tanda malnutrisi (rambut kusam, kulit kering, konjungtiva pucat), Memiliki kekuatan dan energi untuk beraktivitas, Luka (jika ada) menunjukkan proses penyembuhan.
Kode SIKI: I.08223
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Tindakan: Kaji pola makan dan asupan nutrisi pasien (via NGT), Timbang berat badan secara teratur jika memungkinkan, Kaji faktor yang menghambat asupan (mual, sesak, status mental), Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan jenis diet, Pastikan pemberian nutrisi melalui NGT sesuai program (jenis, jumlah, kecepatan), Posisikan pasien semi-fowler atau kepala ditinggikan 30-45 derajat selama dan setelah pemberian nutrisi untuk mencegah aspirasi, Kaji toleransi pemberian nutrisi (distensi abdomen, mual, sisa lambung), Pantau nilai laboratorium seperti hemoglobin, albumin, dan elektrolit, Berikan perawatan mulut dan lubang hidung tempat NGT untuk kenyamanan, Ajarkan pada keluarga pentingnya nutrisi yang adekuat untuk penyembuhan, Pantau status hidrasi (turgor kulit, membran mukosa, balance cairan).
-
Article No. 25168 | 18 Apr 2026
Klinis : Konsulan dari TS interna Hari ini : lemes, masih diare ku lemah,kes.cm, sesak nafas, terpasang MO,DC,NGT,02 TD: 119/58 HR: 107 RR: 21 S: 36.7 Spo2: 93% dgn O2 5 lpm NK Status Generalisata Mata : CA -/- SI -/- Thorax : SDV +/+ rh -/-, wh -/-, S1S2 reguler, BJ (-) Abdomen : supel, BU (+) timpani, NT (-), Ext atas : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Ext bawah : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Lab RSSP Darah Rutin (8/4/26) Hb 13.22 Eritrosit 4.70 Hematokrit 39.5 MCV 84.0 MCH 28.1 MCHC 33.4 RDW 11.45 Leukosit 16.55 Neutrofil 90.2 Limfosit 6.1 Monosit 3.2 Eosinofil 0.02 Basofil 0.4 Total Neutrofil 14.93 Total Limfosit 1.02 Total Monosit 0.53 Total Eosinofil 0.00 Total Basofil 0.07 Trombosit 247 MPV 6.99 GDS 461 Ureum 56.3 Kreatinin 0.90 CK-MB 22 Golongan darah A Glukosa stik (13/4/26 06.17) -> 150 IGRA negatif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan kadar glukosa darah di atas atau di bawah rentang normal.
Kode SLKI: L.03144
Deskripsi : Kestabilan Kadar Glukosa Darah Tercapai dengan kriteria hasil: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang yang ditargetkan, 2) Tidak ada tanda dan gejala hipoglikemia (seperti lemas, keringat dingin, kesadaran menurun, takikardia), 3) Tidak ada tanda dan gejala hiperglikemia (seperti poliuria, polidipsia, lemas, mual), 4) Pemahaman tentang manajemen terapi dan diet.
Kode SIKI: I.01279
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia dengan kriteria intervensi: 1) Monitor tanda dan gejala hiperglikemia (poliuria, polidipsia, lemas, mual, kesadaran menurun). 2) Monitor kadar glukosa darah sesuai ketentuan. 3) Kolaborasi pemberian insulin sesuai program terapi. 4) Pertahankan terapi cairan intravena sesuai program. 5) Monitor tanda dan gejala ketosis (napas aseton, mual, muntah). 6) Lakukan perawatan kulit pada area injeksi. 7) Ajarkan tanda dan gejala hiperglikemia dan hipoglikemia. 8) Anjurkan perawatan kaki. 9) Anjurkan kontrol glukosa darah mandiri. 10) Rujuk ke tim diabetes.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0060
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi patogen.
Kode SLKI: L.03011
Deskripsi : Kontrol Infeksi dengan kriteria hasil: 1) Tanda-tanda infeksi tidak ada (seperti demam, kemerahan, edema, pus, drainase). 2) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 3) Nilai laboratorium penunjang infeksi dalam batas normal. 4) Melakukan perilaku untuk mencegah infeksi (cuci tangan, perawatan luka).
Kode SIKI: I.01229
Deskripsi : Manajemen Infeksi dengan kriteria intervensi: 1) Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal. 2) Monitor hasil laboratorium (seperti leukosit, neutrofil). 3) Lakukan teknik aseptik dan antiseptik pada setiap tindakan invasif (perawatan infus, NGT, dll.). 4) Tingkatkan upaya pencegahan infeksi (cuci tangan, gunakan APD). 5) Anjurkan intake nutrisi yang adekuat. 6) Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai program. 7) Ajarkan tanda dan gejala infeksi untuk dilaporkan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Kontrol Nyeri dengan kriteria hasil: 1) Nyeri terkontrol (skala nyeri menurun). 2) Ekspresi nyeri (wajah, tubuh) menurun. 3) Tanda vital dalam rentang normal. 4) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan. 5) Menunjukkan teknik nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri.
Kode SIKI: I.01214
Deskripsi : Manajemen Nyeri dengan kriteria intervensi: 1) Kaji karakteristik nyeri (PQRST). 2) Monitor tanda vital dan respons nonverbal terhadap nyeri. 3) Lakukan teknik nonfarmakologi (distraksi, relaksasi napas, posisi nyaman). 4) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai program. 5) Evaluasi efektivitas intervensi nyeri. 6) Ajarkan teknik manajemen nyeri nonfarmakologi.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk menuntaskan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Kemampuan Aktivitas Fisik dengan kriteria hasil: 1) Mampu melakukan aktivitas sesuai tingkat kemampuan. 2) Tanda vital dalam rentang normal saat aktivitas. 3) Tidak mengalami kelemahan dan kelelahan yang berlebihan. 4) Keseimbangan antara aktivitas dan istirahat tercapai.
Kode SIKI: I.01006
Deskripsi : Manajemen Energi dengan kriteria intervensi: 1) Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (nadi, tekanan darah, respirasi, warna kulit). 2) Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai toleransi. 3) Jadwalkan periode istirahat yang cukup. 4) Latih pasien untuk mengatur pace aktivitas. 5) Bantu dalam memilih aktivitas yang sesuai kemampuan. 6) Tingkatkan aktivitas secara bertahap.
-
Article No. 25169 | 18 Apr 2026
Klinis : Pasien baru rujukan RS Gemolong datang dengan penurunan kesadaran , dengan keluhan napas sesek. Saat sadar penuh, pasien mengeluhkan perut sakit, keringat dingin, tidak bisa tidur. Pasien masuk tanggal 10/04/2026 di RS Gemolong ke bangsal biasa, kemudian tanggal 16/04/2026 masuk ICU RS Gemolong RPD : hiperglikemi, PPOK KU lemah, GCS E2V2M2 TD : 110/86 HR : 111 RR : 30 S : 36.6 SPO2 : 98, on NRM 10-15 lpm Kepala : Jejas (-) Mata : CA (-/-), SI (-/-), Mata cowong (-/-), oedem palpebra (-/-) Hidung : NCH/napas cuping hidung (-), Sekret (-) Mulut : Bibir kering (-), pucat (-), Lidah kotor (-), faring hiperemis (-), Leher : Pembesaran KGB (-) Thorax : SDV +/+ RBH +/+ RBK -/- WHZ -/- Paru : Sonor SDV (+/+), RBH (-/-), Wh (-/-) Jantung : S1 S2 regular, Bising/murmur (-) Abdomen : Peristaltik (+), supel (+), nyeri tekan (-), distended (-), turgor kulit kembali cepat, hepatomegali (-) , splenomegali (-) Genitalia : t.a.k Ekstremitas : Atas : akral hangat, CRT < 2 detik, petekie (-/-), pitting oedema (-) Bawah : akral hangat, CRT < 2 detik, ADP teraba kuat, petekie (-/-), pitting oedema (-) Lab 17/4/26 Hb 12.00 Eritrosit 4.25 Hematokrit 36.6 L Leukosit 17.27 H Neutrofil 88.7 H Limfosit 6.0 L Monosit 4.9 Eosinofil 0.03 Basofil 0.4 Trombosit 189 Na 137 K 5.5 H Cl 100 Ca 1.1 L pH 7.49 H GDS 142 Ureum 115.6 H Kreatinin 1.63 H Gol darah B AGD: pH 7.188 L PCO2 65.6 H PO2 108 HCO3 25 BE -3 Laktat 1.26 SO2 96% *Kesan: asidosis respiratori akut, dengan gagal napas hiperkapnia ( PaCO2 = 65,6 ), hipoksemia sedang ( HS = 192.86) GDS/pagi 196
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen tubuh, serta ketidakmampuan untuk mengeliminasi karbon dioksida secara adekuat, yang ditandai dengan perubahan status pernapasan, status mental, dan/atau tanda-tanda vital.
Kode SLKI: L.03107
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Kriteria hasil: 1) Nilai analisis gas darah arteri dalam rentang normal. 2) Saturasi oksigen dalam rentang normal. 3) Tidak ada tanda-tanda hipoksia (seperti sianosis, gelisah, penurunan kesadaran). 4) Pernapasan dalam rentang normal dan efektif. 5) Suara napas bersih. Pada pasien ini, targetnya adalah memperbaiki nilai AGD (pH, PaCO2, PaO2), menurunkan frekuensi napas (tachypnea), dan mempertahankan/meningkatkan saturasi oksigen.
Kode SIKI: I.08080
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi: 1) Mempertahankan jalan napas paten dengan posisi yang tepat (misalnya, head tilt, chin lift jika tidak ada trauma spinal). 2) Melakukan penghisapan lendir (suction) secara teratur dan sesuai kebutuhan untuk membersihkan jalan napas. 3) Memonitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas, penggunaan otot bantu). 4) Memonitor status oksigenasi melalui pulse oximetry dan analisis gas darah arteri. 5) Memberikan terapi oksigen sesuai program dan memonitor efektivitasnya. 6) Kolaborasi dalam pemberian terapi nebulizer atau inhaler sesuai indikasi. 7) Mengajarkan dan mendorong latihan napas dalam dan batuk efektif jika pasien kooperatif. 8) Memposisikan pasien untuk optimalisasi pertukaran gas (misalnya, semi-fowler atau fowler). 9) Memonitor tanda-tanda distress pernapasan dan hipoksia. Intervensi ini sangat relevan karena pasien dengan GCS rendah berisiko tinggi terhadap obstruksi jalan napas, memiliki PaCO2 yang sangat tinggi (65.6) menunjukkan retensi CO2, dan memerlukan bantuan oksigen (NRM).
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0183
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana seseorang berisiko mengalami variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengarah pada kondisi hiperglikemia atau hipoglikemia, terkait dengan faktor-faktor seperti penyakit akut, stres fisiologis, dan ketidakseimbangan antara asupan, obat, dan kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: L.03155
Deskripsi : Kadar glukosa darah stabil. Kriteria hasil: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan. 2) Tidak ada tanda dan gejala hiperglikemia (poliuria, polidipsia, penurunan kesadaran) atau hipoglikemia (lemas, keringat dingin, gemetar). 3) Keseimbangan cairan dan elektrolit terjaga. Pada pasien ini, targetnya adalah mempertahankan GDS dalam rentang yang dapat diterima (misalnya, di bawah 200-250 mg/dL) dan mencegah fluktuasi yang ekstrem yang dapat memperburuk kondisi.
Kode SIKI: I.08310
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia. Intervensi: 1) Memantau kadar glukosa darah secara berkala (GDS) sesuai program atau kondisi pasien. 2) Mengobservasi tanda dan gejala hiperglikemia (seperti poliuria, polidipsia, kulit kering, penurunan kesadaran) dan hipoglikemia. 3) Kolaborasi pemberian insulin sesuai program dokter dengan teknik pemberian dan dosis yang tepat. 4) Memantau tanda-tanda hipoglikemia setelah pemberian insulin. 5) Mempertahankan asupan nutrisi dan cairan sesuai program. 6) Memberikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang tanda-tanda gula darah tidak stabil. Intervensi ini didukung oleh data pasien yang memiliki riwayat hiperglikemi dan nilai GDS yang masih tinggi (142 dan 196) meskipun dalam kondisi sakit kritis, menunjukkan kebutuhan monitoring dan manajemen yang ketat.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berlangsung dalam waktu terbatas (kurang dari 3 bulan).
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Mengungkapkan nyeri berkurang atau hilang. 2) Menunjukkan perilaku nyeri berkurang (wajah rileks, dapat istirahat). 3) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 4) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan. Pada pasien dengan penurunan kesadaran (GCS E2V2M2), pengukuran menggunakan skala perilaku nyeri (seperti Critical-Care Pain Observation Tool/CPOT) menjadi sangat penting untuk menilai ekspresi wajah, gerakan tubuh, kepatuhan terhadap ventilator (jika ada), dan tensi otot.
Kode SIKI: I.07312
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi: 1) Menilai nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, intensitas menggunakan skala yang sesuai dengan kondisi pasien, seperti CPOT). 2) Memberikan terapi farmakologis (analgesik) sesuai program dokter dan memantau efek sampingnya. 3) Menerapkan terapi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri (misalnya, reposisi yang nyaman, sentuhan terapeutik, pengaturan lingkungan yang tenang). 4) Memonitor tanda-tanda vital sebelum dan sesudah intervensi nyeri. 5) Mengevaluasi efektivitas intervensi pengelolaan nyeri. Intervensi ini didasarkan pada keluhan pasien saat sadar penuh yaitu "perut sakit", yang mengindikasikan adanya pengalaman nyeri akut yang perlu dikelola, meskipun saat ini kesadarannya menurun.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana inspirasi dan/atau ekspirasi tidak memberikan ventilasi yang adekuat, ditandai dengan peningkatan usaha bernapas, perubahan frekuensi dan irama napas, serta ketidakmampuan untuk mempertahankan pola napas normal.
Kode SLKI: L.04004
Deskripsi : Pola napas efektif. Kriteria hasil: 1) Frekuensi napas dalam rentang normal sesuai usia. 2) Irama napas teratur. 3) Tidak menggunakan otot bantu pernapasan. 4) Dada dan abdomen bergerak simetris. 5) Suara napas bersih di kedua lapang paru. Pada pasien ini, targetnya adalah menurunkan frekuensi napas (tachypnea RR:30) menuju rentang normal, mengurangi usaha napas, dan mencapai pola napas yang teratur.
Kode SIKI: I.08010
Deskripsi : Manajemen Pernapasan. Intervensi: 1) Memonitor frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas. 2) Memonitor penggunaan otot bantu pernapasan dan adanya napas cuping hidung. 3) Auskultasi suara napas secara berkala. 4) Memposisikan pasien untuk memaksimalkan ekspansi dada (posisi semi-fowler/fowler tinggi). 5) Mengajarkan dan mendorong napas dalam serta batuk efektif jika memungkinkan. 6) Kolaborasi dalam pemberian terapi oksigen dan terapi inhalasi. 7) Memonitor hasil analisis gas darah arteri. 8) Kolaborasi persiapan dan perawatan jika diperlukan bantuan ventilasi mekanik. Intervensi ini sangat relevan mengingat data pasien: RR 30 (tachypnea), hasil AGD menunjukkan gagal napas hiperkapnia, riwayat PPOK, dan keluhan sesak, yang semuanya mengindikasikan pola napas yang tidak efektif dan peningkatan kerja pernapasan.
-
Article No. 25170 | 18 Apr 2026
Klinis : pasien datang dengan keluhan penurunan kesadaran sudah sejak 6 jam SMRS. Pasien juga mengeluhkan lemas . Sudah 1 minggu ini pasien tidak aktif bergerak dan hanya tiduran di kasur. RPD jantung kolestrol stroke KU lemah,sopor GCS E2V3M4 TD: 125/88 SB: 36 HR: 108x/m RR: 18 x/m SpO2: 98% on room air GDStick = 595 Mata CA -/-, SI -/- Thorax SDV +/+ RBH -/- WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext akral pucat -/-, edem -/-\ Terpasang NGT dan DC
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: 0014
Deskripsi Singkat: Risiko variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengancam jiwa.
Kode SLKI: 4413
Deskripsi : Kontrol Glikemik: Tindakan untuk mengatur kadar glukosa darah dalam rentang yang dapat diterima. SLKI ini mencakup serangkaian intervensi seperti memantau tanda-tanda dan gejala hiperglikemia atau hipoglikemia, memantau kadar glukosa darah sesuai protokol, mengelola terapi insulin atau obat hipoglikemik oral sesuai resep, memberikan pendidikan kesehatan mengenai manajemen glukosa, serta berkolaborasi dengan tim kesehatan untuk menyesuaikan rencana terapi. Tujuannya adalah untuk mencapai dan mempertahankan kadar glukosa darah yang stabil, mencegah komplikasi akut seperti ketoasidosis diabetik atau hipoglikemia berat, dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Pada pasien dengan GDS 595 mg/dL, kontrol glikemik yang ketat dan segera adalah prioritas utama untuk mencegah memburuknya kondisi neurologis dan komplikasi metabolik yang mengancam nyawa.
Kode SIKI: 4413
Deskripsi : Intervensi untuk mencapai kontrol glikemik meliputi: 1) Memantau status neurologis (GCS) dan tanda vital secara ketat setiap jam atau sesuai kondisi, karena hiperglikemia berat dapat memperburuk penurunan kesadaran. 2) Memeriksa kadar glukosa darah dengan *GDStick* secara berkala (misal setiap 1-2 jam awal) sesuai protokol hiperglikemia krisis. 3) Memberikan terapi insulin sesuai protokol atau resep dokter (biasanya insulin kerja cepat drip intravena dengan titrasi ketat) untuk menurunkan kadar glukosa secara bertahap. 4) Memantau elektrolit, khususnya kalium, karena terapi insulin dapat menyebabkan hipokalemia. 5) Memastikan hidrasi adekuat dengan cairan intravena sesuai resep untuk koreksi dehidrasi dan membantu menurunkan glikemia. 6) Mempertahankan nutrisi yang terkontrol melalui *NGT* dengan formula khusus diabetes sesuai anjuran gizi, dan memantau toleransi. 7) Mencegah infeksi dengan perawatan *NGT* dan DC yang steril, karena hiperglikemia meningkatkan risiko infeksi. 8) Berkolaborasi dengan dokter untuk evaluasi penyebab hiperglikemia (stres akut, infeksi, obat-obatan) dan penyesuaian terapi. 9) Mendokumentasikan semua temuan dan respons terhadap terapi secara akurat. Intervensi ini harus dilakukan dengan cermat untuk menghindari penurunan glukosa yang terlalu cepat yang dapat menyebabkan edema otak.
Kondisi: Penurunan Kesadaran
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Penurunan kemampuan untuk melakukan orientasi terhadap diri sendiri, orang lain, tempat, dan waktu.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Pemantauan Kesadaran: Tindakan pengumpulan dan analisis informasi tentang status kesadaran pasien. SLKI ini berfokus pada pengukuran dan pencatatan tingkat kesadaran secara komprehensif dan berkelanjutan menggunakan alat seperti *Glasgow Coma Scale (GCS)*. Pada pasien dengan GCS E2V3M4 (total 9) yang tergolong *sopor*, pemantauan harus mencakup evaluasi frekuensi terhadap pembukaan mata, respons verbal, dan respons motorik terhadap perintah atau rangsang nyeri. Selain GCS, pemantauan juga meliputi observasi tanda-tanda vital (TD, HR, RR, Suhu), ukuran pupil dan reaksinya terhadap cahaya (*Mata CA -/-*), serta tanda-tangan neurologis fokal lainnya. Tujuannya adalah untuk mendeteksi secara dini setiap perubahan status neurologis, baik perbaikan maupun perburukan, yang dapat mengindikasikan perkembangan kondisi seperti edema otak, perdarahan intrakranial, atau efek dari hiperglikemia berat. Pemantauan yang ketat dan terdokumentasi dengan baik sangat penting untuk menentukan efektivitas terapi dan kebutuhan intervensi lebih lanjut.
Kode SIKI: 0901
Deskripsi : Intervensi pemantauan kesadaran yang harus dilakukan: 1) Menilai dan mencatat *GCS* (E, V, M) secara rutin setiap jam atau sesuai dengan kondisi kritis pasien dan protokol stroke/neurologi. 2) Memantau dan mendokumentasikan tanda vital (TD, Nadi, RR, Suhu, SpO2) secara berkala. 3) Melakukan pemeriksaan neurologis fokus termasuk reaksi pupil terhadap cahaya (*Ciliari Akomodasi*), kesimetrisan wajah, dan kekuatan motorik ekstremitas. 4) Memposisikan pasien dengan kepala tempat tidur ditinggikan 30 derajat (kecuali ada kontraindikasi) untuk meningkatkan aliran darah otak dan mengurangi risiko aspirasi. 5) Mempertahankan jalan napas yang paten, siapkan alat suction karena penurunan kesadaran berisiko menyebabkan obstruksi dan aspirasi. 6) Meminimalkan stimulasi yang tidak perlu, ciptakan lingkungan yang tenang. 7) Memantau dan menjaga keamanan pasien dengan memasang pengaman tempat tidur, hindari restraint yang tidak perlu. 8) Berkomunikasi dengan pasien menggunakan suara yang tenang dan jelas saat melakukan prosedur, meskipun pasien tidak responsif penuh. 9) Segera melaporkan setiap penurunan GCS (misal, penurunan 2 poin atau lebih), perubahan reaksi pupil, atau munculnya gejala neurologis fokal baru kepada dokter. 10) Mendokumentasikan semua temuan secara objektif dan berurutan dalam catatan perkembangan.
Kondisi: Risiko Cedera
<>Kode SDKI: 0018Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerusakan fisik akibat faktor internal atau eksternal.
Kode SLKI: 1901
Deskripsi : Pengendalian Risiko Cedera: Tindakan untuk mencegah atau meminimalkan cedera fisik pada pasien yang rentan. SLKI ini sangat relevan mengingat kondisi pasien yang mengalami penurunan kesadaran (sopor), lemas, dan tidak aktif bergerak. Risiko cedera yang utama meliputi risiko jatuh dari tempat tidur, risiko aspirasi akibat penurunan refleks muntah dan adanya *NGT*, serta risiko kerusakan integritas kulit (dekubitus) akibat imobilitas. Tujuan SLKI adalah menciptakan lingkungan yang aman, mencegah insiden yang tidak diinginkan, dan mempertahankan integritas fisik pasien. Ini dicapai melalui identifikasi faktor risiko spesifik, penerapan tindakan pencegahan universal (seperti pengaman tempat tidur), dan intervensi khusus sesuai kebutuhan pasien, seperti perawatan kulit dan manajemen *NGT* yang aman.
Kode SIKI: 1901
Deskripsi : Intervensi pengendalian risiko cedera meliputi: 1) Melakukan *risk assessment* jatuh dan dekubitus menggunakan skala yang valid (misal, Morse Fall Scale dan Braden Scale). 2) Menerapkan *safety restraint* yang tepat seperti pengaman tempat tidur (bed rail) yang selalu terpasang dalam posisi naik saat perawat tidak berada di samping pasien, namun hindari restraint fisik yang dapat meningkatkan agitasi. 3) Memposisikan pasien dengan benar di tempat tidur, gunakan bantal untuk penyangga. 4) Melakukan mobilisasi bertahap sesuai kemampuan dan instruksi, seperti perubahan posisi setiap 2 jam (*turn interval*) untuk mencegah dekubitus dan pneumonia. 5) Memeriksa kondisi kulit terutama pada area tonjolan tulang (tumit, sakrum, siku) setiap kali melakukan perawatan. 6) Menggunakan matras anti dekubus jika tersedia. 7) Mencegah aspirasi dengan memastikan *NGT* berada di posisi yang benar sebelum pemberian nutrisi atau obat, memeriksa residu lambung, dan menjaga kepala tempat tidur ditinggikan minimal 30 derajat selama dan setelah pemberian makan via NGT. 8) Menjaga lingkungan sekitar tempat tidur bebas dari barang-barang yang dapat membahayakan. 9) Memastikan *DC (Drainase Cateter)* atau alat invasif lainnya terpasang dengan aman dan tidak tertarik. 10) Memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya tidak meninggalkan pasien sendirian dan untuk segera memanggil perawat jika perlu bantuan. 11) Mendokumentasikan semua tindakan pencegahan dan kondisi pasien secara rutin.
-
Article No. 25171 | 18 Apr 2026
Klinis : pasien baru datang rujukan dari RS Amal Sehat dengan kelemahan anggota gerak tangan dan kaki kiri sudah sejak 1 minggu SMRS. Pasien tidak dapat berbicara namun dapat berkomunikasi dengan baik. Mual (-) muntah (-) . Di RS Amal Sehat sempat mengalami penurunan kesadaran RPD : jantung, HT O : KU sedang Kes : E3VaffM4 TD 175/89 mmHg N 80 x/menit RR 18 x/menit S 36,2 C Spo2 100 Mata : CA -/- SI -/-, reflek cahaya +/+, isokor 3mm/3mm, reflek kornea +/+, DEP +/+ Mulut : dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV (+/+) rbh -/- rbk -/-whz -/- Abdomen :supel, BU (+) lemah, NT (-) Genatalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral hangat +/+, CRT <2s detik, udem -/- Ekstremitas Inferior : akral hangat +/+, CRT <2s, udem -/- Sensorik : sde Motorik : +4/+4/+4 II +1/+1/ +1 +4/+4/+4 II +1/+1/ +1 Refleks fisiologis: +2 ||+2 +2 || +2 Refleks patologis: - || - - || - NIHSS : 30 Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - Cemas: - Lab 17/04 Darah Rutin Hemoglobin 11.36 Eritrosit 3.79 Hematokrit 34.3 Lekosit 10.08 Trombosit 239 Neutrofil 68.7 Limfosit 18.1 ELEKTROLIT Natrium (Na) 135 Kalium (K) 4.2 Chlorida (Cl) 95 Calsium (Ca2+) 1.1 pH 7.54 Glukosa Darah Sewaktu 96 Ureum 30.0 Kreatinin 0.70 NC HCTS di RS amal sehat -> stroke infark
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik dan Komunikasi Verbal Pasca Stroke Infark
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Diagnosa Keperawatan "Gangguan Mobilitas Fisik" ditegakkan berdasarkan data kelemahan anggota gerak tangan dan kaki kiri (hemiparese sinistra) dengan skor motorik +1 (lemah) pada ekstremitas kiri dan +4 (kuat) pada kanan, serta NIHSS 30 yang menunjukkan defisit neurologis berat. Pasien baru mengalami kondisi ini sejak 1 minggu lalu. Gangguan mobilitas ini berisiko menyebabkan komplikasi imobilisasi seperti kontraktur, nyeri, dan ketergantungan dalam aktivitas hidup sehari-hari. Faktor risiko yang terkait adalah riwayat hipertensi dan jantung yang tidak terkontrol (TD 175/89 mmHg), yang merupakan penyebab utama stroke infark. Mobilitas yang terbatas juga mempengaruhi partisipasi pasien dalam perawatan diri dan proses rehabilitasi dini.
Kode SLKI: L.04001, L.04002, L.04003, L.09001
Deskripsi : Luaran yang diharapkan (SLKI) adalah mobilitas fisik pasien membaik dan mencegah komplikasi imobilisasi. Secara spesifik, tujuan meliputi: L.04001: Pergerakan Sendi - Mempertahankan rentang gerak sendi yang normal pada ekstremitas yang terkena dan sehat, mencegah kontraktur. L.04002: Kekuatan Otot - Meningkatkan kekuatan otot ekstremitas kiri dari skor +1 mendekati skor normal. L.04003: Aktivitas Fisik - Pasien dapat berpartisipasi dalam aktivitas perawatan diri sesuai tingkat kemampuannya, seperti bergeser di tempat tidur dengan bantuan. L.09001: Kepatuhan - Pasien dan keluarga memahami dan kooperatif dalam program latihan dan reposisi yang diberikan. Pencapaian luaran ini dinilai melalui peningkatan skor kekuatan motorik, kemampuan melakukan gerakan aktif/pasif, dan tidak adanya tanda komplikasi seperti udem, nyeri sendi, atau dekubitus.
Kode SIKI: I.04079, I.04080, I.04081, I.04091, I.08011
Deskripsi : Intervensi keperawatan (SIKI) yang direncanakan meliputi: I.04079: Manajemen Mobilitas - Melakukan assessment rutin skala mobilitas dan kekuatan otot. Melakukan latihan rentang gerak (ROM) pasif dan aktif-assistif pada ekstremitas yang lemah setiap 4-8 jam. Memposisikan pasien dengan alignment tubuh yang benar, menggunakan bantal untuk menyangga. I.04080: Reposisi - Merencanakan dan melaksanakan jadwal reposisi setiap 2 jam (telentang, miring kanan, miring kiri) untuk mencegah tekanan pada area tertentu dan meningkatkan sirkulasi. I.04081: Terapi Latihan - Kolaborasi dengan fisioterapis untuk program latihan progresif. Melatih pasien dan keluarga teknik ROM dan reposisi yang aman. I.04091: Manajemen Komunikasi - Karena pasien mengalami gangguan komunikasi verbal (tidak dapat berbicara), perawat akan menetapkan metode komunikasi alternatif yang efektif (misal: gambar, papan komunikasi, gerakan mata) yang telah disepakati, memastikan semua tim kesehatan dan keluarga memahami metode tersebut untuk memfasilitasi partisipasi pasien dalam perawatan dan mengurangi frustrasi. I.08011: Manajemen Hipertensi - Memantau tekanan darah secara teratur. Mengkolaborasikan pemberian terapi farmakologis antihipertensi sesuai resep. Edukasi keluarga tentang pentingnya kontrol tekanan darah untuk pemulihan dan pencegahan stroke berulang. Semua intervensi didokumentasikan dan dievaluasi perkembangannya secara berkala.
-
Article No. 25149 | 17 Apr 2026
Klinis : Diagnosa keperawatan utama dari hisprung apa?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Eliminasi Feses (Konstipasi) pada Penyakit Hirschsprung
Kode SDKI: D.0007
Deskripsi Singkat: Gangguan Eliminasi Feses (Konstipasi) adalah keadaan dimana individu mengalami atau berisiko mengalami penurunan frekuensi buang air besar, disertai dengan pengeluaran feses yang keras dan kering, serta upaya mengejan yang sulit dan lama.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Manajemen Konstipasi: Tindakan keperawatan untuk memfasilitasi atau mempertahankan pola eliminasi feses yang normal. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan komprehensif mulai dari pengkajian, pemberian terapi, edukasi, hingga evaluasi. Perawat mengkaji riwayat eliminasi, pola dan kebiasaan BAB, konsistensi, frekuensi, serta faktor penyebab seperti asupan cairan, serat, aktivitas fisik, dan pengobatan. Dilakukan pemantauan terhadap distensi abdomen, bising usus, dan tanda-tanda obstruksi. Perawat membantu dalam pemberian terapi farmakologis seperti laksatif, pelunak feses, atau supositoria sesuai resep, serta terapi non-farmakologis seperti peningkatan asupan cairan dan serat, peningkatan mobilisasi, dan latihan otot dasar panggul. Edukasi diberikan kepada pasien dan keluarga mengenai penyebab konstipasi, pentingnya diet seimbang, pola hidup aktif, dan teknik relaksasi saat defekasi. Pada kasus Hirschsprung yang parah, perawat dapat membantu dalam prosedur irigasi rektal (cuci usus) secara manual untuk mengosongkan ampula rektum dari feses yang tertimbun. Seluruh tindakan dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan, keamanan, dan martabat pasien, dengan tujuan memulihkan fungsi usus dan mencegah komplikasi seperti impaksi fecal dan enterokolitis.
Kode SIKI: I.01278
Deskripsi : Monitor Pola Eliminasi Feses: Tindakan sistematis dan berkelanjutan untuk mengumpulkan dan menganalisis data tentang proses pembuangan bahan sisa metabolisme melalui usus besar. Kriteria utama yang dimonitor meliputi: Frekuensi buang air besar (berapa kali dalam sehari/minggu), Karakteristik feses (menggunakan skala Bristol: bentuk, konsistensi, apakah keras seperti kacang, bergumpal, seperti sosis, lembek, atau cair), Warna feses (apakah coklat normal, pucat, hitam, atau kemerahan), Volume atau jumlah feses, Adanya darah segar, lendir, atau nanah, Proses eliminasi (adanya nyeri, mengejan berlebihan, perasaan tidak tuntas setelah BAB, penggunaan bantuan manual). Selain itu, perawat juga memantau tanda dan gejala terkait seperti keluhan nyeri atau kram abdomen, distensi atau pembengkakan perut, penurunan nafsu makan, mual, dan bunyi bising usus (hiperaktif atau hipoaktif). Pemantauan dilakukan melalui anamnesis langsung, observasi, pemeriksaan fisik abdomen, dan pencatatan yang akurat pada bagan eliminasi. Pada bayi dengan Hirschsprung, pemantauan ketat terhadap kegagalan mengeluarkan mekonium dalam 48 jam pertama kehidupan, muntah hijau (bilious vomiting), dan episode enterokolitis (demam, distensi abdomen mendadak, diare berbau busuk) adalah kritis. Data ini menjadi dasar evaluasi efektivitas intervensi, identifikasi dini komplikasi, dan pertimbangan untuk perubahan rencana terapi.
-
Article No. 25150 | 17 Apr 2026
Klinis : keluar air lendir darah disertai mules mules ingin melahirkan Telaahdialami sejak malam dan semakin sering saat ini,os sedang hamil anak ke 7 dengan usia kehamilan 38-39 minggu os merasakan mules semakin sering dan lama Riwayat Penyakit Dahulutidak ada OKes:CM KU: sedang VAS:8 TD:125/80 HR:90x/i RR:20x/i T:36.3 SpO2 :98% HPHT:15/07/2025 Pemeriksaan fisik Thorax: PUL: vesikuler (+/+) ronki (-), wheezing (-) COR: BJ I/II regular Abdomen:TFU: 31cm, DJJ: 140x/I, HIS 4-5 x/10’ Genitalia: VT:4-5cm Ekstremitas:akral hangat,CRT<2
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Persalinan Aktif Fase Laten
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Respon manusia terhadap proses persalinan normal yang dimulai dari kontraksi uterus teratur hingga pembukaan serviks lengkap, dengan tanda-tanda subjektif dan objektif seperti nyeri, perubahan serviks, dan pola kontraksi.
Kode SLKI: 0900
Deskripsi : Manajemen Persalinan. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan komprehensif untuk memfasilitasi proses persalinan normal dan mengidentifikasi dini komplikasi. SLKI ini sangat relevan karena pasien (G7P6A0) dengan usia kehamilan 38-39 minggu menunjukkan tanda-tanda persalinan aktif: keluar lendir bercampur darah (bloody show), mules (kontraksi) yang semakin sering dan lama sejak malam hari, serta pembukaan serviks 4-5 cm yang mengindikasikan fase aktif persalinan. Tindakan spesifik dalam SLKI ini meliputi: memantau dan mendokumentasikan frekuensi, durasi, dan intensitas kontraksi uterus (His 4-5x/10 menit); memantau kondisi janin melalui Denyut Jantung Janin (DJJ 140x/menit) dan pola kontraksi; memantau tanda-tanda vital dan kondisi ibu; memberikan dukungan psikologis dan edukasi untuk mengurangi kecemasan; mempersiapkan lingkungan dan peralatan untuk proses kelahiran; serta melakukan pemantauan ketat terhadap kemajuan persalinan dan tanda-tanda bahaya seperti perdarahan abnormal, gawat janin, atau partus lama. Pada grandemultipara (anak ke-7), pemantauan harus lebih intensif karena risiko percepatan persalinan dan komplikasi seperti atonia uteri pasca persalinan.
Kode SIKI: 3510
Deskripsi : Pemantauan Persalinan. Ini adalah tindakan spesifik dan terukur dalam kerangka SLKI 0900. SIKI ini melibatkan pengumpulan data sistematis untuk menilai kemajuan persalinan dan kesejahteraan ibu-janin. Defisinya (kriteria hasil yang diharapkan) adalah: persalinan berlangsung aman dengan deteksi dini penyimpangan, ibu kooperatif dan memahami proses, serta janin dalam kondisi baik. Tindakan yang dilakukan berdasarkan data pasien: 1) **Pemantauan Kontraksi Uterus**: mencatat pola his yang teratur 4-5 kali dalam 10 menit, durasi, dan kekuatannya, serta respons ibu (VAS: 8). 2) **Pemantauan Kondisi Janin**: mendengarkan DJJ 140x/menit (normal) secara berkala, terutama setelah kontraksi, untuk mendeteksi gawat janin. 3) **Pemantauan Perubahan Serviks**: menilai pembukaan (VT: 4-5 cm), penipisan, dan penurunan bagian terbawah janin. Pengukuran Tinggi Fundus Uteri (TFU 31 cm) sesuai usia kehamilan. 4) **Pemantauan Tanda Vital dan Kondisi Ibu**: TD 125/80 mmHg, HR 90x/menit, RR 20x/menit, suhu 36.3°C, SpO2 98% dalam batas normal, namun perlu terus dipantau. 5) **Pemantauan Keadaan Umum dan Psikologis**: KU sedang dan nyeri tinggi memerlukan manajemen nyeri non-farmakologis dan dukungan emosional. 6) **Pemantauan Tanda Bahaya**: mengawasi adanya perdarahan aktif selain bloody show, ketuban pecah dini, mekonium, atau perubahan kondisi mendadak. Dokumentasi yang akurat dan berkelanjutan dari semua parameter ini sangat penting untuk membuat keputusan klinis yang tepat, seperti kapan ibu harus dibawa ke ruang bersalin dan mengidentifikasi kebutuhan akan intervensi medis lebih lanjut.
-
Article No. 25151 | 17 Apr 2026
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Tuberkulosis Paru
Kode ICD-10: A15.0
Deskripsi Singkat : Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang terutama menyerang jaringan paru-paru. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti batuk berdahak berkepanjangan (lebih dari 2 minggu), demam, sesak napas, kehilangan nafsu makan, dan berkeringat di malam hari. Diagnosis didukung oleh temuan pemeriksaan fisik seperti suara napas bronkial dan konfirmasi melalui pemeriksaan radiologis (rontgen) yang menunjukkan lesi atau infiltrat di paru, seringkali di lobus atas. Kode ICD-10 A15.0 secara spesifik mengklasifikasikan "Tuberkulosis paru, dikonfirmasi secara bakteriologis dan histologis". Kode ini menekankan bahwa diagnosis telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan mikrobiologis (seperti pemeriksaan dahak BTA) atau histologis, yang merupakan standar baku untuk konfirmasi TB aktif. Penggunaan kode ini membantu dalam pelacakan epidemiologi, tata laksana pengobatan yang tepat, dan pelaporan kasus yang akurat kepada otoritas kesehatan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 25152 | 17 Apr 2026
Klinis : Pasien masuk dari IGD a/n Tn.E usia 68 tahun, No RM 01677841 Dengan diagnosa medis : RDS e.c ALO, Hiponatremi, Hiperglikemi, Post PCI CAD 1VD 1 DES LAD Keluarga mengatakan klien sesak napas kemudian dibawa ke IGD dan membaik dan akhirnya dipulangkan, Sekembalinya ke rumah klien Kembali mengalami sesak napas hebat dan akhirnya dibawa Kembali ke IGD dan dilakukan Intubasi. Saat tiba di ICU saat dikaji pasien sadar, GCS E4M6Vt, Tingkat kesadaran : CM, terpasang ETT no 7 kedalaman 22 cm. terdapat penggunaan otot bantu napas, Ronchi +/+, terpasang NGT dan DK Riwayat penyakit dahulu : DM, CAD TTV : TD : 120/84 mmHg, Nadi : 97x/mnt, RR : 22x/mnt, S : 364C, SpO2 : 100% Therapi yang sudah diberikan di IGD : Pre med Intubasi : Propofol 50 mcg, Fentanyl 50 mcg, Roculac 3 mg IVF : Venflon Pasang DK dan NGT Hasil AGD : pH : 7,26 pCo2 : 46.2 mmHg pO2 : 74 mmHg Bicarbonat (HCO3) : 20 mEq/L Saturasi O2 : 90.26 % Kelebihan Basa (BE) : -6,91 mmol/L Hasil Lab yang tidak normal : HB : 12.3 g/dl HT : 38 % Leukosit : 13.04 103/mm3 Trombosit : 429 103/mm3 Eritrosit : 3,9 juta/mm3 MCV : 97 fL MCH : 31 pg/ml MCHC : 32 g/dl Hitung jenis : Basofil : 0,5% Eosinofil : 0,5 % Netrofil Staf : 0,0 % Netrofil Segmen : 64.1% Limfosit : 25,7% Monosit : 9.2% Netrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) : 2.5 Limfosit absolut : 3351/mm3 Kreat : 0.84 mg/dl eGFR : 89.97 ml/min/1.73 m2 GDS : 284 mg/dl Ureum : 27 mg/dl Natrium : 128 mEq/L Kalium : 4.5 mEq/L Trop T : 944 ng/L Hasil Radiologi KESAN : - Kardiomegali disertai edema paru. - Efusi pleura bilateral. - Metastasis intrapulmonal. - Atherosklerosis aorta. Di ICU : MV PSIMV RR 20 PEEP 8 PC 12 PS 10 FiO2 100% TTV : TD : 129/64 mmHg, Nadi : 80x/mnt, RR : 22x/mnt, S : 361C, SpO2 : 100% Drip Furosemid 10 mg/jm Drip NTG 0.1 mcg/Kgbb/mnt Pertanyaan : 1.Tentukan Diagnosis keperawatan dan prioritas pada kasus diatas berdasarkan buku 3S ( SDKI )? 2.Tentukan Luaran Keperawatan pada kasus diatas berdasarkan buku 3S ( SLKI )? 3.Tetapkan Intervensi Keperawatan pada kasus diatas berdasarkan buku 3S ( SIKI )? Presentasikan hasil studi kasus sesuai kelompok yang di tunjuk oleh fasilitator
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas berhubungan dengan ketidakseimbangan ventilasi-perfusi sekunder akibat edema paru dan efusi pleura.
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Diagnosis keperawatan ini diprioritaskan sebagai utama karena data klinis pasien sangat mendukung. Tn. E mengalami Respiratory Distress Syndrome (RDS) dengan kondisi intubasi dan menggunakan ventilator mekanik (PSIMV). Hasil Analisis Gas Darah (AGD) menunjukkan asidosis respiratorik (pH 7.26, pCO2 46.2 mmHg) dan hipoksemia (pO2 74 mmHg, Saturasi O2 90.26%) meskipun dengan FiO2 100%, yang mengindikasikan kegagalan paru dalam melakukan pertukaran gas secara adekuat. Data fisik seperti penggunaan otot bantu napas dan ronchi, serta temuan radiologi edema paru dan efusi pleura bilateral, secara langsung mengganggu difusi oksigen dan pengeluaran karbon dioksida. Kondisi ini mengancam jiwa dan memerlukan intervensi segera untuk mencegah kerusakan organ lebih lanjut akibat hipoksia.
Kode SLKI: 0701
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah "Pertukaran Gas Membaik". Kriteria luaran yang ditargetkan mencakup: (1) Analisis Gas Darah dalam batas normal atau mendekati normal untuk kondisi pasien (pH 7.35-7.45, pCO2 35-45 mmHg, pO2 >80 mmHg pada FiO2 yang diturunkan bertahap, Saturasi O2 ≥95%); (2) Pernapasan efektif tanpa penggunaan otot bantu napas yang signifikan; (3) Bunyi napas bersih atau berkurangnya ronchi; dan (4) Saturasi O2 perifer (SpO2) dipertahankan ≥95% dengan dukungan oksigen yang minimal. Pencapaian luaran ini akan ditandai dengan kemampuan pasien untuk mempertahankan oksigenasi dan ventilasi yang adekuat, yang pada akhirnya mendukung keberhasilan weaning dari ventilator.
Kode SIKI: 2610
Deskripsi : Intervensi keperawatan utama adalah "Manajemen Jalan Napas". Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis: (1) Mempertahankan patensi ETT dengan pemasangan yang aman (kedalaman 22 cm), melakukan suction sekret secara steril dan rutin berdasarkan indikasi (adanya sekret, desaturasi, alarm ventilator), serta memastikan cuff pressure dalam rentang aman (20-30 cmH2O) untuk mencegah aspirasi dan trauma. (2) Memonitor parameter ventilator (mode PSIMV, RR, PEEP, Pressure Support, FiO2) dan respons pasien (frekuensi napas, upaya napas spontan, sinkronisasi dengan ventilator) secara ketat. (3) Kolaborasi dalam titrasi FiO2 dan setting ventilator berdasarkan hasil AGD serial dan saturasi oksigen untuk mencapai target oksigenasi dengan FiO2 terendah mungkin. (4) Melakukan fisioterapi dada dan reposisi (seperti posisi semi-fowler tinggi atau proning jika diindikasikan) untuk meningkatkan distribusi ventilasi dan memfasilitasi drainase sekret. (5) Memonitor status respirasi secara komprehensif meliputi bunyi napas, penggunaan otot bantu, bentuk dada, dan tanda-tanda distress pernapasan. Intervensi ini bertujuan secara langsung mengoptimalkan pertukaran gas dengan memastikan jalan napas terbuka, ventilasi mekanik yang adekuat, dan mobilisasi sekret.
Kondisi: Penurunan Curah Jantung berhubungan dengan peningkatan afterload dan gangguan kontraktilitas miokard sekunder akibat kardiomegali, edema paru, dan riwayat CAD pasca PCI.
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Diagnosis ini menjadi prioritas tinggi kedua karena kondisi kardiovaskular pasien yang tidak stabil dan kompleks. Tn. E memiliki riwayat penyakit jantung koroner (CAD) 1VD dengan status pasca-PCI dan pemasangan stent (DES LAD). Temuan radiologi kardiomegali dan edema paru menunjukkan adanya gagal jantung. Nilai Troponin T yang sangat tinggi (944 ng/L) mengindikasikan kerusakan miokard yang sedang berlangsung, mungkin akibat iskemia atau strain jantung. Terapi drip Nitrogliserin (NTG) dan Furosemid yang diberikan merupakan indikasi kuat untuk menangani gagal jantung dengan mengurangi preload dan afterload. Penurunan curah jantung pada kondisi ini berisiko menyebabkan syok kardiogenik dan memperburuk hipoksia akibat edema paru, sehingga memerlukan pemantauan dan intervensi yang ketat.
Kode SLKI: 0301
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah "Curah Jantung Meningkat". Kriteria luaran meliputi: (1) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima (TD sistolik ≥90 mmHg, nadi 60-100x/menit dan reguler, tidak ada hipotensi ortostatik); (2) Keseimbangan cairan (balance cairan negatif atau netral sesuai target); (3) Penurunan atau hilangnya tanda kongesti (edema paru, ronchi, efusi pleura); (4) Produksi urin adekuat (>0.5 ml/kgBB/jam); dan (5) Tidak adanya tanda hipoperfusi perifer (akral hangat, pengisian kapiler <3 detik, status mental baik). Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa jantung mampu memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SIKI: 0801
Deskripsi : Intervensi keperawatan utama adalah "Manajemen Curah Jantung". Tindakan yang dilakukan meliputi: (1) Memonitor hemodinamik secara ketat: tekanan darah, frekuensi dan irama nadi, tekanan vena sentral (jika terpasang), serta saturasi oksigen campuran vena (SvO2) jika tersedia. (2) Mengelola terapi inotropik/vasoaktif (drip NTG) dengan ketat menggunakan infusion pump, memantau respons dan efek samping (seperti sakit kepala, hipotensi). (3) Mengelola terapi diuretik (drip Furosemid) dengan memantau balance cairan (input-output) setiap jam, berat badan harian, dan elektrolit (terutama kalium dan natrium mengingat pasien hiponatremi). (4) Memposisikan pasien dengan kepala tempat tidur ditinggikan untuk mengurangi preload jantung dan memfasilitasi pernapasan. (5) Membatasi aktivitas dan memberikan istirahat ketat untuk mengurangi konsumsi oksigen miokard. (6) Memonitor tanda-tanda kongesti paru (bunyi napas, produksi sputum) dan perfusi perifer secara berkala. Intervensi ini bertujuan meningkatkan efisiensi pompa jantung, mengurangi beban kerja jantung, dan memastikan perfusi jaringan yang adekuat.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh mengatur glukosa sekunder akibat penyakit Diabetes Melitus dan kondisi stres akut.
Kode SDKI: 0018
Deskripsi Singkat: Diagnosis ini merupakan prioritas signifikan mengingat pasien memiliki riwayat DM dan hasil GDS yang sangat tinggi (284 mg/dl) saat masuk. Hiperglikemia pada pasien kritis merupakan kondisi yang sering terjadi akibat respons stres (pelepasan hormon kortisol dan katekolamin) dan dapat diperburuk oleh pemberian nutrisi parenteral atau obat tertentu. Hiperglikemia yang tidak terkontrol pada pasien ini berisiko menyebabkan komplikasi seperti infeksi nosokomial (leukosit sudah meningkat 13.04), penyembuhan luka yang terganggu, ketoasidosis diabetik, dan memperburuk outcome neurologis. Pengelolaan glukosa darah yang ketat sangat penting untuk mendukung proses penyembuhan secara keseluruhan.
Kode SLKI: 1801
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah "Kadar Glukosa Darah Terkontrol". Kriteria luaran mencakup: (1) Kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan (biasanya 140-180 mg/dL untuk pasien kritis); (2) Tidak terdapat tanda dan gejala hipoglikemia (berkeringat, gelisah, takikardia) atau hiperglikemia berat (polidipsi, poliuri, ketoasidosis); dan (3) Hasil pemantauan glukosa darah menunjukkan tren yang stabil dalam rentang target. Pencapaian luaran ini akan menurunkan risiko komplikasi metabolik dan infeksi.
Kode SIKI: 2620
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang dilakukan adalah "Manajemen Hiperglikemia". Tindakan meliputi: (1) Memantau kadar glukosa darah secara rutin (setiap 1-4 jam sesuai protokol atau kondisi pasien) melalui pemeriksaan darah kapiler atau darah vena. (2) Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi insulin (biasanya drip insulin kerja cepat dengan dosis titrasi sesuai protokol sliding scale atau insulin infusion protocol) untuk mencapai target glikemik. Pemberian insulin harus menggunakan infusion pump dan dipantau ketat. (3) Memantau tanda-tanda hipoglikemia dan hiperglikemia secara terus-menerus. (4) Mengelola pemberian nutrisi enteral melalui NGT (jika sudah dimulai) dengan memperhatikan kandungan karbohidrat dan jadwal pemberian yang terkoordinasi dengan pemberian insulin. (5) Mendokumentasikan respons terapi dan melaporkan setiap penyimpangan dari target. Intervensi ini bertujuan menormalkan kadar glukosa darah untuk menciptakan lingkungan metabol
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434 2435 2436 2437