Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 25042 | 11 Apr 2026
Klinis : Pasien anak usia 5 tahun datang dengan keluhan demam tinggi sejak ±3 hari sebelum berobat di Puskesmas. Demam dirasakan terus-menerus dengan suhu mencapai ±39°C dan tidak terlalu turun dengan obat penurun panas. Sejak hari pertama demam, pasien juga mengalami batuk dan pilek. Pada hari ke-2, muncul mata merah (konjungtivitis) disertai rasa tidak nyaman pada mata. Nafsu makan pasien menurun dan anak tampak lemas. Pada hari ke-3, muncul ruam merah (makulopapular) yang awalnya terlihat di wajah kemudian menyebar ke leher, badan, hingga ekstremitas. Ruam tidak disertai nyeri tetapi terasa gatal. Orang tua juga mengatakan anak menjadi lebih rewel dan kurang aktif dari biasanya. Tidak ada riwayat kejang. Tidak ada muntah berulang. Riwayat sebelumnya tidak ada kontak dengan penderita campak.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi agen patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1920
Deskripsi : Kontrol Infeksi: Tindakan untuk mencegah atau mengurangi risiko infeksi nosokomial.
Kode SIKI: 3540
Deskripsi : Pengawasan Infeksi: Pengumpulan dan analisis data sistematis untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran infeksi.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Suhu tubuh meningkat di atas rentang normal.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Manajemen Hipertermia: Tindakan untuk mengurangi suhu tubuh tinggi.
Kode SIKI: 1400
Deskripsi : Pemantauan Tanda Vital: Pengumpulan dan analisis data kardiovaskular, pernapasan, dan suhu tubuh untuk menentukan status kesehatan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat dan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan berakhir kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 0830
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat kenyamanan yang dapat diterima pasien.
Kode SIKI: 1402
Deskripsi : Pemantauan Nyeri: Pengumpulan dan analisis data pasien tentang ketidaknyamanan untuk menentukan dan meringankan penyebab, faktor pencetus, dan reaksi.
Kondisi: Gangguan Integritas Kulit
Kode SDKI: 0476
Deskripsi Singkat: Gangguan pada epidermis dan/atau dermis.
Kode SLKI: 3500
Deskripsi : Perawatan Kulit: Pencegahan kerusakan kulit dan pemeliharaan keutuhannya.
Kode SIKI: 3501
Deskripsi : Perawatan Luka: Pencegahan komplikasi luka dan pemulihan kulit.
-
Article No. 25043 | 11 Apr 2026
Klinis : Pasien anak usia 5 tahun datang dengan keluhan demam tinggi sejak ±3 hari sebelum berobat di Puskesmas. Demam dirasakan terus-menerus dengan suhu mencapai ±39°C dan tidak terlalu turun dengan obat penurun panas. Sejak hari pertama demam, pasien juga mengalami batuk dan pilek. Pada hari ke-2, muncul mata merah (konjungtivitis) disertai rasa tidak nyaman pada mata. Nafsu makan pasien menurun dan anak tampak lemas. Pada hari ke-3, muncul ruam merah (makulopapular) yang awalnya terlihat di wajah kemudian menyebar ke leher, badan, hingga ekstremitas. Ruam tidak disertai nyeri tetapi terasa gatal. Orang tua juga mengatakan anak menjadi lebih rewel dan kurang aktif dari biasanya. Tidak ada riwayat kejang. Tidak ada muntah berulang. Riwayat sebelumnya tidak ada kontak dengan penderita campak.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan kerentanan terhadap invasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1920
Deskripsi : Pengendalian Infeksi: Tindakan untuk mencegah dan mengurangi risiko penyebaran infeksi. Pada kasus ini, fokusnya adalah mencegah penularan infeksi campak ke orang lain dan mencegah infeksi sekunder pada pasien. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Isolasi droplet dan udara sejak diagnosis dicurigai hingga 4 hari setelah ruam muncul. Pasien harus dirawat di ruang isolasi atau, di rumah, dijauhkan dari anggota keluarga yang rentan (bayi, belum imunisasi, ibu hamil). 2) Edukasi kepada orang tua tentang pentingnya isolasi dan etika batuk (menutup mulut dengan lengan atas), serta pembuangan tisu bekas sekresi dengan benar. 3) Memastikan petugas kesehatan dan pengunjung menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai seperti masker N95 atau masker bedah. 4) Menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan pasien. 5) Memantau tanda-tanda infeksi sekunder seperti nanah pada ruam, demam yang memburuk, atau gangguan pernapasan yang meningkat. Tindakan ini sangat krusial karena virus campak sangat menular dan dapat menurunkan imunitas pasien, membuatnya rentan terhadap infeksi bakteri sekunder seperti pneumonia atau otitis media.
Kode SIKI: 4500
Deskripsi : Pengendalian Infeksi: Tindakan untuk meminimalkan atau mencegah penyebaran organisme infeksius. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Tidak terjadi penularan infeksi kepada pasien lain, keluarga, atau petugas kesehatan. 2) Tanda-tanda vital dalam batas normal untuk usianya. 3) Tidak muncul tanda-tanda infeksi sekunder seperti demam baru, sekret purulen, atau area kemerahan yang meluas. 4) Orang tua dan keluarga dapat mendemonstrasikan tindakan pencegahan isolasi dan kebersihan dengan benar. 5) Lingkungan perawatan pasien tetap bersih dan higienis. Keberhasilan SLKI ini diukur dengan tidak adanya kasus baru di antara kontak erat, stabilitas kondisi pasien tanpa komplikasi infeksi tambahan, serta pemahaman dan kepatuhan keluarga terhadap protokol pencegahan.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Suhu tubuh meningkat di atas rentang normal.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Manajemen Hipertermia: Tindakan untuk mengurangi suhu tubuh tinggi. Pada pasien anak dengan campak, penanganan demam harus hati-hati karena merupakan respons tubuh terhadap infeksi virus. Intervensi meliputi: 1) Memantau suhu tubuh secara teratur (setiap 2-4 jam) dan mencatat polanya. 2) Memberikan antipiretik sesuai resep dokter (biasanya parasetamol atau ibuprofen) dengan dosis sesuai berat badan, bukan usia. Penting untuk mengedukasi orang tua agar tidak memberikan aspirin karena risiko sindrom Reye. 3) Menerapkan tindakan pendinginan non-farmakologis yang aman, seperti mengompres hangat (bukan air dingin/es) di dahi, ketiak, dan lipat paha, serta memakaikan pakaian tipis dan menyerap keringat. 4) Meningkatkan asupan cairan untuk mencegah dehidrasi akibat penguapan dan anoreksia. Anjurkan cairan yang disukai anak dalam porsi kecil tapi sering. 5) Memastikan ventilasi ruangan baik dan suhu lingkungan nyaman. 6) Mengobservasi tanda-tanda kejang demam meskipun riwayatnya negatif, dan tanda dehidrasi. Tindakan ini bertujuan menurunkan ketidaknyamanan, mengurangi risiko kejang, dan menurunkan metabolisme tubuh.
Kode SIKI: 080101
Deskripsi : Suhu Tubuh: Pengukuran suhu tubuh untuk memantau kondisi pasien. Kriteria hasil yang diharapkan: 1) Suhu tubuh turun secara bertahap ke dalam rentang normal (36,5-37,5°C). 2) Pasien menunjukkan tanda-tanda kenyamanan, seperti tidak rewel dan dapat beristirahat. 3) Tidak terjadi komplikasi akibat demam tinggi seperti kejang atau dehidrasi berat. 4) Asupan cairan oral adekuat. 5) Orang tua memahami cara mengukur suhu, pemberian obat, dan perawatan mandiri di rumah. Keberhasilan ditandai dengan stabilnya suhu tubuh, peningkatan kondisi umum anak, dan kemampuan keluarga dalam memantau dan menangani demam.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan perkiraan akhir.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien. Pada pasien campak, nyeri dapat bersumber dari multipleks: fotofobia akibat konjungtivitis, nyeri otot (mialgia) akibat demam, dan ketidaknyamanan umum dari ruam gatal. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Melakukan penilaian nyeri komprehensif menggunakan skala yang sesuai usia (misal: Wong-Baker FACES) untuk lokasi, intensitas, dan karakter nyeri. 2) Mengatasi penyebab: mengurangi cahaya terang di ruangan untuk meredakan fotofobia, menempatkan pasien di ruangan redup. 3) Kolaborasi pemberian analgesik jika nyeri mengganggu istirahat. 4) Intervensi non-farmakologis: teknik distraksi seperti membacakan cerita, mendengarkan musik, atau bermain tenang. 5) Perawatan kulit untuk mengurangi gatal dan iritasi ruam: menjaga kulit tetap bersih dan kering, memotong kuku anak untuk mencegah garukan, kemungkinan pemberian lotion kalamin atau antihistamin sesuai anjuran dokter untuk gatal. 6) Memberikan posisi yang nyaman dan dukungan emosional untuk mengurangi kecemasan yang memperberat persepsi nyeri. Pendekatan holistik ini penting karena anak sering kesulitan mengekspresikan nyeri secara verbal.
Kode SIKI: 2202
Deskripsi : Tingkat Nyeri: Tingkat nyeri yang dilaporkan atau diekspresikan oleh pasien. Kriteria hasil: 1) Skala nyeri menurun (misal, dari skala 4 ke 2 atau kurang pada skala 0-5). 2) Ekspresi wajah pasien lebih rileks, tidak menangis atau mengerang kesakitan. 3) Pasien dapat beristirahat dan tidur dengan cukup. 4) Pasien menunjukkan minat untuk bermain atau beraktivitas ringan sesuai kondisi. 5) Tidak ada atau minimal bukti garukan pada ruam kulit. 6) Orang tua dapat mengidentifikasi tanda nyeri pada anak dan melakukan tindakan pereda nyeri non-farmakologis dengan tepat. Hasil yang diinginkan adalah anak merasa lebih nyaman, yang berdampak pada peningkatan istirahat, nafsu makan, dan kooperatif selama perawatan.
Kondisi: Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: 1101
Deskripsi : Manajemen Nutrisi: Tindakan untuk memfasilitasi asupan makanan dan cairan yang seimbang. Pada anak campak, anoreksia adalah gejala umum yang diperparah oleh malaise, nyeri mulut (jika ada enantem), dan demam. Intervensi meliputi: 1) Memantau asupan makan dan minum, serta output urine secara ketat. 2) Menimbang berat badan untuk mendeteksi penurunan. 3) Menawarkan makanan dalam porsi kecil, sering, dengan tekstur lunak dan mudah ditelan (bubur, sup, puding). Hindari makanan asam atau asin yang dapat mengiritasi. 4) Meningkatkan nilai kalori dan protein dalam makanan tanpa meningkatkan volume secara drastis. 5) Menjaga kebersihan mulut untuk mencegah infeksi sekunder dan meningkatkan nafsu makan. 6) Menciptakan lingkungan makan yang menyenangkan, tanpa paksaan. 7) Jika asupan oral sangat kurang, kolaborasi untuk pemberian cairan intravena atau nutrisi enteral. 8) Edukasi orang tua tentang pentingnya nutrisi adekuat untuk penyembuhan dan jenis makanan yang disarankan. Nutrisi yang cukup sangat vital untuk mendukung sistem imun melawan virus.
Kode SIKI: 110101
Deskripsi : Status Nutrisi: Keadaan keseimbangan antara asupan nutrisi dengan kebutuhan tubuh. Kriteria hasil: 1) Asupan makanan dan cairan meningkat secara bertahap mendekati kebutuhan sebelum sakit. 2) Berat badan stabil atau tidak turun signifikan. 3) Tanda-tanda dehidrasi tidak ada (turgor kulit baik, mukosa bibir lembab, produksi urine adekuat). 4) Pasien menunjukkan energi yang membaik dan tidak terlalu lemas. 5) Orang
Article No. 25044 | 11 Apr 2026
Klinis : pasien dengan campak Anak mengeluh mata gatal dan perih Orang tua melaporkan mata merah sejak beberapa hari - Mata merah, berair, tampak bengkak ringan - Sekresi mata jernih / berlendir - Refleks cahaya normal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: