Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24443 | 12 Mar 2026
Klinis : panduan asuhan keperawatan pasien dengan diabetes melitus
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Diabetes Melitus
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SLKI: L.03125
Deskripsi : Pasien akan mencapai dan mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan, ditandai dengan: 1) Menyebutkan rentang target glukosa darah yang disepakati. 2) Menunjukkan pemahaman tentang hubungan antara diet, aktivitas, dan obat dengan kadar glukosa darah. 3) Melakukan pemantauan kadar glukosa darah mandiri sesuai program. 4) Mengidentifikasi tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia. 5) Melaporkan kadar glukosa darah dalam rentang target. 6) Mengambil tindakan yang tepat sesuai rencana ketika kadar glukosa darah di luar rentang target.
Kode SIKI: I.01288
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia dan Hipoglikemia. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis untuk mencegah, memantau, dan menangani fluktuasi kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus. Tujuannya adalah meminimalkan risiko komplikasi akut dan kronis. Intervensi dimulai dengan pengkajian komprehensif, termasuk riwayat kesehatan, pola makan, aktivitas fisik, regimen pengobatan (insulin atau obat oral), teknik penyuntikan jika ada, dan pemahaman pasien tentang kondisinya. Perawat kemudian berkolaborasi dengan pasien dan keluarga untuk menetapkan target glukosa darah yang personal (puasa, sebelum makan, 2 jam postprandial, dan HbA1c). Edukasi menjadi inti dari intervensi ini, meliputi penjelasan patofisiologi diabetes, faktor pemicu hiperglikemia (seperti infeksi, stres, diet tinggi karbohidrat, lupa obat) dan hipoglikemia (seperti telat makan, aktivitas berlebihan, overdosis obat/insulin). Pasien dan keluarga dilatih untuk melakukan pemantauan glukosa darah mandiri (PGDM) dengan teknik yang benar, mencatat hasilnya, dan menginterpretasi polanya. Perawat mendemonstrasikan dan menyupervisi teknik penyuntikan insulin yang tepat (rotasi area, penyimpanan insulin, penanganan pena atau syringe). Manajemen nutrisi difokuskan pada penyusunan rencana makan seimbang dengan penghitungan karbohidrat, pemahaman indeks glikemik, dan penyesuaian porsi. Perawat juga mendorong aktivitas fisik teratur dengan memperhatikan waktu pemberian insulin dan asupan makanan untuk mencegah hipoglikemia. Untuk penanganan hipoglikemia, pasien diajarkan aturan "15-15": konsumsi 15 gram karbohidrat sederhana (seperti 1 gelas jus/susu, 3 butir permen), tunggu 15 menit, lalu periksa ulang glukosa darah. Sementara untuk hiperglikemia berat, pasien diajari kapan harus menghubungi tenaga kesehatan (misalnya saat ada keton dalam urine atau glukosa darah sangat tinggi terus-menerus). Perawat melakukan evaluasi berkala terhadap pencapaian target glukosa darah, meninjau catatan PGDM, menilai kepatuhan dan teknik pengobatan, serta memodifikasi rencana asuhan berdasarkan respons pasien. Dukungan psikososial juga diberikan untuk mengatasi ansietas atau beban pengelolaan penyakit kronis ini. Seluruh intervensi didokumentasikan dengan rapi dan komunikasi dengan tim kesehatan lain dijaga untuk memastikan perawatan yang terintegrasi.
-
Article No. 24444 | 12 Mar 2026
Klinis : panduan asuhan keperawatan pasien dengan diabetes melitus
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Diabetes Melitus (Kontrol Glikemik Tidak Optimal)
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SLKI: 1910
Deskripsi : Manajemen Diabetes: Pasien mampu mengelola terapi diabetes untuk mencapai hasil yang optimal.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia: Tindakan untuk menurunkan kadar glukosa darah pada pasien dengan kadar glukosa darah tinggi.
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI): Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah (Kode 0005)
Diagnosa ini didefinisikan sebagai keadaan rentan terhadap variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengakibatkan komplikasi. Pada pasien Diabetes Melitus (DM), risiko ini sangat sentral karena berkaitan langsung dengan patofisiologi penyakit, yaitu defisiensi insulin atau resistensi insulin. Fokus diagnosa ini adalah pada kerentanan pasien terhadap episode hiperglikemia (gula darah tinggi) atau hipoglikemia (gula darah rendah), yang keduanya berbahaya. Faktor-faktor yang memperberat risiko ini meliputi ketidakpatuhan terhadap regimen terapi (diet, obat, olahraga), kurangnya pengetahuan tentang manajemen DM, penyakit penyerta, stres, dan infeksi. Diagnosa ini menjadi landasan untuk merencanakan intervensi yang bertujuan mencegah fluktuasi glukosa yang ekstrem dan mencapai kontrol metabolik yang stabil, sehingga mencegah komplikasi akut (seperti ketoasidosis diabetik atau syok hipoglikemik) dan komplikasi jangka panjang (seperti neuropati, nefropati, retinopati).
Luaran Keperawatan (SLKI): Manajemen Diabetes (Kode 1910)
Luaran ini merupakan kondisi atau perilaku yang diharapkan pada pasien setelah dilakukan intervensi keperawatan, yaitu kemampuan pasien untuk mengelola terapi diabetes secara mandiri dan kolaboratif untuk mencapai hasil kesehatan yang optimal. Indikator pencapaian luaran ini sangat komprehensif dan terukur, mencakup: (1) Pengetahuan: Pasien dan keluarga mendemonstrasikan pemahaman tentang penyakit DM, faktor risiko, tanda dan gejala hiper/hipoglikemia, komplikasi, dan prinsip manajemen. (2) Keterampilan: Pasien mampu melakukan pemantauan glukosa darah mandiri (pemeriksaan gula darah) dengan teknik yang benar, mengelola terapi farmakologi (pemberian insulin atau obat oral) dengan tepat dosis, waktu, dan teknik, serta merawat kaki untuk mencegah ulkus diabetik. (3) Perilaku: Pasien menerapkan pola makan seimbang sesuai rencana diet, melakukan aktivitas fisik teratur, dan mematuhi jadwal kontrol dan pemeriksaan laboratorium. (4) Hasil Klinis: Pencapaian target kadar glukosa darah (puasa dan postprandial), tekanan darah, dan kadar HbA1c (≤7% atau sesuai target individu). Pencapaian luaran ini menunjukkan keberhasilan intervensi keperawatan dalam memberdayakan pasien.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Hiperglikemia (Kode 4201)
Ini adalah tindakan keperawatan yang spesifik, berdasarkan ilmu dan klinis, untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi dalam SDKI dan mencapai SLKI. Manajemen Hiperglikemia didefinisikan sebagai serangkaian tindakan untuk menurunkan kadar glukosa darah pada pasien dengan kadar glukosa darah tinggi. Intervensi ini sangat detail dan terstruktur, meliputi: (1) Pemantauan: Memantau tanda-tanda vital dan status neurologis; Memeriksa kadar glukosa darah sesuai protokol (sebelum makan, sebelum tidur, atau saat ada gejala); Memantau tanda-tanda hiperglikemia (poliuria, polidipsi, polifagi, lemas, pandangan kabur) dan komplikasi (asidosis, dehidrasi). (2) Terapi Kolaboratif: Melakukan pemberian insulin atau obat antidiabetik oral sesuai resep dokter dengan memperhatikan dosis, waktu, cara pemberian (injeksi subkutan untuk insulin), dan area rotasi injeksi; Berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana diet individu (prinsip 3J: Jumlah, Jadwal, Jenis). (3) Edukasi: Mengajarkan teknik pemeriksaan glukosa darah mandiri; Mengajarkan teknik penyuntikan insulin yang aman dan steril; Menjelaskan hubungan antara diet, aktivitas, obat, dan kadar glukosa darah; Menjelaskan rencana tindakan jika terjadi hiperglikemia. (4) Dukungan: Mendorong peningkatan asupan cairan non-kalori (air putih) jika tidak ada kontraindikasi; Mendorong aktivitas fisik ringan-sedang sesuai toleransi; Memberikan dukungan psikososial untuk meningkatkan motivasi dan kepatuhan. Intervensi ini tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan intervensi lain seperti Edukasi Kesehatan (Kode 5604) dan Manajemen Hipoglikemia (Kode 4202) untuk penanganan yang komprehensif.
Keterkaitan (Linkage): Ketiganya membentuk satu kesatuan logis dalam proses keperawatan. SDKI 0005 (Risiko Ketidakstabilan) mengidentifikasi masalah utama pasien DM. Untuk mengatasi risiko tersebut, perawat menetapkan SLKI 1910 (Manajemen Diabetes) sebagai tujuan akhir, yaitu pasien mampu mengelola kondisinya sendiri. Untuk mencapai tujuan itu, perawat melaksanakan serangkaian SIKI 4201 (Manajemen Hiperglikemia) sebagai tindakan nyata yang langsung ditujukan untuk mengontrol kadar glukosa darah dan memberdayakan pasien. Dengan demikian, alur pikirnya adalah: karena ada RISIKO (SDKI), maka kita ingin pasien MAMPU MENGELOLA (SLKI) dengan cara kita MELAKUKAN MANAJEMEN HIPERGLIKEMIA & EDUKASI (SIKI).
-
Article No. 24445 | 12 Mar 2026
Klinis : panduan asuhan keperawatan pasien dengan diabetes melitus
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan kadar glukosa darah dari rentang normal yang dapat mengancam jiwa, terkait dengan ketidakmampuan tubuh untuk memetabolisme glukosa secara efektif akibat defisiensi insulin atau resistensi insulin.
Kode SLKI: L.03109
Deskripsi : SLKI dengan kode L.03109 adalah "Manajemen Hiperglikemia dan Hipoglikemia". Tujuan luaran ini adalah agar pasien dapat mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan. Pencapaian luaran ini ditandai dengan beberapa kriteria hasil yang spesifik dan terukur. Pertama, pasien mampu memantau kadar glukosa darah secara mandiri dengan teknik yang benar dan sesuai jadwal yang direkomendasikan. Kedua, pasien dapat mengenali tanda dan gejala awal baik hiperglikemia (seperti poliuria, polidipsi, lemas, pandangan kabur) maupun hipoglikemia (seperti berkeringat, gemetar, jantung berdebar, lemas, bingung). Ketiga, pasien menunjukkan pemahaman dan keterampilan dalam melakukan tindakan korektif awal sesuai kondisi, seperti mengonsumsi karbohidrat sederhana untuk hipoglikemia atau meningkatkan cairan dan menghubungi tenaga kesehatan untuk hiperglikemia berat. Keempat, pasien dapat mengidentifikasi faktor-faktor pemicu ketidakstabilan glukosa darah, seperti pola makan tidak teratur, aktivitas fisik berlebihan/tanpa persiapan, stres, penyakit infeksi, atau ketidaktepatan penggunaan obat/insulin. Kelima, pasien berpartisipasi aktif dalam perencanaan pola makan, aktivitas fisik, dan regimen terapi yang sesuai untuk mencapai kontrol glikemik yang optimal. Pencapaian luaran ini sangat krusial untuk mencegah komplikasi akut (seperti ketoasidosis diabetik atau syok hipoglikemik) dan jangka panjang (seperti neuropati, nefropati, retinopati).
Kode SIKI: I.05224
Deskripsi : SIKI dengan kode I.05224 adalah "Edukasi Manajemen Diabetes Melitus". Intervensi ini merupakan tindakan keperawatan yang sistematis dan komprehensif untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian pasien dalam mengelola penyakit diabetesnya. Intervensi ini meliputi beberapa aktivitas utama. Pertama, pengkajian pengetahuan, persepsi, kesiapan belajar, dan hambatan belajar (fisik, psikologis, kultural) pasien serta keluarga. Kedua, memberikan pendidikan kesehatan tentang patofisiologi diabetes secara sederhana, pentingnya kontrol glikemik, dan tujuan pengobatan. Ketiga, melatih keterampilan teknis, termasuk teknik memantau glukosa darah mandiri dengan glukometer, teknik penyuntikan insulin yang aman dan rotasi area injeksi, serta penyimpanan insulin yang benar. Keempat, edukasi nutrisi yang mencakup prinsip 3J (Jenis, Jumlah, Jadwal), pemahaman tentang indeks glikemik, cara membaca label makanan, dan perencanaan makan dalam berbagai situasi. Kelima, edukasi aktivitas fisik yang aman, termasuk pemilihan jenis olahraga, intensitas, durasi, waktu yang tepat berhubungan dengan makan dan insulin, serta tindakan pencegahan hipoglikemia pasca-olahraga. Keenam, edukasi manajemen kaki diabetik, meliputi perawatan kaki sehari-hari, pemeriksaan kaki rutin, pemilihan alas kaki yang tepat, dan penanganan luka kecil. Ketujuh, edukasi tentang manajemen sakit (sick day management), yaitu penyesuaian pengobatan, pemantauan, dan asupan nutrisi selama sakit. Kedelapan, memberikan dukungan psikososial dan motivasi untuk meningkatkan kepatuhan serta koping yang adaptif. Kesembilan, melibatkan keluarga sebagai sistem pendukung dalam perawatan. Kesepuluh, melakukan evaluasi pemahaman pasien dengan metode teach-back untuk memastikan informasi dipahami dengan benar. Intervensi ini bersifat kolaboratif, berkelanjutan, dan disesuaikan dengan kebutuhan individu pasien untuk memberdayakan mereka mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
-
Article No. 24446 | 12 Mar 2026
Klinis : Ds : Pasien mengatakan kedua matanya mengalami katarak, pasien juga mengatakan penglihatan sudah mulai buram. Do : Lensa mata tampak keruh, pasien tampak menyipitkan mata saat melihat, penglihatan menurun akibat katarak bilateral.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Persepsi Sensoris: Penglihatan
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Perubahan dalam jumlah atau pola stimulus yang datang disertai dengan respons yang berkurang, terdistorsi, tertunda, atau berlebihan.
Kode SLKI: 0910
Deskripsi : Perilaku adaptif terhadap perubahan penglihatan. Indikator: 1) Mengidentifikasi faktor yang memperburuk penglihatan; 2) Mengidentifikasi faktor yang meningkatkan penglihatan; 3) Menggunakan pencahayaan yang memadai; 4) Menggunakan alat bantu penglihatan; 5) Menggunakan teknik untuk melindungi mata dari cedera; 6) Menggunakan teknik untuk mengkompensasi kehilangan penglihatan; 7) Menyatakan penerimaan terhadap perubahan penglihatan.
Kode SIKI: 3540
Deskripsi : Manajemen Kebutaan/ Gangguan Penglihatan. Aktivitas: 1) Monitor perubahan status penglihatan; 2) Monitor respons emosional terhadap kehilangan/ gangguan penglihatan; 3) Orientasi klien terhadap lingkungan; 4) Tempatkan peralatan dan barang-barang pribadi pada posisi yang tetap; 5) Berikan pencahayaan yang adekuat tanpa silau; 6) Anjurkan menggunakan alat bantu penglihatan sesuai indikasi (kacamata, lensa pembesar); 7) Bantu klien dalam aktivitas sehari-hari sesuai kebutuhan; 8) Anjurkan menggunakan indera pendengaran dan perabaan; 9) Fasilitasi konsultasi dengan tenaga profesional lain sesuai kebutuhan; 10) Edukasi keluarga tentang cara berkomunikasi dengan klien gangguan penglihatan.
-
Article No. 24447 | 12 Mar 2026
Klinis : pasien dengan kelemahan anggota gerak bawah membaik, kemampuan berbicara membaik KU sedang, GCS E4V5M6 CM TD: 135/82 HR: 96x/m RR: 19x/m S: 36,5 C SpO2: 90 % on NRM Status generalis Mata CA -/-, SI -/-, RC +/+, pupil isokor 3mm/3mm, refleks kornea (+/+) Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-) Thorax : SDV +/+ rhonki -/- , wheezing -/-, retraksi -/- Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Abdomen : supel, BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (-) Eks. superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <2 detik Eks. inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <2 detik Status Neurologis Sensorik +/+ // +/+ motorik 444/444//333/333 Refleks fisIlogis: +4/+4 // +3/+3 Refleks patologis: (-) Meningeal sign (-) Nistagmus: (-) NIHSS: 15 --> 8 --> 8 --> 6 --> 5 FR: hipertensi Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: (+) - DVT: - - Disfagia: - - cemas: - Komorbid: hipertensi Lab 06/03 hb 12.20 eritrosit 4.74 hmt 37.8 lekosit 19.05 (H) trombosit 247 GDS 280 (H) Ur: 57.8 Cr: 1.02 Elektrolit: Na: 140 K: 3.6 Cl: 104 Ca2+: 1.1 pH: 7.51 Profil lipid 7/3 Chol tot: 194 HDL: 38 LDL: 150 TG: 139 AU: 5.7 GDP: 101 GDS stik 10/3/26: 83 GDS stik 11/3/26: 103 CT scan kepala non contrast Kesan : - Multipel infark cerebri di thalamus dextra di periventrikel sinistra cornu anterior dan di periventrikel sinistra cornu posterior RO Thorax Kesan: - Pulmo normal - Cardiomegali
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Jaringan Perifer
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah yang dapat mengakibatkan gangguan nutrisi dan oksigenasi pada jaringan ekstremitas.
Kode SLKI: L.15032
Deskripsi : Sirkulasi perifer membaik. Ditandai dengan: 1) Denyut nadi perifer teraba kuat dan simetris, 2) Warna kulit normal, 3) Suhu kulit hangat, 4) Pengisian kapiler kurang dari 3 detik, 5) Tidak ada edema, 6) Tidak ada nyeri atau kram pada ekstremitas, 7) Tidak ada sensasi kesemutan atau baal.
Kode SIKI: I.15001
Deskripsi : 1) Monitor warna, kehangatan, sensasi, gerakan, dan denyut nadi perifer. 2) Monitor tanda-tanda bekuan darah (nyeri, kemerahan, edema, peningkatan suhu lokal). 3) Anjurkan untuk menghindari menyilangkan kaki atau pergelangan kaki. 4) Anjurkan untuk menghindari penggunaan bantal di bawah lutut. 5) Anjurkan untuk melakukan latihan rentang gerak (ROM) aktif atau pasif. 6) Bantu perubahan posisi secara periodik. 7) Tinggikan ekstremitas bawah saat duduk atau berbaring sesuai indikasi. 8) Kolaborasi pemberian antikoagulan sesuai indikasi. 9) Edukasi pasien dan keluarga tentang tanda dan gejala gangguan sirkulasi perifer.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Jalan Napas
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan upaya bernapas atau ketidakmampuan mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Jalan napas paten. Ditandai dengan: 1) Suara napas normal/vesikuler, 2) Tidak ada suara napas tambahan (ronkhi, wheezing), 3) Tidak ada sianosis, 4) Tidak ada upaya napas tambahan (retraksi), 5) Ekspansi dada simetris, 6) Laju napas dalam rentang normal, 7) Batuk efektif.
Kode SIKI: I.03009
Deskripsi : 1) Monitor status pernapasan (laju, irama, kedalaman, dan upaya napas). 2) Auskultasi suara napas. 3) Posisikan semi-fowler/fowler untuk memudahkan ekspansi paru. 4) Bantu latihan napas dalam dan batuk efektif. 5) Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan. 6) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan. 7) Monitor nilai saturasi oksigen (SpO2) dan analisis gas darah. 8) Berikan terapi oksigen sesuai program dan monitor efektivitasnya. 9) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau obat lain sesuai indikasi. 10) Edukasi pasien dan keluarga tentang teknik batuk efektif dan pentingnya mobilisasi.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi agen patogen.
Kode SLKI: L.11001
Deskripsi : Bebas dari infeksi. Ditandai dengan: 1) Suhu tubuh dalam rentang normal, 2) Tidak ada tanda-tanda kemerahan, panas, edema, nyeri, atau adanya drainase pada area luka/tempat invasif, 3) Jumlah leukosit dalam rentang normal, 4) Hasil kultur negatif, 5) Tanda-tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.11006
Deskripsi : 1) Monitor tanda-tanda vital, terutama suhu tubuh. 2) Monitor tanda-tanda infeksi lokal dan sistemik (kemerahan, panas, bengkak, nyeri, drainase purulen, leukositosis). 3) Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan. 4) Pertahankan teknik aseptik dan steril pada setiap prosedur invasif. 5) Lakukan perawatan luka dengan teknik steril. 6) Anjurkan intake nutrisi dan cairan yang adekuat. 7) Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi. 8) Edukasi pasien dan keluarga tentang tanda dan gejala infeksi serta pencegahannya.
Kondisi: Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0159
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi neurologis.
Kode SLKI: L.16005
Deskripsi : Perfusi serebral adekuat. Ditandai dengan: 1) Tingkat kesadaran compos mentis (CM) atau sesuai kondisi terbaik, 2) Skor GCS 15 atau sesuai kondisi terbaik, 3) Tanda-tanda vital stabil, 4) Fungsi motorik dan sensorik sesuai kondisi terbaik, 5) Tidak ada pusing, sakit kepala hebat, atau muntah proyektil, 6) Tidak ada kejang.
Kode SIKI: I.16005
Deskripsi : 1) Monitor status neurologis secara berkala (GCS, pupil, fungsi motorik dan sensorik, tanda-tanda peningkatan TIK). 2) Monitor tanda-tanda vital, terutama tekanan darah untuk menghindari hipotensi atau hipertensi berlebihan. 3) Posisikan kepala sedikit elevasi (30 derajat) dan pertahankan kepala dalam posisi netral. 4) Hindari manuver yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial (batuk berlebihan, mengejan, fleksi kepala). 5) Monitor keseimbangan cairan dan elektrolit. 6) Berikan terapi oksigen untuk mempertahankan saturasi >95%. 7) Kolaborasi pemberian terapi medis sesuai indikasi (antihipertensi, neuroprotektor). 8) Ciptakan lingkungan yang tenang, hindari stimulasi berlebihan. 9) Edukasi pasien dan keluarga untuk melaporkan segera jika ada penurunan kesadaran, kelemahan mendadak, atau sakit kepala hebat.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0103
Deskripsi Singkat: Risiko variasi kadar glukosa darah dari rentang normal.
Kode SLKI: L.09006
Deskripsi : Kadar glukosa darah stabil. Ditandai dengan: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang normal atau sesuai target, 2) Tidak ada tanda dan gejala hipoglikemia (berkeringat, lemas, gemetar, lapar) atau hiperglikemia (poliuria, polidipsi, polifagi, lemas), 3) Hasil pemantauan glukosa darah harian dalam rentang target.
Kode SIKI: I.09008
Deskripsi : 1) Monitor kadar glukosa darah secara berkala (GDS). 2) Observasi tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia. 3) Kolaborasi pemberian terapi insulin atau obat hipoglikemik oral sesuai program. 4) Atur diet sesuai program (jumlah, jenis, dan jadwal). 5) Anjurkan aktivitas fisik sesuai toleransi. 6) Edukasi pasien dan keluarga tentang tanda dan gejala hipo/hiperglikemia, cara penanganan darurat, pentingnya diet dan pemantauan mandiri. 7) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk penyusunan diet.
-
Article No. 24448 | 12 Mar 2026
Klinis : Pasien penurunan kesadaran RPS/ pasien datang dengan kel penurunan kesadaran sejak jam 0300 tidak bisa diajak komunikasi kelemahan ektermitas kanan R/ Strpke 2019 KU Tampak Sakit Berat, GCS E1V2M2 TD 254/161 mmHg N 122 X/MNT S 36.6 SP02 99 GDS 105 Status Generalis Mata CA -/-, SI -/-, RC +/+, pupil isokor 3mm/3mm, refleks kornea (+/+), doll eye movement (+) Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-), deviasi dextra Hidung: Sekret (+) Thorax : SDV +/+ rhonki -/- , wheezing -/-, retraksi -/- Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Abdomen : supel, BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (+) Eks. superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <2 detik Eks. inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <2 detik Status Neurologis Sensorik sde Kekuatan motorik sde Refleks fisiologis: +3/+2//+3/+2 Refleks patologis: (-) Parese NC VII (-) Meningeal sign (-) Lab 12/3: Hb: 16.50 AE: 6.04 Hmt: 49.7 AL: 9.93 AT: 268 Na: 140 K: 2.7 (L) Cl: 105 Ca2+: 1.1 pH: 7.56 Fungsi ginjal: Ur: 24.8 Cr: 0.94
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V2M2) dengan Hipertensi Emergensi dan Kelemahan Hemiparese Dekstra
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko Penurunan Perfusi Serebral berhubungan dengan gangguan regulasi tekanan darah (hipertensi emergensi), gangguan metabolik (hipokalemia, alkalosis respiratori), dan kemungkinan adanya lesi intrakranial (ditandai deviasi lidah, kelemahan ekstremitas kanan, dan riwayat stroke).
Kode SLKI: L.14016
Deskripsi : Perfusi serebral membaik, ditandai dengan: 1) Tekanan darah terkontrol dalam rentang target yang ditetapkan; 2) Status neurologis stabil atau membaik (GCS tidak menurun, tidak ada penambahan defisit neurologis fokal); 3) Tanda vital dalam batas normal; 4) Keseimbangan elektrolit dan asam-basa dalam batas normal (terutama kadar Kalium dan pH darah); 5) Tidak ada tanda peningkatan tekanan intrakranial lebih lanjut.
Kode SIKI: I.14049
Deskripsi : 1. Pantau dan catat status neurologis secara ketat dan berkelanjutan menggunakan GCS setiap jam atau sesuai protokol, termasuk ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik (khususnya ekstremitas kanan), dan tanda-tanda neurologis fokal lainnya. 2. Pantau dan catat tanda vital (TD, N, S, RR, SpO2) setiap 15-30 menit hingga stabil, kemudian setiap jam. Waspadai TD sistolik >180 mmHg atau diastolik >120 mmHg. 3. Kolaborasi pemberian terapi antihipertensi intravena sesuai program dokter dengan titrasi ketat untuk menurunkan tekanan darah secara bertahap (biasanya target penurunan tidak lebih dari 20-25% dalam beberapa jam pertama). 4. Pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat dengan kepala dan leher dalam posisi netral (jika tidak ada kontraindikasi spinal) untuk memfasilitasi drainase vena serebral. 5. Berikan oksigen tambahan sesuai kebutuhan untuk mempertahankan SpO2 >95%. 6. Lakukan penghisapan lendir jalan napas dengan teknik steril dan hati-hati jika diperlukan (dari data: sekret hidung +), hindari stimulasi berlebihan yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial. 7. Kolaborasi pemberian suplemen kalium (KCl) sesuai program dokter untuk mengoreksi hipokalemia (K: 2.7 mmol/L). 8. Pantau hasil pemeriksaan laboratorium (gas darah, elektrolit, fungsi ginjal) dan laporkan setiap perubahan signifikan. 9. Lakukan perawatan mulut untuk menjaga kebersihan dan kelembaban mukosa. 10. Lakukan mobilisasi bertahap dan latihan rentang gerak pasif pada ekstremitas yang lemah dengan hati-hati, kolaborasi dengan fisioterapi. 11. Berikan nutrisi sesuai kemampuan pasien (mungkin memerlukan NGT), pastikan hidrasi adekuat. 12. Lindungi pasien dari cedera akibat kejang atau agitasi dengan memasang pengaman tempat tidur dan lingkungan yang aman. 13. Berikan komunikasi terapeutik dan informasi kepada keluarga mengenai kondisi pasien dan setiap intervensi yang dilakukan.
-
Article No. 24449 | 12 Mar 2026
Klinis : PB datang dengan keluhan sesak nafas sejak tadi malam memberat pagi ini, nyeri dada menjalar sampai punggung, keringat dingin (+), mual (+), muntah (-), lemas (+), nyeri perut (-), BAK sedikit, BAB dbn RPD: PJK, HT KU lemah, CM TD: 187/125 HR: 140 x/m RR: 28 x/m SB: 36 C SpO2: 90% on room air JVP 5+3 SDV +/+ menurun kiri, RBH -/- WHZ +/+ min akral dingin +/+, edem -/-
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan Curah Jantung adalah suatu keadaan dimana volume darah yang dipompa oleh jantung per menit (cardiac output) tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Kondisi ini ditandai dengan penurunan perfusi jaringan secara sistemik, yang dapat mempengaruhi fungsi berbagai organ vital seperti otak, ginjal, dan kulit. Pada kasus pasien PB, kondisi ini sangat mungkin terjadi sebagai komplikasi dari sindrom koroner akut (infark miokard) yang diduga berdasarkan keluhan nyeri dada hebat menjalar, sesak napas, dan tanda-tanda syok (keringat dingin, akral dingin, takikardia, hipoksia). Peningkatan afterload akibat hipertensi berat (TD 187/125) dan penurunan kontraktilitas miokard akibat iskemia/infark menyebabkan jantung gagal memompa darah secara efektif, yang dimanifestasikan dengan tanda-tanda kongesti vena (JVP meningkat, SDV menurun) dan penurunan perfusi perifer (akral dingin, produksi urin sedikit).
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI L.08001 bertujuan untuk mencapai "Kinerja Jantung Meningkat". Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: (1) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien, khususnya penurunan tekanan darah menuju target yang lebih aman, penurunan frekuensi jantung dan pernapasan, serta peningkatan saturasi oksigen. (2) Mempertahankan atau meningkatkan curah jantung yang diukur melalui indeks jantung atau tanda klinis seperti pengisian kapiler kembali kurang dari 3 detik, kulit hangat dan kering, serta haluaran urine adekuat (>0,5 mL/kgBB/jam). (3) Mengurangi atau menghilangkan gejala kongesti paru seperti sesak napas dan orthopnea. (4) Menunjukkan toleransi yang meningkat terhadap aktivitas tanpa munculnya gejala iskemia atau gagal jantung. Pada pasien PB, target utama adalah menurunkan beban kerja jantung, meningkatkan suplai oksigen ke miokard, dan mengoptimalkan kontraktilitas sehingga tanda-tanda penurunan perfusi dan kongestif dapat teratasi.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Intervensi keperawatan I.08001 "Manajemen Curah Jantung" meliputi serangkaian tindakan sistematis. Pertama, memantau status hemodinamik secara ketat termasuk tekanan darah, denyut jantung, tekanan vena sentral (JVP), dan saturasi oksigen secara berkelanjutan. Kedua, mengatur pemberian terapi oksigen sesuai resep untuk mempertahankan SpO2 > 95% dan mempersiapkan kemungkinan ventilasi mekanik jika gagal napas. Ketiga, memberikan obat-obatan sesuai resep seperti nitrat untuk mengurangi preload dan afterload, morfin untuk nyeri dan vasodilatasi, diuretik untuk mengurangi kongesti, serta inotropik dan vasopresor jika diperlukan dengan memantau efek dan efek sampingnya. Keempat, memposisikan pasien dengan kepala tempat tidur ditinggikan untuk memfasilitasi pernapasan dan mengurangi beban jantung. Kelima, membatasi aktivitas fisik dengan tirah baring ketat dan membantu dalam aktivitas perawatan diri untuk mengurangi konsumsi oksigen miokard. Keenam, memantau keseimbangan cairan dengan ketat melalui pemasangan kateter urin dan mencatat balance cairan, serta mengkaji respons terhadap terapi diuretik. Ketujuh, memberikan edukasi dan dukungan emosional kepada pasien dan keluarga untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperburuk beban jantung. Semua intervensi didokumentasikan dan dievaluasi secara berkala untuk menilai kemajuan menuju SLKI yang ditetapkan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang mendadak atau lambat dan intensitas yang bervariasi dari ringan hingga berat dengan durasi terbatas (kurang dari 3 bulan). Pada pasien PB, nyeri akut terutama bersumber dari iskemia miokard yang terjadi akibat penyumbatan aliran darah koroner. Nyeri digambarkan menjalar ke punggung, yang merupakan karakteristik nyeri viseral dari jantung, dan disertai dengan respons otonom seperti keringat dingin, takikardia, dan peningkatan tekanan darah. Nyeri ini tidak hanya menyebabkan penderitaan tetapi juga meningkatkan beban kerja jantung (meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah) sehingga dapat memperluas area infark dan memperburuk penurunan curah jantung. Manajemen nyeri yang cepat dan efektif merupakan prioritas dalam penanganan sindrom koroner akut.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : SLKI L.10001 bertujuan untuk mencapai "Tingkat Nyeri Terkontrol". Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: (1) Pasien melaporkan penurunan intensitas nyeri pada skala nyeri (misalnya, dari skala 8-9 menjadi ≤3 dalam skala 0-10). (2) Pasien menunjukkan perilaku yang menunjukkan kenyamanan (wajah rileks, dapat beristirahat, tidak gelisah). (3) Tanda-tanda fisiologis yang berhubungan dengan nyeri (seperti takikardia, hipertensi, takipnea, diaforesis) menurun atau menghilang. (4) Pasien memahami penyebab nyeri dan metode non-farmakologis yang dapat membantunya. Pada PB, targetnya adalah menghilangkan nyeri dada sepenuhnya untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan meningkatkan kenyamanan.
Kode SIKI: I.10001
Deskripsi : Intervensi keperawatan I.10001 "Manajemen Nyeri" mencakup: Pertama, melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif termasuk lokasi, intensitas (menggunakan skala), karakteristik, faktor pencetus, dan faktor pereda. Kedua, memberikan analgesik yang diresepkan (biasanya nitrogliserin sublingual, morfin sulfat) dengan tepat waktu dan memantau efektivitas serta efek samping seperti depresi pernapasan atau hipotensi. Ketiga, menerapkan intervensi non-farmakologis seperti menciptakan lingkungan yang tenang, teknik relaksasi napas dalam (jika tidak memperberat sesak), dan memberikan penjelasan yang menenangkan. Keempat, memantau dan mendokumentasikan respons pasien terhadap intervensi nyeri, termasuk perubahan tanda vital dan laporan verbal pasien setiap 5-15 menit setelah pemberian obat hingga nyeri terkontrol. Kelima, mengkaji faktor-faktor yang dapat memperberat nyeri seperti kecemasan dan memberikan dukungan psikologis.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Intoleransi Aktivitas adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan. Pada pasien PB, intoleransi aktivitas secara langsung terkait dengan penurunan curah jantung dan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard. Jantung yang iskemik tidak mampu meningkatkan output untuk memenuhi kebutuhan tubuh selama aktivitas, sehingga muncul gejala seperti lemas, sesak napas (RR 28x/menit), dan takikardia (HR 140x/menit) bahkan pada kondisi istirahat. Kondisi ini diperberat oleh hipoksia (SpO2 90%) dan nyeri. Pasien memerlukan tirah baring ketat untuk mengurangi konsumsi oksigen miokard dan mencegah perluasan kerusakan jantung.
Kode SLKI: L.09005
Deskripsi : SLKI L.09005 bertujuan untuk mencapai "Toleransi Aktivitas Meningkat". Kriteria hasil mencakup: (1) Pasien mampu melakukan aktivitas perawatan diri dengan bantuan tanpa mengalami peningkatan signifikan tanda-tanda intoleransi (denyut jantung tidak meningkat >20x/menit dari baseline istirahat, tidak sesak napas, tidak nyeri dada). (2) Melaporkan penurunan perasaan lemas dan sesak napas saat beraktivitas. (3) Tanda vital stabil selama dan setelah aktivitas. (4) Memahami pembatasan aktivitas dan rencana peningkatan aktivitas secara bertahap. Untuk PB dalam fase akut, target awal adalah mempertahankan tirah baring tanpa komplikasi dan menunjukkan tanda vital yang stabil saat istirahat.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Intervensi keperawatan I.09001 "Manajemen Energi" meliputi: Pertama, mengkaji respons fisiologis terhadap aktivitas (denyut jantung, pernapasan, saturasi oksigen, tekanan darah, dan munculnya nyeri/kelelahan) sebelum, selama, dan setelah aktivitas. Kedua, membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri (mandi, makan, eliminasi) untuk menghemat energi. Ketiga, menyusun jadwal aktivitas yang terencana dengan periode istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas. Keempat, mengajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas dan menghindari gerakan mengejan. Kelima, secara bertahap meningkatkan aktivitas sesuai dengan kondisi klinis dan protokol medis, dimulai dari latihan rentang gerak pasif di tempat tidur hingga duduk di tepi tempat tidur, berdiri, dan berjalan jarak pendek dengan pengawasan ketat. Keenam, memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya keseimbangan aktivitas
Article No. 24409 | 11 Mar 2026
Klinis : SUBYEKTIF keluarga mengatakan anaknya panas OBYEKTIF k/u lemah kesadaran composmentis GCS 456 febris (+) 37,7 makan (<<) minum (+) sariawan (+) BAK (+) BAB (+)2x lembek akral hangat (+) rpd : kejang 2x di tanggal 22 februari 2026 alergi (-) ASSESSMENT hipertermi PLAN observasi ttv kolaborasi dengan tim medis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermi
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal akibat kegagalan mekanisme termoregulasi tubuh.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal. SLKI ini mengindikasikan hasil yang diharapkan, yaitu setelah intervensi keperawatan, suhu tubuh pasien kembali ke rentang normal (36,5°C - 37,5°C). Pencapaian ini ditandai dengan hilangnya tanda-tanda febris seperti kulit kemerahan, akral hangat, dan rasa tidak nyaman akibat panas. Pemantauan suhu tubuh secara berkala menunjukkan tren penurunan dan stabilisasi. Pada konteks pasien anak dengan riwayat kejang demam, pencapaian suhu normal juga bertujuan untuk mencegah risiko kejang berulang. Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas dari intervensi observasi, manajemen lingkungan, dan terapi kolaboratif yang diberikan.
Kode SIKI: 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020, 2021, 2022, 2023, 2024, 2025, 2026, 2027, 2028, 2029, 2030, 2031, 2032, 2033, 2034, 2035, 2036, 2037, 2038, 2039, 2040, 2041, 2042, 2043, 2044, 2045, 2046, 2047, 2048, 2049, 2050, 2051, 2052, 2053, 2054, 2055, 2056, 2057, 2058, 2059, 2060, 2061, 2062, 2063, 2064, 2065, 2066, 2067, 2068, 2069, 2070, 2071, 2072, 2073, 2074, 2075, 2076, 2077, 2078, 2079, 2080, 2081, 2082, 2083, 2084, 2085, 2086, 2087, 2088, 2089, 2090, 2091, 2092, 2093, 2094, 2095, 2096, 2097, 2098, 2099, 2100, 2101, 2102, 2103, 2104, 2105, 2106, 2107, 2108, 2109, 2110, 2111, 2112, 2113, 2114, 2115, 2116, 2117, 2118, 2119, 2120, 2121, 2122, 2123, 2124, 2125, 2126, 2127, 2128, 2129, 2130, 2131, 2132, 2133, 2134, 2135, 2136, 2137, 2138, 2139, 2140, 2141, 2142, 2143, 2144, 2145, 2146, 2147, 2148, 2149, 2150, 2151, 2152, 2153, 2154, 2155, 2156, 2157, 2158, 2159, 2160, 2161, 2162, 2163, 2164, 2165, 2166, 2167, 2168, 2169, 2170, 2171, 2172, 2173, 2174, 2175, 2176, 2177, 2178, 2179, 2180, 2181, 2182, 2183, 2184, 2185, 2186, 2187, 2188, 2189, 2190, 2191, 2192, 2193, 2194, 2195, 2196, 2197, 2198, 2199, 2200, 2201, 2202, 2203, 2204, 2205, 2206, 2207, 2208, 2209, 2210, 2211, 2212, 2213, 2214, 2215, 2216, 2217, 2218, 2219, 2220, 2221, 2222, 2223, 2224, 2225, 2226, 2227, 2228, 2229, 2230, 2231, 2232, 2233, 2234, 2235, 2236, 2237, 2238, 2239, 2240, 2241, 2242, 2243, 2244, 2245, 2246, 2247, 2248, 2249, 2250, 2251, 2252, 2253, 2254, 2255, 2256, 2257, 2258, 2259, 2260, 2261, 2262, 2263, 2264, 2265, 2266, 2267, 2268, 2269, 2270, 2271, 2272, 2273, 2274, 2275, 2276, 2277, 2278, 2279, 2280, 2281, 2282, 2283, 2284, 2285, 2286, 2287, 2288, 2289, 2290, 2291, 2292, 2293, 2294, 2295, 2296, 2297, 2298, 2299, 2300, 2301, 2302, 2303, 2304, 2305, 2306, 2307, 2308, 2309, 2310, 2311, 2312, 2313, 2314, 2315, 2316, 2317, 2318, 2319, 2320, 2321, 2322, 2323, 2324, 2325, 2326, 2327, 2328, 2329, 2330, 2331, 2332, 2333, 2334, 2335, 2336, 2337, 2338, 2339, 2340, 2341, 2342, 2343, 2344, 2345, 2346, 2347, 2348, 2349, 2350, 2351, 2352, 2353, 2354, 2355, 2356, 2357, 2358, 2359, 2360, 2361, 2362, 2363, 2364, 2365, 2366, 2367, 2368, 2369, 2370, 2371, 2372, 2373, 2374, 2375, 2376, 2377, 2378, 2379, 2380, 2381, 2382, 2383, 2384, 2385, 2386, 2387, 2388, 2389, 2390, 2391, 2392, 2393, 2394, 2395, 2396, 2397, 2398, 2399, 2400, 2401, 2402, 2403, 2404, 2405, 2406, 2407, 2408, 2409, 2410, 2411, 2412, 2413, 2414, 2415, 2416, 2417, 2418, 2419, 2420, 2421, 2422, 2423, 2424, 2425, 2426, 2427, 2428, 2429, 2430, 2431, 2432, 2433, 2434, 2435, 2436, 2437, 2438, 2439, 2440, 2441, 2442, 2443, 2444, 2445, 2446, 2447, 2448, 2449, 2450, 2451, 2452, 2453, 2454, 2455, 2456, 2457, 2458, 2459, 2460, 2461, 2462, 2463, 2464, 2465, 2466, 2467, 2468, 2469, 2470, 2471, 2472, 2473, 2474, 2475, 2476, 2477, 2478, 2479, 2480, 2481, 2482, 2483, 2484, 2485, 2486, 2487, 2488, 2489, 2490, 2491, 2492, 2493, 2494, 2495, 2496, 2497, 2498, 2499, 2500, 2501, 2502, 2503, 2504, 2505, 2506, 2507, 2508, 2509, 2510, 2511, 2512, 2513, 2514, 2515, 2516, 2517, 2518, 2519, 2520, 2521, 2522, 2523, 2524, 2525, 2526, 2527, 2528, 2529, 2530, 2531, 2532, 2533, 2534, 2535, 2536, 2537, 2538, 2539, 2540, 2541, 2542, 2543, 2544, 2545, 2546, 2547, 2548, 2549, 2550, 2551, 2552, 2553, 2554, 2555, 2556, 2557, 2558, 255
Article No. 24410 | 11 Mar 2026
Klinis : SUBYEKTIF keluarga mengatakan anaknya panas OBYEKTIF k/u lemah kesadaran composmentis GCS 456 febris (+) 37,7 makan (<<) minum (+) sariawan (+) BAK (+) BAB (+)2x lembek akral hangat (+) rpd : kejang 2x di tanggal 22 februari 2026 alergi (-) ASSESSMENT hipertermi PLAN observasi ttv kolaborasi dengan tim medis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal yang berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan antara produksi dan pelepasan panas.
Kode SLKI: 1400
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal. Secara spesifik, tujuan keperawatan adalah agar suhu tubuh pasien kembali dan dipertahankan dalam rentang normal (36,5°C - 37,5°C), tanda-tanda vital stabil, tidak ada komplikasi lebih lanjut seperti dehidrasi atau kejang berulang, serta pasien/keluarga memahami upaya penanganan dan pencegahan. Indikator pencapaiannya meliputi: (1) Suhu tubuh turun menjadi <37,5°C dalam waktu yang ditentukan; (2) Tanda-tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah) dalam batas normal sesuai usia; (3) Kulit teraba hangat tanpa kemerahan berlebihan atau berkeringat banyak; (4) Asupan cairan adekuat yang ditunjukkan oleh turgor kulit baik dan produksi urin normal; (5) Pasien tampak nyaman, tidak rewel atau gelisah; (6) Tidak terjadi peningkatan frekuensi kejang; (7) Keluarga mampu mendemonstrasikan cara mengompres dan memantau suhu tubuh, serta memahami kapan harus mencari bantuan medis.
Kode SIKI: 3410, 4200, 6610
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang direncanakan harus komprehensif untuk mengatasi hipertermia dan faktor risikonya. Kode 3410: Manajemen Hipertermia mencakup tindakan utama seperti memantau suhu tubuh secara berkala (observasi TTV), memberikan lingkungan yang sejuk dan nyaman (misalnya mengatur sirkulasi udara, pakaian tipis), serta melakukan tindakan pendinginan fisik seperti kompres hangat/tepid sponge di aksila dan lipat paha (bukan air dingin/es). Penting juga untuk memantau tanda-tanda dehidrasi dan syok. Kode 4200: Manajemen Nutrisi sangat relevan karena pasien makan << (sangat kurang) dan ada sariawan. Intervensi meliputi memberikan makanan dalam porsi kecil tapi sering dengan tekstur lunak/dingin (seperti puree, puding) untuk mengurangi nyeri sariawan, menjaga kebersihan mulut dengan hati-hati, dan mendorong asupan cairan yang adekuat untuk mengganti kehilangan cairan insensible selama demam. Kode 6610: Pengawasan/Pemantauan adalah intervensi krusial yang mendasari semua tindakan lain, terutama dengan riwayat kejang sebelumnya. Intervensi ini meliputi pemantauan ketat tanda-tanda vital (TTV) dan status neurologis (kesadaran, GCS, tanda kejang), memantau asupan dan haluaran cairan (intake-output), mengobservasi kondisi membran mukosa mulut, serta memantau respons terhadap terapi dan munculnya komplikasi. Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian antipiretik, antikonvulsan jika diperlukan, atau terapi untuk sariawan juga merupakan bagian integral dari intervensi ini. Semua intervensi harus disertai edukasi kepada keluarga tentang penyebab demam, cara perawatan di rumah, dan tanda bahaya (seperti kejang, demam sangat tinggi, penurunan kesadaran) yang mengharuskan segera kembali ke fasilitas kesehatan.
Article No. 24411 | 11 Mar 2026
Klinis : Promosi Berat Badan (l.03136)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Promosi Berat Badan (l.03136)
Kode SDKI: l.03136
Deskripsi Singkat: Diagnosis keperawatan "Promosi Berat Badan" didefinisikan sebagai kesiapan seorang perawat untuk meningkatkan perilaku, aktivitas, dan lingkungan yang mendukung peningkatan berat badan menuju kisaran yang diinginkan. Fokusnya adalah pada individu yang memiliki berat badan di bawah normal atau berisiko mengalami kekurangan berat badan, dan memerlukan intervensi untuk mencapai berat badan yang sehat. Diagnosis ini bersifat positif dan berorientasi pada peningkatan kesehatan, bukan sekadar mengatasi defisit. Tujuannya adalah memfasilitasi klien dalam mengadopsi pola makan, gaya hidup, dan kebiasaan yang mendukung penambahan berat badan secara sehat dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti nafsu makan, pengetahuan gizi, status ekonomi, kondisi psikologis, dan penyakit penyerta. Perawat berperan sebagai edukator, fasilitator, dan pendukung dalam proses ini, bekerja sama dengan ahli gizi dan tenaga kesehatan lainnya.
Kode SLKI: l.03136.1 - l.03136.7
Deskripsi : Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) untuk "Promosi Berat Badan" terdiri dari tujuh luaran yang terukur. Luaran-luaran ini menggambarkan kondisi klien yang diharapkan setelah intervensi keperawatan. Pertama, Pengetahuan: Manajemen Berat Badan (l.03136.1), dimana klien menunjukkan pemahaman tentang prinsip gizi seimbang untuk menaikkan berat badan, kebutuhan kalori, dan pemilihan makanan padat nutrisi. Kedua, Status Nutrisi (l.03136.2), ditandai dengan peningkatan asupan makanan dan cairan sesuai rencana, serta peningkatan berat badan menuju target yang ditetapkan. Ketiga, Perilaku Mencari Informasi Kesehatan (l.03136.3), yaitu klien aktif mencari dan memanfaatkan sumber informasi terpercaya terkait gizi dan kesehatan. Keempat, Kepatuhan (l.03136.4), dimana klien mengikuti rencana asuhan gizi dan keperawatan yang disepakati. Kelima, Keterampilan Perawatan Diri: Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (l.03136.5), yaitu klien mampu merencanakan, menyiapkan, dan mengonsumsi makanan yang mendukung kenaikan berat badan. Keenam, Harga Diri (l.03136.6), ditunjukkan dengan pernyataan positif tentang diri dan penerimaan terhadap proses perubahan tubuh. Ketujuh, Toleransi Aktivitas (l.03136.7), yaitu peningkatan energi dan stamina untuk melakukan aktivitas sehari-hari seiring dengan membaiknya status gizi. Pencapaian luaran ini dievaluasi secara berkala untuk memantau kemajuan klien.
Kode SIKI: l.03136.1 - l.03136.9
Deskripsi : Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) untuk "Promosi Berat Badan" mencakup sembilan intervensi spesifik yang dapat dilakukan perawat. Intervensi dimulai dengan Pengkajian Berat Badan (l.03136.1), yaitu mengukur berat badan, tinggi badan, dan Indeks Massa Tubuh (IMT) secara berkala. Manajemen Lingkungan (l.03136.2) dengan menciptakan suasana makan yang nyaman dan bebas stres. Dukungan Nutrisi (l.03136.3) inti, meliputi kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun diet tinggi kalori dan protein, serta memantau asupan. Edukasi Kesehatan (l.03136.4) diberikan tentang pentingnya gizi, kelompok makanan, dan strategi meningkatkan asupan (seperti makan porsi kecil tapi sering). Manajemen Mual (l.03136.5) jika ada, dengan mengatur posisi makan, menghindari pemicu, dan pemberian obat sesuai kolaborasi. Peningkatan Nafsu Makan (l.03136.6) melalui penyajian makanan menarik, variasi menu, dan mungkin penggunaan suplemen penambah nafsu makan atas anjuran dokter. Dukungan Psikososial (l.03136.7) sangat krusial, dengan memberikan motivasi, mendengarkan keluhan, dan melibatkan keluarga sebagai sistem pendukung. Manajemen Aktivitas (l.03136.8) dengan menyeimbangkan antara istirahat dan aktivitas ringan untuk merangsang nafsu makan tanpa membakar kalori berlebihan. Terakhir, Rujukan Kolaboratif (l.03136.9) ke ahli gizi, dokter, atau psikolog jika ditemukan masalah medis atau psikologis yang mendasar. Kesembilan intervensi ini dilakukan secara holistik, terintegrasi, dan disesuaikan dengan kebutuhan unik setiap klien untuk mencapai tujuan promosi berat badan yang sehat dan berkelanjutan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434