Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 19227 | 03 Jul 2025
Klinis : Pusing,(+),Badan lemes, mual muntah2, sesak (-)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI sesuai dengan kondisi yang Anda sampaikan, dengan tone akademis dan persona pakar/perawat.
Diagnosa Keperawatan:
1. Intoleransi Aktivitas (00092)
Definisi: Ketidakmampuan untuk menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan karena adanya perasaan kelelahan.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 10018
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan karena adanya perasaan kelelahan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 10015
Definisi: Status kemampuan individu untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari sesuai dengan tingkat energi yang dimiliki.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 10001
Definisi: Serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membantu individu dalam mencapai tingkat energi yang optimal untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari.
Penjelasan singkat:
Diagnosa keperawatan "Intoleransi Aktivitas" sesuai dengan kondisi yang Anda sampaikan, yaitu "Badan lemes, mual muntah2". Pasien mengalami ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas rutin sehari-hari karena adanya perasaan kelelahan. Standar diagnosis, luaran, dan intervensi keperawatan yang sesuai adalah SDKI 10018, SLKI 10015, dan SIKI 10001. -
Article No. 19228 | 03 Jul 2025
Klinis : pasien mengeluh nyeri post oprasi, seperti melilit perih dan mual, pasien mengeluh sesak, batuh berdahak, pasien dipuasakan peoduksi NGT merah kehitaman 700cc, suara nafas ronki, secret cair kuning, hasil foto thorax broncopenomonia dan efusi paru kanan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan informasi yang diberikan, diagnosis dan tindakan medis yang sesuai adalah:
1. Kode ICD-10:
- Kode: R10.2
- Deskripsi: Nyeri perut dan panggul
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 96.6
- Deskripsi: Pemasangan selang nasogastrik
3. Kode ICD-10:
- Kode: R06.0
- Deskripsi: Sesak napas
4. Kode ICD-10:
- Kode: R05
- Deskripsi: Batuk
5. Kode ICD-10:
- Kode: R58
- Deskripsi: Perdarahan, tidak diklasifikasikan di tempat lain
6. Kode ICD-10:
- Kode: R09.1
- Deskripsi: Ronki pernapasan
7. Kode ICD-10:
- Kode: R25.0
- Deskripsi: Perubahan napas, tidak diklasifikasikan di tempat lain
8. Kode ICD-10:
- Kode: J15.9
- Deskripsi: Pneumonia bakteri, tidak diklasifikasikan di tempat lain
9. Kode ICD-10:
- Kode: J93.9
- Deskripsi: Efusi pleura, tidak diklasifikasikan di tempat lain
Penjelasan:
1. Kode R10.2 (Nyeri perut dan panggul) mencakup keluhan pasien mengenai nyeri pascaoperasi yang dirasakan melilit dan perih.
2. Kode 96.6 (Pemasangan selang nasogastrik) menggambarkan tindakan pemasangan NGT yang dilakukan pada pasien.
3. Kode R06.0 (Sesak napas) sesuai dengan keluhan pasien mengenai sesak napas.
4. Kode R05 (Batuk) sesuai dengan keluhan pasien mengenai batuk berdahak.
5. Kode R58 (Perdarahan, tidak diklasifikasikan di tempat lain) mencakup perdarahan dari NGT yang berwarna merah kehitaman.
6. Kode R09.1 (Ronki pernapasan) sesuai dengan temuan pemeriksaan suara napas ronki pada pasien.
7. Kode R25.0 (Perubahan napas, tidak diklasifikasikan di tempat lain) mencakup perubahan pola napas yang terjadi pada pasien.
8. Kode J15.9 (Pneumonia bakteri, tidak diklasifikasikan di tempat lain) sesuai dengan temuan foto toraks bronkopneumonia pada pasien.
9. Kode J93.9 (Efusi pleura, tidak diklasifikasikan di tempat lain) sesuai dengan temuan foto toraks efusi paru kanan pada pasien. -
Article No. 19229 | 03 Jul 2025
Klinis : pasien mengeluh nyeri post oprasi, seperti melilit perih dan mual, pasien mengeluh sesak, batuh berdahak, pasien dipuasakan peoduksi NGT merah kehitaman 700cc, suara nafas ronki, secret cair kuning, hasil foto thorax broncopenomonia dan efusi paru kanan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Akut (00132)
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut.
2. Mual (00134)
Definisi: Sensasi ketidaknyamanan dan keinginan untuk muntah.
3. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas (00030)
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
4. Gangguan Pertukaran Gas (00030)
Definisi: Ketidakmampuan untuk mempertahankan oksigenasi dan/atau menghilangkan karbondioksida.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Nyeri Akut (00132)
Kode: 10001
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut.
2. Mual (00134)
Kode: 10002
Definisi: Sensasi ketidaknyamanan dan keinginan untuk muntah.
3. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas (00030)
Kode: 10003
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
4. Gangguan Pertukaran Gas (00030)
Kode: 10004
Definisi: Ketidakmampuan untuk mempertahankan oksigenasi dan/atau menghilangkan karbondioksida.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Nyeri (1400)
Definisi: Pengurangan rasa sakit ke tingkat kenyamanan yang dapat diterima.
2. Kontrol Mual (1450)
Definisi: Pengurangan sensasi mual ke tingkat kenyamanan yang dapat diterima.
3. Bersihan Jalan Napas (0410)
Definisi: Kemampuan untuk membersihkan saluran napas.
4. Pertukaran Gas (0402)
Definisi: Keseimbangan antara oksigen dan karbondioksida.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Nyeri (1400)
Kode: 10001
Definisi: Pengurangan rasa sakit ke tingkat kenyamanan yang dapat diterima.
2. Kontrol Mual (1450)
Kode: 10002
Definisi: Pengurangan sensasi mual ke tingkat kenyamanan yang dapat diterima.
3. Manajemen Jalan Napas (3140)
Kode: 10003
Definisi: Mempertahankan atau meningkatkan ventilasi dan oksigenasi.
4. Manajemen Oksigenasi (3320)
Kode: 10004
Definisi: Memaksimalkan pertukaran gas.
Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda dalam memahami diagnosa keperawatan dan standar praktik keperawatan yang berlaku di Indonesia. Jika ada pertanyaan lain, jangan ragu untuk menanyakannya. -
Article No. 19230 | 03 Jul 2025
Klinis : post partum caesar gagal induksi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi post partum caesar gagal induksi:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Perdarahan (00046)
- SDKI: Risiko Perdarahan
- Definisi: Berada dalam kondisi rentan mengalami kehilangan darah yang berlebihan dari saluran genital.
- SLKI: Pengendalian Perdarahan
- SIKI: Manajemen Perdarahan
2. Nyeri Akut (00132)
- SDKI: Nyeri Akut
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau dijelaskan dalam istilah tersebut (International Association for the Study of Pain).
- SLKI: Manajemen Nyeri
- SIKI: Manajemen Nyeri
3. Gangguan Mobilitas Fisik (00085)
- SDKI: Gangguan Mobilitas Fisik
- Definisi: Keterbatasan dalam gerakan fisik yang disengaja dari satu atau lebih anggota tubuh.
- SLKI: Peningkatan Mobilitas
- SIKI: Manajemen Mobilitas
4. Kecemasan (00146)
- SDKI: Kecemasan
- Definisi: Perasaan tidak nyaman atau khawatir yang disebabkan oleh antisipasi bahaya.
- SLKI: Manajemen Kecemasan
- SIKI: Manajemen Kecemasan
Penjelasan singkat masing-masing komponen:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
- Merupakan sistem klasifikasi diagnosis keperawatan yang dikembangkan dan ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
- Terdiri dari definisi, karakteristik definisi, faktor berhubungan, dan faktor risiko.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
- Merupakan sistem klasifikasi luaran keperawatan yang dikembangkan dan ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
- Terdiri dari definisi, kriteria hasil, dan indikator hasil.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
- Merupakan sistem klasifikasi intervensi keperawatan yang dikembangkan dan ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
- Terdiri dari definisi, aktivitas, dan hasil yang diharapkan.
Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda dalam memahami diagnosa keperawatan dan komponen SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi post partum caesar gagal induksi. Jika ada pertanyaan lain, jangan ragu untuk bertanya. -
Article No. 19231 | 03 Jul 2025
Klinis : sesak, gds 300
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan informasi yang rinci dan terperinci terkait kondisi pasien dengan sesak napas dan GDS 300, dilihat dari perspektif keperawatan.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
Diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kondisi ini adalah "Ketidakefektifan Pola Napas" (SDKI 2017). Kondisi sesak napas dan gula darah sewaktu (GDS) yang tinggi (300 mg/dL) mengindikasikan adanya gangguan pada pola napas pasien, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan metabolisme, kondisi penyakit komorbid, atau komplikasi lainnya.
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Setelah dilakukan asuhan keperawatan yang komprehensif, luaran yang diharapkan adalah:
1. Pola Napas Efektif: Pasien menunjukkan pola napas yang dalam, teratur, dan tidak ada tanda-tanda sesak napas.
2. Kadar Gula Darah Terkendali: Pasien menunjukkan kadar gula darah sewaktu yang berada dalam rentang normal (80-180 mg/dL).
3. Pengetahuan Meningkat: Pasien dan keluarga memahami faktor-faktor yang memengaruhi pola napas dan kadar gula darah, serta strategi pengelolaan yang tepat.
4. Kemampuan Perawatan Mandiri Meningkat: Pasien dan keluarga mampu melakukan perawatan mandiri yang diperlukan untuk mengatasi masalah napas dan kadar gula darah.
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan untuk Mencapai Tujuan Luaran (SIKI):
Untuk mencapai luaran yang diharapkan, intervensi keperawatan yang diperlukan meliputi:
1. Pemantauan Tanda Vital: Melakukan pemantauan tanda-tanda vital secara berkala, termasuk frekuensi, irama, dan kedalaman napas, serta pemantauan kadar gula darah.
2. Terapi Oksigen: Memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan pasien untuk membantu meningkatkan oksigenasi.
3. Manajemen Napas: Mengajarkan teknik pernapasan yang efektif, seperti pernapasan diafragma, untuk membantu pasien meningkatkan pola napas.
4. Edukasi Gizi: Memberikan edukasi terkait diet yang sesuai untuk mengontrol kadar gula darah, termasuk pemilihan makanan dan jadwal makan.
5. Edukasi Kesehatan: Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang faktor-faktor yang memengaruhi pola napas dan kadar gula darah, serta pentingnya pengelolaan yang tepat.
6. Kolaborasi dengan Tim Kesehatan Lain: Berkolaborasi dengan dokter, ahli gizi, dan profesi kesehatan lainnya untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif.
Dengan intervensi keperawatan yang komprehensif dan kolaboratif, diharapkan pasien dapat mencapai luaran yang diharapkan, yaitu pola napas yang efektif, kadar gula darah yang terkendali, peningkatan pengetahuan, dan kemampuan perawatan mandiri yang meningkat. -
Article No. 19232 | 03 Jul 2025
Klinis : pemantauan respirasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, akan saya berikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi pemantauan respirasi sesuai dengan tone akademis dan persona pakar/perawat.
Diagnosa Keperawatan:
Pemantauan Respirasi (00032)
Definisi:
Kemampuan untuk mengamati, mengukur, dan menginterpretasikan pola pernapasan.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00032
Judul: Pemantauan Respirasi
Definisi: Kemampuan untuk mengamati, mengukur, dan menginterpretasikan pola pernapasan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 00032
Judul: Pemantauan Respirasi
Definisi: Hasil perawatan yang menggambarkan kemampuan individu dalam mengamati, mengukur, dan menginterpretasikan pola pernapasan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 6320
Judul: Pemantauan Respirasi
Definisi: Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mengamati, mengukur, dan menginterpretasikan pola pernapasan individu.
Penjelasan Singkat:
Pemantauan respirasi merupakan kemampuan perawat untuk mengobservasi, mengukur, dan menginterpretasikan pola pernapasan pasien. Hal ini penting untuk mendeteksi adanya perubahan atau gangguan pada sistem pernapasan dan melakukan intervensi yang tepat. Perawat harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam melakukan pemantauan respirasi, sehingga dapat mengidentifikasi masalah dan memberikan asuhan keperawatan yang sesuai. -
Article No. 19233 | 03 Jul 2025
Klinis : Seorang pasien, Tn.B dengan diagnosa medis Congestive Heart Failure (CHF). Pasien mengeluh sesak nafas saat beraktivitas dan terdapat edema pada ekstrimitas bawah. TD 150/90 mmHg, nadi 85 x/ menit, RR 19 x/ menit, temperature 37,50C. Saat ini pasien sering tirah baring dengan posisi semi fowler karena akan mudah sesak nafas bila beraktivitas. Saat ini pasien mendapatkan medikasi IV furosemide 20mg/ 8 jam via IV dan nicardipine 3-5 mg per jam yang diberikan melalui syringe pump.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kondisi yang Anda sampaikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk pasien Tn. B dengan diagnosa medis Congestive Heart Failure (CHF):
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer (kode: 00024)
- SDKI: Ketidakmampuan sirkulasi darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi pada tingkat seluler
- SLKI: Perubahan fungsi organ dan jaringan akibat penurunan suplai darah
- SIKI: Tindakan keperawatan untuk memperbaiki sirkulasi darah ke jaringan perifer
2. Intoleransi aktivitas (kode: 00092)
- SDKI: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan karena keterbatasan fisik dan/atau psikologis
- SLKI: Keterbatasan kapasitas fungsional untuk melakukan aktivitas sehari-hari
- SIKI: Tindakan keperawatan untuk meningkatkan toleransi dan kemampuan dalam melakukan aktivitas
3. Kelebihan volume cairan (kode: 00026)
- SDKI: Akumulasi cairan intravaskular, interstisial, dan/atau rongga tubuh
- SLKI: Perubahan status cairan yang mengakibatkan pembengkakan pada jaringan
- SIKI: Tindakan keperawatan untuk mengurangi kelebihan volume cairan dalam tubuh
Penjelasan singkat:
1. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer (kode: 00024)
- Disebabkan oleh penurunan fungsi jantung pada pasien dengan CHF, sehingga aliran darah ke jaringan perifer tidak optimal.
- Dapat mengakibatkan gangguan pada ekstremitas bawah, seperti edema.
2. Intoleransi aktivitas (kode: 00092)
- Disebabkan oleh penurunan kapasitas fungsional jantung pada pasien dengan CHF, sehingga pasien mudah mengalami sesak napas saat beraktivitas.
- Ditandai dengan keluhan sesak napas saat beraktivitas dan pasien cenderung memilih untuk tirah baring.
3. Kelebihan volume cairan (kode: 00026)
- Disebabkan oleh penurunan fungsi pompa jantung pada pasien dengan CHF, sehingga terjadi akumulasi cairan dalam tubuh.
- Ditandai dengan adanya edema pada ekstremitas bawah. -
Article No. 19234 | 03 Jul 2025
Klinis : Seorang pasien, Tn.B dengan diagnosa medis Congestive Heart Failure (CHF). Pasien mengeluh sesak nafas saat beraktivitas dan terdapat edema pada ekstrimitas bawah. TD 150/90 mmHg, nadi 85 x/ menit, RR 19 x/ menit, temperature 37,50C. Saat ini pasien sering tirah baring dengan posisi semi fowler karena akan mudah sesak nafas bila beraktivitas. Saat ini pasien mendapatkan medikasi IV furosemide 20mg/ 8 jam via IV dan nicardipine 3-5 mg per jam yang diberikan melalui syringe pump.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: **DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI UNTUK CHF (CONGESTIVE HEART FAILURE)**
*(Berdasarkan Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia [SDKI], Standar Luaran Keperawatan Indonesia [SLKI], dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia [SIKI] – PPNI)*
---
### **1. Gangguan Pertukaran Gas (SDKI: 00030)**
**Definisi:**
Ketidakmampuan tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi dan eliminasi karbondioksida akibat penurunan fungsi jantung, edema paru, atau kongesti vaskular.
**Data Klinis Pendukung:**
- Sesak napas saat aktivitas (dispnea on exertion).
- Posisi semi-Fowler untuk memfasilitasi pernapasan.
- RR 19x/menit (dalam batas normal, tetapi berpotensi meningkat saat aktivitas).
**Luaran (SLKI: 0401 – Status Pernapasan)**
- Kriteria Evaluasi:
- Frekuensi pernapasan dalam rentang normal (12–20x/menit).
- Tidak ada penggunaan otot aksesori.
- Saturasi O₂ ≥95%.
**Intervensi (SIKI: 3310 – Manajemen Jalan Napas & 3320 – Manajemen Pernapasan)**
- Monitor saturasi O₂ dan tanda vital tiap 4 jam.
- Anjurkan posisi semi-Fowler atau tinggi.
- Ajarkan teknik pernapasan diafragma.
- Kolaborasi pemberian oksigen jika diperlukan.
---
### **2. Intoleransi Aktivitas (SDKI: 00092)**
**Definisi:**
Ketidakmampuan melakukan aktivitas fisik akibat ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.
**Data Klinis Pendukung:**
- Pasien tirah baring karena sesak napas saat beraktivitas.
- Edema ekstremitas bawah menunjukkan retensi cairan.
**Luaran (SLKI: 0302 – Toleransi Aktivitas)**
- Kriteria Evaluasi:
- Pasien mampu melakukan aktivitas harian tanpa dispnea.
- Denyut nadi stabil selama aktivitas.
**Intervensi (SIKI: 0220 – Manajemen Energi)**
- Rencanakan aktivitas bertahap (istirahat-aktivitas-istirahat).
- Bantu pasien dalam aktivitas ADL (Activities of Daily Living).
- Monitor respons kardiovaskular (TD, nadi) sebelum/sesudah aktivitas.
---
### **3. Kelebihan Volume Cairan (SDKI: 00026)**
**Definisi:**
Peningkatan retensi cairan dan natrium akibat penurunan curah jantung.
**Data Klinis Pendukung:**
- Edema ekstremitas bawah.
- Pemberian furosemide (diuretik) untuk mengurangi overload cairan.
**Luaran (SLKI: 0601 – Keseimbangan Cairan)**
- Kriteria Evaluasi:
- Edema berkurang.
- Output urine >0,5 mL/kg/jam.
**Intervensi (SIKI: 4120 – Manajemen Cairan & 4130 – Manajemen Obat)**
- Monitor balance cairan (intake-output) harian.
- Timbang berat badan setiap hari.
- Kolaborasi pemberian diuretik sesuai resep (furosemide).
- Batasi asupan natrium dan cairan sesuai protokol.
---
### **4. Risiko Penurunan Curah Jantung (SDKI: 00240)**
**Definisi:**
Potensi ketidakmampuan jantung memompa darah secara adekuat akibat peningkatan afterload atau disfungsi miokard.
**Data Klinis Pendukung:**
- TD 150/90 mmHg (hipertensi).
- Terapi nicardipine (vasodilator) untuk mengurangi afterload.
**Luaran (SLKI: 0402 – Status Sirkulasi)**
- Kriteria Evaluasi:
- TD dalam rentang target (misal: <140/90 mmHg).
- Nadi teratur tanpa aritmia.
**Intervensi (SIKI: 4200 – Manajemen Jantung)**
- Monitor TD, nadi, dan ECG kontinu (apabila tersedia).
- Kolaborasi pemberian vasodilator (nicardipine) sesuai dosis.
- Edukasi tanda-tanda gagal jantung akut (ortopnea, peningkatan edema).
---
### **Catatan Akademis:**
1. **SDKI/SLKI/SIKI** digunakan untuk menstandarkan dokumentasi keperawatan berbasis evidence-based practice.
2. **Furosemide** bekerja dengan mengurangi preload, sementara **nicardipine** menurunkan afterload – keduanya target terapi CHF.
3. **Posisi semi-Fowler** meningkatkan ekspansi paru dan mengurangi venous return ke jantung.
*(Kode SDKI/SLKI/SIKI mengacu pada edisi terbaru PPNI, 2020–2023)*
---
**Referensi:**
- PPNI. (2020). *Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI)*.
- PPNI. (2020). *Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)*.
- PPNI. (2020). *Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI)*. -
Article No. 19235 | 03 Jul 2025
Klinis : Seorang pasien, Tn.B dengan diagnosa medis Congestive Heart Failure (CHF). Pasien mengeluh sesak nafas saat beraktivitas dan terdapat edema pada ekstrimitas bawah. TD 150/90 mmHg, nadi 85 x/ menit, RR 19 x/ menit, temperature 37,50C. Saat ini pasien sering tirah baring dengan posisi semi fowler karena akan mudah sesak nafas bila beraktivitas. Saat ini pasien mendapatkan medikasi IV furosemide 20mg/ 8 jam via IV dan nicardipine 3-5 mg per jam yang diberikan melalui syringe pump.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: **DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN PENJELASAN SDKI - SLKI - SIKI**
*(Berdasarkan Standar PPNI untuk Pasien Congestive Heart Failure/CHF)*
---
### **1. Diagnosa Keperawatan**
**Kode SDKI: G.0010**
**Gangguan Pertukaran Gas**
**Definisi:** Ketidakmampuan tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi dan eliminasi karbon dioksida akibat ketidakseimbangan ventilasi-perfusi.
**Data Klinis Pendukung:**
- Sesak napas saat aktivitas (dispnea on exertion).
- Posisi semi-Fowler untuk memfasilitasi pernapasan.
- RR 19x/menit (dalam batas normal, tetapi disertai distress pernapasan).
**Mekanisme:** Edema paru sekunder CHF mengurangi compliance paru dan mengganggu difusi gas.
**Kode SLKI Terkait:**
- **SLKI.0401:** Mempertahankan jalan napas paten.
- **SLKI.0402:** Memonitor status oksigenasi.
**Kode SIKI:**
- **SIKI.0401:** Auskultasi bunyi napas tiap 4 jam.
- **SIKI.0403:** Pemberian oksigen sesuai indikasi.
---
### **2. Diagnosa Keperawatan**
**Kode SDKI: G.0021**
**Penurunan Curah Jantung**
**Definisi:** Ketidakmampuan jantung memompa darah secara adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
**Data Klinis Pendukung:**
- Edema ekstremitas bawah (akibat peningkatan afterload dan retensi cairan).
- TD 150/90 mmHg (hipertensi memperberat beban jantung).
- Riwayat pemberian furosemide (untung mengurangi preload) dan nicardipine (vasodilator untuk afterload).
**Kode SLKI Terkait:**
- **SLKI.0201:** Mempertahankan curah jantung adekuat.
- **SLKI.0203:** Memonitor tanda-tanda gagal jantung.
**Kode SIKI:**
- **SIKI.0201:** Pantau tekanan darah, nadi, dan capillary refill tiap 2-4 jam.
- **SIKI.0205:** Batasi asupan cairan sesuai protokol.
---
### **3. Diagnosa Keperawatan**
**Kode SDKI: G.0018**
**Ketidakseimbangan Volume Cairan: Kelebihan**
**Definisi:** Peningkatan retensi cairan dan natrium melebihi kebutuhan tubuh.
**Data Klinis Pendukung:**
- Edema dependen (ekstremitas bawah).
- Pemberian diuretik (furosemide) untuk mengurangi overload cairan.
**Kode SLKI Terkait:**
- **SLKI.0301:** Mempertahankan keseimbangan cairan.
- **SLKI.0302:** Memonitor tanda overhidrasi.
**Kode SIKI:**
- **SIKI.0301:** Ukur balance cairan (intake-output) harian.
- **SIKI.0304:** Berikan edukasi pembatasan garam dan cairan.
---
### **4. Diagnosa Keperawatan**
**Kode SDKI: G.0009**
**Intoleransi Aktivitas**
**Definisi:** Ketidakmampuan melakukan aktivitas fisik akibat ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen.
**Data Klinis Pendukung:**
- Pasien tirah baring dengan posisi semi-Fowler.
- Sesak napas saat beraktivitas.
**Kode SLKI Terkait:**
- **SLKI.0501:** Meningkatkan toleransi aktivitas secara bertahap.
- **SLKI.0503:** Memonitor respons fisiologis terhadap aktivitas.
**Kode SIKI:**
- **SIKI.0501:** Rencanakan aktivitas dengan periode istirahat.
- **SIKI.0502:** Ajarkan teknik penghematan energi.
---
### **Catatan Akademis**
1. **SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia)** digunakan untuk menegakkan diagnosa berdasarkan data klinis.
2. **SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)** menentukan tujuan evaluasi, misalnya: "Curah jantung adekuat ditandai TD 120-130/80 mmHg dan edema berkurang."
3. **SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)** mengarah pada tindakan spesifik seperti pemberian diuretik atau pemantauan balance cairan.
**Referensi:**
- PPNI. (2017). *Standar Diagnosa, Luaran, dan Intervensi Keperawatan Indonesia (SDKI, SLKI, SIKI)*.
- Brunner & Suddarth. (2021). *Textbook of Medical-Surgical Nursing*. Edisi 15.
*(Format RTF dapat disesuaikan dengan template institusi terkait.)* -
Article No. 19236 | 03 Jul 2025
Klinis : Seorang pasien, Tn.B dengan diagnosa medis Congestive Heart Failure (CHF). Pasien mengeluh sesak nafas saat beraktivitas dan terdapat edema pada ekstrimitas bawah. TD 150/90 mmHg, nadi 85 x/ menit, RR 19 x/ menit, temperature 37,50C. Saat ini pasien sering tirah baring dengan posisi semi fowler karena akan mudah sesak nafas bila beraktivitas. Saat ini pasien mendapatkan medikasi IV furosemide 20mg/ 8 jam via IV dan nicardipine 3-5 mg per jam yang diberikan melalui syringe pump.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: **DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN PENJELASAN SDKI - SLKI - SIKI**
*(Berdasarkan Standar PPNI untuk Pasien Congestive Heart Failure (CHF))*
---
### **1. Diagnosa Keperawatan: Gangguan Pertukaran Gas (SDKI Code: 00030)**
**Definisi**: Ketidakmampuan tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi dan eliminasi karbon dioksida akibat ketidakseimbangan ventilasi-perfusi.
**Data Klinis Pendukung**:
- Sesak napas saat beraktivitas (dispnea on exertion).
- Posisi semi-Fowler untuk memfasilitasi pernapasan.
- RR 19x/menit (dalam batas normal, tetapi disertai distress pernapasan).
**SLKI (Standar Luaran Keperawatan)**:
- **Kode SLKI 0402**: *Perbaikan pertukaran gas*.
- Kriteria:
- Saturasi O₂ ≥95% (dengan/tanpa O₂).
- Pengurangan sesak napas.
- Tidak ada sianosis.
**SIKI (Standar Intervensi Keperawatan)**:
- **Kode SIKI 3310**: *Manajemen jalan napas*.
- Tindakan:
- Monitor saturasi O₂ dan tanda vital.
- Posisikan semi-Fowler/High Fowler.
- Berikan oksigen sesuai indikasi.
- Ajarkan teknik pernapasan dalam.
---
### **2. Diagnosa Keperawatan: Kelebihan Volume Cairan (SDKI Code: 00026)**
**Definisi**: Peningkatan retensi cairan dan natrium yang melebihi kebutuhan tubuh.
**Data Klinis Pendukung**:
- Edema ekstremitas bawah.
- TD 150/90 mmHg (hipertensi).
- Terapi furosemide (diuretik) untuk mengurangi overload cairan.
**SLKI**:
- **Kode SLKI 0303**: *Keseimbangan cairan tercapai*.
- Kriteria:
- Edema berkurang.
- Output urine adekuat (>0,5 mL/kg/jam).
- TD dalam rentang normal.
**SIKI**:
- **Kode SIKI 2120**: *Manajemen hipervolemia*.
- Tindakan:
- Monitor balance cairan (intake-output).
- Berikan diuretik sesuai protokol.
- Batasi asupan natrium dan cairan.
- Auskultasi suara paru (rales/ronkhi).
---
### **3. Diagnosa Keperawatan: Intoleransi Aktivitas (SDKI Code: 00092)**
**Definisi**: Ketidakmampuan melakukan aktivitas fisik akibat ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen.
**Data Klinis Pendukung**:
- Pasien tirah baring karena sesak napas saat beraktivitas.
- Kelemahan otot sekunder akibat penurunan cardiac output.
**SLKI**:
- **Kode SLKI 0401**: *Peningkatan toleransi aktivitas*.
- Kriteria:
- Pasien mampu beraktivitas bertahap tanpa sesak.
- Tanda vital stabil selama aktivitas.
**SIKI**:
- **Kode SIKI 5610**: *Dukungan ambulasi progresif*.
- Tindakan:
- Rencanakan aktivitas bertahap (ROM pasif/aktif).
- Monitor respons kardiopulmonal saat aktivitas.
- Kolaborasi dengan fisioterapi.
---
### **4. Diagnosa Keperawatan: Risiko Penurunan Cardiac Output (SDKI Code: 00240)**
**Definisi**: Ancaman ketidakmampuan jantung memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
**Data Klinis Pendukung**:
- CHF sebagai penyebab utama.
- Penggunaan nicardipine (vasodilator) untuk mengurangi afterload.
**SLKI**:
- **Kode SLKI 0301**: *Stabilitas hemodinamik*.
- Kriteria:
- TD dalam rentang target (misal: <140/90 mmHg).
- Nadi teratur tanpa disritmia.
**SIKI**:
- **Kode SIKI 4100**: *Pemantauan hemodinamik*.
- Tindakan:
- Monitor TD, nadi, dan tanda vital setiap 2-4 jam.
- Observasi tanda syok (kulit dingin, oliguria).
- Kolaborasi pemberian vasodilator/inotropik.
---
### **Catatan Akademis**:
1. **SDKI-SLKI-SIKI** merupakan standar PPNI yang terintegrasi untuk dokumentasi asuhan keperawatan berbasis evidence-based practice.
2. **Nicardipine** dan **furosemide** memerlukan pemantauan ketat elektrolit (terutama K⁺) dan tekanan darah untuk mencegah hipotensi/hipokalemia.
3. Re-evaluasi diagnosa keperawatan setiap 24 jam atau sesuai perkembangan kondisi pasien.
*(Referensi: Buku Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), SLKI, dan SIKI Edisi Terbaru - PPNI, 2023)*