Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24695 | 30 Mar 2026
Klinis : Tentukan diagnosa keperawatan, lalu susunlah Luaran dan Intervensi Keperawatan sesuai dengan 3S. Seorang balita (3 th) tidak mau makan dan hanya mau minum susu. BB berada di bawah garis merah pada KMS. Anak tampak sangat kurus (wasting).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh adalah keadaan di mana asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, yang dapat mengakibatkan penurunan berat badan, pertumbuhan terhambat, dan penurunan fungsi sistem tubuh. Pada balita, kondisi ini sering dikaitkan dengan pola makan yang tidak adekuat, seperti ketergantungan pada susu formula atau ASI tanpa MPASI yang cukup, pilih-pilih makanan, atau masalah pemberian makan. Dalam kasus ini, balita hanya mau minum susu dan menolak makanan padat, menyebabkan berat badan di bawah garis merah KMS dan tampak sangat kurus (wasting). Wasting menunjukkan penurunan berat badan yang cepat atau akut terhadap tinggi badan, yang merupakan tanda malnutrisi akut yang serius. Faktor penyebabnya bisa meliputi perilaku makan yang bermasalah, kurangnya variasi makanan, tekanan psikologis, atau masalah kesehatan dasar seperti infeksi. Dampaknya mencakup gangguan pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif yang terhambat, sistem imun yang lemah, dan peningkatan risiko morbiditas. Diagnosa ini memerlukan intervensi keperawatan untuk meningkatkan asupan nutrisi, memodifikasi perilaku makan, dan memantau pertumbuhan. Penilaian meliputi pengukuran antropometri (BB, TB, lingkar lengan), riwayat diet, tanda klinis (seperti kulit kering, rambut rontok), dan faktor lingkungan. Tujuannya adalah mencapai status nutrisi yang optimal sesuai usia.
Kode SLKI: L.03101
Deskripsi : Luaran Keperawatan: Status Nutrisi membaik. Deskripsi: Luaran ini mengacu pada perbaikan dalam asupan nutrisi dan indikator status gizi pada balita. Targetnya adalah peningkatan berat badan sesuai kurva pertumbuhan, peningkatan nafsu makan, dan penerimaan makanan yang beragam. Indikator luaran mencakup: 1) Peningkatan berat badan menuju garis normal pada KMS, dengan target berat badan naik secara progresif dan keluar dari zona bawah garis merah. 2) Asupan nutrisi yang adekuat, ditandai dengan balita mulai menerima makanan padat atau semi-padat selain susu, dengan porsi dan frekuensi sesuai usia. 3) Penurunan tanda klinis wasting, seperti pengisian jaringan lemak di bawah kulit (subkutan) yang membaik, kulit tidak lagi kendur, dan energi meningkat. 4) Perilaku makan yang positif, seperti anak menunjukkan ketertarikan pada makanan, tidak menolak makan, dan orang tua melaporkan peningkatan dalam pola makan. 5) Parameter antropometri lain (seperti lingkar lengan atas) menunjukkan perbaikan. Pencapaian luaran ini memerlukan waktu, tergantung keparahan malnutrisi dan respons anak. Pemantauan berkala dengan KMS sangat penting untuk mengevaluasi tren pertumbuhan. Selain itu, luaran juga mencakup peningkatan pengetahuan orang tua tentang nutrisi yang tepat untuk balita. Dengan intervensi yang konsisten, diharapkan status nutrisi balita mencapai kisaran normal untuk usianya, mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal.
Kode SIKI: I.05239
Deskripsi : Intervensi Keperawatan: Manajemen Nutrisi. Deskripsi: Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat dan mengatasi hambatan makan pada balita. Dilakukan dengan pendekatan 3S (Struktural, Sensitif, Stimulasi). 1) Struktural: Fokus pada penyediaan lingkungan dan sumber daya. Tindakan meliputi: a) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana diet tinggi kalori dan protein, dengan makanan yang disukai anak. b) Menyediakan makanan dalam porsi kecil namun sering (misalnya, 5-6 kali sehari) untuk menghindari kelebihan beban lambung. c) Memastikan makanan memiliki tekstur yang sesuai usia (lunak, menarik) dan suhu yang nyaman. d) Mengatur jadwal makan yang teratur, membatasi pemberian susu sebelum waktu makan utama agar anak lapar. e) Memantau berat badan secara rutin menggunakan KMS dan mencatat perkembangannya. 2) Sensitif: Fokus pada respons emosional dan dukungan psikologis. Tindakan meliputi: a) Memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya nutrisi dan cara menghadapi anak yang sulit makan tanpa paksaan. b) Menciptakan suasana makan yang menyenangkan, tanpa distraksi (seperti TV), dan dengan interaksi positif. c) Memberikan pujian saat anak mencoba makanan baru. d) Mendukung orang tua dalam mengelola stres terkait pola makan anak. e) Melibatkan orang tua dalam proses pemberian makan untuk meningkatkan ikatan. 3) Stimulasi: Fokus pada pengembangan perilaku makan yang tepat. Tindakan meliputi: a) Stimulasi nafsu makan dengan variasi makanan warna-warni dan bentuk menarik. b) Mengajak anak terlibat dalam menyiapkan makanan (misalnya, memilih buah) untuk meningkatkan ketertarikan. c) Memberikan contoh makan yang baik dari anggota keluarga lain. d) Menggunakan alat makan yang disukai anak (piring, sendok karakter). e) Stimulasi perkembangan oral dengan makanan yang merangsang kunyahan, sesuai kemampuan. Intervensi ini harus dilakukan secara holistik, dengan evaluasi terus-menerus dan penyesuaian berdasarkan respons anak. Tujuannya adalah mengubah kebiasaan hanya minum susu menjadi pola makan seimbang, sehingga status gizi membaik.
-
Article No. 24696 | 30 Mar 2026
Klinis : Seorang ibu hamil trimester III mengeluh sering buang air kecil, terutama pada malam hari (5-7 kali), sehingga tidurnya terganggu.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Gangguan pada kuantitas dan kualitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Perilaku tidur membaik. Kriteria hasil: 1) Mengungkapkan peningkatan kenyamanan dan kepuasan dengan pola tidur. 2) Mendemonstrasikan peningkatan periode tidur dan istirahat. 3) Menunjukkan perilaku yang mendukung tidur. 4) Mengungkapkan perasaan istirahat setelah tidur. 5) Mengungkapkan penurunan frekuensi terbangun malam hari. 6) Mengungkapkan penurunan gangguan tidur. 7) Mengungkapkan peningkatan kualitas tidur.
Kode SIKI: 3220
Deskripsi : Manajemen Lingkungan Tidur. Tindakan keperawatan: 1) Kaji faktor lingkungan yang mengganggu tidur (misal: kebisingan, pencahayaan, suhu, kenyamanan tempat tidur). 2) Atur lingkungan untuk meningkatkan tidur (misal: redupkan lampu, kurangi kebisingan, atur suhu ruangan, sediakan alas tidur yang nyaman). 3) Anjurkan untuk menggunakan penutup telinga atau penutup mata jika diperlukan. 4) Batasi pengunjung selama waktu istirahat. 5) Atur jadwal aktivitas untuk meminimalkan gangguan selama periode tidur. 6) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk mengatur lingkungan yang kondusif untuk tidur. 7) Monitor dan catat respons pasien terhadap modifikasi lingkungan. 8) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya lingkungan yang mendukung untuk tidur. 9) Anjurkan teknik relaksasi sebelum tidur. 10) Bantu pasien dalam melakukan ritual sebelum tidur (misal: membaca, mendengarkan musik lembut).
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Berdasarkan kondisi ibu hamil trimester III yang mengeluh sering buang air kecil (5-7 kali) pada malam hari sehingga tidurnya terganggu, diagnosa keperawatan yang paling tepat adalah Gangguan Pola Tidur (SDKI Kode 0004). Definisi dari diagnosa ini adalah suatu keadaan di mana individu mengalami gangguan atau perubahan dalam durasi, kualitas, atau pola tidurnya yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari. Pada kasus ini, penyebab utama (etiologi) gangguan tidur adalah frekuensi berkemih yang meningkat (nokturia) akibat tekanan mekanis dari uterus yang membesar pada kandung kemih, yang merupakan perubahan fisiologis normal pada kehamilan trimester III. Gangguan ini dimanifestasikan dengan kriteria utama seperti keluhan sulit tidur, sering terbangun di malam hari, dan perasaan tidak segar saat bangun, yang semuanya sesuai dengan keluhan pasien.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) dengan kode 1401 ditujukan untuk mengevaluasi pencapaian hasil asuhan keperawatan, yaitu "Perilaku tidur membaik". Luaran yang diharapkan bukanlah menghilangkan penyebab fisiologis (sering berkemih), tetapi mengelola dampaknya sehingga kualitas tidur ibu dapat meningkat. Kriteria hasil seperti penurunan frekuensi terbangun malam hari, peningkatan perasaan istirahat setelah tidur, dan peningkatan kualitas tidur secara subjektif adalah tujuan yang realistis. Perawat akan mengevaluasi apakah setelah intervensi, ibu melaporkan terbangun lebih sedikit meski tetap berkemih, atau merasa lebih mampu kembali tidur dengan cepat setelah berkemih, serta merasa lebih segar di pagi hari.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dengan kode 3220 yaitu "Manajemen Lingkungan Tidur" dipilih sebagai intervensi utama karena berfokus pada modifikasi faktor eksternal yang dapat dikontrol untuk memfasilitasi tidur yang lebih baik, mengingat faktor penyebab (nokturia) bersifat fisiologis dan tidak dapat dihilangkan. Tindakan spesifik sangat relevan: mengatur lingkungan tidur yang nyaman (suhu, cahaya, kebisingan) dapat membantu ibu kembali tidur dengan lebih mudah setelah terbangun untuk ke kamar mandi. Edukasi tentang pembatasan asupan cairan di sore dan malam hari (meski tetap menjaga hidrasi secara keseluruhan) dapat dikategorikan dalam tindakan mengatur jadwal aktivitas/minum. Teknik relaksasi dan ritual sebelum tidur (seperti mendengarkan musik lembut atau membaca) membantu mempersiapkan mental untuk tidur dan mempermudah tidur ulang. Perawat juga akan mengedukasi ibu tentang posisi tidur yang nyaman (miring ke kiri) untuk meningkatkan sirkulasi dan mengurangi tekanan, serta mungkin menyarankan untuk mengosongkan kandung kemih sepenuhnya setiap kali berkemih. Monitoring respons ibu terhadap intervensi ini sangat penting untuk menilai efektivitas dan melakukan penyesuaian jika diperlukan. Pendekatan ini holistik, aman, dan dapat dilaksanakan secara mandiri oleh perawat untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup ibu hamil tersebut.
-
Article No. 24697 | 30 Mar 2026
Klinis : Seorang ibu (25 th) merasa tidak mampu merawat bayinya yang baru lahir. Ia merasa tidak memiliki ikatan batin dan sering membiarkan bayinya menangis lama
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Ikatan antara Ibu dan Bayi
Kode SDKI: D.0126
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya gangguan dalam membentuk dan mempertahankan hubungan saling percaya dan afeksi yang mendalam antara ibu dan bayinya.
Kode SLKI: L.15028
Deskripsi : Ibu mampu membentuk dan mempertahankan ikatan (bonding) dengan bayinya. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Ibu menunjukkan perilaku positif terhadap bayi (misalnya menatap, menyentuh, mengelus, menggendong dengan tepat). 2) Ibu mampu mengenali dan merespons isyarat-isyarat bayi (seperti tangisan, gerakan) dengan tepat dan cepat. 3) Ibu menyatakan perasaan sayang dan keterikatan dengan bayi. 4) Ibu terlibat aktif dalam perawatan bayi (memandikan, menyusui, mengganti popok). 5) Ibu menunjukkan kenyamanan dan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan bayi. 6) Ibu mendemonstrasikan pemahaman tentang kebutuhan perkembangan dan keamanan bayi.
Kode SIKI: I.15028
Deskripsi : Intervensi untuk memfasilitasi ikatan antara ibu dan bayi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Mengkaji faktor-faktor yang menghambat ikatan, seperti kelelahan ibu, kurangnya dukungan sosial, pengalaman persalinan yang traumatis, pengetahuan yang kurang, atau adanya perasaan sedih pasca persalinan (baby blues). 2) Memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya kontak dini kulit ke kulit (skin to skin) setelah kelahiran dan manfaatnya dalam membangun ikatan serta regulasi kondisi bayi. 3) Mendemonstrasikan dan mendorong ibu untuk melakukan perilaku bonding seperti menggendong dengan kontak mata (en face position), berbicara dengan suara lembut, menyentuh, dan memeluk bayi. 4) Membantu ibu mengenali dan menafsirkan isyarat perilaku bayi (tanda lapar, lelah, ingin digendong) untuk meningkatkan rasa kompetensi ibu. 5) Memfasilitasi pemberian ASI dengan mendukung posisi menyusui yang nyaman dan membimbing teknik menyusui yang benar, karena menyusui adalah momen bonding yang sangat kuat. 6) Memberikan pujian dan penguatan positif atas setiap usaha yang dilakukan ibu dalam merawat bayinya, sekecil apapun, untuk membangun kepercayaan dirinya. 7) Melibatkan anggota keluarga lain (suami, orang tua) untuk memberikan dukungan emosional dan praktis, sehingga ibu tidak merasa terbebani sendirian. 8) Menciptakan lingkungan yang tenang dan privat untuk mendukung interaksi ibu dan bayi tanpa gangguan yang tidak perlu. 9) Mengobservasi dan mendokumentasi perkembangan interaksi ibu-bayi serta respons ibu terhadap intervensi yang diberikan. 10) Bila ditemukan tanda-tanda depresi postpartum yang lebih berat (kesedihan mendalam, ketidakpedulian yang ekstrem, pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bayi), segera lakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan mental (psikolog/psikiater) untuk penanganan lebih lanjut. Intervensi ini bertujuan untuk meningkatkan kepekaan ibu terhadap kebutuhan bayi dan membangun hubungan saling percaya yang menjadi dasar perkembangan emosional dan sosial anak di masa depan.
-
Article No. 24698 | 30 Mar 2026
Klinis : Seorang ibu hamil trimester III mengeluh sering buang air kecil, terutama pada malam hari (5-7 kali), sehingga tidurnya terganggu.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Gangguan pada jumlah dan kualitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu kehidupan yang diinginkan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Perilaku tidur membaik. Kriteria hasil: 1) Mengungkapkan peningkatan kenyamanan dan kepuasan dengan pola tidur. 2) Mengungkapkan peningkatan perasaan istirahat setelah tidur. 3) Mengikuti rutinitas waktu tidur yang tepat. 4) Mendemonstrasikan perilaku untuk mempromosikan tidur. 5) Mendemonstrasikan perilaku untuk meminimalkan gangguan tidur. 6) Mendapatkan jumlah tidur yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan. 7) Mendapatkan kualitas tidur yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan.
Kode SIKI: 3360
Deskripsi : Manajemen Lingkungan Tidur. Tindakan keperawatan: 1) Kaji faktor lingkungan yang mengganggu tidur (misal: kebisingan, pencahayaan, suhu ruangan, kenyamanan tempat tidur). 2) Minimalkan kebisingan dan cahaya yang tidak diperlukan. 3) Atur suhu ruangan sesuai kenyamanan pasien. 4) Pastikan keamanan lingkungan tidur. 5) Anjurkan untuk menggunakan penutup telinga atau penutup mata jika diperlukan. 6) Anjurkan untuk menggunakan bantal penyangga untuk posisi yang nyaman. 7) Atur posisi tempat tidur sesuai kenyamanan pasien. 8) Kolaborasi dengan keluarga untuk menyediakan lingkungan yang kondusif untuk tidur. 9) Monitor dan catat respons pasien terhadap modifikasi lingkungan. Tindakan ini bertujuan menciptakan suasana fisik yang mendukung untuk memulai dan mempertahankan tidur, yang sangat penting bagi ibu hamil trimester III yang mengalami ketidaknyamanan fisik.
Kondisi: Gangguan Eliminasi Urin
Kode SDKI: 0302
Deskripsi Singkat: Gangguan dalam pengeluaran urine.
Kode SLKI: 0602
Deskripsi : Eliminasi urin membaik. Kriteria hasil: 1) Volume, warna, dan karakteristik urine dalam batas normal. 2) Tidak mengeluh urgensi, frekuensi, disuria, atau nokturia. 3) Mendemonstrasikan teknik untuk mengatasi gangguan eliminasi urin. 4) Mengungkapkan tidak ada keluhan mengompol. 5) Mengungkapkan peningkatan kenyamanan saat berkemih.
Kode SIKI: 0580
Deskripsi : Manajemen Inkontinensia. Tindakan keperawatan: 1) Kaji pola berkemih, termasuk frekuensi, volume, dan faktor pemicu. 2) Anjurkan untuk membatasi asupan cairan 2-3 jam sebelum tidur, namun tetap menjaga hidrasi yang adekuat di siang hari. 3) Ajarkan latihan Kegel untuk memperkuat otot dasar panggul. 4) Anjurkan untuk mengosongkan kandung kemih secara teratur dan lengkap. 5) Ajarkan teknik manajemen urgensi, seperti pernapasan dalam atau distraksi. 6) Anjurkan posisi berkemih yang optimal (misal, membungkuk sedikit ke depan) untuk memastikan pengosongan maksimal. 7) Monitor tanda-tanda infeksi saluran kemih. 8) Berikan edukasi bahwa nokturia pada kehamilan trimester III adalah umum akibat tekanan uterus pada kandung kemih dan perubahan hormonal, namun dapat dikelola. 9) Kolaborasi dalam pemberian edukasi nutrisi untuk menghindari iritan kandung kemih seperti kafein. Tindakan ini ditujukan untuk mengelola gejala, meningkatkan kontrol, dan mencegah komplikasi seperti infeksi, sekaligus memberikan penjelasan fisiologis untuk mengurangi kecemasan.
-
Article No. 24699 | 30 Mar 2026
Klinis : Penggunaan pacu jantung - Pria 62 tahun, masuk CVCU dengan diagnosa medis STEMI inferior + RV Infark onset 3 jam TIMI 5/14, Total AV Blok e.c ACS, Hipertensi Stage I, DM Tipe 2 tidak terkontrol, AKI Stage I, dan CAP. Saat di IGD Pasien mengeluhkan nyeri dada sejak 3 jam sebelum masuk rumah sakit, Nyeri dada timbul secara tiba-tiba, saat mengendarai motor. Saat pengkajian didapatkan data Frekuensi nafas 18 kali/menit, batuk, pasien merasa sesak bila berpindah posisi, tidak ada penggunaan otot bantu nafas, pasien mengeluhkan tubuh terasa lemah dan mudah letih. Pasien merasa sesak saat berpindah posisi, dan juga batuk.pergerakan dinding dada simetris kiri dan kanan, SaO2 99% dan diberikan terapi O2 Binasal 4 liter/menit. Terpasang TPM mode standby off, tekanan darah 154/85 mmHg, suhu tubuh 36,70C, akral teraba hangat, denyut nadi 100 kali/menit, nadi perifer teraba kuat, CRT<3 detik, intake 2278 cc dan output 1165 cc (dalam 24 jam) dengan kateter. GCS : 15 (E4M6V5), kesadaran Composmentis, pupil isokor, ukuran pupil 2/2 mm, refleks pupil terhadap cahaya +/+, nyeri dada (-), pusing masih terasa. Gambaran EKG: Sinus Rythm, QRS Rate 100x/i, gelombang P normal, PR interval (0,36), QRS durasi (0,02), ST elevasi di lead II, III, aVF, ST depresi pada aVL. Pada ekstremitas kiri atas terpasang IV line NaCl 0,9% 500cc/24 jam, drip critical ill insulin 2 mcg/jam, ekstremitas kanan atas terpasang manset tensimeter dan tidak ada edema pada ektremitas Terdapat bekas insersi sheath di vena femoralis dextra. Luka tertutup balutan, tidak ada hematoma, tidak ada rembesan. Motoric tidak ada massalah. Pemeriksaan laboratorium Hb 12,6 g/dl, Leukosit 12.312 /mm3, Hematokrit 38%, GDS 443 mg/dl, kreatinin 1,7 mg/dl, ureum 39 mg/dl, Na. 134 Mmol/L, Kalium 4,3 Mmol/L, Troponin I 126 mg/ml, PH 7,493, PCO2 29,5 mmhg, PO2 83 mmhg, HCO3 228 mmol/l, BE -0,7 mmol/L. Hasil Angiografi : LM: Normal, LAD: Stenosis 70-75% di proximal, lesi tipe B, LCx: Stenosis 70-75% di OM1, lesi tipe B, RCA: Stenosis 90-95% di, lesi tipe C, Hasil: CAD3VD Pasien adalah perokok aktif, merokok sudah lebih dari 20 tahun, belum berhenti sampai sekarang. berat badan 70 Kg dan tinggi badan 165. Pasien bekerja sebagai pedagang yang dimulai jam 9 pagi sampai jam 10 malam No. Nama Obat Terapi Oral 1 Atorvastatin 1 x 40 mg 2 Laxadine 1x 10 cc 3 Aspilet 1x 160 mg 4 Ramipril 1x 1,25 mg 5 Brilinta 2x 90 mg Terapi Parenteral 1 IVFD NaCl 0,9% 500cc/ 24 jam 2 Drip critical ill insulin 2mcg/jam 3 Ranitidine 2x 50 mg 4 Ceftriaxone 1x 2 g 5 Novorapid 3x5 IU Terapi Inhalasi 1 Fluimucyl 2x 1 resp
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana volume darah yang dipompa oleh jantung per menit (cardiac output) tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh atau kebutuhan oksigenasi jaringan.
Kode SLKI: L.14018
Deskripsi : Curah jantung membaik. Ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam rentang normal yang diharapkan, 2) Denyut nadi dalam rentang normal yang diharapkan, 3) Nadi perifer teraba, 4) Warna kulit normal, 5) Tidak ada edema paru, 6) Haluaran urine adekuat, 7) Status mental baik.
Kode SIKI: I.14066
Deskripsi : 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan saturasi oksigen. 2) Kaji kualitas dan kekuatan nadi perifer. 3) Kaji warna, kehangatan, dan kelembaban kulit. 4) Kaji status pernapasan (irama, kedalaman, usaha napas, bunyi napas). 5) Pertahankan kepatenan jalan napas. 6) Berikan terapi oksigen sesuai program. 7) Kaji status neurologis/tingkat kesadaran. 8) Monitor haluaran urine. 9) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi sesuai program (seperti inotropik, vasodilator, diuretik). 10) Atur keseimbangan cairan. 11) Anjurkan tirah baring, batasi aktivitas. 12) Bantu aktivitas perawatan diri sesuai toleransi. 13) Berikan dukungan psikologis. 14) Ajarkan tanda dan gejala penurunan curah jantung yang harus dilaporkan.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Perifer
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan nutrisi dan oksigenasi pada tingkat kapiler yang dapat menyebabkan gangguan pada fungsi sel.
Kode SLKI: L.14024
Deskripsi : Perfusi jaringan perifer membaik. Ditandai dengan: 1) Nadi perifer teraba kuat dan simetris, 2) Tekanan darah dalam rentang normal, 3) Warna kulit normal, 4) Suhu kulit hangat, 5) Pengisian kapiler < 3 detik, 6) Tidak ada nyeri, 7) Tidak ada edema.
Kode SIKI: I.14075
Deskripsi : 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan). 2) Kaji kualitas nadi perifer (kekuatan, irama). 3) Kaji warna, suhu, dan kelembaban kulit. 4) Kaji pengisian kapiler. 5) Kaji adanya nyeri, edema, atau perubahan sensasi. 6) Anjurkan untuk menghindari menyilangkan kaki atau pergelangan kaki. 7) Anjurkan perubahan posisi secara periodik. 8) Lindungi ekstremitas dari cedera. 9) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi sesuai program (seperti antikoagulan, antiplatelet). 10) Monitor hasil pemeriksaan diagnostik (seperti laboratorium koagulasi). 11) Ajarkan tanda dan gejala gangguan perfusi yang harus dilaporkan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0060
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.15043
Deskripsi : Risiko infeksi berkurang. Ditandai dengan: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal, 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi (rubor, kalor, dolor, tumor, functio laesa), 3) Hasil laboratorium dalam rentang normal, 4) Menerapkan perilaku pencegahan infeksi.
Kode SIKI: I.15017
Deskripsi : 1) Monitor tanda-tanda vital, terutama suhu tubuh. 2) Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan. 3) Pertahankan teknik aseptik dan steril pada setiap prosedur invasif (perawatan luka insersi sheath, pemasangan infus). 4) Kaji area kulit sekitar luka/tempat insersi alat invasif terhadap tanda infeksi (kemerahan, bengkak, nyeri, panas, discharge). 5) Lakukan perawatan luka sesuai standar. 6) Anjurkan intake nutrisi yang adekuat. 7) Kolaborasi pemberian terapi antibiotik sesuai program. 8) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (seperti leukosit). 9) Ajarkan kepada pasien/keluarga tanda dan gejala infeksi.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0093
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana seseorang mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk melanjutkan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.04006
Deskripsi : Toleransi aktivitas membaik. Ditandai dengan: 1) Mampu melakukan aktivitas secara bertahap, 2) Tanda-tanda vital dalam rentang normal selama dan setelah aktivitas, 3) Tidak mengeluh lelah, sesak, nyeri dada, atau pusing selama dan setelah aktivitas, 4) Kekuatan otot membaik.
Kode SIKI: I.04016
Deskripsi : 1) Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (tekanan darah, nadi, pernapasan, saturasi oksigen, keluhan sesak/nyeri dada). 2) Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai toleransi. 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas. 4) Anjurkan aktivitas bertahap (dari aktivitas ringan di tempat tidur, duduk, berdiri, berjalan). 5) Ajarkan teknik penghematan energi. 6) Atur lingkungan untuk memudahkan aktivitas pasien. 7) Kolaborasi dengan tim rehabilitasi jantung jika diperlukan. 8) Berikan dukungan psikologis untuk meningkatkan motivasi.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Lebih dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang melebihi kebutuhan metabolik, ditandai dengan berat badan lebih dari 20% berat badan ideal dan/atau Indeks Massa Tubuh (IMT) >25 kg/m2.
Kode SLKI: L.03008
Deskripsi : Status nutrisi membaik. Ditandai dengan: 1) Berat badan mencapai berat badan ideal, 2) IMT dalam rentang normal, 3) Pola makan sesuai kebutuhan, 4) Memahami program diet.
Kode SIKI: I.03020
Deskripsi : 1) Kaji pola makan dan kebiasaan makan. 2) Timbang berat badan secara teratur. 3) Hitung Indeks Massa Tubuh (IMT). 4) Kaji pengetahuan pasien tentang nutrisi dan diet yang dianjurkan. 5) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan pola diet (diet jantung, rendah garam, rendah gula, rendah lemak). 6) Anjurkan pembatasan asupan kalori sesuai program. 7) Anjurkan peningkatan aktivitas fisik sesuai toleransi. 8) Ajarkan pemilihan makanan yang sehat. 9) Berikan dukungan dan motivasi untuk perubahan perilaku. 10) Monitor kadar gula darah dan profil lipid.
-
Article No. 24700 | 30 Mar 2026
Klinis : 1. Kekurangan Volume Cairan yang b.d kehilangan darah berlebihan akibat implementasi plasenta abnormal, risiko pemisahan akibat pembukaan serviks. 2. Gangguan Perfusi Jaringan Perifer yang b.d hipovolemia. 3. Risiko Infeksi yang b.d hemoragi, plasenta previa. 4. Cemas yang b.d risiko terhadap kesejahteraan janin 5. Kurang Pengetahuan yang b.d regimen terapi. 6. Gangguan Penatalaksanaan Pemeliharaan Rumah yang b.d tirah baring dan pembatasan aktivitas. 7. Risiko Gangguan Pelekatan Orang Tua /Bayi yang b.d kemungkinan terhadap kebutuhan perawatan khusus bayi. 8. Gangguan Harga Diri yang b.d komplikasi pada kehamilan.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Kekurangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Kekurangan volume cairan adalah keadaan dimana individu mengalami atau berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskuler, interstisial, dan/atau intraseluler. Pada kondisi pasien dengan plasenta previa atau solusio plasenta, kehilangan darah yang berlebihan (hemoragi) merupakan penyebab langsung dari hipovolemia ini. Defisit volume cairan dapat mengancam jiwa karena berdampak pada perfusi organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal. Manifestasinya dapat meliputi peningkatan denyut jantung (takikardia), penurunan tekanan darah (hipotensi), penurunan turgor kulit, membran mukosa kering, penurunan produksi urin (oliguria), rasa haus, dan kelemahan. Pada ibu hamil, kondisi ini juga secara langsung membahayakan janin karena mengurangi aliran darah uteroplasenta, menyebabkan gawat janin.
Kode SLKI: L.03113
Deskripsi : SLKI L.03113 berfokus pada pemulihan dan pemeliharaan keseimbangan cairan. Luaran yang diharapkan meliputi: Tanda-tanda vital (denyut nadi, tekanan darah, pernapasan, suhu) dalam rentang normal untuk pasien. Keseimbangan cairan tercapai, ditandai dengan masukan dan haluaran yang seimbang. Turgor kulit elastis dan membran mukosa lembab. Produksi urin adekuat (≥ 30 ml/jam). Tidak ada tanda syok hipovolemik seperti kulit dingin, pucat, atau penurunan kesadaran. Parameter laboratorium (seperti hemoglobin, hematokrit, elektrolit) menunjukkan perbaikan menuju nilai normal. Pada konteks kebidanan, luaran juga mencakup tanda-tanda gawat janin teratasi atau tidak muncul, yang ditandai dengan denyut jantung janin dalam rentang normal (120-160 dpm) dan pola yang reaktif.
Kode SIKI: I.05239
Deskripsi : Intervensi keperawatan I.05239 ditujukan untuk mengatasi defisit volume cairan. Intervensi ini meliputi: Memantau ketat tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) setiap 15 menit hingga stabil, kemudian setiap 1-4 jam sesuai kondisi. Memantau tanda-tanda klinis dehidrasi dan syok (turgor kulit, capillary refill, warna dan suhu kulit, tingkat kesadaran). Memasang dan mempertahankan akses intravena dengan kanula ukuran besar untuk resusitasi cairan. Memberikan cairan pengganti (cairan kristaloid seperti NaCl 0.9% atau Ringer Laktat) sesuai instruksi dokter, dengan kecepatan yang ditentukan berdasarkan kondisi pasien dan respons hemodinamik. Memantau keseimbangan cairan masukan dan haluaran secara akurat setiap jam. Memantau hasil pemeriksaan laboratorium (Hb, Ht, elektrolit). Memposisikan pasien dengan posisi trendelenburg atau miring ke kiri untuk meningkatkan aliran darah balik vena dan perfusi uteroplasenta. Memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk memaksimalkan saturasi oksigen. Berkolaborasi untuk pemberian transfusi darah jika diperlukan. Memantau status janin secara kontinu dengan Kardiotokografi (CTG). Mempersiapkan pasien untuk tindakan operatif (seksio sesarea) jika perdarahan tidak terkontrol. Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya tirah baring dan melaporkan segera jika ada tanda perdarahan bertambah.
Kondisi: Gangguan Perfusi Jaringan Perifer
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Gangguan perfusi jaringan perifer adalah keadaan dimana individu mengalami atau berisiko mengalami penurunan nutrisi dan oksigenasi pada tingkat kapiler ke jaringan tubuh perifer akibat masalah sirkulasi darah. Pada pasien dengan hipovolemia akibat perdarahan obstetri, gangguan perfusi ini merupakan konsekuensi langsung dari penurunan volume darah yang bersirkulasi (curah jantung) dan vasokonstriksi kompensasi tubuh. Tubuh mengalihkan aliran darah dari area perifer (seperti kulit, ekstremitas) untuk mempertahankan perfusi ke organ vital (jantung, otak, ginjal). Hal ini mengakibatkan tanda-tanda seperti kulit dingin, pucat, sianosis (kebiruan) pada ujung jari/kaki, capillary refill time yang memanjang (>3 detik), penurunan atau tidak terabanya denyut nadi perifer, serta penurunan suhu kulit. Gangguan ini merupakan indikator beratnya syok hipovolemik yang dialami pasien.
Kode SLKI: L.03005
Deskripsi : SLKI L.03005 bertujuan untuk memulihkan perfusi jaringan perifer yang adekuat. Luaran yang diharapkan adalah: Denyut nadi perifer (radial, dorsalis pedis, tibialis posterior) dapat teraba kuat dan simetris. Warna kulit kembali normal (tidak pucat atau sianosis). Suhu kulit hangat dan kering. Capillary refill time kembali normal (<3 detik). Tidak ada keluhan kesemutan, baal, atau nyeri pada ekstremitas. Tekanan darah dan denyut nadi dalam rentang normal, menunjukkan perbaikan curah jantung. Produksi urin adekuat (≥ 30 ml/jam) sebagai indikator perfusi ginjal yang membaik. Tingkat kesadaran pasien baik (compos mentis), menunjukkan perfusi serebral yang adekuat.
Kode SIKI: I.08010
Deskripsi : Intervensi keperawatan I.08010 difokuskan untuk meningkatkan perfusi jaringan. Intervensi meliputi: Memantau kualitas dan kekuatan denyut nadi perifer (radial, femoral, dorsalis pedis) setiap 1-2 jam. Memeriksa warna, suhu, dan kelembaban kulit serta capillary refill time secara berkala. Menghangatkan ekstremitas pasien dengan selimut, hindari penggunaan bantal pemanas langsung karena risiko luka bakar pada pasien dengan gangguan sensasi. Memposisikan pasien untuk optimalisasi sirkulasi, hindari posisi yang menekan pembuluh darah. Memantau tanda-tanda vital dan status hemodinamik secara ketat. Memberikan terapi oksigen untuk memenuhi kebutuhan oksigen jaringan. Melakukan kolaborasi pemberian cairan intravena dan obat-obatan (seperti vasopressor jika diperlukan) sesuai instruksi dokter untuk meningkatkan volume intravaskuler dan tekanan darah. Mengajarkan dan mendorong mobilisasi bertahap jika kondisi sudah memungkinkan, atau melakukan latihan gerak pasif pada ekstremitas jika pasien harus tirah baring total untuk mencegah stasis vena. Memantau dan mendokumentasikan setiap perubahan status neurovaskuler.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Risiko infeksi adalah keadaan dimana individu berisiko meningkat untuk diserang oleh patogen (bakteri, virus, jamur, parasit) akibat pertahanan tubuh yang tidak adekuat. Pada pasien dengan perdarahan obstetri (hemoragi) dan plasenta previa, beberapa faktor meningkatkan risiko ini. Pertama, perdarahan menyebabkan anemia dan penurunan kapasitas pengangkutan oksigen, yang melemahkan respons imun seluler. Kedua, perdarahan dan prosedur invasif (seperti pemasangan infus, kateter, atau tindakan operatif) merusak integritas kulit dan membran mukosa sebagai pertahanan fisik pertama. Ketiga, plasenta previa seringkali memerlukan penanganan dengan seksio sesarea, yang merupakan pembedahan mayor dengan risiko infeksi luka operasi. Keempat, sisa jaringan plasenta atau darah yang tertahan di dalam uterus dapat menjadi media pertumbuhan mikroorganisme. Patogen dapat masuk melalui jalan lahir, luka operasi, atau akses intravena.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : SLKI L.15001 bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi. Luaran yang diharapkan adalah: Pasien bebas dari tanda dan gejala infeksi, seperti demam (suhu ≤ 37.5°C), kemerahan, bengkak, nyeri, atau adanya drainase purulen pada area luka/luka operasi/situs infus. Tanda-tanda vital dalam rentang normal. Hasil pemeriksaan laboratorium (seperti leukosit) dalam batas normal. Luka bersih, kering, dan menunjukkan proses penyembuhan yang baik. Pasien dan keluarga mampu mendemonstrasikan teknik pencegahan infeksi, seperti cuci tangan yang benar dan perawatan luka. Pasien memahami tanda-tanda infeksi yang perlu dilaporkan segera.
Kode SIKI: I.08220
Deskripsi : Intervensi keperawatan I.08220 adalah pengendalian infeksi. Intervensi ini mencakup: Menerapkan prinsip aseptik dan antiseptik ketat pada semua prosedur invasif (pemasangan infus, kateter, perawatan luka). Mencuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan pasien. Memantau tanda-tanda vital, terutama suhu tubuh, setiap 4-8 jam. Mengobservasi area luka (jika ada), lokasi pemasangan infus, dan daerah perineum untuk tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, nyeri, panas, atau adanya sekret. Melakukan perawatan luka sesuai standar. Mengganti balutan dan perangkat infus sesuai jadwal atau jika terkontaminasi. Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya keb
Article No. 24701 | 30 Mar 2026
Klinis : plasenta previa
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Plasenta Previa
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko Perdarahan
Kode SLKI: L.08016
Deskripsi : Perdarahan Terkendali
Kode SIKI: I.01299
Deskripsi : Manajemen Perdarahan
Penjelasan Lengkap:
Diagnosa Keperawatan (SDKI - D.0019 Risiko Perdarahan): Diagnosa ini ditetapkan karena plasenta previa merupakan kondisi di mana plasenta menempel di segmen bawah rahim, menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Posisi abnormal ini membuat plasenta rentan terlepas atau mengalami perdarahan, terutama saat serviks mulai berdilatasi atau terjadi kontraksi uterus. Risiko perdarahan bersifat mengancam jiwa baik bagi ibu (syok hipovolemik, anemia, kematian) maupun janin (gawat janin akibat hipoksia, prematuritas, kematian). Defisinya adalah "Risiko Perdarahan: Rentan terhadap penurunan volume darah yang dapat membahayakan kesehatan", yang secara sempurna menggambarkan ancaman utama pada pasien dengan plasenta previa. Fokus keperawatan adalah pada pencegahan, deteksi dini, dan kesiapan menangani episode perdarahan.
Luaran Keperawatan (SLKI - L.08016 Perdarahan Terkendali): Luaran yang diharapkan dari intervensi keperawatan adalah perdarahan dapat dikendalikan. Kriteria luaran ini mencakup: tanda-tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah, nadi, pernapasan), tidak ada tanda-tanda syok (seperti kulit pucat, dingin, atau penurunan kesadaran), nilai hemoglobin dan hematokrit stabil, dan tidak ada perdarahan aktif atau perdarahan berulang. Pada konteks plasenta previa, "terkendali" juga berarti tercapainya kehamilan hingga usia termungkin (minimal 36 minggu) tanpa perdarahan masif, atau jika perdarahan terjadi, dapat ditangani dengan stabilisasi kondisi ibu dan rencana persalinan yang aman (biasanya seksio sesarea). Luaran ini menjadi tujuan utama manajemen konservatif plasenta previa.
Intervensi Keperawatan (SIKI - I.01299 Manajemen Perdarahan): Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan sistematis untuk mencegah, mengenali, dan menangani perdarahan. Pada pasien plasenta previa, intervensi spesifik meliputi: 1) Pemantauan Ketat: Memonitor tanda-tanda vital, tanda-tanda syok, dan karakteristik perdarahan (warna, jumlah, frekuensi). Pemantauan denyut jantung janin (DJJ) secara kontinu juga vital untuk menilai kesejahteraan janin. 2) Terapi Kolaboratif & Kesiapan Darurat: Memastikan akses intravena (IV) dengan kanula besar, menyiapkan cairan kristaloid dan koloid untuk resusitasi, serta memfasilitasi transfusi darah jika diperlukan. Kolaborasi dalam pemberian tokolitik (jika perlu menunda persalinan) dan kortikosteroid untuk pematangan paru janin. 3) Manajemen Aktivitas & Edukasi: Menerapkan tirah baring total (bed rest), melarang hubungan seksual, dan menghindari pemeriksaan dalam. Mendidik pasien dan keluarga untuk segera melaporkan tanda perdarahan, kontraksi, atau nyeri. 4) Persiapan Persalinan: Menyiapkan pasien secara fisik dan psikologis untuk persalinan dengan operasi sesarea, yang merupakan metode persalinan utama untuk plasenta previa totalis. Intervensi ini bersifat komprehensif, dimulai dari fase observasi ketat hingga tindakan resusitasi aktif jika terjadi perdarahan masif, dengan tujuan akhir mencapai luaran "Perdarahan Terkendali".
Article No. 24702 | 30 Mar 2026
Klinis : Seorang ibu hamil trimester III mengeluh sering buang air kecil, terutama pada malam hari (5-7 kali), sehingga tidurnya terganggu.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Gangguan Pola Tidur adalah keadaan ketika individu mengalami atau berisiko mengalami perubahan dalam kuantitas dan kualitas pola tidurnya yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan. Pada kasus ibu hamil trimester III, gangguan ini terutama disebabkan oleh nokturia (sering buang air kecil pada malam hari) akibat tekanan mekanis uterus yang membesar pada kandung kemih, serta ketidaknyamanan fisik lainnya.
Kode SLKI: 1400
Deskripsi : Manajemen Gangguan Tidur. Tujuan utama adalah agar pasien dapat mencapai pola tidur yang optimal sesuai kebutuhannya. Intervensi keperawatan dalam SLKI ini mencakup: 1) Mengkaji faktor penyebab gangguan tidur, seperti frekuensi nokturia, nyeri, posisi tidur, dan kecemasan. 2) Kolaborasi dalam penatalaksanaan penyebab, misalnya membatasi asupan cairan di sore/malam hari namun tetap menjaga hidrasi yang adekuat di siang hari. 3) Memberikan edukasi tentang teknik relaksasi sebelum tidur dan posisi tidur yang nyaman (misalnya tidur miring ke kiri dengan bantal penyangga). 4) Menciptakan lingkungan tidur yang kondusif (tenang, gelap, nyaman). 5) Menganjurkan untuk mengurangi stimulan seperti kafein. 6) Membantu pasien mengatur jadwal tidur dan istirahat siang jika diperlukan. Pada ibu hamil, pencapaian SLKI ini mungkin tidak sepenuhnya menghilangkan nokturia, tetapi bertujuan untuk meminimalkan dampaknya dan meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan.
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Peningkatan Istirahat Tidur. Ini adalah tindakan spesifik untuk memfasilitasi tidur dan istirahat yang nyaman. Implementasinya meliputi: a) Tindakan Mandiri: Perawat dapat mengajarkan dan mendorong pasien untuk melakukan kebersihan tidur (sleep hygiene), seperti ritual sebelum tidur yang menenangkan (membaca, mendengarkan musik lembut). Perawat juga dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya posisi tidur miring ke kiri untuk meningkatkan sirkulasi uteroplasenta dan mengurangi tekanan pada vena kava inferior, serta mengurangi tekanan pada kandung kemih. Membantu pasien mengidentifikasi waktu minum yang tepat agar tidak terlalu dekat dengan jam tidur. b) Tindakan Kolaboratif: Jika gangguan tidur sangat parah dan terkait dengan kecemasan tinggi, perawat dapat berkolaborasi dengan bidan atau dokter untuk evaluasi lebih lanjut dan pertimbangan terapi non-farmakologis lainnya. c) Tindakan Dependent: Meskipun biasanya tidak langsung diberikan obat untuk tidur pada kehamilan, perawat dapat mengingatkan pasien untuk konsultasi dengan dokter jika gejala sangat mengganggu, untuk mengevaluasi kemungkinan infeksi saluran kemih yang memperparah nokturia. Evaluasi keberhasilan SIKI ini ditandai dengan laporan pasien tentang penurunan frekuensi terbangun, peningkatan perasaan segar setelah bangun tidur, dan kemampuan untuk kembali tidur dengan lebih mudah setelah buang air kecil malam hari. Pendekatan holistik dengan menggabungkan manajemen gejala fisik dan kenyamanan psikologis sangat penting untuk keberhasilan intervensi ini pada ibu hamil.
Article No. 24703 | 30 Mar 2026
Klinis : Seorang ibu hamil trimester III mengeluh sering buang air kecil, terutama pada malam hari (5-7 kali), sehingga tidurnya terganggu.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Poliuria pada Kehamilan
Kode ICD-10: O26.8
Deskripsi Singkat : Poliuria (sering buang air kecil) adalah keluhan umum pada kehamilan, terutama trimester ketiga. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor fisiologis, seperti peningkatan volume darah dan laju filtrasi glomerulus ginjal, serta tekanan mekanis dari rahim yang membesar pada kandung kemih. Tekanan ini mengurangi kapasitas kandung kemih dan meningkatkan frekuensi berkemih, termasuk nokturia (sering buang air kecil di malam hari) yang dapat mengganggu tidur. Kode O26.8 mengacu pada "Kondisi lain yang berhubungan dengan kehamilan, tidak diklasifikasikan di tempat lain". Kode ini digunakan karena poliuria simtomatik pada kehamilan tidak memiliki kode spesifik sendiri dalam ICD-10 dan merupakan kondisi yang terkait langsung dengan keadaan kehamilan. Kode ini termasuk dalam bab "Kehamilan, persalinan dan nifas" (O00-O9A), yang mensyaratkan kode tambahan dari bab lain untuk menentukan penyebab atau manifestasi yang lebih spesifik jika diperlukan. Penting untuk menyingkirkan penyebab patologis seperti infeksi saluran kemih atau diabetes gestasional yang juga dapat menyebabkan poliuria.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 24704 | 30 Mar 2026
Klinis : Seorang ibu hamil trimester III mengeluh sering buang air kecil, terutama pada malam hari (5-7 kali), sehingga tidurnya terganggu.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Gangguan pada jumlah dan kualitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu fungsi kehidupan yang diinginkan.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Perilaku tidur membaik
Kode SIKI: 3320
<Deskripsi : Manajemen Lingkungan
Penjelasan Lengkap:
Diagnosa Keperawatan (SDKI): Gangguan Pola Tidur (Kode 0004)
Definisi SDKI: Gangguan pada jumlah dan kualitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu fungsi kehidupan yang diinginkan. Pada kasus ibu hamil trimester III ini, keluhan sering buang air kecil (5-7 kali) pada malam hari merupakan faktor penyebab utama gangguan pola tidur. Kondisi fisiologis kehamilan, yaitu pembesaran uterus yang menekan kandung kemih, menyebabkan kapasitas kandung kemih menurun dan frekuensi berkemih meningkat (nokturia). Interupsi tidur yang berulang ini mengakibatkan siklus tidur tidak lengkap, mengurangi waktu tidur nyenyak (deep sleep dan REM sleep), dan pada akhirnya menimbulkan kelelahan, kantuk di siang hari, serta penurunan kualitas hidup. Diagnosa ini tepat karena fokus pada dampak dari gejala fisik (nokturia) terhadap pola istirahat pasien, yang merupakan kebutuhan dasar.
Luaran Keperawatan (SLKI): Perilaku Tidur Membaik (Kode 0401)
Definisi SLKI: Luaran yang diharapkan dimana klien menunjukkan perbaikan dalam durasi, kualitas, dan kontinuitas tidur. Kriteria luaran yang dapat diukur pada ibu hamil ini meliputi: 1) Frekuensi terbangun malam hari berkurang (misalnya, dari 5-7 kali menjadi 1-2 kali), 2) Klien melaporkan perasaan lebih segar dan berenergi setelah bangun tidur, 3) Klien dapat kembali tidur dengan mudah setelah bangun untuk berkemih, 4) Durasi tidur total mendekati kebutuhan (7-9 jam untuk dewasa) meski dengan interupsi, dan 5) Penurunan keluhan kantuk atau kelelahan berlebihan di siang hari. Mencapai luaran ini akan sangat membantu meningkatkan kenyamanan dan kesiapan fisik ibu menghadapi persalinan.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Lingkungan (Kode 3320)
Definisi SIKI: Memanipulasi lingkungan sekitar pasien untuk tujuan terapeutik, keselamatan, dan kenyamanan. Intervensi ini dipilih karena gangguan tidur pada pasien terutama disebabkan faktor eksternal-fisiologis (desakan berkemih) yang membutuhkan modifikasi lingkungan untuk meminimalkan gangguannya. Penjelasan tindakan spesifik yang dapat dilakukan perawat antara lain: 1) Konseling dan Edukasi: Menjelaskan penyebab fisiologis sering berkemih pada kehamilan trimester III untuk mengurangi kecemasan. Menganjurkan untuk membatasi asupan cairan 2-3 jam sebelum tidur, namun tetap menjaga hidrasi yang adekuat di siang hari. Menghindari minuman berkafein atau diuretik alami di sore/malam hari. 2) Modifikasi Perilaku Sebelum Tidur: Menganjurkan ritual relaksasi sebelum tidur seperti membaca, mendengarkan musik lembut, atau teknik pernapasan dalam untuk mempermudah tidur kembali setelah terbangun. 3) Pengaturan Lingkungan Fisik Kamar Tidur: Memastikan kamar tidur gelap, tenang, dan sejuk. Menyarankan penggunaan lampu tidur redup di jalur menuju kamar mandi untuk menghindari cahaya terang yang dapat mengganggu ritme sirkadian saat bangun malam. Memastikan jalan ke kamar mandi bebas dari halangan untuk keamanan. 4) Manajemen Kebutuhan Berkemih: Menganjurkan untuk mengosongkan kandung kemih sepenuhnya setiap kali berkemih (dengan posisi condong ke depan). Menempatkan kamar mandi atau toilet yang mudah dan cepat diakses. 5) Koordinasi Posisi Tidur: Menganjurkan posisi tidur miring ke kiri (left lateral position) untuk meningkatkan sirkulasi renal dan uteroplasenta, serta mungkin mengurangi tekanan langsung pada kandung kemih. Penggunaan bantal penyangga untuk kenyamanan. 6) Monitoring: Memantau pola tidur, frekuensi berkemih malam, dan dampaknya terhadap kondisi keseluruhan ibu. Intervensi Manajemen Lingkungan ini bersifat holistik, aman, dan dapat dilaksanakan secara mandiri oleh perawat untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi tidur yang lebih berkualitas meski dengan keterbatasan fisiologis yang dialami pasien.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434