Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 25091 | 14 Apr 2026
Klinis : PB tanggal 11/4/26 dengan gelisah sering berhalusinasi Hari ini : penkes, tidak dapat diajak komunikasi ku lemah td: 152/70 mmHg rr: 21 x/m s: 36,4C spo2: 98-99 % dg nk n: 80 x/m Status Generalisata Mata : CA +/+ SI -/- Thorax : SDV +/+ rh -/-, wh -/-, S1S2 reguler, BJ (-) Abdomen : supel, BU (+) timpani, NT (-), Ext atas : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Ext bawah : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Lab RSSP Darah Rutin (11/4/26) Hb 7.29 Eritrosit 2.47 Hematokrit 19.7 MCV 80.0 MCH 29.6 MCHC 36.9 RDW 14.02 Leukosit 9.43 Neutrofil 85.8 Limfosit 6.1 Monosit 6.9 Eosinofil 0.53 Basofil 0.6 Total Neutrofil 8.10 Total Limfosit 0.58 Total Monosit 0.65 Total Eosinofil 0.05 Total Basofil 0.06 Trombosit 174 MPV 5.50 Ureum 237.5 Kreatinin 8.52 Elektrolit (12/4/26) Na 120 K 5.2 Cl 85 Ca²⁺ 1.0 pH 7.42 CT Scan Kepala (12/4/26) → menunggu hasil
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perubahan Persepsi Sensori: Halusinasi dan Gelisah pada Gagal Ginjal Kronik dengan Uremia dan Anemia Berat
Kode SDKI: D.0136
Deskripsi Singkat: Perubahan dalam jumlah, pola, atau interpretasi rangsangan yang datang dari dalam maupun luar individu. Pada kasus ini, perubahan persepsi sensori dimanifestasikan sebagai halusinasi (sering berhalusinasi), gelisah, penurunan kemampuan komunikasi (tidak dapat diajak komunikasi), dan kelemahan (ku lemah). Kondisi ini secara langsung terkait dengan kondisi medis yang mendasarinya, yaitu Gagal Ginjal Kronik stadium akhir dengan uremia berat (ureum 237.5, kreatinin 8.52) dan anemia berat (Hb 7.29). Akumulasi toksin uremik (seperti urea, kreatinin, dan elektrolit) dalam darah menyebabkan ensefalopati uremik, yang mengganggu fungsi otak dan sistem saraf pusat. Gangguan elektrolit yang signifikan (hiponatremia berat Na 120, hiperkalemia K 5.2, hipokalsemia Ca 1.0) juga berkontribusi pada gangguan konduksi saraf dan fungsi sel otak. Hiponatremia berat sendiri dapat menyebabkan edema serebral dan perubahan status mental yang dramatis. Kombinasi faktor-faktor ini menyebabkan otak tidak dapat memproses rangsangan dengan benar, sehingga memunculkan persepsi yang tidak sesuai dengan realita (halusinasi), kecemasan, agitasi (gelisah), dan penurunan kognitif hingga tidak mampu berkomunikasi. Kelemahan yang dialami pasien juga dipengaruhi oleh anemia berat dan ketidakseimbangan elektrolit yang mengganggu fungsi otot.
Kode SLKI: L.08041
Deskripsi : Klien menunjukkan persepsi yang akurat terhadap lingkungan dan diri sendiri. Secara spesifik, luaran yang diharapkan dalam konteks kasus ini adalah: (1) Penurunan frekuensi dan intensitas halusinasi hingga menghilang, ditandai dengan klien dapat menyangkal isi halusinasinya dan lebih fokus pada realita. (2) Penurunan tingkat kegelisahan, ditandai dengan klien tampak lebih tenang, kooperatif, tidak gelisah, dan mampu beristirahat. (3) Peningkatan kemampuan komunikasi, ditandai dengan klien dapat merespons panggilan, menjawab pertanyaan sederhana dengan tepat, dan menyampaikan kebutuhannya secara verbal atau non-verbal. (4) Peningkatan kekuatan fisik, ditandai dengan klien dapat melakukan aktivitas perawatan diri sederhana dengan bantuan minimal dan melaporkan penurunan keluhan lemas. Pencapaian luaran ini sangat bergantung pada keberhasilan penanganan kondisi medis yang mendasari (uremia, ketidakseimbangan elektrolit, anemia) melalui terapi medis seperti hemodialisis atau dialisis lainnya, koreksi elektrolit, dan transfusi darah jika diperlukan. Peran intervensi keperawatan adalah menciptakan lingkungan yang aman dan suportif, memfasilitasi komunikasi, serta memantau respons terapi dan perkembangan status mental klien.
Kode SIKI: I.08041
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang komprehensif untuk menangani perubahan persepsi sensori pada klien dengan kondisi uremia. Pertama, Lingkungan Terapeutik dan Keamanan: Ciptakan lingkungan yang tenang, redup cahaya, dan minim kebisingan untuk mengurangi stimulasi berlebihan. Jauhkan klien dari benda-benda berbahaya. Temani klien, terutama saat halusinasi atau gelisah, untuk memberikan rasa aman dan mencegah cedera. Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan saat berkomunikasi. Kedua, Komunikasi dan Validasi Realitas: Bicara dengan suara jelas, perlahan, dan gunakan kalimat sederhana. Validasi perasaan klien ("Ibu merasa takut?") tanpa menyetujui isi halusinasi. Arahkan perhatian klien ke realita dengan menyebut nama, waktu, dan tempat secara perlahan. Gunakan sentuhan terapeutik jika klien responsif. Ketiga, Kolaborasi dan Pemantauan Medis: Kolaborasi ketat dengan tim medis untuk pemberikan terapi definitif seperti hemodialisis untuk menurunkan kadar ureum dan kreatinin, koreksi ketidakseimbangan elektrolit (koreksi hiponatremia bertahap, penanganan hiperkalemia), dan persiapan transfusi PRC untuk anemia berat. Pantau tanda vital dan status neurologis (GCS, pola napas, pupil) secara ketat untuk mendeteksi perburukan ensefalopati. Keempat, Dukungan Nutrisi dan Istirahat: Kolaborasi dengan ahli gizi untuk pembatasan diet sesuai kondisi ginjal (protein, kalium, natrium, cairan). Bantu klien memenuhi kebutuhan istirahat dengan mengatur jadwen aktivitas dan prosedur. Kelima, Pendidikan Kesehatan (Penkes) kepada Keluarga: Meski klien tidak kooperatif, edukasi keluarga tentang kondisi klien (uremia dan efeknya ke otak), cara berkomunikasi dengan klien, pentingnya terapi medis yang dijalani, dan tanda-tanda bahaya yang harus segera dilaporkan. Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan emosional dan pengawasan.
-
Article No. 25092 | 14 Apr 2026
Klinis : penkes, tidak dapat diajak komunikasi ku lemah td: 152/70 mmHg rr: 21 x/m s: 36,4C spo2: 98-99 % dg nk n: 80 x/m Status Generalisata Mata : CA +/+ SI -/- Thorax : SDV +/+ rh -/-, wh -/-, S1S2 reguler, BJ (-) Abdomen : supel, BU (+) timpani, NT (-), Ext atas : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Ext bawah : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Lab RSSP Darah Rutin (11/4/26) Hb 7.29 Eritrosit 2.47 Hematokrit 19.7 MCV 80.0 MCH 29.6 MCHC 36.9 RDW 14.02 Leukosit 9.43 Neutrofil 85.8 Limfosit 6.1 Monosit 6.9 Eosinofil 0.53 Basofil 0.6 Total Neutrofil 8.10 Total Limfosit 0.58 Total Monosit 0.65 Total Eosinofil 0.05 Total Basofil 0.06 Trombosit 174 MPV 5.50 Ureum 237.5 Kreatinin 8.52 Elektrolit (12/4/26) Na 120 K 5.2 Cl 85 Ca²⁺ 1.0 pH 7.42 CT Scan Kepala (12/4/26) → menunggu hasil
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Komunikasi Verbal
Kode SDKI: D.0014
Deskripsi Singkat: Keadaan di mana individu mengalami penurunan, keterlambatan, atau tidak mampu untuk menggunakan atau memahami bahasa dalam interaksi interpersonal.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Komunikasi verbal efektif. Kriteria hasil: 1) Klien dapat menyampaikan kebutuhan dasar. 2) Klien dapat memahami pesan verbal dan nonverbal dari perawat/orang lain. 3) Klien menggunakan metode komunikasi alternatif yang sesuai (jika diperlukan). 4) Klien menunjukkan respons yang sesuai terhadap komunikasi. 5) Tidak terdapat kesalahpahaman dalam komunikasi.
Kode SIKI: I.08001 s.d. I.08021 (Contoh: I.08001, I.08004, I.08007, I.08012)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk meningkatkan komunikasi. Intervensi utama meliputi: I.08001 - Identifikasi faktor penyebab gangguan komunikasi (pada kasus ini, penurunan kesadaran/kelemahan umum dan kemungkinan faktor metabolik/neurologis). I.08004 - Gunakan komunikasi nonverbal (kontak mata, sentuhan, ekspresi wajah) dan observasi respons nonverbal klien. I.08007 - Sederhanakan pesan verbal, gunakan kata-kata pendek dan pertanyaan tertutup. I.08012 - Libatkan keluarga dalam proses komunikasi dan edukasi tentang cara berkomunikasi dengan klien. I.08014 - Ciptakan lingkungan yang tenang dan minim gangguan. I.08021 - Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk menangani penyebab medis (seperti uremik ensefalopati). Penjelasan: Pada pasien dengan kondisi "tidak dapat diajak komunikasi" dan "lemah", fokus intervensi adalah pada identifikasi penyebab (gagal ginjal berat dengan ureum sangat tinggi yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran), penggunaan metode komunikasi non-verbal secara intensif, dan modifikasi lingkungan untuk memfasilitasi respons sekecil apapun dari pasien. Perawat harus konsisten dalam pendekatan, memberikan waktu yang cukup bagi pasien untuk merespons, dan selalu menjelaskan semua tindakan yang dilakukan meskipun pasien tidak merespons secara verbal.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Keadaan di mana individu mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Kriteria hasil: 1) Klien dapat melakukan aktivitas secara bertahap sesuai kemampuan. 2) Tanda vital dalam rentang normal selama dan setelah aktivitas. 3) Klien melaporkan penurunan keluhan lemas/kelelahan. 4) Klien menunjukkan peningkatan kekuatan otot dan mobilitas.
Kode SIKI: I.03001 s.d. I.03018 (Contoh: I.03001, I.03003, I.03005, I.03010)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengelola intoleransi aktivitas. Intervensi utama meliputi: I.03001 - Monitor respons fisiologis terhadap aktivitas (TD, Nadi, RR, Spo2, warna kulit, kelemahan). I.03003 - Ajarkan teknik penghematan energi (mengatur ritme aktivitas, istirahat sebelum lelah, duduk saat melakukan aktivitas jika memungkinkan). I.03005 - Bantu klien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, berikan bantuan secara bertahap sesuai peningkatan kekuatan. I.03010 - Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas. I.03015 - Kolaborasi pemberian terapi oksigen jika diperlukan (walaupun Spo2 normal, anemia berat dapat menyebabkan intoleransi). I.03018 - Kolaborasi pemberian transfusi darah dan terapi untuk anemia serta gagal ginjal. Penjelasan: Pasien dengan Hb 7.29 g/dL (anemia berat) dan kelemahan ekstrem akan sangat mengalami intoleransi aktivitas. Anemia menyebabkan pengiriman oksigen ke jaringan tidak adekuat, sehingga pasien mudah lelah. Intervensi difokuskan pada penghematan energi pasien, memonitor tanda vital dengan ketat selama aktivitas sekecil apapun (seperti perubahan posisi), serta mengatasi penyebab dasarnya yaitu anemia dan gangguan metabolik dari gagal ginjal. Aktivitas harus direncanakan secara bertahap dan diselingi istirahat yang cukup.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0003
Deskripsi Singkat: Keadaan di mana individu berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit terjaga. Kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal. 2) Turgor kulit baik, membran mukosa lembab. 3) Balance cairan seimbang (masukan dan pengeluaran). 4) Elektrolit dalam batas normal. 5) Tidak ada edema atau tanda dehidrasi.
Kode SIKI: I.06001 s.d. I.06031 (Contoh: I.06001, I.06004, I.06010, I.06021)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit. Intervensi utama meliputi: I.06001 - Monitor status cairan (tanda vital, turgor kulit, membran mukosa, edema, balance cairan). I.06004 - Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit Na 120 [hiponatremia berat], K 5.2 [hiperkalemia], ureum & kreatinin sangat tinggi). I.06010 - Atur asupan cairan sesuai dengan kondisi ginjal (biasanya dibatasi pada gagal ginjal akut/dekompensasi). I.06021 - Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena dan koreksi elektrolit sesuai program dokter. I.06025 - Kolaborasi dalam persiapan dan pelaksanaan terapi pengganti ginjal (hemodialisis). I.06031 - Timbang berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama dan kondisi yang sama. Penjelasan: Pasien dengan gagal ginjal kronik yang mengalami peningkatan ureum dan kreatinin yang sangat tinggi serta gangguan elektrolit (hiponatremia dan hiperkalemia) memiliki risiko tinggi ketidakseimbangan volume cairan dan elektrolit yang dapat mengancam jiwa. Hiperkalemia dapat menyebabkan aritmia jantung yang fatal. Peran perawat adalah memantau ketat tanda-tanda klinis dan laboratorium, membatasi asupan cairan dan kalium, serta berkolaborasi erat untuk terapi korektif seperti hemodialisis yang merupakan penatalaksanaan utama untuk kondisi ini.
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0043
Deskripsi Singkat: Keadaan di mana individu berisiko mengalami ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Curah jantung adekuat. Kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal. 2) Nadi perifer teraba kuat dan reguler. 3) Tidak ada dyspnea, ortopnea, atau edema. 4) Warna kulit dan kehangatan akral normal. 5) Haluaran urin adekuat.
Kode SIKI: I.04001 s.d. I.04019 (Contoh: I.04001, I.04003, I.04006, I.04015)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mempertahankan curah jantung. Intervensi utama meliputi: I.04001 - Monitor tanda vital, khususnya tekanan darah (TD 152/70 mmHg menunjukkan kemungkinan hipertensi yang memberatkan jantung) dan nadi. I.04003 - Monitor status pernapasan (dispnea, orthopnea, bunyi napas). I.04006 - Monitor warna kulit, kehangatan, dan pengisian kapiler (CRT). I.04015 - Batasi aktivitas dan pertahankan tirah baring untuk mengurangi beban kerja jantung. I.04018 - Kolaborasi pemberian terapi farmakologi sesuai program (misal, obat antihipertensi, pengikat kalium, terapi untuk gagal ginjal). I.04019 - Monitor hasil EKG (terutama terkait risiko hiperkalemia). Penjelasan: Pasien dengan gagal ginjal stadium akhir dan hipertensi memiliki risiko tinggi mengalami penurunan curah jantung. Hiperkalemia (K 5.2 mEq/L) merupakan ancaman langsung karena dapat menyebabkan bradiaritmia atau henti jantung. Anemia berat juga memaksa jantung untuk bekerja lebih keras memompa darah guna mencukupi kebutuhan oksigen jaringan. Intervensi difokuskan pada pemantauan ketat terhadap tanda-tanda awal dekompensasi jantung, pengelolaan beban kerja jantung melalui manajemen aktivitas, dan koreksi segera faktor-faktor pemicu seperti hiperkalemia dan hipertensi melalui terapi medis dan hemodialisis.
-
Article No. 25093 | 14 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran, Keluhan nyeri dada Khas ACS dan berdebar disangkal. batuk dahak, dan mual sejak kemarin sore. kaki bengkak disangkal. BAB BAK dalam batas normal Ku lemah Kes : Somnolen TD 119/83mmHg N 113 x/menit Rr 20 x/menit S 36,9 C Spo2 98% RA Mata : CA -/- SI -/- Mulut : dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : rbh +/+ rbk -/-whz -/- Abdomen :supel, BU (+) lemah, NT (-) Genatalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral hangat +/+, CRT <2s detik, udem -/- Ekstremitas Inferior : akral hangat +/+, CRT <2s, udem -/-
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Somnolen) dan Gangguan Kardiovaskular yang Diduga
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Curah jantung adekuat ditunjukkan dengan: tekanan darah dalam rentang yang dapat diterima untuk individu, denyut nadi dalam rentang normal untuk individu, irama jantung reguler, nadi perifer kuat dan simetris, tidak ada ortopnea/paroksismal nokturnal dispnea, status mental dalam rentang normal untuk individu, kulit hangat dan kering, waktu pengisian kapiler kurang dari 3 detik, haluaran urine adekuat (0,5-1,5 ml/kgBB/jam), tidak ada edema paru, bunyi jantung I dan II normal tanpa adanya gallop, tidak ada edema dependen, dan tanda-tanda vital serta pemeriksaan penunjang dalam batas normal.
Kode SIKI: I.12066
Deskripsi : Memantau tekanan darah, nadi, pernapasan, dan suhu. Memantau status hemodinamik (tekanan vena sentral, tekanan arteri paru, tekanan baji kapiler paru, indeks jantung jika ada). Memantau irama dan frekuensi jantung. Memantau status pernapasan (dispnea, sianosis, bunyi napas tambahan). Memantau status neurologis/tingkat kesadaran. Memantau haluaran urine. Memantau warna, suhu, dan kelembaban kulit. Memantau waktu pengisian kapiler. Memantau adanya edema. Memantau hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, enzim jantung, AGD). Memberikan terapi oksigen sesuai program. Melakukan manajemen nyeri. Membatasi aktivitas. Meningkatkan istirahat. Memberikan dukungan psikologis. Mengkolaborasikan pemberian obat-obatan sesuai program (seperti vasodilator, diuretik, inotropik). Mengatur keseimbangan cairan.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Somnolen)
Kode SDKI: D.0099
Deskripsi Singkat: Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Perfusi serebral adekuat ditunjukkan dengan: tingkat kesadaran compos mentis atau sesuai kondisi dasar, GCS 15 (atau sesuai kondisi dasar), fungsi kognitif utuh (orientasi orang, tempat, waktu), fungsi sensori dan motorik utuh, tanda-tanda vital dalam batas normal, tidak ada pusing, sakit kepala, mual, muntah, dan tidak ada perubahan perilaku.
Kode SIKI: I.13029
Deskripsi : Memantau tingkat kesadaran (GCS). Memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu). Memantau fungsi neurologis (pupil, kekuatan motorik, sensasi). Mempertahankan posisi kepala sedikit elevasi (30 derajat) jika tidak ada kontraindikasi. Menghindari fleksi/ekstensi leher berlebihan. Mempertahankan lingkungan yang tenang. Memberikan stimulasi yang adekuat. Mengkolaborasikan pemberian terapi oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%. Memantau hasil pemeriksaan penunjang (CT Scan, laboratorium). Mengkolaborasikan pemberian obat sesuai program. Mencegah peningkatan tekanan intrakranial.
Kondisi: Nyeri Dada Khas ACS dan Mual
Kode SDKI: D.0128
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol nyeri tercapai ditunjukkan dengan: skala nyeri 0 (atau sesuai target yang ditetapkan), tanda-tanda vital dalam batas normal, tidak ada perilaku yang menunjukkan nyeri (gelisah, meringis, menangis), mampu melakukan aktivitas sesuai kondisi, ekspresi wajah rileks, laporan verbal nyeri terkontrol, dan mampu beristirahat/tidur dengan adequat.
Kode SIKI: I.09046
Deskripsi : Menilai nyeri (P, Q, R, S, T: Provokasi, Kualitas, Region, Skala, Waktu). Memantau tanda-tanda vital. Memberikan lingkungan yang nyaman. Mengajarkan teknik non-farmakologi (nafas dalam, distraksi, relaksasi). Mengatur posisi yang nyaman. Melakukan manajemen nyeri farmakologi dan non-farmakologi. Mengkolaborasikan pemberian analgesik sesuai program. Mengevaluasi efektivitas intervensi nyeri. Mendokumentasikan karakteristik dan respons nyeri.
Kondisi: Batuk Dahak dan Status Pernapasan
Kode SDKI: D.0100
Deskripsi Singkat: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Jalan napas paten ditunjukkan dengan: bunyi napas vesikuler, tidak ada suara napas tambahan (ronkhi, wheezing, stridor), frekuensi napas dalam rentang normal, irama napas reguler, mampu batuk efektif, sekret dapat dikeluarkan, saturasi oksigen dalam batas normal (>95%), dan tidak ada sianosis.
Kode SIKI: I.06012
Deskripsi : Memantau status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas). Auskultasi bunyi napas. Memantau kemampuan batuk dan karakter sputum. Mempertahankan posisi semi fowler/fowler. Memberikan hidrasi adekuat (jika tidak ada kontraindikasi). Mengajarkan dan membantu latihan napas dalam dan batuk efektif. Melakukan fisioterapi dada jika diperlukan. Membersihkan sekret dari mulut dan jalan napas. Mempertahankan kebersihan mulut. Mengkolaborasikan pemberian terapi nebulizer/ inhalasi sesuai program. Memantau saturasi oksigen. Memberikan oksigen sesuai program.
Kondisi: Kelemahan dan Risiko akibat Penurunan Kesadaran
Kode SDKI: D.0005Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: L.25001
Deskripsi : Tidak terjadi cedera ditunjukkan dengan: tidak ada luka/ memar/ lecet, tidak ada jatuh, tidak ada trauma, lingkungan aman, alat pelindung diri terpasang dengan baik (jika diperlukan), dan keluarga/ pasien menyatakan memahami upaya pencegahan cedera.
Kode SIKI: I.25080
Deskripsi : Mengidentifikasi faktor risiko cedera (penurunan kesadaran, kelemahan, lingkungan). Memasang side rail tempat tidur. Menempatkan pasien di ruangan yang mudah diawasi. Menjaga lingkungan aman (cahaya adequat, lantai tidak licin, barang tertata). Menggunakan restraint sesuai indikasi dan kebijakan. Melakukan mobilisasi dengan bantuan. Mengajarkan pada keluarga tentang pencegahan cedera. Memastikan bel dalam jangkauan pasien. Memantau tanda-tanda vital dan status neurologis secara berkala. Menempatkan alat-alat yang diperlukan dalam jangkauan.
-
Article No. 25094 | 14 Apr 2026
Klinis : P/B dengan keluhan penurunan kesadran, kelemahan ekstremitas kanan dan kiri, bicara pelo, sebelumnya mengeluh pusing, keluhan di rasakan sejak jam 06.00. pasien masih nyambung diajak berkomunikasi dan paham instruksi namun bicara tidak jelas Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral hangat +/+, CRT <2 detik, kekuatan otot 5/2 Ekstremitas Inferior : akral hangat +/+, CRT <2 detik, kekuatan otot 5/2 sensorik: sulit dievaluasi motorik: lateralisasi - refleks fisiologis: +3/+2 // +3/+2 refleks patologis: (-/-// +/+) NIHHS : 32 Lab 12/04 Hemoglobin 14.35 Lekosit 8.03 Trombosit 168 Neutrofil 71.2 Limfosit 18.6 Natrium (Na) 139 Kalium (K) 3.7 Chlorida (Cl) 104 Calsium (Ca2+) 1.1 pH 7.48 Glukosa Darah Sewaktu 142 Ureum 38.3 Kreatinin 1.20 Rontgen thoraks (12/04) Ct scan (12/04)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Gangguan Mobilitas Fisik adalah keadaan ketika seseorang mengalami atau berisiko mengalami keterbatasan pergerakan fisik secara mandiri. Pada pasien ini, kondisi ini ditandai dengan kelemahan ekstremitas kanan dan kiri yang signifikan (kekuatan otot 2/5 pada ekstremitas superior dan inferior), penurunan kesadaran, dan bicara pelo. Kelemahan otot yang parah pada keempat anggota gerak (tetraparesis/plegia) secara langsung membatasi kemampuan pasien untuk melakukan aktivitas hidup sehari-hari, bergerak, atau mengubah posisi tubuh tanpa bantuan. Refleks patologis positif pada ekstremitas inferior mengindikasikan adanya kerusakan pada traktus piramidal (jalur saraf motorik) di sistem saraf pusat, yang menjadi penyebab fisiologis dari gangguan mobilitas ini. NIHSS skor 32 yang sangat tinggi juga mengonfirmasi defisit neurologis berat yang melumpuhkan fungsi motorik.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI L.04001 berfokus pada peningkatan mobilitas pasien. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Melakukan assessment kekuatan otot dan rentang gerak sendi secara berkala untuk memantau perkembangan atau komplikasi. 2) Melakukan latihan rentang gerak (Range of Motion/ROM) pasif pada semua ekstremitas untuk mencegah kontraktur, atrofi otot, dan menjaga fleksibilitas sendi. 3) Mengatur posisi tubuh pasien dengan teknik positioning yang tepat (misalnya, posisi anatomi, miring kanan/kiri) minimal setiap 2 jam untuk mencegah dekubitus dan pneumonia aspirasi. 4) Menggunakan alat bantu mobilitas seperti bantal penyangga, guling, atau matras khusus sesuai kebutuhan. 5) Kolaborasi dengan fisioterapis untuk program rehabilitasi fisik yang terstruktur. 6) Melindungi ekstremitas yang lemah dari cedera (misalnya, hindari tekanan, gunakan bantalan). Tujuan akhirnya adalah mempertahankan fungsi sendi dan kekuatan otot, mencegah komplikasi imobilisasi, dan meningkatkan kemandirian mobilitas sejauh mungkin sesuai kondisi neurologis pasien.
Kode SIKI: I.04066
Deskripsi : SIKI I.04066 adalah tindakan spesifik "Melakukan Latihan Rentang Gerak (ROM)". Dalam konteks pasien dengan kelemahan ekstremitas dan penurunan kesadaran, tindakan ini dilakukan secara pasif oleh perawat. Langkah-langkahnya meliputi: 1) Menjelaskan prosedur kepada pasien dan keluarga meskipun kesadaran menurun, karena pendengaran mungkin masih berfungsi. 2) Cuci tangan dan pastikan privasi pasien. 3) Atur posisi pasien senyaman mungkin di tempat tidur. 4) Lakukan gerakan untuk setiap sendi (bahu, siku, pergelangan tangan, pinggul, lutut, pergelangan kaki) melalui gerakan fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi, dan rotasi sesuai batas anatomis normal atau hingga ada sedikit tahanan. Lakukan secara perlahan, lembut, dan tidak menyakitkan. 5) Lakukan pada kedua sisi tubuh, meskipun satu sisi lebih lemah. 6) Ulangi setiap gerakan 5-10 kali per sesi, dan lakukan sesi ini 2-3 kali sehari. 7) Catat respons pasien, kekakuan sendi, nyeri, atau keterbatasan gerak yang ditemukan. Tindakan ini sangat kritis untuk menjaga integritas sistem muskuloskeletal selama fase akut stroke dimana pasien tidak dapat bergerak sendiri.
Kondisi: Gangguan Komunikasi Verbal
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Gangguan Komunikasi Verbal adalah keadaan di mana seseorang mengalami penurunan, keterlambatan, atau ketidakmampuan dalam menerima, memproses, mengirim, dan/atau menggunakan simbol-sistem bahasa. Pada pasien ini, gangguan ini dimanifestasikan sebagai "bicara pelo" dan "bicara tidak jelas" (disartria), meskipun pemahaman bahasa relatif utuh ("masih nyambung diajak berkomunikasi dan paham instruksi"). Disartria terjadi karena kelemahan atau koordinasi yang buruk pada otot-otot yang digunakan untuk berbicara (lidah, bibir, pita suara, diafragma) akibat kerusakan neurologis. Ini berbeda dengan afasia (gangguan bahasa), dan pada kasus ini lebih mengarah pada gangguan artikulasi. Kondisi ini menghambat pasien untuk mengekspresikan kebutuhan, pikiran, dan perasaan secara efektif, yang dapat menyebabkan frustrasi, isolasi sosial, kesalahan dalam pemberian asuhan, dan menghambat partisipasi dalam proses rehabilitasi.
Kode SLKI: L.09008
Deskripsi : SLKI L.09008 bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Menilai secara komprehensif tipe dan tingkat gangguan komunikasi (pada kasus ini disartria berat dengan pemahaman baik). 2) Menciptakan lingkungan yang tenang dan minim gangguan untuk memfasilitasi usaha komunikasi. 3) Berbicara dengan pelan, jelas, menggunakan kalimat pendek, dan pertanyaan tertutup (ya/tidak) untuk memudahkan respons. 4) Memberikan waktu yang cukup dan tidak terburu-buru bagi pasien untuk merespons; jangan memotong atau menyelesaikan kalimatnya. 5) Menggunakan alat bantu komunikasi alternatif seperti papan gambar, tulisan, atau isyarat sederhana, dan melatih pasien serta keluarga menggunakannya. 6) Validasi dan konfirmasi ulang pesan yang ditangkap dari pasien untuk memastikan pemahaman yang benar. 7) Melibatkan keluarga dan pengunjung dalam strategi komunikasi yang efektif. 8) Berkolaborasi dengan terapis wicara (speech therapist) untuk assessment dan terapi lebih lanjut. Tujuannya adalah memastikan kebutuhan pasien dapat terpenuhi dan mengurangi kecemasan akibat ketidakmampuan berkomunikasi.
Kode SIKI: I.09029
Deskripsi : SIKI I.09029 adalah tindakan "Menggunakan Metode Komunikasi Alternatif". Implementasinya pada pasien ini: 1) Identifikasi metode yang paling mungkin efektif, mengingat pasien paham instruksi tetapi output verbal terganggu. Metode seperti papan alfabet, gambar kebutuhan dasar (air, toilet, nyeri), atau gerakan mata (mengedip untuk 'ya', mengerutkan dahi untuk 'tidak') dapat diinisiasi. 2) Sediakan alat yang dibutuhkan (papan tulis kecil, spidol, atau gambar-gambar). 3) Latih pasien untuk menggunakan metode tersebut, dimulai dari merespons pertanyaan ya/tuno dengan gerakan mata. 4) Konsisten menggunakan alat yang sama oleh semua petugas dan keluarga. 5) Selalu siapkan alat komunikasi alternatif di dekat pasien. 6) Evaluasi keefektifan metode dan sesuaikan jika diperlukan. Tindakan ini memungkinkan pasien untuk tetap memiliki kendali dan berpartisipasi dalam perawatan dirinya sendiri.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas adalah keadaan dimana seseorang rentan mengalami ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas, yang dapat menghambat pertukaran udara. Pada pasien ini, risiko tinggi terjadi karena beberapa faktor: 1) Penurunan kesadaran yang dapat menyebabkan refleks batuk dan menelan (refleks proteksi jalan napas) menurun. 2) Kelemahan otot-otot pernapasan dan otot-otot faring/laring akibat kerusakan neurologis (disartria juga mengindikasikan kelemahan otot orofaringeal). 3) Immobilisasi dan posisi terlentang yang meningkatkan risiko akumulasi sekret. 4) Adanya potensi aspirasi akibat gangguan menelan (disfagia) yang sering menyertai stroke dan disartria, meskipun dalam data pemeriksaan mulut tertulis "dbn" (dalam batas normal) pada inspeksi statis. Risiko ini mengancam jiwa karena dapat menyebabkan hipoksia, atelektasis, dan pneumonia aspirasi.
Kode SLKI: L.04004
Deskripsi : SLKI L.04004 bertujuan mempertahankan bersihan jalan napas. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Memantau status pernapasan (frekuensi, irama, suara napas) dan tanda-tanda distress pernapasan (sianosis, penggunaan otot bantu) secara ketat. 2) Melakukan auskultasi suara napas setiap 4-8 jam untuk mendeteksi adanya ronki (suara cairan) atau wheezing. 3) Memposisikan pasien dengan kepala agak tinggi (semi-fowler) jika tidak ada kontraindikasi, untuk memanfaatkan gravitasi mempertahankan jalan napas dan mencegah aspirasi. 4) Melakukan fisioterapi dada seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage jika terdapat sekret berlebih, dengan hati-hati mengingat kondisi neurologis akut. 5) Melakukan penghisapan lendir (suction) secara steril jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri dan terdengar suara ronki. 6) Kolaborasi untuk pemberian oksigen jika diperlukan berdasarkan hasil analisis gas darah.
Article No. 25095 | 14 Apr 2026
Klinis : Penurunan kesadaran post KLL, mual (-), muntah (-), demam (-) ku lemah , kes coma , terpasang MO,DC,NGT, O2 5LPM TD: 129/80 N:90 SpO2: 98 S: 36.7 Secondary Survey Kepala: hematom (+) Vulnus Laceratum R. Parietal 3x2×2cm Telinga: ottorhagia (+/-) Ekstremitas atas: Vulnus Laceratum R. Parietal (+), ROM s.d.e, akral hangat, CRT <2” Status Lokalis R. Clavicula (D) L: Open wound (-), ekimosis (-), deformitas (+), swelling (-) F: NT (+), krepitasi (+) M: ROM Terbatas nyeri Lab RSSP 11/04/2026 Hb 11.55 AE 3.86 HMT 32.2 AL 22.49 AT 467 PT 12.4 APTT 1.13 INR 55.1 GDS 148 SGOT 45 SGPT 30 UR 62.1 CR 1.19 HbsAg (-) Anti HIV NR CT Scan Kepala 3D RSSP 11/04/2026 Kesan: SAH Frontotemporoparietalis sinistra SDH Frontotemporoparietalis sinistra Edema Cerebri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan.
Kode SLKI: L.03103
Deskripsi : Perfusi jaringan serebral efektif, ditandai dengan: tingkat kesadaran sesuai kapasitas, fungsi kognitif sesuai kapasitas, tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima, tidak ada peningkatan tekanan intrakranial, dan hasil pemeriksaan diagnostik dalam batas normal.
Kode SIKI: I.05084
Deskripsi : Pemantauan perfusi serebral, meliputi: pantau dan catat status neurologis (GCS) secara berkala; pantau dan catat tanda-tanda vital; pantau dan catat tanda peningkatan tekanan intrakranial (sakit kepala, muntah, perubahan kesadaran, pelebaran pupil, perubahan pola napas); pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat (kecuali kontraindikasi); hindari manuver yang meningkatkan tekanan intrakranial (batuk, mengejan, fleksi/rotasi leher berlebihan); kolaborasi pemberian terapi oksigen; kolaborasi pemberian obat sesuai program; pantau hasil pemeriksaan penunjang (CT Scan, laboratorium).
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Kontrol nyeri, ditandai dengan: melaporkan nyeri terkontrol; menunjukkan tanda-tanda nyeri terkontrol (tampak tenang, tanda vital stabil, dapat beristirahat); menggunakan metode nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri; dan mengikuti regimen farmakologi yang diresepkan.
Kode SIKI: I.05006
Deskripsi : Manajemen nyeri, meliputi: lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, faktor pencetus dan pereda); observasi reaksi nonverbal ketidaknyamanan (perubahan tanda vital, gelisah, menangis, mengerang, ekspresi wajah); ajarkan teknik nonfarmakologi (napas dalam, distraksi, reposisi); fasilitasi tindakan kenyamanan (kompres, lingkungan tenang); kolaborasi pemberian analgesik sesuai program; evaluasi efektivitas dan efek samping intervensi nyeri; edukasi pasien/keluarga tentang manajemen nyeri.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons tubuh terhadap patogen.
Kode SLKI: L.03110
Deskripsi : Perilaku pencegahan infeksi, ditandai dengan: mempertahankan integritas kulit/membran mukosa; tanda-tanda vital dalam rentang normal; hasil pemeriksaan laboratorium dalam batas normal; tidak ada tanda-tanda infeksi (rubor, kalor, dolor, tumor, functio laesa); dan melakukan praktik pencegahan infeksi.
Kode SIKI: I.05227
Deskripsi : Pencegahan infeksi, meliputi: lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan; pertahankan teknik aseptik/steril saat melakukan perawatan luka dan prosedur invasif (perawatan vulnus laceratum, perawatan area pemasangan NGT, DC); lakukan perawatan luka secara teratur dan amati karakteristik luka; pantau tanda-tanda vital terutama suhu; pantau tanda-tanda infeksi lokal dan sistemik; kolaborasi pemberian terapi antibiotik jika diresepkan; edukasi pasien/keluarga tentang tanda-tanda infeksi dan pentingnya pencegahan; pastikan kebutuhan nutrisi dan cairan terpenuhi untuk mendukung penyembuhan.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: D.0047
Deskripsi Singkat: Keterbatasan dalam pergerakan fisik secara mandiri.
Kode SLKI: L.03044
Deskripsi : Kemampuan mobilitas, ditandai dengan: menunjukkan kemampuan bergerak dalam lingkungan fisik; melakukan aktivitas dengan bantuan sesuai kebutuhan; mempertahankan kekuatan otot dan rentang gerak sendi; dan menggunakan alat bantu mobilitas dengan tepat.
Kode SIKI: I.05120
Deskripsi : Manajemen mobilitas, meliputi: kaji kemampuan mobilitas dan faktor penghambat; bantu perubahan posisi secara berkala (termasuk posisi untuk mencegah peningkatan TIK); lakukan latihan rentang gerak (ROM) pasif pada ekstremitas yang tidak terkontraindikasi (perhatikan fraktur clavicula); kolaborasi dengan fisioterapi; gunakan alat bantu sesuai kebutuhan (bantal penyangga); lakukan perawatan kulit untuk mencegah dekubitus; edukasi pasien/keluarga tentang pentingnya mobilisasi dan pencegahan komplikasi imobilisasi.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan kebersihan jalan napas.
Kode SLKI: L.03008
Deskripsi : Bersihan jalan napas, ditandai dengan: suara napas bersih; tidak ada sianosis; mampu mengeluarkan sekret; dan pola napas dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.05018
Deskripsi : Manajemen jalan napas, meliputi: kaji pola napas, suara napas, dan upaya pernapasan; lakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas atas/oral secara teratur dan sesuai indikasi; bantu posisi untuk memaksimalkan ventilasi (head up 30 derajat); lakukan fisioterapi dada jika memungkinkan; pantau status oksigenasi (SpO2) secara berkala; pastikan kanul oksigen/nasal kanul berfungsi dengan baik; kolaborasi dalam pemantauan analisa gas darah; lakukan perawatan NGT untuk mencegah aspirasi.
Article No. 25096 | 14 Apr 2026
Klinis : Kesadaran turun Riw = stroke KU : Lemah Kes : CM TD : 152/98 HR : 101 RR : 29 S : 36.6 SpO2 : 94 Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas atas : akral hangat (+/+), edema -/-, CRT <2 , KM 5/5 Ekstremitas bawah : akral hangat (+/+), edema -/-, CRT <2 , KM 5/5 Sensorik : + II + + II + Motorik : +2/+2/+2 II +4/+4/ +4 +2/+2/+2 II +4/+4/ +4 Refleks fisiologis: +2 ||+2 +2 || +2 Refleks patologis: - || - - || - Clonus - || - Nistagmus: (-) NIHHS : 8 Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - Cemas: - Hasil Lab Darah Rutin (10/04/26) Darah Rutin Hemoglobin 14.28 Eritrosit 5.13 Hematokrit 40.8 Lekosit 17.00 (H) Trombosit 190 Golongan Darah O Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 138 Fungsi Ginjal Ureum 36.4 Kreatinin 1.10 Hasil Rontgen Thorax (10/04/26) Kesan : - TB paru aktif - Besar cor normal Hasil CT scan kepala non-kontras (10/04/26) Kesan: - Infark cerebri di vermis cerebelli dextra dengan perifocal oedema di sekitarnya. - Atrophy cerebri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Tingkat Kesadaran
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan tingkat kesadaran adalah keadaan di mana kemampuan seseorang untuk berespons terhadap rangsangan dari lingkungan eksternal atau internal mengalami penurunan, mulai dari kebingungan ringan hingga koma. Pada pasien ini, kondisi ini terjadi sebagai akibat dari infark cerebelli (stroke) yang mengganggu fungsi batang otak dan sistem aktivasi retikularis, serta diperberat oleh kemungkinan hipoksia sekunder akibat infeksi TB paru aktif dan peningkatan tekanan intrakranial karena edema perifokal. Data klinis seperti NIHSS 8 (skor sedang), RR meningkat (29x/menit), dan leukositosis (17.00) mendukung kompleksitas kondisi ini. Penurunan kesadaran mengancam fungsi dasar kehidupan seperti jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi, serta meningkatkan risiko komplikasi seperti aspirasi, infeksi, dan dekubitus.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI L.08001 bertujuan untuk mempertahankan atau meningkatkan tingkat kesadaran menuju tingkat responsif yang optimal. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: (1) Memonitor dan mendokumentasikan status neurologis secara berkala menggunakan skala GCS dan NIHSS, termasuk respons motorik, verbal, dan pupil. (2) Mempertahankan jalan napas paten dengan posisi semi-fowler atau lateral jika tidak ada kontraindikasi, serta melakukan penghisapan lendir sesuai kebutuhan. (3) Memonitor status pernapasan (RR, pola, SpO2) dan memberikan oksigen tambahan untuk mempertahankan SpO2 >95%. (4) Memonitor tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial seperti sakit kepala, muntah proyektil, perubahan kesadaran, dan tanda-tanda vital (perhatikan tekanan nadi yang melebar). (5) Melakukan manajemen lingkungan yang tenang, menghindari rangsangan berlebihan, dan menjelaskan semua prosedur kepada pasien meskipun respons terbatas. (6) Kolaborasi pemberian terapi medis sesuai indikasi (seperti osmotik diuretik untuk edema, antibiotik untuk infeksi). (7) Melakukan perawatan dasar seperti perawatan mulut, kulit, dan perubahan posisi untuk mencegah komplikasi imobilisasi.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : SIKI I.08001 mengukur keberhasilan intervensi dengan kriteria hasil: (1) Tingkat kesadaran pasien menunjukkan perbaikan atau tidak memburuk, ditandai dengan skor GCS yang stabil atau meningkat, dan respons yang sesuai terhadap rangsangan verbal atau nyeri. (2) Jalan napas tetap paten tanpa bunyi napas tambahan yang mengindikasikan obstruksi. (3) Fungsi pernapasan adekuat dengan SpO2 dalam rentang target (≥95%) dan frekuensi napas dalam rentang normal. (4) Tidak ada tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial yang memburuk. (5) Tanda-tanda vital (TD, HR, RR, Suhu) berada dalam parameter yang dapat diterima atau menunjukkan perbaikan menuju stabil. (6) Komplikasi seperti aspirasi, atelektasis, infeksi nosokomial, atau dekubitus dapat dicegah. Evaluasi dilakukan secara terus-menerus melalui pengamatan, pemeriksaan fisik, dan penggunaan alat monitoring. Dokumentasi yang akurat tentang perubahan status neurologis dan respons terhadap terapi menjadi kunci dalam menilai pencapaian kriteria hasil ini. Pada pasien dengan multi-morbiditas (stroke dan TB), pencapaian mungkin bertahap dan fokus pada pencegahan komplikasi sambil mengoptimalkan fungsi neurologis yang tersisa.
Article No. 25097 | 14 Apr 2026
Klinis : Kesadaran turun Riw = stroke KU : Lemah Kes : CM TD : 152/98 HR : 101 RR : 29 S : 36.6 SpO2 : 94 Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas atas : akral hangat (+/+), edema -/-, CRT <2 , KM 5/5 Ekstremitas bawah : akral hangat (+/+), edema -/-, CRT <2 , KM 5/5 Sensorik : + II + + II + Motorik : +2/+2/+2 II +4/+4/ +4 +2/+2/+2 II +4/+4/ +4 Refleks fisiologis: +2 ||+2 +2 || +2 Refleks patologis: - || - - || - Clonus - || - Nistagmus: (-) NIHHS : 8 Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - Cemas: - Hasil Lab Darah Rutin (10/04/26) Darah Rutin Hemoglobin 14.28 Eritrosit 5.13 Hematokrit 40.8 Lekosit 17.00 (H) Trombosit 190 Golongan Darah O Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 138 Fungsi Ginjal Ureum 36.4 Kreatinin 1.10 Hasil Rontgen Thorax (10/04/26) Kesan : - TB paru aktif - Besar cor normal Hasil CT scan kepala non-kontras (10/04/26) Kesan: - Infark cerebri di vermis cerebelli dextra dengan perifocal oedema di sekitarnya. - Atrophy cerebri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Keadaan di mana individu mengalami penurunan dalam kemampuan untuk berespons terhadap rangsangan lingkungan dan mengalami penurunan kesadaran terhadap diri sendiri.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Pasien menunjukkan tingkat kesadaran yang membaik. SLKI ini diukur dengan parameter seperti skor GCS (Glasgow Coma Scale) yang meningkat, respons yang sesuai terhadap perintah verbal atau rangsangan nyeri, orientasi terhadap orang, tempat, dan waktu yang membaik, serta kemampuan berkomunikasi yang meningkat. Tujuan akhirnya adalah pasien mencapai kesadaran penuh (GCS 15) dan fungsi kognitif yang optimal sesuai kemampuannya. Intervensi keperawatan difokuskan untuk memantau status neurologis, melindungi dari cedera, mempertahankan jalan napas, serta memberikan stimulasi kognitif dan sensorik yang tepat.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan sistematis untuk memantau dan meningkatkan tingkat kesadaran pasien. Pertama, lakukan pengkajian status neurologis secara berkala dan komprehensif menggunakan GCS, termasuk membuka mata, respons motorik, dan respons verbal. Pantau tanda-tanda vital (TD, Nadi, RR, Suhu) dan saturasi oksigen untuk mendeteksi perubahan sistemik yang mempengaruhi perfusi otak. Kedua, lindungi pasien dari cedera dengan memasang pagar tempat tidur, menggunakan bantalan pelindung jika diperlukan, dan menghindari restraint yang tidak perlu. Ketiga, pertahankan jalan napas paten dengan posisi semi-fowler atau lateral jika tidak kontraindikasi, lakukan penghisapan lendir sesuai kebutuhan, dan siapkan alat bantu napas. Keempat, berikan stimulasi kognitif dan sensorik yang terarah seperti memperkenalkan diri setiap kali berinteraksi, menyebutkan nama, tempat, dan waktu, menggunakan nada suara yang tenang, serta melibatkan keluarga dalam komunikasi. Kelima, penuhi kebutuhan dasar seperti kebersihan mulut (dengan hati-hati), perawatan kulit untuk mencegah dekubitus, pemenuhan nutrisi dan hidrasi sesuai kondisi (waspada disfagia), serta manajemen eliminasi. Keenam, kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi farmakologi sesuai indikasi (seperti anti-edema serebral) dan pemeriksaan penunjang. Dokumentasikan semua temuan dan respons pasien terhadap intervensi yang diberikan secara detail dan berkelanjutan.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Pola Napas
Kode SDKI: D.0095
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami penurunan inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.04003
Deskripsi : Pola napas pasien efektif. SLKI ini dicapai ketika frekuensi napas pasien dalam rentang normal (12-20 kali/menit pada dewasa), irama napas teratur, tidak ada penggunaan otot bantu napas, saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang target (≥95%), dan hasil analisa gas darah dalam batas normal. Pasien juga tidak menunjukkan tanda distress pernapasan seperti sianosis, gelisah, atau kesulitan berbicara. Intervensi difokuskan pada pemantauan, optimalisasi posisi, dan pencegahan komplikasi pernapasan.
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Intervensi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya ketidakefektifan pola napas pada pasien berisiko. Tindakan dimulai dengan pengkajian pola napas secara ketat: hitung frekuensi, kedalaman, dan irama napas tiap 1-4 jam, amati penggunaan otot bantu napas, retraksi, dan adanya suara napas abnormal (ronkhi, wheezing). Pantau saturasi oksigen secara terus-menerus atau berkala. Kedua, atur posisi untuk memaksimalkan ekspansi dada, seperti semi-Fowler atau Fowler tinggi, ubah posisi secara periodik. Ketiga, lakukan fisioterapi dada jika diperlukan seperti latihan napas dalam, batuk efektif (jika kesadaran memungkinkan), dan perkusi/vibrasi. Keempat, berikan terapi oksigen sesuai order dan protokol, pastikan kanula/masker terpasang dengan baik dan aliran oksigen sesuai. Kelima, lakukan penghisapan jalan napas (suction) dengan teknik steril jika terdapat sekret yang tidak dapat dikeluarkan pasien. Keenam, kolaborasi dalam pemberian obat bronkodilator atau mukolitik jika ada indikasi, serta dalam interpretasi hasil pemeriksaan seperti analisa gas darah dan foto thorax. Ketujuh, edukasi keluarga tentang tanda-tanda distress pernapasan yang perlu dilaporkan segera. Semua tindakan dan respons pasien didokumentasikan dengan cermat.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi patogen yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.11001
Deskripsi : Pasien bebas dari infeksi. SLKI ini ditandai dengan tidak adanya tanda dan gejala infeksi seperti demam, lekositosis (jumlah leukosit normal), kemerahan, bengkak, nyeri, atau pus pada area potensial infeksi. Tanda vital dalam batas normal, hasil kultur negatif, dan luka (jika ada) menunjukkan proses penyembuhan. Intervensi keperawatan berfokus pada pencegahan melalui teknik aseptik, pengendalian sumber infeksi, dan pemantauan dini.
Kode SIKI: I.11001
Deskripsi : Intervensi ini mencakup tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi secara menyeluruh. Pertama, cuci tangan dengan teknik higienis atau menggunakan handrub berbasis alkohol sebelum dan setelah kontak dengan pasien atau lingkungan pasien. Kedua, gunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai seperti sarung tangan dan masker saat melakukan prosedur yang berisiko terpapar cairan tubuh. Ketiga, lakukan perawatan luka atau area invasif (seperti area insersi infus, kateter) dengan teknik steril sesuai protokol. Keempat, pertahankan integritas kulit dengan perawatan kulit yang baik, perubahan posisi rutin (setiap 2 jam) untuk mencegah dekubitus yang dapat menjadi port de entri infeksi. Kelima, lakukan perawatan kebersihan mulut secara teratur untuk mencegah pneumonia aspirasi dan infeksi mulut. Keenam, kelola perangkat invasif (kateter urin, NGT, dll) dengan prinsip closed system dan lepaskan secepat mungkin jika tidak diperlukan lagi. Ketujuh, pantau tanda-tanda infeksi sistemik dan lokal secara ketat: suhu tubuh, jumlah leukosit (pada kasus ini leukosit 17.00 sudah tinggi, perlu perhatian khusus), kemerahan, bengkak, dan karakteristik sputum atau urine. Kedelapan, kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian antibiotik profilaksis atau terapi jika diperlukan, serta pengambilan spesimen untuk kultur. Edukasi pengunjung dan keluarga tentang pentingnya kebersihan tangan dan pembatasan pengunjang yang sakit. Dokumentasikan semua tindakan pencegahan dan temuan pengkajian.
Article No. 25098 | 14 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran. Keluhan sesak napas, gelisah KU lemah, GCS E2V3M3 TD: 117/89 mmHg HR: 85 x/m RR: 20x/m SB: 36 C SpO2: 94% NRM 5 lpm Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, irreguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas atas : akral hangat (+/+), edema -/-, CRT <2 Ekstremitas bawah : akral hangat (+/+), edema -/-, CRT <2 Sensorik : + II + + II + Motorik : +1/+1/+1 II +1/+1/+1 +2/+2/+2 II +2/+2/+2 Refleks fisiologis: +2 ||+2 +2 || +2 Refleks patologis: - || - - || - Clonus - || - Nistagmus: (-) NIHHS : 17 Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - Cemas: - Hasil Lab Darah Rutin (10/04/26) Darah Rutin Hemoglobin 13.76 Eritrosit 4.36 Hematokrit 43.1 Lekosit 13.09 Trombosit 109 Golongan Darah O Elektrolit Natrium (Na) 145 Kalium (K) 4.7 Chlorida (Cl) 109 Calsium (Ca2+) 1.0 pH 7.45 Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 48 Fungsi Hati AST (SGOT) 163 ALT (SGPT) 48 Fungsi Ginjal Ureum 98.4 Kreatinin 2.04 Glukosa Darah Glukosa Darah Puasa 142 Profil Lipid Cholesterol total 150 Cholesterol HDL 37 Cholesterol LDL 88 Trigliserida 123 Asam Urat 10.9 Imunoserologi (10/04) TSH : 0.55 Free T4 : 1.34 INR : 1.55 Glukosa darah (11/04) GDP : 113 GD2PP : 107 Hasil CT scan kepala non-kontras (09/04/26) Kesan : - Infark cerebri di frontalis dextra - Atrofi cerebri - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebelli Hasil Rontgen Thorax (09/04/26) Kesan : - Cardiomegali dengan oedem pulmonum
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik, ditandai dengan: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima, 2) Status neurologis stabil atau membaik, 3) Tidak ada peningkatan tekanan intrakranial, 4) Kebutuhan oksigen terpenuhi.
Kode SIKI: I.08001 - I.08009
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mempertahankan dan meningkatkan perfusi serebral meliputi: 1) Memonitor tanda-tanda vital dan status neurologis (GCS) secara ketat dan berkelanjutan (I.08001). 2) Mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial (I.08002). 3) Mempertahankan jalan napas paten dan memastikan oksigenasi adekuat sesuai kebutuhan (SpO2 >94%) (I.08003). 4) Memonitor keseimbangan cairan dan elektrolit, serta fungsi ginjal (ureum/kreatinin tinggi) untuk mencegah overload atau dehidrasi yang memperburuk perfusi (I.08004). 5) Kolaborasi pemberian terapi sesuai penyebab (seperti manajemen hipoglikemia, terapi stroke iskemik) dan memantau efek serta efek samping pengobatan (I.08005). 6) Meminimalkan stimulasi yang tidak perlu, memberikan lingkungan yang tenang (I.08006). 7) Melakukan perawatan untuk mencegah komplikasi imobilisasi (I.08009).
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0007
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif, ditandai dengan: 1) Suara napas bersih, 2) Frekuensi dan irama napas dalam rentang normal, 3) Tidak ada sianosis, 4) Mampu mengeluarkan sekret, 5) Nilai analisis gas darah dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.03001 - I.03010
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan dan mencapai bersihan jalan napas yang efektif pada pasien dengan penurunan kesadaran meliputi: 1) Auskultasi suara napas setiap 2-4 jam untuk mendeteksi adanya ronki, wheezing, atau area tanpa suara napas (I.03001). 2) Memonitor frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha pernapasan (I.03002). 3) Melakukan fisioterapi dada (postural drainage, perkusi, dan vibrasi) jika indikasi (I.03003). 4) Melakukan suction pada jalan napas atas dan/atau bawah sesuai kebutuhan untuk mengangkat sekret (I.03004). 5) Memberikan terapi oksigen sesuai program dan memonitor saturasi oksigen (SpO2) secara terus menerus (I.03005). 6) Memposisikan pasien dengan posisi semi-Fowler atau lateral untuk memudahkan drainase sekret dan ekspansi paru (I.03006). 7) Memonitor status hidrasi untuk mengencerkan sekret (I.03007). 8) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau mukolitik jika diperlukan (I.03009). 9) Memastikan alat bantu napas seperti kanul nasal atau masker terpasang dengan baik (I.03010).
Kondisi: Risiko Cedera
<>Kode SDKI: D.0025Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan atau gangguan fungsi tubuh.
Kode SLKI: L.19001
Deskripsi : Cedera tidak terjadi, ditandai dengan: 1) Kondisi fisik utuh, 2) Lingkungan aman, 3) Tidak ada tanda-tanda cedera fisik.
Kode SIKI: I.19001 - I.19007
Deskripsi : Intervensi untuk mencegah cedera pada pasien dengan penurunan kesadaran dan gelisah meliputi: 1) Mengidentifikasi faktor risiko cedera seperti penurunan kesadaran (GCS 8), gelisah, kelemahan motorik, dan hipoglikemia (I.19001). 2) Menggunakan pengaman tempat tidur (side rail) yang selalu terpasang dan dalam posisi terangkat (I.19002). 3) Memasang restrain fisik atau kimia sesuai protokol jika diperlukan untuk mencegah pasien menarik alat atau jatuh, dengan tetap memperhatikan hak pasien (I.19003). 4) Menjaga lingkungan sekitar pasien aman, bersih, terang, dan bebas dari benda berbahaya (I.19004). 5) Mengatur posisi tempat tidur serendah mungkin saat perawat tidak berada di samping pasien (I.19005). 6) Memeriksa kondisi kulit secara rutin untuk mendeteksi dini tanda cedera akibat tekanan atau restrain (I.19006). 7) Memastikan alat-alat medis terpasang dengan baik dan aman (I.19007).
Kondisi: Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.02001
Deskripsi : Kebutuhan nutrisi terpenuhi, ditandai dengan: 1) Asupan makanan sesuai kebutuhan, 2) Berat badan stabil atau meningkat sesuai target, 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam batas normal.
Kode SIKI: I.02001 - I.02018
Deskripsi : Intervensi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada pasien stroke dengan penurunan kesadaran meliputi: 1) Menilai status nutrisi, kemampuan menelan (disfagia diskrining), dan fungsi gastrointestinal (I.02001). 2) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori, protein, dan cairan harian berdasarkan kondisi (I.02002). 3) Memberikan nutrisi melalui selang nasogastrik (NGT) dengan formula yang sesuai secara bertahap sesuai toleransi (I.02003, I.02004). 4) Memposisikan pasien dengan kepala elevasi 30-45 derajat selama pemberian makan melalui NGT dan minimal 30 menit setelahnya untuk mencegah aspirasi (I.02005). 5) Memonitor sisa lambung sebelum pemberian makan berikutnya untuk evaluasi toleransi (I.02007). 6) Memonitor tanda-tanda aspirasi seperti batuk, sesak, atau suara napas basah (I.02008). 7) Memonitor hasil laboratorium terkait nutrisi (protein, albumin, elektrolit) dan gula darah (hipo-hiperglikemia) (I.02009, I.02010). 8) Memberikan perawatan mulut secara rutin untuk menjaga kebersihan dan integritas mukosa (I.02013). 9) Memonitor berat badan secara periodik (I.02018).
Article No. 25099 | 14 Apr 2026
Klinis : Keluhan saat ini sesak napas hilang timbul, dirumah pasien nyaman tidur 1-2 bantal, keluhan batuk berdahak dirasakan, keluhan berdebar dan nyeri dada khas ACS disangkal. Ku Lemah Kes: Composmentis TD: 153/96 HR: 80 RR: 23 S: 36.5 Spo2: 100 JVP kesan normal Vesikuler +/+, RBH -/-. RBK +/+, WZ +/- Udem -/- Lab HEMATOLOGI Darah Rutin - Hemoglobin 13.28 g/dL 12.2 ~ 18.1 - Eritrosit 4.54 juta/µL 4.04 ~ 6.13 - Hematokrit 39.2 % 37.7 ~ 53.7 Index Eritrosit - MCV 86.5 fL 80 ~ 97 - MCH 29.3 pg 27 ~ 31.2 - MCHC 33.9 g/dL 31.8 ~ 35.4 - Lekosit 10.11 ribu/µL 4.6 ~ 10.2 - Trombosit 256 ribu/µL 150 ~ 450 - RDW-CV 13.66 % 11.5 ~ 14.5 - MPV 6.16 fL 0 ~ 99.9 Hitung Jenis - Neutrofil 64.0 % 37 ~ 80 - Limfosit 19.7 % 19 ~ 48 - Monosit 7.8 % 0 ~ 12 - Eosinofil 7.35 H % 0 ~ 7 - Basofil 1.2 % 0 ~ 2.5 - Total Neutrofil 6.47 ribu/µL 1,5 ~ 7 - Total Lymphosit 1.99 ribu/µL 1 ~ 3,7 - Total Monosit 0.78 ribu/µL - Total Eosinofil 0.74 ribu/µL - Total Basofil 0.12 Gol. Darah (A B O) - Golongan Darah O KIMIA KLINIK ELEKTROLIT - Natrium (Na) 141 mmol/L 135 ~ 150 - Kalium (K) 3.2 L mmol/L 3.5 ~ 5.1 - Chlorida (Cl) 105 mmol/L 98 ~ 109 - Calsium (Ca2+) 1.1 mmol/L 1.1 ~ 1.4 - pH 7.54 H 7.35 ~ 7.45 Glukosa Darah - Glukosa Darah Sewaktu 106 mg/dL < 200 Fungsi Hati - AST (SGOT) 29 U/l < 37 - ALT (SGPT) 18 U/l < 42 Fungsi Ginjal - Ureum 55.6 H mg/dL 10 ~ 50 - Kreatinin 1.89 H mg/dL 0.6 ~ 1.1 Jantung - CK-MB 27 Analisa Gas Darah Measure (Corected) - pH 7.49 H 7.35 ~ 7.45 - PCO2 35.6 mm Hg 35 ~ 45 - PO2 94 mm Hg 80 ~ 100 - SO2 98.0 % 95 ~ 99 - Lactat 1.0 mmol/L 0.9 ~ 1.7 Calcualted - HCO3 26.8 H mmol/L 21 ~ 26 - TCO2 28.0 H mmol/L 23 ~ 27 - Base(Ecf) 3.0
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Ditandai dengan: 1) Gangguan pertukaran gas tidak ada (dispnea, takipnea, sianosis, gelisah, penurunan kesadaran, hipoksemia/hiperkapnia). 2) Pola napas efektif. 3) Keseimbangan asam-basa dalam batas normal. 4) Suara napas tambahan tidak ada. 5) Hasil analisis gas darah dalam batas normal.
Kode SIKI: I.04006
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Tindakan: 1) Bebaskan jalan napas dari sumbatan. 2) Atur posisi untuk memaksimalkan ventilasi (mis., semi-Fowler/Fowler). 3) Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan. 4) Kolaborasi pemberian oksigen sesuai kebutuhan. 5) Ajarkan batuk efektif dan napas dalam. 6) Auskultasi suara napas. 7) Pantau tanda-tanda distress pernapasan (takipnea, sianosis, gelisah). 8) Pantau saturasi oksigen (SpO2). 9) Pantau hasil analisis gas darah. 10) Berikan cairan yang adekuat untuk mengencerkan sekret. 11) Pertahankan kelembaban udara. 12) Kolaborasi pemberian bronkodilator dan obat lainnya sesuai indikasi.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk memenuhi atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09002
Deskripsi : Toleransi aktivitas membaik. Ditandai dengan: 1) Mampu melakukan aktivitas sesuai kemampuan. 2) Tanda vital dalam batas normal saat aktivitas. 3) Kelemahan dan kelelahan menurun. 4) Dispnea atau nyeri dada saat aktivitas menurun.
Kode SIKI: I.09005
Deskripsi : Manajemen energi. Tindakan: 1) Kaji respons pasien terhadap aktivitas (tanda vital, kelemahan, sesak, nyeri dada). 2) Bantu pasien mengidentifikasi aktivitas yang dapat ditunda. 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup. 4) Bantu aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan. 5) Anjurkan teknik penghematan energi (duduk saat melakukan aktivitas, istirahat teratur). 6) Tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai toleransi. 7) Pertahankan lingkungan yang aman dan nyaman untuk beraktivitas. 8) Kolaborasi pemberian terapi oksigen selama aktivitas jika diperlukan. 9) Edukasi keluarga untuk membantu pasien dalam aktivitas.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskuler, interstisial, dan/atau intraseluler.
Kode SLKI: L.06002
Deskripsi : Keseimbangan cairan membaik. Ditandai dengan: 1) Keseimbangan cairan seimbang (asupan dan haluan). 2) Turgor kulit baik. 3) Membran mukosa lembab. 4) Tidak ada edema. 5) Tanda vital dalam batas normal. 6) Berat badan stabil. 7) Elektrolit dalam batas normal.
Kode SIKI: I.06012
Deskripsi : Manajemen cairan. Tindakan: 1) Monitor tanda-tanda dehidrasi/kelebihan cairan (turgor kulit, edema, JVP, berat badan). 2) Monitor tanda vital (TD, nadi, RR). 3) Catat balance cairan (intake dan output) secara akurat. 4) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai program. 5) Anjurkan intake oral sesuai toleransi dan batasan. 6) Monitor hasil laboratorium (elektrolit, ureum, kreatinin). 7) Observasi adanya edema. 8) Ukur berat badan harian dengan skala dan waktu yang sama. 9) Kolaborasi pemberikan terapi diuretik jika diperlukan. 10) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya balance cairan dan tanda-tanda ketidakseimbangan.
Kondisi: Risiko Penurunan Cardiac Output
Kode SDKI: D.0022
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Cardiac output membaik. Ditandai dengan: 1) Cardiac output adekuat (nadi perifer teraba, kulit hangat dan kering, CRT < 3 detik, kesadaran baik). 2) Tanda vital dalam batas normal. 3) Dyspnea pada saat aktivitas tidak ada. 4) Edema tidak ada. 5) Produksi urin adekuat (>0,5 mL/kgBB/jam).
Kode SIKI: I.03006
Deskripsi : Manajemen cardiac output. Tindakan: 1) Monitor tanda vital (TD, HR, RR) dan irama jantung. 2) Kaji kualitas nadi perifer, capillary refill time (CRT), suhu dan warna kulit. 3) Monitor status pernapasan (sesak, orthopnea). 4) Monitor balance cairan (intake-output, berat badan). 5) Observasi adanya edema. 6) Monitor tanda-tanda penurunan kesadaran. 7) Kaji nyeri dada (skala, lokasi, karakteristik). 8) Berikan oksigen sesuai indikasi. 9) Anjurkan tirah baring atau aktivitas terbatas sesuai kondisi. 10) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi (seperti diuretik, inotropik) sesuai program. 11) Monitor hasil laboratorium terkait (elektrolit, ureum, kreatinin, enzim jantung). 12) Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mengurangi beban kerja jantung.
Article No. 25100 | 14 Apr 2026
Klinis : Hari ini : lemes, masih diare ku lemah td: 134/109 mmHg rr: 21 x/m s: 36,4C spo2: 98-99 % n: 89 x/m Status Generalisata Mata : CA -/- SI -/- Thorax : SDV +/+ rh -/-, wh -/-, S1S2 reguler, BJ (-) Abdomen : supel, BU (+) timpani, NT (-), Ext atas : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Ext bawah : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Lab RSSP Darah Rutin (8/4/26) Hb 13.22 Eritrosit 4.70 Hematokrit 39.5 MCV 84.0 MCH 28.1 MCHC 33.4 RDW 11.45 Leukosit 16.55 Neutrofil 90.2 Limfosit 6.1 Monosit 3.2 Eosinofil 0.02 Basofil 0.4 Total Neutrofil 14.93 Total Limfosit 1.02 Total Monosit 0.53 Total Eosinofil 0.00 Total Basofil 0.07 Trombosit 247 MPV 6.99 GDS 461 Ureum 56.3 Kreatinin 0.90 CK-MB 22 Golongan darah A Glukosa stik (13/4/26 06.17) -> 150
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hiperglikemia dan Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Risiko Defisit Volume Cairan adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Keseimbangan Cairan. Tujuan keperawatan adalah mempertahankan keseimbangan cairan dengan kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal (TD: 90-120/60-80 mmHg, N: 60-100 x/menit, RR: 12-20 x/menit). 2) Tidak ada tanda dehidrasi (turgor kulit elastis, mukosa bibir lembab, produksi urin adekuat >0,5 mL/kgBB/jam). 3) Keseimbangan masukan dan haluaran cairan seimbang. 4) Elektrolit dalam rentang normal. Pada pasien ini, data yang mendukung adalah adanya keluhan lemas dan diare yang dapat menyebabkan kehilangan cairan, serta tekanan darah yang cenderung tinggi (134/109 mmHg) yang dapat merupakan kompensasi awal dari volume cairan yang berkurang. Meskipun tanda dehidrasi seperti CRT dan akral masih baik, risiko tetap tinggi karena adanya diare yang masih berlangsung. Leukositosis dan neutrofilia yang tinggi juga dapat meningkatkan kebutuhan metabolik dan kehilangan cairan insensible.
Kode SIKI: 3510
Deskripsi : Manajemen Cairan. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Memonitor tanda-tanda defisit volume cairan (tanda vital, turgor kulit, membran mukosa, produksi urin, berat badan) setiap 2-4 jam atau sesuai kondisi. 2) Memonitor masukan dan haluaran cairan setiap 8 jam, dengan memperhitungkan kehilangan cairan dari diare. 3) Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai resep dokter untuk mengoreksi defisit dan memenuhi kebutuhan harian. 4) Menganjurkan dan membantu pasien untuk meningkatkan asupan cairan per oral jika sudah toleran, secara bertahap. 5) Memonitor hasil pemeriksaan laboratorium (ureum, kreatinin, hematokrit) sebagai indikator status hidrasi. 6) Mengajarkan pada pasien dan keluarga tanda-tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai. 7) Mengatasi penyebab diare melalui kolaborasi pemberian terapi yang sesuai.
Kondisi: Hiperglikemia
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Hiperglikemia adalah kondisi dimana kadar glukosa darah lebih tinggi dari nilai normal.
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Kontrol Kadar Glukosa Darah. Tujuan keperawatan adalah tercapainya kontrol glikemik yang optimal dengan kriteria hasil: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan (biasanya mendekati 70-180 mg/dL). 2) Pasien tidak menunjukkan gejala hiperglikemia (poliuria, polidipsi, lemas, penurunan kesadaran). 3) Pasien memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kadar gula darahnya. Pada pasien ini, data yang sangat menonjol adalah kadar GDS (Glukosa Darah Sewaktu) yang sangat tinggi yaitu 461 mg/dL, didukung juga oleh hasil glukosa stik 150 mg/dL (mungkin pasca terapi awal). Hiperglikemia berat ini dapat menyebabkan diare osmotik, memperburuk kondisi lemas, dan meningkatkan risiko dehidrasi serta komplikasi metabolik akut seperti ketoasidosis diabetik (terutama dengan nilai GDS setinggi itu). Leukositosis yang tinggi juga dapat dipicu oleh stres hiperglikemia atau infeksi yang menyertai.
Kode SIKI: 2120
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Memonitor kadar glukosa darah secara berkala (setiap 1-6 jam sesuai protokol) menggunakan glukometer. 2) Mengobservasi tanda dan gejala hiperglikemia (poliuria, polidipsi, lemas, mual, napas kussmaul, penurunan kesadaran) dan hipoglikemia. 3) Kolaborasi pemberian insulin sesuai resep dokter (biasanya insulin kerja cepat atau drip insulin) dengan teknik pemberian dan penyimpanan yang tepat. 4) Memonitor tanda-tanda ketoasidosis diabetik (napas berbau aseton, napas dalam dan cepat, penurunan kesadaran). 5) Memberikan pendidikan kesehatan mengenai penyebab hiperglikemia (misalnya: infeksi, diet, stres), cara pemberian insulin, teknik pemeriksaan gula darah mandiri, dan perencanaan makan. 6) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk penyusunan diet diabetik yang sesuai. 7) Memonitor hasil laboratorium seperti elektrolit dan gas darah untuk mendeteksi ketidakseimbangan asam-basa.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Intoleransi Aktivitas adalah keadaan dimana individu mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk menuntaskan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Toleransi Aktivitas. Tujuan keperawatan adalah meningkatkan toleransi aktivitas dengan kriteria hasil: 1) Pasien mampu melakukan aktivitas dengan tingkat bantuan yang sesuai. 2) Tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah) dalam rentang normal sebelum, selama, dan setelah aktivitas. 3) Pasien melaporkan penurunan perasaan lemas dan lelah. 4) Tidak terjadi dyspnea, nyeri dada, atau pusing yang berlebihan saat beraktivitas. Pada pasien ini, data utama adalah keluhan "lemes" dan "ku lemah" yang diungkapkan langsung oleh pasien. Kelemahan ini sangat mungkin disebabkan oleh kombinasi hiperglikemia berat (yang mengganggu metabolisme energi seluler) dan potensi dehidrasi dari diare. Hiperglikemia menyebabkan diuresis osmotik dan kehilangan elektrolit, serta menghambat penggunaan glukosa oleh sel, sehingga pasien kekurangan energi. Denyut nadi 89 x/menit yang berada di batas atas normal juga dapat menunjukkan upaya tubuh berkompensasi.
Kode SIKI: 0201
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Mengkaji respons fisiologis terhadap aktivitas (perubahan tanda vital, dyspnea, kelelahan) sebelum, selama, dan setelah aktivitas. 2) Membantu pasien dalam merencanakan dan menjadwalkan periode istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas. 3) Membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai tingkat toleransinya, dan meningkatkan bantuan secara bertahap seiring perbaikan kondisi. 4) Menganjurkan aktivitas ringan dan progresif sesuai toleransi, seperti latihan rentang gerak di tempat tidur kemudian duduk di tepi tempat tidur. 5) Menjelaskan penyebab kelemahan (hiperglikemia dan dehidrasi) dan rencana penanganannya kepada pasien untuk mengurangi kecemasan. 6) Memastikan kebutuhan nutrisi dan cairan terpenuhi untuk mendukung produksi energi. 7) Mengkolaborasikan terapi untuk mengatasi penyebab dasar (hiperglikemia dan diare) agar toleransi aktivitas dapat membaik.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434