Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24971 | 08 Apr 2026
Klinis : Ny. D (62 tahun) dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan utama badan terasa sangat lemas dan luka di jempol kaki kanan yang tidak kunjung sembuh sejak 2 minggu lalu.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons terhadap patogen atau toksin.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI L.08001: Kontrol Infeksi. Tujuan dari SLKI ini adalah agar pasien dapat mencegah dan mengendalikan infeksi. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien dan keluarga menunjukkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). 2) Tanda-tanda infeksi (seperti kemerahan, bengkak, nyeri, demam, pus/nanah) dapat dikenali dan dilaporkan. 3) Luka menunjukkan proses penyembuhan yang baik (granulasi, tidak ada tanda infeksi). 4) Hasil laboratorium terkait infeksi (seperti leukosit) dalam batas normal. Dalam konteks Ny. D, fokus SLKI adalah pada pengenalan tanda infeksi pada luka di jempol kaki dan pencegahan penyebaran infeksi lebih lanjut, mengingat usia dan kemungkinan komorbid seperti diabetes yang memperlambat penyembuhan.
Kode SIKI: I.08049
Deskripsi : SIKI I.08049: Manajemen Luka. Intervensi ini merupakan tindakan keperawatan untuk membersihkan, merawat, dan memantau luka untuk mendukung proses penyembuhan dan mencegah infeksi. Langkah-langkahnya meliputi: 1) Melakukan asesmen luka secara komprehensif termasuk lokasi, ukuran, kedalaman, adanya jaringan nekrotik, eksudat (jumlah, warna, bau), serta tanda-tanda infeksi dan kondisi kulit sekitar. 2) Melakukan perawatan luka dengan teknik aseptik, memilih balutan yang sesuai dengan kondisi luka (misalnya, balutan lembab untuk luka kering atau balutan penyerap untuk luka bereskudat banyak). 3) Melakukan debridemen jika diperlukan (harus sesuai kewenangan). 4) Melindungi kulit sekitar luka dari kelembaban yang berlebihan. 5) Mendokumentasikan perkembangan luka secara berkala. 6) Mengajarkan pada pasien/keluarga cara merawat luka di rumah, termasuk teknik cuci tangan, mengganti balutan, dan mengenali tanda bahaya. Pada Ny. D, intervensi ini sangat krusial karena luka di jempol kaki yang tidak kunjung sembuh merupakan port de entry utama bagi patogen. Perawatan luka yang tepat dan steril akan mengurangi risiko infeksi sistemik yang dapat memperburuk kondisi kelemahan tubuhnya.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Kekurangan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : SLKI L.03001: Toleransi Aktivitas. Tujuan SLKI ini adalah agar pasien dapat melakukan aktivitas dengan tingkat energi yang memadai. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: 1) Pasien melaporkan peningkatan energi dan penurunan keluhan lemas. 2) Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari (seperti perawatan diri) sesuai dengan tingkat kemampuannya yang baru. 3) Tanda-tanda vital (nadi, tekanan darah, pernapasan) dalam batas normal selama dan setelah aktivitas. 4) Tidak menunjukkan tanda distress pernapasan atau kelelahan ekstrem pasca aktivitas. 5) Keseimbangan antara aktivitas, istirahat, dan tidur tercapai. Untuk Ny. D, keluhan "badan terasa sangat lemas" menjadi fokus utama. SLKI ini mengarah pada pemulihan kapasitas fungsionalnya, mungkin melalui aktivitas bertahap, mengingat kemungkinan adanya kondisi kronis yang mendasari seperti anemia pada penyakit ginjal atau malnutrisi yang berkontribusi pada kelemahan.
Kode SIKI: I.03006
Deskripsi : SIKI I.03006: Manajemen Energi. Intervensi ini adalah tindakan keperawatan untuk mengatur energi agar tercapainya aktivitas yang diinginkan. Implementasinya meliputi: 1) Mengkaji faktor penyebab kelemahan (misalnya, status nutrisi, oksigenasi, nyeri, efek penyakit). 2) Memantau respons fisiologis terhadap aktivitas (denyut nadi, tekanan darah, saturasi oksigen, frekuensi napas). 3) Merencanakan jadwal aktivitas dan istirahat yang seimbang. 4) Mengajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas, istirahat sebelum lelah, mengatur prioritas aktivitas, dan memecah tugas besar menjadi tugas-tugas kecil. 5) Membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, kemudian secara bertahap mendorong kemandirian. 6) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat sebagai sumber energi. 7) Menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung untuk mencegah kelelahan dan cedera. Pada Ny. D, intervensi ini membantu mengatasi kelemahan beratnya, memastikan bahwa aktivitas (termasuk mobilisasi untuk mencegah komplikasi) dilakukan tanpa membebani tubuhnya, sekaligus mendukung proses penyembuhan luka yang membutuhkan energi.
Kondisi: Gangguan Integritas Jaringan Kulit
Kode SDKI: D.0060
Deskripsi Singkat: Kerusakan pada epidermis, dermis, atau keduanya.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : SLKI L.10001: Penyembuhan Luka. Tujuan SLKI ini adalah agar luka pada pasien menunjukkan proses penyembuhan yang optimal. Kriteria hasilnya antara lain: 1) Ukuran luka menurun. 2) Jaringan granulasi yang sehat (berwarna merah muda) tumbuh. 3) Eksudat luka berkurang dan tidak berbau. 4) Kulit di sekitar luta utuh, tidak merah, atau bengkak. 5) Nyeri pada luka berkurang. Pada kasus Ny. D, luka di jempol kaki yang tidak kunjung sembuh menjadi indikator utama gangguan integritas kulit. SLKI ini secara spesifik mengevaluasi keberhasilan intervensi perawatan luka dalam memfasilitasi penyembuhan, yang sangat dipengaruhi oleh faktor sistemik seperti status gizi, sirkulasi darah, dan kontrol glikemik (jika ada diabetes).
Kode SIKI: I.10023
Deskripsi : SIKI I.10023: Perawatan Luka. Intervensi ini merupakan tindakan langsung untuk mempertahankan integritas kulit dan mempercepat penyembuhan jaringan. Tindakannya lebih spesifik dan teknis, meliputi: 1) Membersihkan luka dengan larutan steril yang sesuai (misalnya, NaCl 0,9%). 2) Melakukan debridemen mekanik lembut untuk membersihkan debris. 3) Mengaplikasikan obat topikal atau balutan khusus sesuai indikasi dan kolaborasi. 4) Menggunakan teknik pembalutan yang tepat untuk melindungi luka dan menjaga kelembaban. 5) Memposisikan ekstremitas yang terluka untuk meningkatkan sirkulasi (misalnya, elevasi). 6) Mencegah tekanan pada area luka. 7) Memastikan asupan protein dan vitamin C yang adekuat melalui kolaborasi dengan ahli gizi untuk mendukung sintesis kolagen. Intervensi ini berjalan paralel dengan SIKI Manajemen Luka (I.08049), namun lebih menekankan pada tindakan teknis perawatan luka itu sendiri, sementara Manajemen Luka cakupannya lebih luas termasuk edukasi dan pencegahan infeksi.
-
Article No. 24972 | 08 Apr 2026
Klinis : PASIEN UMUR 60 TAHUN DENGAN KELUHAN Utama keluar darah dari anus 3 hari ini Telaahpasien datang dengan keluhan keluar darah dari anus 3 hari ini setelah os memasukkan obat pencahar (karena tidak dapat BAB) ke anusnya. hari ini darah yang keluar semakin banyak dan bergumpal. BAK anyang-anyangan (+). perut bawah terasa nyeri Riwayat Penyakit DahuluPost Hemoroidectomy (tgl 28 Maret 2026) hiperglikemi on DM tipe 2 AKI stg I OKes : CM TD : 155/75 mmHg HR : 74 x/i RR : 21 x/i T : 36 C Spo2 : 99% on Room Air STATUS LOKALISATA Mata : CA (-/-), SI (-/-) Mulut : coated tongue (-), faring hiperemis (-), T1/T1 Leher : TVJ R-2cmHg, lymphadenopathy (-) Thoraks : sp ves (+/+), rh (-/-), wh (-/-), BJ 1,2 reg, murmur (-) Abdomen : soepel, NT (-), normoperistaltik, normothympani, H/L tidak teraba, Mcburney sign (-) Eks : akral hangat, CRT<2, t/v kuat, edem pretibial (-/-)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perdarahan Pasca Prosedur dan Risiko Syok Hipovolemik
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko Syok Hipovolemik adalah keadaan rentan terhadap penurunan perfusi jaringan yang mengancam jiwa akibat kehilangan volume sirkulasi darah, yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Perfusi jaringan perifer adekuat. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah sistolik dalam rentang normal individu, 2) Tekanan darah diastolik dalam rentang normal individu, 3) Denyut nadi dalam rentang normal individu, 4) Kulit hangat dan kering, 5) Warna kulit normal, 6) Pengisian kapiler kurang dari 3 detik, 7) Produksi urine adekuat (0,5-1,5 ml/kgBB/jam), 8) Tidak ada pusing, 9) Tidak ada penurunan kesadaran, 10) Tidak ada rasa haus berlebihan.
Kode SIKI: I.08046
Deskripsi : Pemantauan Perfusi Jaringan. Tindakan: 1) Monitor tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) setiap 1-2 jam atau sesuai kondisi pasien, 2) Monitor warna, kehangatan, dan kelembaban kulit, 3) Monitor pengisian kapiler, 4) Monitor produksi urine setiap jam, 5) Monitor tingkat kesadaran, 6) Monitor keluhan pusing dan rasa haus, 7) Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai program, 8) Kolaborasi pemeriksaan laboratorium (hemoglobin, hematokrit), 9) Atur posisi pasien sesuai kondisi (Trendelenburg/modifikasi jika diperlukan), 10) Berikan oksigenasi sesuai kebutuhan, 11) Hindari manipulasi area perdarahan yang berlebihan, 12) Lakukan tirah baring.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Kriteria hasil: 1) Ekspresi wajah rileks, 2) Melaporkan nyeri berkurang/hilang (skala 0), 3) Skala nyeri 0-3, 4) Tanda vital dalam rentang normal, 5) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan, 6) Tidak ada gelisah.
Kode SIKI: I.03030
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Kaji nyeri (skala, lokasi, karakteristik, faktor pencetus dan pereda), 2) Monitor tanda vital, 3) Ajarkan teknik nonfarmakologi (nafas dalam, distraksi, relaksasi), 4) Atur posisi nyaman, 5) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program, 6) Evaluasi efektivitas dan efek samping analgesik, 7) Berikan informasi tentang penyebab nyeri dan penanganannya, 8) Ciptakan lingkungan yang tenang.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi adalah keadaan rentan terhadap invasi dan multiplikasi patogen, yang dapat membahayakan kesehatan. Pada pasien ini, risiko meningkat karena adanya perdarahan rektal (gangguan integritas jaringan), riwayat prosedur bedah hemoroid (luka operasi), dan kondisi hiperglikemi pada DM tipe 2 yang mengganggu proses penyembuhan dan respons imun.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal, 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi (rubor, kalor, dolor, tumor, functio laesa) di area luka/anus, 3) Hasil laboratorium leukosit dalam rentang normal, 4) Kadar gula darah terkontrol, 5) Luka bersih dan kering.
Kode SIKI: I.10080
Deskripsi : Pencegahan Infeksi. Tindakan: 1) Monitor tanda vital, terutama suhu, 2) Observasi area anus/luka operasi terhadap tanda infeksi, 3) Ajarkan dan bantu menjaga kebersihan area perianal (pembersihan dari arah depan ke belakang setelah BAK/BAB), 4) Gunakan teknik aseptik dalam perawatan, 5) Anjurkan intake nutrisi dan cairan adekuat untuk penyembuhan, 6) Kolaborasi pemantauan kadar gula darah, 7) Kolaborasi pemberian terapi antibiotik jika diresepkan, 8) Ajarkan tanda-tanda infeksi yang perlu diwaspadai.
Kondisi: Gangguan Eliminasi Urine
Kode SDKI: D.0022
Deskripsi Singkat: Gangguan Eliminasi Urine adalah keadaan ketidakmampuan untuk mengeluarkan urine secara adekuat dari kandung kemih, yang dapat membahayakan kesehatan. Pada pasien ini, dikaji dari keluhan BAK anyang-anyangan (+) yang mengindikasikan disuria, kemungkinan terkait dehidrasi dari kehilangan darah, nyeri, atau faktor lain seperti infeksi saluran kemih.
Kode SLKI: L.04002
Deskripsi : Eliminasi Urine Efektif. Kriteria hasil: 1) Urine jernih, kuning, 2) Tidak ada keluhan anyang-anyangan, 3) Output urine adekuat (0,5-1,5 ml/kgBB/jam), 4) Tidak ada distensi kandung kemih, 5) Tidak ada retensi urine.
Kode SIKI: I.04031
Deskripsi : Manajemen Eliminasi Urine. Tindakan: 1) Monitor intake dan output cairan, 2) Kaji karakteristik urine (warna, kejernihan, bau), 3) Kaji keluhan disuria, urgensi, atau frekuensi, 4) Anjurkan peningkatan intake cairan jika tidak ada kontraindikasi, 5) Bantu memenuhi kebutuhan eliminasi (posisi nyaman), 6) Kolaborasi pemeriksaan urinalisis, 7) Palpasi distensi kandung kemih, 8) Monitor pola eliminasi urine.
-
Article No. 24973 | 08 Apr 2026
Klinis : Ns. F adalah perawat yang bertugas diruang rawat inap geriatrri, saat melakukan timbang terima dengan rekan jaga sebelumnya Ns. F menjadi perawat penanggung jawab dari Ny. D usia 80 tahun, dirawat dengan diagnosa medis CHF, saat dilakukan pengkajian Ny. D mengatakan sudah tidak sanggup lagi dengan keluhan yang dirasakan sekarang, mulai dari sesak nafas, nyeri dada, dan kesemutan pada seluruh ekstermitasnya, Ny D mengatakan bahwa ingin segera mati saja, merasa banyak sekali melakukan dosa dimasal lampau…
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Bunuh Diri
Kode SDKI: 0019
Deskripsi Singkat: Risiko individu untuk melakukan tindakan yang mengancam jiwa dengan maksud mengakhiri hidupnya.
Kode SLKI: 1901
Deskripsi : Pasien terlindungi dari perilaku bunuh diri. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: pasien dapat mengidentifikasi sumber dukungan pribadi, melaporkan tidak ada keinginan untuk bunuh diri, tidak menunjukkan perilaku atau ucapan yang mengindikasikan rencana bunuh diri, lingkungan sekitar aman dari alat-alat yang berpotensi digunakan untuk melukai diri sendiri, serta pasien dapat menyebutkan rencana atau alasan untuk tetap hidup. Perawat akan memastikan keamanan lingkungan, membangun hubungan saling percaya, dan memfasilitasi pasien untuk mengekspresikan perasaan serta mendapatkan dukungan dari keluarga atau tenaga profesional kesehatan jiwa.
Kode SIKI: 1901A - 1901F (Serangkaian Intervensi)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengelola risiko bunuh diri dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan. Pertama, lakukan Pengkajian Risiko Bunuh Diri (1901A) secara menyeluruh, termasuk menanyakan langsung tentang ide, rencana, dan niat bunuh diri, serta menilai faktor pencetus, riwayat percobaan sebelumnya, dan ketersediaan alat. Kedua, Lingkungan Aman (1901B) dengan menyingkirkan benda-benda berbahaya (pisau, obat-obatan, tali, dll.) dari jangkauan pasien dan mempertimbangkan pengawasan ketat (one-on-one observation). Ketiga, Kontrak Tidak Bunuh Diri (1901C), yaitu membuat perjanjian verbal atau tertulis bahwa pasien akan menghubungi perawat, keluarga, atau nomor darurat jika keinginan bunuh diri muncul. Keempat, Kolaborasi (1901D) dengan dokter, psikiater, atau tim kesehatan jiwa untuk evaluasi lebih lanjut dan manajemen terapi farmakologi jika diperlukan. Kelima, Dukungan Sosial (1901E) dengan melibatkan keluarga dalam proses perawatan, memberikan edukasi tentang tanda-tanda peringatan, dan memastikan pasien tidak merasa sendirian. Keenam, Terapi Aktivitas dan Spiritual (1901F) seperti mengajak pasien dalam aktivitas sederhana yang menyenangkan, serta memfasilitasi konseling spiritual sesuai keyakinan pasien untuk membantu menemukan makna hidup dan mengatasi perasaan bersalah atas dosa di masa lalu. Semua intervensi ini bertujuan untuk mengurangi isolasi, meningkatkan harapan, dan mengamankan pasien hingga krisis berlalu.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang mendadak atau lambat dan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi.
Kode SLKI: 0703
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil meliputi: pasien melaporkan penurunan intensitas nyeri (skala nyeri menurun), menunjukkan tanda-tanda perilaku nyeri berkurang (wajai tidak meringis, dapat beristirahat), mampu menunjukkan teknik non-farmakologi untuk mengatasi nyeri, dan fungsi fisik membaik. Perawat akan memantau respons pasien terhadap intervensi pengelolaan nyeri dan menyesuaikan pendekatan sesuai kebutuhan.
Kode SIKI: 0703A - 0703D (Serangkaian Intervensi)
Deskripsi : Manajemen nyeri dilakukan dengan pendekatan farmakologi dan non-farmakologi. Pertama, Pengkajian Nyeri Komprehensif (0703A) menggunakan skala yang sesuai (misalnya, Numeric Rating Scale) untuk lansia, mencakup lokasi, karakter, durasi, faktor yang memperberat dan meringankan. Kedua, Manajemen Farmakologi Nyeri (0703B) dengan memberikan analgesik sesuai resep dokter (misalnya, untuk nyeri dada pada CHF), memantau efektivitas, dan mengawasi efek samping. Ketiga, Intervensi Non-Farmakologi (0703C) seperti teknik relaksasi napas dalam, distraksi dengan percakapan atau musik, serta posisi yang nyaman untuk mengurangi sesak dan nyeri dada. Keempat, Edukasi (0703D) kepada pasien dan keluarga tentang penyebab nyeri, pentingnya melaporkan nyeri, dan cara menggunakan teknik non-farmakologi secara mandiri. Pendekatan ini penting karena nyeri yang tidak terkontrol dapat memperburuk stres dan perasaan putus asa pasien.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Toleransi aktivitas. Kriteria hasil mencakup: pasien mampu melakukan aktivitas dengan tanda vital dalam rentang yang diharapkan (tidak ada takikardia berat, hipotensi, atau dispnea berlebihan), melaporkan penurunan keluhan lelah dan sesak saat beraktivitas, serta mampu berpartisipasi dalam aktivitas perawatan diri secara bertahap. Perawat akan memantau respons kardiopulmoner selama aktivitas dan membantu pasien dalam mengatur energi.
Kode SIKI: 0401A - 0401D (Serangkaian Intervensi)
Deskripsi : Intervensi difokuskan pada penghematan energi dan peningkatan toleransi secara bertahap. Pertama, Pengkajian Respons Aktivitas (0401A) dengan memantau tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas. Kedua, Manajemen Energi (0401B) dengan membantu pasien mengatur jadwal aktivitas, menyelingi dengan istirahat yang cukup, dan membantu dalam aktivitas perawatan diri yang membutuhkan banyak energi. Ketiga, Latihan Bertahap (0401C) dimulai dari latihan rentang gerak pasif/aktif di tempat tidur, duduk di tepi tempat tidur, hingga berdiri dan berjalan dengan bantuan sesuai toleransi. Keempat, Edukasi (0401D) tentang pentingnya keseimbangan aktivitas dan istirahat, teknik penghematan energi (seperti duduk saat mandi), serta mengenali tanda-tanda kelelahan yang harus diwaspadai. Pada pasien CHF, aktivitas yang tidak terkontrol dapat memicu sesak dan memperburuk kondisi, sehingga perencanaan aktivitas yang aman sangat krusial.
Kondisi: Berduka
Kode SDKI: 0012
Deskripsi Singkat: Proses psikologis, fisik, spiritual, dan sosial yang dialami individu akibat kehilangan yang dirasakan, aktual, atau potensial.
Kode SLKI: 1201
Deskripsi : Koping berduka. Kriteria hasil yang diharapkan adalah pasien dapat mengungkapkan perasaan terkait kehilangan (kesehatan, kemandirian), mengidentifikasi sumber dukungan yang dimiliki, serta menunjukkan minat untuk terlibat dalam aktivitas kehidupan sehari-hari secara bertahap. Perawat akan memberikan ruang yang aman bagi pasien untuk mengekspresikan kesedihan dan membantu dalam proses penerimaan.
Kode SIKI: 1201A - 1201D (Serangkaian Intervensi)
<>Deskripsi : Intervensi berfokus pada pendampingan dalam proses berduka. Pertama, Fasilitasi Ekspresi Perasaan (1201A) dengan mendengarkan aktif dan empati tanpa menghakimi pernyataan pasien seperti "ingin mati saja" dan perasaan bersalah atas dosa masa lalu. Kedua, Dukungan Spiritual (1201B) dengan menanyakan kebutuhan spiritual pasien dan memfasilitasi pertemuan dengan pemuka agama atau konselor spiritual untuk membahas pengampunan dan makna penderitaan. Ketiga, Penguatan Dukungan Sosial (1201C) dengan melibatkan keluarga dalam memberikan kenyamanan dan mengingatkan pasien akan keberartian dirinya bagi keluarga. Keempat, Terapi Aktivasi Perilaku (1201D) dengan secara perlahan mengajak pasien dalam aktivitas bermakna yang kecil dan sederhana untuk membangkitkan kembali minat terhadap kehidupan. Pendekatan ini vital karena berduka yang tidak terselesaikan dapat menjadi faktor pencetus utama depresi dan ide bunuh diri pada lansia dengan penyakit kronis seperti CHF.
-
Article No. 24974 | 08 Apr 2026
Klinis : Ns. F adalah perawat yang bertugas diruang rawat inap geriatrri, saat melakukan timbang terima dengan rekan jaga sebelumnya Ns. F menjadi perawat penanggung jawab dari Ny. D usia 80 tahun, dirawat dengan diagnosa medis CHF, saat dilakukan pengkajian Ny. D mengatakan sudah tidak sanggup lagi dengan keluhan yang dirasakan sekarang, mulai dari sesak nafas, nyeri dada, dan kesemutan pada seluruh ekstermitasnya, Ny D mengatakan bahwa ingin segera mati saja, merasa banyak sekali melakukan dosa dimasal lampau…
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Gagal Jantung Kongestif (CHF) dengan Gejala Kecemasan dan Ideasi Pasif Mengenai Kematian
Kode ICD-10: I50.9 (Gagal Jantung, tidak ditentukan) dan R45.851 (Ide bunuh diri)
Deskripsi Singkat : Kondisi utama pasien adalah Gagal Jantung Kongestif (CHF), suatu sindrom klinis di mana jantung tidak mampu memompa darah secara adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, menyebabkan gejala seperti sesak napas (dispnea), nyeri dada, dan edema. Kode I50.9 mengkategorikan kondisi jantung ini. Selain itu, pasien menunjukkan distress psikologis yang signifikan berupa perasaan putus asa, beban dosa, dan keinginan untuk mati ("ingin segera mati saja"), yang merupakan ideasi pasif mengenai kematian. Pernyataan ini, meskipun bukan rencana bunuh diri yang aktif, merupakan tanda peringatan penting yang memerlukan penilaian segera terhadap risiko dan kondisi mental pasien. Kode R45.851 digunakan untuk mendokumentasikan gejala ini dalam konteks penyakit fisik yang memberatkan. Kombinasi kode ini menggambarkan kompleksitas perawatan pasien geriatri di mana beban penyakit kronis yang berat dapat memicu atau memperburuk kondisi psikologis, menekankan pentingnya pendekatan holistik yang menangani baik aspek fisik (kardiopulmoner) maupun psikologis (kejiwaan) untuk keselamatan dan kualitas hidup pasien.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24975 | 08 Apr 2026
Klinis : Ns. F adalah perawat yang bertugas diruang rawat inap geriatrri, saat melakukan timbang terima dengan rekan jaga sebelumnya Ns. F menjadi perawat penanggung jawab dari Ny. D usia 80 tahun, dirawat dengan diagnosa medis CHF, saat dilakukan pengkajian Ny. D mengatakan sudah tidak sanggup lagi dengan keluhan yang dirasakan sekarang, mulai dari sesak nafas, nyeri dada, dan kesemutan pada seluruh ekstermitasnya, Ny D mengatakan bahwa ingin segera mati saja, merasa banyak sekali melakukan dosa dimasal lampau…
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Bunuh Diri
Kode SDKI: 0018
Deskripsi Singkat: Risiko individu untuk melakukan tindakan yang dapat mengakhiri hidupnya sendiri secara sengaja.
Kode SLKI: 1801
Deskripsi : Pasien terlindungi dari perilaku bunuh diri. Pasien dapat mengidentifikasi sumber-sumber harapan dan makna hidup. Pasien menunjukkan keinginan untuk hidup. Pasien dapat menggunakan strategi koping adaptif untuk mengatasi perasaan putus asa dan ide bunuh diri. Pasien terhubung dengan sistem pendukung sosial. Lingkungan pasien aman dari alat atau cara yang dapat digunakan untuk melukai diri sendiri.
Kode SIKI: 18001 - 18017
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk Risiko Bunuh Diri meliputi serangkaian tindakan sistematis yang bertujuan untuk melindungi pasien, membangun harapan, dan mengelola pikiran serta perilaku yang merusak diri. Pertama, lakukan pengkajian risiko bunuh diri yang komprehensif dan berkelanjutan, termasuk mengevaluasi rencana, niat, alat yang tersedia, dan riwayat percobaan sebelumnya. Tindakan ini penting untuk menentukan tingkat pengawasan yang diperlukan. Kedua, ciptakan lingkungan yang aman dengan menghilangkan atau mengamankan benda-benda berbahaya seperti obat-obatan, pisau, kabel, atau benda tajam lainnya dari jangkauan pasien. Pengawasan ketat (observasi one-on-one atau check-in rutin) harus diterapkan sesuai dengan tingkat risikonya. Ketiga, bangun hubungan terapeutik yang empatik dan tidak menghakimi. Dengarkan perasaan pasien dengan penuh perhatian, validasi penderitaan mereka, dan tunjukkan kepedulian yang tulus. Komunikasi harus jelas dalam menolak tindakan bunuh diri tetapi menerima orangnya. Keempat, bantu pasien mengidentifikasi dan mengeksplorasi sumber harapan, makna hidup, dan alasan untuk tetap hidup, meskipun yang sederhana. Ini bisa berupa hubungan dengan keluarga, tanggung jawab, keyakinan spiritual, atau minat masa lalu. Kelima, kolaborasi dengan tim kesehatan jiwa (psikiater, psikolog klinis) untuk evaluasi lebih lanjut dan terapi farmakologis jika diperlukan, seperti pemberian antidepresan atau ansiolitik. Keenam, ajarkan dan dorong penggunaan keterampilan koping dan distraksi untuk mengelola krisis, seperti teknik grounding, relaksasi, atau menghubungi orang yang dipercaya. Ketujuh, kembangkan rencana keselamatan bersama pasien yang berisi daftar tanda peringatan, strategi koping internal, kontak orang terpercaya dan layanan darurat (seperti 119), serta komitmen untuk tidak melukai diri sendiri selama periode krisis. Kedelapan, libatkan sistem pendukung keluarga atau teman dengan izin pasien, edukasi mereka tentang tanda-tanda peringatan, dan pastikan mereka dapat memberikan pengawasan dan dukungan emosional. Semua intervensi ini harus didokumentasikan dengan cermat dan dilaksanakan dengan pendekatan kolaboratif multidisiplin untuk memastikan keamanan dan memulai proses pemulihan pasien dari keputusasaan yang mendalam.
Kondisi: Keputusasaan
Kode SDKI: 0010
Deskripsi Singkat: Keadaan subjektif di mana individu melihat pilihan atau sumber pribadi yang tersedia sebagai sesuatu yang terbatas atau tidak ada, sehingga tidak mampu memobilisasi energi untuk kepentingan diri sendiri.
Kode SLKI: 1001
Deskripsi : Pasien dapat mengungkapkan perasaan memiliki harapan. Pasien dapat mengidentifikasi sumber-sumber kekuatan pribadi dan dukungan sosial. Pasien menunjukkan minat untuk terlibat dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Pasien mampu menetapkan tujuan jangka pendek yang realistis. Ekspresi wajah dan bahasa tubuh pasien menunjukkan penurunan perasaan putus asa.
Kode SIKI: 10001 - 10012
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk Keputusasaan difokuskan pada pemulihan harapan, identifikasi sumber daya, dan pemberdayaan pasien. Langkah awal adalah membangun hubungan saling percaya melalui pendekatan yang konsisten, empatik, dan menerima tanpa syarat. Perawat perlu mendengarkan secara aktif pernyataan pasien tentang ketidakberdayaan dan perasaan dosa, tanpa menyangkal atau mengecilkannya, namun secara perlahan membantu menantui perspektif negatif yang absolut. Bantu pasien untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi sumber kekuatan internal, seperti keberhasilan di masa lalu, nilai-nilai yang dianut, atau kualitas pribadi yang positif. Dorong ekspresi perasaan melalui metode yang aman, seperti menulis atau berbicara. Perawat juga dapat membantu pasien mengidentifikasi sumber dukungan eksternal, seperti keluarga, teman, komunitas spiritual, atau kelompok pendukung, dan fasilitasi untuk menghubungkannya. Bantu pasien menetapkan tujuan-tujuan kecil, sederhana, dan dapat dicapai dalam waktu dekat (misalnya, duduk di sisi tempat tidur, minum obat sendiri, bercakap-cakap selama 5 menit) untuk menciptakan pengalaman keberhasilan dan mengembalikan rasa kendali. Libatkan pasien dalam pengambilan keputusan tentang perawatan dirinya sendiri, sekecil apa pun, untuk meningkatkan rasa otonomi. Lakukan pendekatan spiritual dengan menghormati keyakinan pasien, dan jika diinginkan pasien, kolaborasi dengan konselor spiritual untuk membahas perasaan bersalah dan mencari makna atau pengampunan. Ajarkan teknik koping untuk mengelola emosi yang menyakitkan, seperti distraksi dengan aktivitas ringan, relaksasi napas dalam, atau mengingat kenangan yang menyenangkan. Berikan pujian dan penguatan positif untuk setiap usaha dan pencapaian kecil yang dilakukan pasien. Intervensi ini memerlukan kesabaran dan konsistensi, karena perubahan dari kondisi keputusasaan terjadi secara bertahap melalui hubungan terapeutik yang mendukung.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0020
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 2001
Deskripsi : Tingkat nyeri pasien terkontrol (skala nyeri menurun). Pasien menunjukkan tanda-tanda fisiologis nyeri terkontrol (tanda vital dalam rentang normal). Pasien dapat menunjukkan perilaku nyeri yang menurun (tidak gelisah, dapat istirahat). Pasien mampu menggunakan metode nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri. Pasien melaporkan peningkatan kenyamanan.
Kode SIKI: 20001 - 20020
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk Nyeri Akut dimulai dengan pengkajian yang komprehensif menggunakan metode PQRST (Provocation/Palliation, Quality, Region/Radiation, Severity, Time) atau skala nyeri yang sesuai (misalnya, Numeric Rating Scale, Wong-Baker Faces). Kaji tidak hanya intensitas, tetapi juga karakteristik, lokasi, durasi, dan faktor yang memperberat atau meringankan nyeri dada yang dialami pasien. Observasi tanda-tanda nonverbal seperti ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah, dan perubahan tanda vital (peningkatan nadi dan tekanan darah). Berikan terapi farmakologis sesuai instruksi dokter (seperti analgesik, nitrogliserin) dengan mematuhi prinsip enam benar, dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya setelah pemberian. Sambil menunggu kerja obat, terapkan intervensi nonfarmakologis seperti teknik relaksasi napas dalam untuk mengurangi ansietas yang memperberat nyeri, distraksi dengan percakapan atau musik yang menenangkan, dan penciptaan lingkungan yang tenang. Posisikan pasien pada posisi yang nyaman, biasanya semi-Fowler atau Fowler untuk memfasilitasi pernapasan dan mengurangi beban jantung. Lakukan edukasi pada pasien tentang sifat nyerinya (dalam konteks CHF), pentingnya melaporkan nyeri segera, dan cara menggunakan teknik nonfarmakologis secara mandiri. Kolaborasi dengan tim medis jika nyeri tidak terkontrol dengan regimen yang ada. Pendekatan holistik ini penting karena nyeri yang tidak tertangani dapat memperburuk stres, ansietas, dan perasaan putus asa pasien, sehingga manajemen nyeri yang efektif merupakan dasar untuk intervensi keperawatan lainnya.
-
Article No. 24976 | 08 Apr 2026
Klinis : Ns. F adalah perawat yang bertugas diruang rawat inap geriatrri, saat melakukan timbang terima dengan rekan jaga sebelumnya Ns. F menjadi perawat penanggung jawab dari Ny. D usia 80 tahun, dirawat dengan diagnosa medis CHF, saat dilakukan pengkajian Ny. D mengatakan sudah tidak sanggup lagi dengan keluhan yang dirasakan sekarang, mulai dari sesak nafas, nyeri dada, dan kesemutan pada seluruh ekstermitasnya, Ny D mengatakan bahwa ingin segera mati saja, merasa banyak sekali melakukan dosa dimasal lampau…
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Bunuh Diri
Kode SDKI: 0018
Deskripsi Singkat: Risiko individu untuk melakukan tindakan yang dapat mengakhiri hidupnya sendiri secara sengaja.
Kode SLKI: 1801
Deskripsi : Klien terlindung dari perilaku bunuh diri. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: klien dapat mengidentifikasi sumber-sumber harapan dalam hidupnya, mengungkapkan perasaan putus asa dan ingin mati (jika ada), mengidentifikasi alasan untuk hidup, tidak menunjukkan tanda-tanda perilaku bunuh diri (seperti mengumpulkan obat-obatan atau benda tajam, membuat pernyataan perpisahan, atau menarik diri secara tiba-tiba), serta dapat membuat perjanjian untuk tidak mencederai diri sendiri dan segera meminta bantuan jika pikiran untuk bunuh diri muncul kembali.
Kode SIKI: 1801, 1802, 1803, 1804, 1805, 1806, 1807, 1808, 1809, 1810, 1811
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk Risiko Bunuh Diri bersifat komprehensif dan berfokus pada pencegahan, pengawasan, dan dukungan psikososial. Pertama, lakukan pengkajian risiko bunuh diri yang menyeluruh, termasuk rencana, niat, alat yang direncanakan, dan riwayat percobaan sebelumnya (SIKI 1801). Amati dan awasi klien secara ketat, mungkin dengan penempatan di ruangan yang aman dan pengawasan 1:1, serta singkirkan semua benda berbahaya dari lingkungan (SIKI 1802, 1803). Bangun hubungan saling percaya dan komunikasi terapeutik; dengarkan dengan empati tanpa menghakimi pernyataan putus asa klien (SIKI 1804). Bantu klien mengidentifikasi pemicu, perasaan, dan pikiran yang mendasari keinginan bunuh diri (SIKI 1805). Libatkan klien dalam membuat perjanjian tertulis atau lisan untuk tidak mencederai diri dan menghubungi tenaga kesehatan jika impuls tersebut muncul (SIKI 1806). Tingkatkan sistem pendukung dengan melibatkan keluarga dalam proses perawatan dan edukasi mereka untuk mengenali tanda peringatan (SIKI 1807). Bantu klien mengidentifikasi kekuatan pribadi, sumber harapan, dan alasan untuk hidup (SIKI 1808). Kolaborasi dengan tim kesehatan jiwa (psikiater, psikolog) untuk evaluasi lebih lanjut dan terapi farmakologi jika diperlukan (SIKI 1809). Ajarkan teknik koping dan manajemen stres yang adaptif (SIKI 1810). Serta, pastikan tindak lanjut perawatan yang berkelanjutan setelah krisis mereda (SIKI 1811). Pendekatan ini memastikan keamanan klien sebagai prioritas utama sambil membangun fondasi untuk pemulihan jangka panjang.
Kondisi: Putus Asa
Kode SDKI: 0010
Deskripsi Singkat: Keadaan subjektif di mana individu melihat pilihan yang terbatas atau tidak ada pilihan sama sekali dan tidak mampu menggerakkan energi untuk diri sendiri.
Kode SLKI: 1001
Deskripsi : Klien menunjukkan penurunan perasaan putus asa. Kriteria hasil meliputi: klien dapat mengungkapkan perasaan dan persepsi tentang situasi yang dihadapi, mengidentifikasi sumber harapan pribadi (seperti keyakinan spiritual, hubungan, atau tujuan), menunjukkan inisiatif untuk berpartisipasi dalam perawatan diri dan aktivitas kehidupan sehari-hari sesuai kemampuan, serta mengekspresikan pandangan yang lebih positif tentang masa depan.
Kode SIKI: 1001, 1002, 1003, 1004, 1005, 1006, 1007
Deskripsi : Intervensi untuk Putus Asa berfokus pada pemulihan harapan dan makna. Bangun hubungan terapeutik yang mendukung dan penuh penerimaan (SIKI 1001). Bantu klien mengekspresikan perasaan putus asa, kesedihan, dan kemarahan secara terbuka (SIKI 1002). Fasilitasi klien untuk mengidentifikasi kekuatan dan kemampuan diri yang masih dimiliki (SIKI 1003). Bantu klien menetapkan tujuan jangka pendek yang kecil, realistis, dan dapat dicapai untuk meningkatkan rasa pencapaian dan kontrol (SIKI 1004). Libatkan klien dalam pengambilan keputusan terkait perawatannya, sekecil apa pun, untuk mengembalikan rasa otonomi (SIKI 1005). Eksplorasi dan kuatkan sumber spiritual atau keyakinan yang dapat menjadi sumber kekuatan dan harapan (SIKI 1006). Kolaborasi dengan tim multidisiplin, termasuk pekerja sosial atau konselor spiritual, untuk memberikan dukungan holistik (SIKI 1007). Pendekatan ini bertujuan mengembalikan sense of control dan menemukan kembali makna dalam kehidupan klien meski dalam kondisi sakit kronis.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0008
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Kontrol nyeri. Klien melaporkan penurunan intensitas nyeri (skala nyeri menurun), menunjukkan tanda-tanda perilaku nyeri yang berkurang (seperti wajah tidak meringis, dapat beristirahat), mampu mendemonstrasikan teknik non-farmakologi untuk mengatasi nyeri, dan dapat melakukan aktivitas dengan nyaman.
Kode SIKI: 0801, 0802, 0803, 0804, 0805, 0806, 0807, 0808
Deskripsi : Manajemen Nyeri Akut memerlukan pendekatan multidimensi. Lakukan pengkajian nyeri yang komprehensif menggunakan skala yang sesuai (PQRST atau numerik) (SIKI 0801). Berikan analgesik sesuai resep dokter secara tepat waktu, pantau efektivitas, dan waspadai efek samping (SIKI 0802). Lakukan intervensi non-farmakologi seperti teknik distraksi, relaksasi napas dalam, atau terapi musik (SIKI 0803). Atur posisi klien untuk kenyamanan maksimal (SIKI 0804). Lakukan kolaborasi dengan tim medis jika nyeri tidak terkontrol dengan regimen terapi saat ini (SIKI 0805). Edukasi klien dan keluarga tentang rencana manajemen nyeri dan pentingnya melaporkan nyeri (SIKI 0806). Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung pemulihan (SIKI 0807). Evaluasi secara berkala respons klien terhadap intervensi yang diberikan (SIKI 0808). Pada kasus CHF, nyeri dada perlu dipantau ketat sebagai indikator memburuknya kondisi jantung.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk memberikan ventilasi yang adekuat, ditandai dengan frekuensi, irama, atau kedalaman napas yang abnormal.
Kode SLKI: 0301
Deskripsi : Pertukaran gas. Klien menunjukkan pola napas yang efektif dengan kriteria: frekuensi napas dalam rentang normal, tidak ada keluhan sesak napas, saturasi oksigen (SpO2) dalam batas normal, tidak menggunakan otot bantu pernapasan, serta bunyi napas bersih atau membaik.
Kode SIKI: 0301, 0302, 0303, 0304, 0305, 0306, 0307, 0308
Deskripsi : Intervensi untuk Pola Napas Tidak Efektif pada CHF bertujuan meningkatkan oksigenasi dan mengurangi beban kerja pernapasan. Pantau status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, penggunaan otot bantu) dan saturasi oksigen secara berkala (SIKI 0301). Posisikan klien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk memudahkan ekspansi paru (SIKI 0302). Berikan terapi oksigen sesuai resep dan pantau efektivitasnya (SIKI 0303). Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif (SIKI 0304). Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan (SIKI 0305). Kolaborasi pemberian obat-obatan seperti diuretik dan bronkodilator sesuai resep (SIKI 0306). Anjurkan istirahat dan batasi aktivitas untuk mengurangi konsumsi oksigen (SIKI 0307). Edukasi klien tentang tanda-tanda sesak napas yang perlu dilaporkan segera (SIKI 0308). Manajemen yang tepat sangat penting karena sesak napas merupakan distress utama yang memperberat perasaan putus asa pada klien.
-
Article No. 24977 | 08 Apr 2026
Klinis : Seorang pasien CHF datang ke IGD dengan sesak napas saat berbaring dan tangan-kaki terasa kesemutan. SpO₂ 88%, RR 28 x/menit, Nadi 110 x/menit.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: 1) Pasien menunjukkan perbaikan dalam pertukaran gas yang dibuktikan dengan saturasi oksigen (SpO₂) dalam rentang normal (≥95%) atau sesuai target pasien, frekuensi pernapasan dalam rentang normal (12-20 kali/menit), dan tidak adanya sesak napas (dispnea) atau sianosis. 2) Pasien menunjukkan analisis gas darah arteri dalam batas normal atau sesuai target pasien. 3) Pasien menunjukkan bunyi napas bersih atau sesuai kondisi dasar. 4) Pasien menunjukkan kesadaran penuh dan orientasi baik. 5) Pasien menunjukkan pola napas efektif dan irama teratur.
Kode SIKI: I.08063
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi keperawatan ini melibatkan serangkaian tindakan untuk memastikan patensi dan fungsi optimal jalan napas. Penjelasan rinci meliputi: 1) **Pemantauan dan Pengkajian**: Memantau status pernapasan secara ketat termasuk frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha pernapasan. Mengkaji bunyi napas untuk mendeteksi adanya ronki, wheezing, atau penurunan bunyi napas yang mengindikasikan gangguan. Memantau saturasi oksigen (SpO₂) secara terus menerus dan nilai analisis gas darah arteri jika tersedia. Mengkaji adanya tanda-tanda hipoksia seperti sianosis, gelisah, perubahan status mental, takikardia, dan diaforesis. 2) **Posisi**: Menempatkan pasien pada posisi yang memfasilitasi ekspansi paru maksimal, seperti posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi. Posisi ini membantu menurunkan tekanan dari isi abdomen pada diafragma, meningkatkan kapasitas residual paru, dan mengurangi kerja pernapasan. Pada pasien CHF, posisi ini juga membantu mengurangi preload jantung dan kongesti paru. 3) **Pemberian Oksigen**: Memberikan terapi oksigen sesuai dengan resep dokter dan protokol, berdasarkan nilai SpO₂ dan kondisi klinis. Oksigen diberikan untuk memperbaiki hipoksemia (SpO₂ 88% menunjukkan kondisi kritis). Alat yang digunakan dapat mulai dari kanul nasal, masker sederhana, hingga masker non-rebreathing dengan reservoir tergantung kebutuhan. Penting untuk memastikan alat oksigen berfungsi dengan baik dan memberikan konsentrasi yang tepat. 4) **Manajemen Sekret**: Membantu pasien dalam membersihkan sekret jalan napas jika diperlukan, melalui teknik batuk efektif, fisioterapi dada, atau suction jika pasien tidak mampu. Pada CHF, sekret mungkin meningkat karena edema paru. 5) **Edukasi dan Dukungan**: Mengajarkan dan mendorong pasien untuk melakukan napas dalam dan batuk efektif. Menjelaskan pentingnya posisi dan terapi yang diberikan. Memberikan dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperburuk sesak napas. 6) **Kolaborasi**: Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi farmakologi seperti diuretik, bronkodilator, atau obat inotropik sesuai kondisi CHF yang mendasari. Mempersiapkan dan membantu prosedur jika diperlukan. Tindakan ini dilakukan secara berkesinambungan dan dievaluasi respons pasien untuk mencapai tujuan SLKI yaitu pertukaran gas yang membaik.
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Curah jantung tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.07001
Deskripsi : Curah jantung membaik. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: 1) Pasien menunjukkan curah jantung yang adekuat dibuktikan dengan tekanan darah dalam rentang normal atau sesuai target pasien, nadi perifer teraba kuat dan reguler, pengisian kapiler < 3 detik, dan kulit hangat serta kering. 2) Pasien menunjukkan frekuensi jantung dalam rentang normal (60-100 kali/menit) dan irama reguler. 3) Pasien menunjukkan haluaran urine adekuat (>0,5 mL/kgBB/jam). 4) Pasien menunjukkan status mental baik (sadar dan orientasi baik). 5) Pasien menunjukkan tidak adanya atau berkurangnya edema perifer.
Kode SIKI: I.08006
Deskripsi : Manajemen Curah Jantung. Intervensi keperawatan ini ditujukan untuk mengoptimalkan volume darah, kontraktilitas miokard, afterload, preload, dan denyut jantung. Penjelasan rinci meliputi: 1) **Pemantauan Hemodinamik**: Memantau tanda-tanda vital secara ketat termasuk tekanan darah, nadi (110 x/menit menunjukkan takikardia kompensasi), frekuensi napas, dan saturasi oksigen. Memantau nadi perifer, pengisian kapiler, suhu, dan warna kulit (kesemutan dapat terkait dengan perfusi perifer yang kurang optimal). Memonitor balance cairan (intake dan output) secara akurat, termasuk pengukuran haluaran urine setiap jam sebagai indikator perfusi ginjal. Mengkaji status mental karena perubahan dapat menunjukkan penurunan perfusi serebral. 2) **Manajemen Beban Kerja Jantung**: Mempertahankan pasien pada tirah baring dengan posisi semi-Fowler untuk mengurangi beban kerja jantung dan pernapasan. Membantu dalam aktivitas untuk mencegah kelelahan dan meningkatkan penghematan energi. Memberikan lingkungan yang tenang dan mengurangi stresor untuk menurunkan kebutuhan oksigen miokard. 3) **Manajemen Cairan dan Elektrolit**: Membatasi asupan cairan sesuai instruksi untuk mengurangi preload pada gagal jantung. Memantau berat badan harian sebagai indikator retensi cairan. Mengobservasi tanda edema paru (seperti sesak napas, ronki) dan edema perifer. Berkolaborasi dalam pemberian terapi diuretik untuk mengurangi kelebihan cairan dan mengevaluasi efektivitas serta efek sampingnya (seperti hipokalemia yang dapat memicu aritmia). 4) **Pemberian Obat dan Terapi Kolaboratif**: Berkolaborasi dalam pemberian obat-obatan sesuai resep seperti diuretik, ACE inhibitor, beta-blocker, atau digoxin. Memantau respons dan efek samping obat. Mempersiapkan dan mengelola pemberian cairan intravena dengan hati-hati, biasanya dengan kontrol kecepatan yang ketat untuk menghindari overload cairan. 5) **Edukasi dan Dukungan**: Menjelaskan kondisi, tujuan pengobatan, dan pentingnya pembatasan cairan serta diet rendah garam kepada pasien dan keluarga. Mendorong untuk melaporkan gejala memburuk seperti sesak napas bertambah, edema, atau palpitasi. Intervensi ini dilakukan secara komprehensif dan terus menerus untuk meningkatkan kontraktilitas jantung, mengurangi beban kerja, dan akhirnya mencapai curah jantung yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Toleransi aktivitas membaik. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: 1) Pasien melaporkan peningkatan toleransi dalam melakukan aktivitas. 2) Pasien menunjukkan tanda-tanda vital dalam rentang normal selama dan setelah aktivitas. 3) Pasien menunjukkan tidak adanya atau berkurangnya kelelahan dan kelemahan. 4) Pasien mampu melakukan aktivitas sehari-hari sesuai tingkat kemampuannya.
Kode SIKI: I.08004
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi keperawatan ini bertujuan untuk menyeimbangkan antara suplai dan kebutuhan oksigen selama aktivitas. Penjelasan rinci meliputi: 1) **Pengkajian Kapasitas Fungsional**: Mengkaji respons fisiologis pasien terhadap aktivitas (seperti perubahan frekuensi nadi, pernapasan, tekanan darah, dan SpO₂) sebelum, selama, dan setelah aktivitas. Mengidentifikasi faktor yang berkontribusi terhadap kelelahan, seperti hipoksia, penurunan curah jantung, dan status nutrisi. 2) **Perencanaan dan Pacing Aktivitas**: Merencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas yang membutuhkan tenaga. Membantu pasien dalam memprioritaskan dan menjadwalkan aktivitas penting untuk menghindari pemborosan energi. Mendorong aktivitas bertahap, dimulai dari aktivitas perawatan diri sederhana di tempat tidur, kemudian duduk di sisi tempat tidur, dan seterusnya sesuai toleransi. Mengajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas, menggunakan alat bantu jika diperlukan, dan menghindari aktivitas yang menahan napas (mengejan). 3) **Meningkatkan Kualitas Istirahat dan Tidur**: Memastikan lingkungan yang kondusif untuk istirahat, mengurangi kebisingan, dan mengatur jadwal prosedur untuk meminimalkan gangguan tidur. 4) **Dukungan Nutrisi**: Memastikan asupan nutrisi yang adekuat sesuai toleransi untuk menyediakan sumber energi. Pada pasien CHF, mungkin perlu memperhatikan pembatasan cairan dan garam dalam diet. 5) **Edukasi dan Motivasi**: Mendidik pasien dan keluarga tentang hubungan antara kondisi jantung, keter
Article No. 24978 | 08 Apr 2026
Klinis : Kasus: Seorang pasien laki-laki 55 tahun datang ke IGD dengan keluhan mual, muntah, haus berlebihan, dan sering buang air kecil. Pasien tampak lemas dan bingung, kulit kering dan nafas berbau aseton. Gula darah sewaktu: 450 mg/dL.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hiperglikemia / Ketidakseimbangan Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko atau adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah yang tidak terkontrol, terkait dengan defisiensi insulin absolut atau relatif, yang dapat mengarah pada kondisi darurat hiperglikemik seperti Ketoasidosis Diabetik (KAD).
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : SLKI L.03115 berfokus pada pemantauan dan pengendalian status metabolik. Pada kasus pasien dengan gula darah 450 mg/dL, tanda-tanda dehidrasi (kulit kering, haus), dan tanda ketosis (nafas aseton), perawat bertujuan untuk mencapai kadar glukosa darah yang mendekati normal dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Intervensi keperawatan yang diukur dalam SLKI ini mencakup pemantauan ketat tanda-tanda vital (terutama pernapasan Kussmaul), status neurologis (kebingungan), dan keseimbangan cairan. Target luaran yang diharapkan adalah penurunan bertahap kadar glukosa darah menuju target terapi, teratasinya tanda-tanda dehidrasi dengan terapi cairan yang adekuat, dan hilangnya gejala seperti mual, muntah, serta bau aseton pada napas. Pemantauan elektrolit, khususnya kalium, juga menjadi bagian kritis dari luaran ini untuk mencegah aritmia akibat pergeseran elektrolit selama terapi insulin dan rehidrasi. Kesadaran pasien diharapkan membaik seiring dengan normalisasi status metaboliknya.
Kode SIKI: I.08090
Deskripsi : SIKI I.08090 adalah intervensi pemberian terapi insulin dan pemantauan glukosa darah. Pada kondisi darurat hiperglikemik ini, intervensi dimulai dengan pemberian insulin kerja cepat secara intravena melalui drip kontinu sesuai protokol dokter, dengan dosis yang dihitung berdasarkan berat badan dan kadar glukosa darah awal. Perawat bertanggung jawab dalam menyiapkan dan mengatur infus insulin dengan akurat, memastikan keamanan pemberian untuk menghindari hipoglikemia. Intervensi kunci lainnya adalah pemantauan glukosa darah secara berkala (setiap jam atau sesuai protokol) menggunakan alat pemeriksa glukosa darah di samping tempat tidur (bedside monitoring). Perawat harus mencatat dan melaporkan tren penurunan glukosa darah. Selain itu, intervensi ini juga mencakup edukasi singkat kepada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda hipoglikemia dan hiperglikemia, pentingnya terapi insulin, serta rencana tindak lanjut. Perawat berkolaborasi dengan tim medis dalam menyesuaikan dosis insulin berdasarkan hasil pemantauan glukosa serial dan kondisi klinis pasien. Keakuratan dokumentasi waktu pemberian, dosis, dan respons pasien merupakan bagian integral dari intervensi ini untuk mengevaluasi efektivitas terapi dan keselamatan pasien.
Article No. 24979 | 08 Apr 2026
Klinis : Kasus: Seorang pasien laki-laki 55 tahun datang ke IGD dengan keluhan mual, muntah, haus berlebihan, dan sering buang air kecil. Pasien tampak lemas dan bingung, kulit kering dan nafas berbau aseton. Gula darah sewaktu: 450 mg/dL.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hiperglikemia / Ketidakseimbangan Glukosa Darah pada Diabetes Melitus
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko atau keadaan peningkatan kadar glukosa dalam darah yang tidak terkontrol, terkait dengan defisiensi insulin atau resistensi insulin, yang dapat mengarah pada komplikasi akut dan kronis.
Kode SLKI: L.03108
Deskripsi : SLKI L.03108: Manajemen Hiperglikemia. Tujuan luaran ini adalah agar kadar glukosa darah pasien kembali dalam rentang target yang ditetapkan, dengan kriteria hasil: (1) Kadar glukosa darah dalam rentang target (dapat ditetapkan, misalnya 150-200 mg/dL dalam fase akut stabilisasi), (2) Tanda-tanda dan gejala hiperglikemia (poliuria, polidipsia, polifagia, lemas, kulit kering) berkurang atau hilang, (3) Tidak ada tanda ketoasidosis (nafas bau aseton, mual/muntah, penurunan kesadaran), (4) Pasien dan keluarga memahami penyebab dan tanda-tanda hiperglikemia. Pada kasus ini, luaran yang diharapkan adalah penurunan GDS secara bertahap dan aman, menghilangkan gejala dehidrasi dan kebingungan, serta mencegah progresi menjadi ketoasidosis diabetik (DKA) yang lebih berat.
Kode SIKI: I.05229
Deskripsi : I.05229: Manajemen Hiperglikemia. Intervensi keperawatan ini meliputi serangkaian tindakan sistematis untuk mengendalikan kadar glukosa darah. Penjelasan rinci meliputi: (1) **Pemantauan Glikemik**: Memantau kadar glukosa darah secara berkala (setiap 1-2 jam awal) sesuai protokol untuk menilai respon terapi dan mencegah penurunan yang terlalu drastis (hipoglikemia). Memantau tanda vital, status neurologis (GCS), dan tanda dehidrasi (turgor kulit, membran mukosa). (2) **Pemberian Terapi Insulin**: Melaksanakan pemberian insulin sesuai resep dokter (biasanya insulin kerja cepat secara intravena dengan drip kontinu dalam penanganan DKA/HHS) dengan ketepatan dosis, waktu, dan teknik. Memantau respons dan efek samping. (3) **Koreksi Cairan dan Elektrolit**: Memberikan terapi cairan intravena (biasanya NaCl 0.9% awal) sesuai resep untuk mengoreksi dehidrasi dan memperbaiki sirkulasi. Memantau balance cairan (intake-output), elektrolit (terutama kalium, natrium), dan tanda-tanda overload cairan. (4) **Pendidikan Kesehatan**: Menjelaskan pada pasien/keluarga tentang kondisi hiperglikemia, faktor pemicu (infeksi, diet, stres, lupa obat), tanda-tanda peringatan dini, dan pentingnya kepatuhan pengobatan. Pada fase akut, edukasi disesuaikan dengan kondisi kesadaran pasien. (5) **Kolaborasi**: Berkolaborasi dengan dokter dalam penyesuaian regimen insulin dan cairan, serta dengan ahli gizi untuk perencanaan diet diabetes yang sesuai setelah kondisi stabil. (6) **Pencegahan Komplikasi**: Memposisikan pasien dengan aman, memberikan perawatan kulit untuk mencegah kerusakan integumen akibat dehidrasi dan imobilisasi, serta memantau tanda-tanda memburuknya kondisi seperti penurunan kesadaran lebih lanjut atau distress pernapasan. Intervensi ini bersifat kompleks dan memerlukan ketelitian tinggi untuk menstabilkan kondisi metabolik pasien.
Article No. 24980 | 08 Apr 2026
Klinis : Utamahenti nafas, henti jantung Telaahpasien dibawa dalam keadaan henti nafas dan henti jantung ketika tiba di RS. Keluarga mengatakan, sebelum tidak sadar, os sempat muntah 1x menyembur. Keluarga mengatakan os ada riwayat hipertensi dan stroke sebelumnya Riwayat Penyakit Dahulu- OSens Coma (E1M1V1) TD tidak terukur HR tidak terukur RR tidak terukur SpO2 tidak terukur Temp tidak terukur STATUS LOKALISATA : Mata : pupil dilatasi maksimal, refleks cahaya (-/-) Leher : nadi carotis tidak teraba Thoraks : gerakan dada tidak ada Abdomen : gerakan perut tidak ada Ekstremitas : akral dingin, CRT>2, t/v tidak teraba
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Henti Jantung dan Henti Napas (Cardiac and Respiratory Arrest)
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan curah jantung
Kode SLKI: L.03103
Deskripsi : Curah jantung adekuat
Kode SIKI: I.01212
Deskripsi : Resusitasi jantung paru (RJP)
Kondisi: Henti Jantung dan Henti Napas (Cardiac and Respiratory Arrest)
Kode SDKI: D.0099
Deskripsi Singkat: Bersihan jalan napas tidak efektif
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif
Kode SIKI: I.00880
Deskripsi : Manajemen jalan napas
Kondisi: Henti Jantung dan Henti Napas (Cardiac and Respiratory Arrest)
Kode SDKI: D.0121
Deskripsi Singkat: Pertukaran gas terganggu
Kode SLKI: L.04002
Deskripsi : Pertukaran gas efektif
Kode SIKI: I.03970
Deskripsi : Ventilasi mekanik
Kondisi: Henti Jantung dan Henti Napas (Cardiac and Respiratory Arrest)
Kode SDKI: D.0066
Deskripsi Singkat: Perfusi jaringan serebral tidak efektif
Kode SLKI: L.03005
Deskripsi : Perfusi jaringan serebral adekuat
Kode SIKI: I.02940
Deskripsi : Pemantauan neurologis
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434