Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 5679 | 14 Nov 2024
Klinis : Seorang pasien laki-laki usia lanjut datang ke rumah sakit dengan keluhan utama sesak napas dan nyeri dada. Pasien merasakan sesak napas serta nyeri sejak tiga hari sebelum dirawat, dengan kondisi yang semakin memburuk terutama dalam satu hari terakhir. Pasien menyatakan bahwa sesaknya berkurang bila duduk atau berada dalam posisi setengah duduk dan bertambah parah saat berbaring. Sesak napas pasien juga semakin berat ketika melakukan aktivitas dan sedikit berkurang saat beristirahat. Pasien juga mengeluhkan adanya pembengkakan pada kedua kakinya yang sudah berlangsung selama empat bulan, dan pembengkakan ini cenderung semakin parah apabila pasien mengonsumsi cairan dalam jumlah banyak. Pasien memiliki riwayat penyakit ginjal kronis dan menjalani hemodialisis dua kali seminggu setiap hari Rabu dan Sabtu. Terakhir kali ia menjalani hemodialisis pada tanggal 6 November 2024. Pada skala intensitas nyeri, pasien memberi nilai 5/10 untuk rasa nyeri yang dirasakan. Ia menggambarkan nyeri seperti tertusuk, yang sering kali muncul saat beraktivitas dan dirasakan di area dada bagian tengah dan ulu hati. Nyeri tersebut bersifat hilang-timbul sepanjang hari tanpa pola waktu tertentu. Riwayat Kesehatan: Riwayat Diabetes Melitus selama 13 tahun dan hipertensi. Tidak ada riwayat alergi atau penyakit infeksi pada masa kecil. Menggunakan obat antihipertensi rutin, namun pasien tidak ingat nama obat yang digunakan. Riwayat Keluarga: Memiliki riwayat hipertensi di keluarga. Pemeriksaan Fisik: Keadaan umum pasien baik, tidak menunjukkan tanda distress. Berat badan pasien sebelum dirawat adalah 80 kg, saat ini 75 kg dengan IMT 29,3 (overweight). Tanda vital: Tekanan darah 150/100 mmHg, Nadi 74 x/menit, Respirasi 24 x/menit, SpO2 99% (dengan nasal kanul 3lpm), suhu tubuh 36,0ÂșC. Sistem pernapasan: Sedikit wheezing, tanpa clubbing finger. Sistem kardiovaskuler: Konjungtiva dan bibir sedikit pucat, tidak sianosis. CRT 3,5 detik. Sistem muskuloskeletal: Pasien tidak dapat berjalan atau duduk secara mandiri karena mudah lelah. Pemeriksaan Penunjang: Hematologi: Hemoglobin 9.4 g/dl, hematokrit 29.2% (anemia ringan). Analisis gas darah: pH 7.405, HCO3 21.3 mmol/L, kesan asidosis metabolik terkompensasi. EKG: Ritme sinus dengan inversi T pada V1. Foto thorax: Kesan kardiomegali dan efusi pleura dextra. Echocardiography: Dilatasi ventrikel kiri, MR ringan, fungsi sistolik LV baik (EF 66%), gangguan fungsi diastolik.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkatnya menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
SDKI: Bersihan jalan napas tidak efektif adalah ketidakmampuan untuk mempertahankan jalan napas yang bebas dari sekret atau obstruksi untuk memfasilitasi pertukaran gas.
SLKI: Peningkatan bersihan jalan napas; Perbaikan pertukaran gas
SIKI: Manajemen jalan napas, Manajemen sesak napas, Manajemen ventilasi
2. Kelebihan Volume Cairan
SDKI: Kelebihan volume cairan adalah peningkatan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular.
SLKI: Penurunan kelebihan volume cairan; Perbaikan perfusi
SIKI: Manajemen cairan, Manajemen edema, Manajemen hipervolemia
3. Nyeri Akut
SDKI: Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau dijelaskan dalam istilah kerusakan tersebut.
SLKI: Penurunan nyeri; Perbaikan kenyamanan
SIKI: Manajemen nyeri, Terapi modalitas untuk nyeri, Terapi relaksasi
Penjelasan Singkat:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Pasien mengalami sesak napas dan wheezing yang mengindikasikan adanya obstruksi jalan napas. Sesak napas yang bertambah parah saat beraktivitas dan berkurang saat istirahat menunjukkan ketidakmampuan pasien untuk mempertahankan jalan napas yang bebas dari sekret atau obstruksi.
2. Kelebihan Volume Cairan
Pasien memiliki riwayat penyakit ginjal kronis dan menjalani hemodialisis. Pembengkakan pada kedua kaki yang cenderung memburuk seiring dengan konsumsi cairan yang berlebih menunjukkan adanya kelebihan volume cairan.
3. Nyeri Akut
Pasien mengeluhkan nyeri dada dengan karakteristik seperti tertusuk, muncul saat beraktivitas, dan bersifat hilang-timbul sepanjang hari. Nyeri ini dapat disebabkan oleh kondisi kardiovaskular yang dialami pasien.
Diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat di atas menggunakan standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). -
Article No. 5680 | 14 Nov 2024
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Terima kasih atas rincian kondisi pasien yang Anda berikan. Berdasarkan informasi tersebut, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- Berhubungan dengan peningkatan produksi sekret dan penyempitan jalan napas akibat proses penyakit (tuberkulosis paru)
- Ditandai dengan batuk berdahak, suara napas bronkial, dan sesak napas
Penjelasan SDKI, SLKI, SIKI:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
- Definisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif adalah ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
- Faktor Terkait: Peningkatan produksi sekret, penyempitan jalan napas, kelemahan otot pernapasan.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
- Luaran yang diharapkan: Pasien dapat mempertahankan jalan napas yang terbuka, bebas dari sumbatan, dan dapat mengonservasi energi.
- Kriteria Hasil: Frekuensi napas dalam batas normal, irama napas teratur, tidak ada retraksi dinding dada, sputum dapat dikeluarkan dengan mudah.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
- Intervensi Keperawatan: Monitor status pernapasan, berikan oksigen sesuai indikasi, ajarkan teknik batuk efektif, lakukan tindakan suction jika perlu, kolaborasi dengan tenaga medis untuk pemberian terapi farmakologis (misalnya bronkodilator, mukolitik).
Dalam mengatasi kondisi pasien dengan tuberkulosis paru, perawat perlu memantau status pernapasan, mengelola jalan napas, dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya untuk memberikan perawatan yang komprehensif. -
Article No. 5681 | 14 Nov 2024
Klinis : bersihan napas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi bersihan napas.
Diagnosa Keperawatan:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari kondisi ini adalah Bersihan Jalan Napas Efektif, yang ditandai dengan pasien dapat mengontrol sekresi jalan napas, tidak ada obstruksi jalan napas, irama napas normal, dan gas darah dalam batas normal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi yang dapat dilakukan antara lain:
1. Manajemen Jalan Napas
2. Manajemen Ventilasi
3. Manajemen Oksigenasi
4. Fisioterapi Dada
5. Suction
Dengan pendekatan ini, diharapkan pasien dapat mempertahankan bersihan jalan napas yang efektif dan menjaga oksigenasi yang adekuat. -
Article No. 5682 | 14 Nov 2024
Klinis : persalinan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi persalinan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Persalinan
- Definisi: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang berkaitan dengan kontraksi uterus, dilatasi serviks, dan penurunan janin selama proses persalinan.
- SLKI: Kontrol Nyeri
- SIKI: Manajemen Nyeri
2. Risiko Konstipasi
- Definisi: Rentan mengalami penurunan frekuensi, pengeluaran, atau kesulitan dalam defekasi.
- SLKI: Eliminasi Gastrointestinal
- SIKI: Manajemen Konstipasi
3. Risiko Infeksi
- Definisi: Rentan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mengakibatkan kerusakan jaringan.
- SLKI: Pencegahan Infeksi
- SIKI: Pencegahan Infeksi
4. Risiko Perdarahan
- Definisi: Rentan terhadap kehilangan jumlah darah yang melebihi normal dari saluran genital.
- SLKI: Perfusi Jaringan
- SIKI: Manajemen Perdarahan
5. Kesiapan Menjadi Orang Tua
- Definisi: Kemampuan untuk beradaptasi dengan peran dan tanggung jawab sebagai orang tua yang baru.
- SLKI: Peran Orang Tua
- SIKI: Edukasi Kesiapan Menjadi Orang Tua
Penjelasan singkat:
Diagnosa keperawatan di atas merupakan standar yang ditetapkan oleh PPNI untuk menangani kondisi persalinan. Setiap diagnosa dilengkapi dengan definisi, SLKI (luaran keperawatan yang diharapkan), dan SIKI (intervensi keperawatan yang dapat dilakukan) sebagai panduan bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkualitas. -
Article No. 5683 | 14 Nov 2024
Klinis : persalinan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Sesuai dengan format yang diminta, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis untuk kondisi persalinan:
1. Kode ICD-10:
- Kode: O80
- Deskripsi: Persalinan tunggal spontan, presentasi kepala
Penjelasan:
- Kode ICD-10 O80 digunakan untuk mengkode persalinan tunggal spontan dengan presentasi kepala, yang merupakan jalur kelahiran normal untuk bayi.
- Kode ini mencakup persalinan normal, persalinan spontan, dan persalinan vaginal.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 72.1
- Deskripsi: Ekstraksi vakum; Ekstraksi dengan alat bantu lainnya
Penjelasan:
- Kode ICD-9-CM 72.1 digunakan untuk mengkode prosedur ekstraksi bayi dengan alat bantu, seperti ekstraksi vakum.
- Prosedur ini dapat dilakukan dalam kasus tertentu untuk membantu proses persalinan, misalnya saat terjadi kemacetan atau perlambatan progresif persalinan.
Sebagai catatan, kode ICD-9-CM untuk prosedur tidak berlaku lagi di Indonesia sejak penerapan ICD-10-CM/PCS pada 1 Januari 2023. Namun, informasi ini tetap disediakan sebagai referensi bagi tenaga kesehatan yang mungkin masih menggunakan sistem kode ICD-9-CM. -
Article No. 5684 | 14 Nov 2024
Klinis : muntah berkali kali, diare cair
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi muntah berulang dan diare cair.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakseimbangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan melalui muntah dan diare.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Ketidakseimbangan volume cairan: Kondisi di mana individu mengalami kelebihan atau kekurangan cairan intravaskular, interstisial, atau intraseluler.
- Penyebab: Kehilangan cairan melalui muntah dan diare.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Keseimbangan Cairan: Keadaan di mana individu mempertahankan volume dan komposisi cairan dalam batas normal.
- Indikator: Tanda-tanda vital dalam batas normal, intake dan output cairan seimbang, tidak ada tanda dehidrasi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen Cairan: Intervensi untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan dalam batas normal.
- Tindakan: Monitor intake dan output cairan, berikan cairan sesuai kebutuhan, identifikasi penyebab kehilangan cairan, dan edukasi pasien/keluarga.
Dalam kondisi ini, perawat perlu memantau tanda-tanda vital, intake dan output cairan, serta memberikan cairan sesuai kebutuhan untuk mengembalikan keseimbangan cairan pasien. Edukasi kepada pasien/keluarga juga penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. -
Article No. 5685 | 14 Nov 2024
Klinis : muntah berkali kali, diare, pusing
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan gejala yang Anda sampaikan, yaitu muntah berulang, diare, dan pusing, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menurut standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Intoleransi Makan
Penjelasan:
Intoleransi Makan adalah ketidakmampuan untuk mentoleransi atau menerima makanan atau cairan yang dikonsumsi, yang ditandai dengan gejala-gejala seperti mual, muntah, diare, atau rasa tidak nyaman perut.
2. Risiko Dehidrasi
Penjelasan:
Risiko Dehidrasi adalah keadaan tidak seimbangnya cairan tubuh yang dapat terjadi akibat kehilangan cairan yang berlebihan, seperti akibat muntah atau diare.
3. Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
Penjelasan:
Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit adalah kondisi tidak seimbangnya jumlah cairan dan elektrolit dalam tubuh, yang dapat terjadi akibat kehilangan cairan yang berlebihan, seperti akibat muntah atau diare.
4. Nyeri Kepala
Penjelasan:
Nyeri Kepala adalah rasa sakit atau tidak nyaman yang dirasakan di daerah kepala, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti dehidrasi, stres, atau kondisi lainnya.
Dalam penanganan kasus ini, perawat perlu melakukan pengkajian yang komprehensif, memberikan tindakan keperawatan yang sesuai, serta memantau perkembangan kondisi pasien secara berkala. Perawat juga perlu berkoordinasi dengan tenaga kesehatan lainnya, seperti dokter, untuk menetapkan rencana perawatan yang tepat. -
Article No. 5686 | 14 Nov 2024
Klinis : Seorang perawat keluarga melakukan kunjungan rumah didapatkan data salah satu anggota keluarga mengalami kebas pada kakinya terutama kaki kanan, tidak ada riwayat diabetes dikeluarganya, laki-laki tersebut juga mengeluh lemas dan sering kencing. Sebutkan diagnosa ICD dan SDKI. Sertakan pula SLKI, SIKI, dan kodenya. Sebutkan pula pemeriksaan penunjang untuk laki-laki tersebut dan obat-obatan yang sesuai keluhan.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan gejala yang dialami oleh laki-laki tersebut, berikut adalah penjelasan yang terperinci:
1. Kode ICD-10:
- Kode: E11.40
- Deskripsi: Diabetes melitus tipe 2 tidak terkendali dengan neuropati perifer tanpa komplikasi
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 89.7
- Deskripsi: Pemeriksaan fungsi saraf
Diagnosis keperawatan berdasarkan SDKI:
- Kode: 10026
- Judul: Gangguan sensibilitas
- Definisi: Perubahan kemampuan untuk merasakan sensasi pada kulit dan anggota tubuh
Rencana asuhan keperawatan berdasarkan SLKI, SIKI, dan kodenya:
- SLKI: Manajemen Neuropati Perifer
- Kode: 10067
- Tujuan: Pasien dapat beradaptasi dengan perubahan sensibilitas
- SIKI: Perawatan Kaki
- Kode: 3310
- Intervensi: Memeriksa integritas kulit dan kuku, memotong kuku dengan hati-hati, membersihkan dan mengeringkan kaki, menggunakan losion pelembab
Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan:
- Pemeriksaan laboratorium:
- Kadar glukosa darah
- HbA1C
- Pemeriksaan neurologis:
- Tes refleks
- Tes sensibilitas
Obat-obatan yang dapat diberikan:
- Obat antidiabetes, seperti metformin atau insulin, untuk mengontrol kadar glukosa darah
- Obat-obatan untuk mengatasi neuropati perifer, seperti gabapentin atau pregabalin
- Suplemen vitamin B kompleks untuk membantu memperbaiki kondisi saraf
Kesimpulannya, pasien ini mengalami gejala neuropati perifer yang kemungkinan besar disebabkan oleh diabetes melitus tipe 2 yang tidak terkontrol. Pemeriksaan penunjang dan pemberian obat-obatan yang tepat sangat penting untuk menangani kondisi ini secara komprehensif. -
Article No. 5687 | 14 Nov 2024
Klinis : Seorang perawat keluarga melakukan kunjungan rumah didapatkan data salah satu anggota keluarga mengalami kebas pada kakinya terutama kaki kanan, tidak ada riwayat diabetes dikeluarganya, laki-laki tersebut juga mengeluh lemas dan sering kencing. Sebutkan diagnosa ICD dan SDKI. Sertakan pula SLKI, SIKI, dan kodenya. Sebutkan pula pemeriksaan penunjang untuk laki-laki tersebut dan obat-obatan yang sesuai keluhan.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI untuk kondisi yang Anda deskripsikan:
Diagnosa Keperawatan ICD:
1. Neuropati Perifer (ICD-10: G62.9)
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Gangguan Sensori Perseptual: Neuropati (SDKI kode: 13102)
Definisi: Keadaan individu dengan gangguan pada fungsi sensorik dan/atau motorik yang disebabkan oleh kerusakan saraf perifer.
Penjelasan Singkat SDKI-SLKI-SIKI:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
Gangguan Sensori Perseptual: Neuropati
- Definisi, Penyebab, Faktor Risiko, Gejala Klinis
- Intervensi Keperawatan
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
Peningkatan Sensasi Fungsi Sensorik (SLKI kode: 10412)
- Definisi, Kriteria Hasil, Indikator
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
Manajemen Neuropati (SIKI kode: 10112)
- Definisi, Tujuan, Aktivitas Keperawatan
Pemeriksaan Penunjang:
1. Pemeriksaan laboratorium: profil gula darah, fungsi ginjal
2. Pemeriksaan neurologis: tes refleks, sensasi, kekuatan otot
Obat-obatan yang Sesuai:
1. Obat anti-neuropatik: gabapentin, pregabalin, duloxetine
2. Obat untuk mengontrol gula darah (jika diabetes terdiagnosis)
Dalam kasus ini, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebab neuropati, terutama kemungkinan diabetes mellitus yang belum terdiagnosis. Intervensi keperawatan akan fokus pada manajemen neuropati, edukasi mengenai kondisi, dan pengobatan yang sesuai dengan gejala yang dialami. -
Article No. 5688 | 14 Nov 2024
Klinis : -Ny.M mengatakan bahwa sering mengalami pusing -Ny.M mengatakan sulit tidur di malam hari dikarenakan sering merasa pusing DO: -Ny.M tampak lesu, tampak adanya mata panda di bawah kelopak matanya -TTV -TD: 170/90 mmHg -Nadi: 92x/menit -RR:22x/menit -Suhu : 37,2 C
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan data yang diberikan, diagnosis keperawatan yang sesuai untuk Ny. M adalah:
1. Gangguan Pola Tidur
- Definisi: Gangguan dalam jumlah dan kualitas tidur yang mengganggu fungsi seseorang.
- Karakteristik Utama: Sulit memulai atau mempertahankan tidur.
- Faktor yang Berhubungan: Faktor fisiologis (pusing).
2. Risiko Hipertensi
- Definisi: Keadaan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik yang melebihi nilai normal.
- Karakteristik Utama: Tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg.
- Faktor yang Berhubungan: Gaya hidup, faktor psikologis.
Penjelasan singkat berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):
1. Gangguan Pola Tidur
- SDKI: Gangguan Pola Tidur
- SLKI: Pola Tidur Membaik
- SIKI: Manajemen Gangguan Tidur
2. Risiko Hipertensi
- SDKI: Risiko Hipertensi
- SLKI: Tekanan Darah Terkendali
- SIKI: Manajemen Hipertensi
Tone = akademis, persona = pakar, nurse:
Berdasarkan data subjektif dan objektif yang diberikan, Ny. M mengalami gangguan pola tidur dan risiko hipertensi. Diagnosis keperawatan yang sesuai adalah Gangguan Pola Tidur dan Risiko Hipertensi. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah Manajemen Gangguan Tidur dan Manajemen Hipertensi sesuai dengan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).