Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23446 | 30 Dec 2025
Klinis : Kasus F Ny. A, 40 tahun, dirawat dengan infeksi saluran pernapasan (ISPA). Keluhan: batuk, sesak ringan, demam, sulit tidur. Data lingkungan kamar: Ruangan kurang ventilasi, bau obat menyengat Jendela jarang dibuka Suhu ruangan panas Pencahayaan kurang Lantai sedikit lembab Banyak pengunjung sehingga ruangan bising Pasien tampak gelisah dan tidak nyaman
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko invasi dan multiplikasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1900
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Tindakan keperawatan untuk meminimalkan atau mencegah penularan organisme patogen. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan protektif yang ditujukan untuk melindungi pasien, perawat, pengunjung, dan lingkungan dari penyebaran infeksi. Pada kasus Ny. A, lingkungan kamar yang kurang mendukung menjadi fokus utama. Tindakan spesifik meliputi: (1) Kolaborasi untuk memastikan kebersihan dan sterilitas alat medis serta lingkungan; (2) Edukasi kepada pasien dan keluarga (pengunjung) tentang pentingnya etika batuk, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, serta pembatasan pengunjung yang sakit; (3) Mengatur sirkulasi udara dengan membuka jendela secara berkala (dengan mempertimbangkan kondisi pasien) untuk mengurangi kelembaban, bau obat, dan kepadatan patogen di udara; (4) Memastikan kebersihan lantai yang lembab untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme; (5) Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai seperti masker saat merawat pasien dengan ISPA; dan (6) Memantau tanda-tanda vital terutama suhu untuk deteksi dini komplikasi infeksi. Implementasi SLKI ini bertujuan memutus rantai penularan, mencegah infeksi nosokomial, dan mempercepat penyembuhan.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Tindakan Pencegahan Infeksi. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: (1) Tidak ada tanda-tanda infeksi baru (seperti demam yang memberat, sputum purulen) selama perawatan; (2) Lingkungan perawatan menunjukkan peningkatan kebersihan dan kenyamanan (ventilasi memadai, bau tidak menyengat, lantai kering); (3) Pasien dan keluarga/pengunjung dapat mendemonstrasikan perilaku pencegahan infeksi seperti menutup mulut saat batuk dan mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak; (4) Jumlah pengunjung terkendali sehingga kebisingan berkurang dan risiko penularan menurun; (5) Parameter laboratorium yang terkait infeksi (jika dilakukan) menunjukkan tren perbaikan. Keberhasilan SIKI ini diukur dari terciptanya lingkungan yang aman secara infeksiologis dan meningkatnya kepatuhan terhadap protokol pencegahan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: 3140
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Tindakan keperawatan untuk mempertahankan jalan napas paten dan memperbaiki pertukaran gas. Pada Ny. A dengan keluhan batuk dan sesak ringan, intervensi difokuskan untuk memfasilitasi pengeluaran sekresi dan memastikan oksigenasi adekuat. Tindakan spesifik meliputi: (1) Posisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler untuk memudahkan ekspansi paru dan mengurangi kerja napas; (2) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif untuk mobilisasi sekresi; (3) Lakukan fisioterapi dada (perkusi dan vibrasi) jika diindikasikan untuk membantu mengeluarkan dahak; (4) Kelola terapi nebulizer atau obat-obatan mukolitik/ekspektoran sesuai kolaborasi dengan dokter; (5) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekresi sendiri; (6) Monitor frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan serta suara napas (mengi, ronki) setiap shift; (7) Anjurkan intake cairan yang cukup dan hangat (jika tidak ada kontraindikasi) untuk mengencerkan sekresi; (8) Monitor warna, konsistensi, dan jumlah sputum. SLKI ini bertujuan untuk mengatasi obstruksi jalan napas, mencegah atelektasis, dan memperbaiki pertukaran gas.
Kode SIKI: 0402
Deskripsi : Status Pernapasan: Ventilasi. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: (1) Jalan napas paten dibuktikan dengan tidak adanya suara napas abnormal seperti ronki atau mengi yang signifikan; (2) Pasien mampu mengeluarkan sekresi secara efektif melalui batuk; (3) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal (16-20 kali/menit) dan sesak napas berkurang; (4) Suara napas bersih di semua lapang paru; (5) Warna sputum jernih atau putih (bukan purulen) dan jumlahnya berkurang; (6) Nilai saturasi oksigen dalam batas normal (>95%). Pencapaian SIKI ini menunjukkan resolusi dari masalah bersihan jalan napas tidak efektif.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Gangguan pada kuantitas dan kualitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.
Kode SLKI: 1850
Deskripsi : Peningkatan Tidur. Tindakan keperawatan untuk memfasilitasi tidur yang nyenyak dan nyaman. Pada Ny. A, gangguan tidur disebabkan oleh faktor multipel: gejala penyakit (batuk, sesak, demam), ketidaknyamanan lingkungan (panas, bising, bau, pencahayaan kurang), dan kecemasan. Intervensi komprehensif meliputi: (1) Atur lingkungan tidur: turunkan suhu ruangan dengan AC/kipas angin, kurangi kebisingan dengan mengatur jam berkunjung dan volume suara, atur pencahayaan redup di malam hari, dan pastikan ventilasi memadai untuk sirkulasi udara segar; (2) Lakukan manajemen gejala sebelum tidur: berikan terapi inhalasi atau obat batuk/penurun panas sesuai kolaborasi untuk mengurangi gejala pengganggu; (3) Anjurkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam atau mendengarkan musik lembut; (4) Batasi asupan kafein atau stimulan di sore/malam hari; (5) Bantu kebersihan diri (cuci muka, ganti pakaian) sebelum tidur untuk meningkatkan kenyamanan; (6) Atur posisi tidur yang nyaman, biasanya semi-Fowler untuk memudahkan pernapasan; (7) Kembangkan ritual tidur yang konsisten (misalnya, membaca, mendengarkan musik tenang). SLKI ini bertujuan memodifikasi faktor penyebab dan menciptakan kondisi optimal untuk memulai dan mempertahankan tidur.
Kode SIKI: 402
Deskripsi : Kualitas Tidur. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: (1) Pasien melaporkan peningkatan kualitas tidur (misalnya, dapat tidur lebih cepat, terbangun lebih sedikit di malam hari, dan merasa lebih segar saat bangun); (2) Durasi tidur meningkat mendekati kebutuhan normal (6-8 jam untuk dewasa); (3) Gejala yang mengganggu tidur (batuk, sesak) berkurang intensitasnya di malam hari; (4) Lingkungan fisik kamar lebih kondusif untuk tidur (suhu nyaman, tenang, cahaya sesuai); (5) Pasien tampak lebih tenang dan tidak gelisah saat tidur; (6) Pasien menyatakan kepuasan terhadap kenyamanan lingkungan dan perawatan yang diberikan. Pencapaian SIKI ini penting untuk mendukung proses penyembuhan dan kesejahteraan psikologis pasien.
-
Article No. 23448 | 30 Dec 2025
Klinis : Mengeluh mual hingga ingin muntah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Mual
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan berupa dorongan untuk muntah.
Kode SLKI: 1601
Deskripsi : Mual terkontrol. Ditandai dengan: 1) Klien melaporkan penurunan atau hilangnya perasaan mual. 2) Klien menunjukkan kemampuan untuk melakukan aktivitas sesuai tingkat kemampuan. 3) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 4) Tidak ada muntah atau muntah minimal. 5) Klien menunjukkan pengetahuan tentang strategi penanganan mual.
Kode SIKI: 4160
Deskripsi : Manajemen Mual. Tindakan keperawatan: 1) Kaji karakteristik mual (faktor pencetus, waktu, frekuensi, intensitas, pola). 2) Kaji faktor yang memperberat dan meringankan mual. 3) Observasi tanda-tanda mual (peningkatan produksi saliva, pucat, berkeringat, takikardia). 4) Kaji tanda-tanda dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit jika disertai muntah. 5) Identifikasi penyebab mual (misal: obat, nyeri, psikologis, metabolik, gastrointestinal). 6) Kolaborasi pemberian obat antiemetik sesuai indikasi. 7) Atur posisi klien untuk meminimalkan aspirasi. 8) Ajarkan teknik relaksasi dan distraksi. 9) Anjurkan menghindari bau yang kuat atau tidak sedap. 10) Atur lingkungan yang nyaman dan ventilasi baik. 11) Anjurkan makan porsi kecil tapi sering dengan tekstur lunak. 12) Anjurkan menghindari makanan berlemak, berminyak, dan terlalu manis. 13) Anjurkan untuk tidak langsung berbaring setelah makan. 14) Berikan perawatan mulut secara teratur. 15) Monitor asupan dan haluaran cairan. 16) Edukasi klien dan keluarga tentang penyebab dan penanganan mual.
-
Article No. 23435 | 29 Dec 2025
Klinis : bayi lahir SC dengn diagnosis asfiksia lingkar kepala 33 lingkar dada 35 panjang badan 50 nadi 127 suhu 36,7 pernpasan 55x / menit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi Berdasarkan
Article No. 23436 | 29 Dec 2025
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: