Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 25144 | 16 Apr 2026
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Tuberkulosis Paru
Kode ICD-10: A15.0
Deskripsi Singkat : Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang terutama menyerang jaringan paru-paru. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti batuk berdahak berkepanjangan (lebih dari 2 minggu), demam, sesak napas, kehilangan nafsu makan, dan berkeringat di malam hari. Diagnosis didukung oleh temuan pemeriksaan fisik seperti suara napas bronkial dan konfirmasi melalui pemeriksaan radiologis (rontgen) yang menunjukkan lesi atau infiltrat di paru, seringkali di lobus atas. Kode ICD-10 A15.0 secara spesifik mengklasifikasikan "Tuberkulosis paru, dikonfirmasi secara bakteriologis dan histologis". Kode ini berada dalam blok A15-A19 untuk Tuberkulosis, menekankan bahwa diagnosis telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan mikroskopis dahak (BTA) atau biopsi jaringan, yang merupakan standar baku untuk konfirmasi TB aktif. Penggunaan kode ini penting untuk pelaporan surveilans penyakit, pengobatan yang tepat, dan pengendalian infeksi.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 25145 | 16 Apr 2026
Klinis : ymengeluh nyeri perut bagian bawah skala 6 seperti diremas-remas, perut semakin membesar, perdarahan dari vagina, badan lemas, pusing, pandangan kabur, mual, tidak nafsu makan, dan perasaan cemas akan dilakukan tindakan operasi pada tanggal 12 Februari 2025. Pasien dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital TD : 135/85 mmHg, N : 95x/menit, S : 36°c, SPO2 : 9%, RR : 20x/menit, CRT >2 detik, akral teraba dingin, pasien tampak lemas dan pucat terpasang infus NS 500 ml/24 jam kecepatan 14 tpm terpasang di tangan kiri. Pasien mendapatkan terapi injeksi Antrain 1000 mg, injeksi Ondancentron 8 mg, injeksi Cefazolin 1000 mg, injeksi Transamin 500 mg, hasil laboratorium pada tanggal 8 februari 2025 menunjukkan Hemoglobin 8,70 g/dL, Hematokrit 32,90%, Eritrosit 2.60 10^6/ul advis dokter diberikan terapi tranfusi PRC 2 kolf bag Gol. O (Rhesus +) sudah masuk 1 kolf bag pada tanggal 9 Februari 2025 pukul 16.00 dan setelah tranfusi dilakukan pengambilan darah lengkap untuk cek laboratorium pada tanggal 10 Februari 2025 didapatkan hasil Hemoglobin 10,5 g/dL, Hematokrit 34,90%, Eritrosit 3,35 10^6/ul. Advis dokter masuk lagi tranfusi PRC 1 kolf bag Gol. O (Rhesus +).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Risiko Syok Hipovolemik pada Pasien dengan Perdarahan dan Persiapan Operasi
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut. Pada kasus ini, nyeri dirasakan pasien dengan skala 6 seperti diremas-remas di perut bagian bawah, yang merupakan gejala utama dari kondisi akutnya (kemungkinan kehamilan ektopik terganggu, abortus, atau kondisi ginekologi bedah lainnya). Nyeri ini bersifat akut, berat, dan merupakan respons langsung terhadap proses patologis (perdarahan intra-abdomen/iritasi peritoneum) dan distensi perut. Nyeri mempengaruhi kenyamanan pasien secara signifikan dan berkontribusi pada respons stres tubuh, yang dapat memperburuk kondisi hemodinamik. Selain nyeri somatik, terdapat juga komponen kecemasan (ansietas) terkait rencana operasi yang memperberat persepsi nyeri.
Kode SLKI: L.03130
Deskripsi : SLKI ini berfokus pada manajemen nyeri. Tujuannya adalah mengurangi atau menghilangkan nyeri. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (P, Q, R, S, T) secara berkala, terutama setelah intervensi. 2) Memberikan terapi farmakologis (analgesik seperti Antrain) sesuai program dokter dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. 3) Menerapkan intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri dan ansietas, seperti teknik relaksasi napas dalam, distraksi, dan penciptaan lingkungan yang tenang. 4) Memposisikan pasien dengan nyaman, mungkin dengan posisi semi-Fowler atau sesuai kenyamanan pasien untuk mengurangi ketegangan pada abdomen. 5) Memberikan edukasi pada pasien tentang pentingnya melaporkan nyeri dan tidak menahannya. 6) Kolaborasi dengan tim medis jika nyeri tidak terkontrol dengan regimen yang ada. Keberhasilan SLKI diukur dengan penurunan skala nyeri (misalnya dari 6 menjadi ≤3), ekspresi wajah yang lebih rileks, tanda-tanda vital yang stabil, dan laporan verbal pasien tentang peningkatan kenyamanan.
Kode SIKI: I.01291
Deskripsi : SIKI ini adalah tindakan spesifik dari SLKI di atas, yaitu pemberian analgesik. Prosedurnya meliputi: 1) Mencuci tangan sebelum dan setelah prosedur. 2) Memverifikasi order dokter (injeksi Antrain 1000 mg) dengan prinsip 5 benar (benar pasien, obat, dosis, rute, waktu). 3) Menyiapkan obat dan alat suntik di area yang bersih. 4) Memberikan penjelasan kepada pasien tentang tujuan pemberian obat. 5) Memilih lokasi injeksi intramuskular yang tepat (misalnya ventrogluteal atau dorsogluteal), dengan mempertimbangkan area yang tidak mengalami gangguan sirkulasi atau nyeri. 6) Melakukan teknik aseptik selama penyuntikan. 7) Menyuntikkan obat dengan kecepatan yang sesuai. 8) Memantau respons pasien setelah pemberian obat, termasuk pengurangan nyeri dan timbulnya efek samping seperti mual atau pusing. 9) Mendokumentasikan secara akurat waktu pemberian, dosis, rute, lokasi injeksi, dan respons pasien. Tindakan ini harus diintegrasikan dengan pemantauan tanda-tanda vital dan kondisi umum pasien.
Kondisi: Nyeri Akut dan Risiko Syok Hipovolemik pada Pasien dengan Perdarahan dan Persiapan Operasi
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Defisit Volume Cairan adalah keadaan dimana seseorang mengalami penurunan volume sirkulasi intravaskuler, interstitial, dan/atau intraseluler. Pada pasien ini, defisit volume cairan bersifat akut dan disebabkan oleh perdarahan aktif dari vagina (kehilangan darah nyata) dan kemungkinan perdarahan intra-abdomen (kehilangan darah tersembunyi). Hal ini dibuktikan oleh data klinis: perdarahan vagina, tanda-tanda hipovolemia (takikardia N:95x/menit, CRT >2 detik, akral dingin, pucat, lemas, pusing, pandangan kabur), hasil laboratorium awal yang menunjukkan anemia (Hb 8.7 g/dL, Ht 32.9%), dan respon terhadap terapi transfusi. Tekanan darah yang masih dalam batas normal (135/85 mmHg) dapat mengindikasikan kompensasi tubuh, tetapi takikardia dan tanda perfusi perifer yang buruk adalah tanda peringatan dini syok hipovolemik. Defisit ini mengancam jiwa karena dapat menyebabkan kegagalan perfusi jaringan multi-organ.
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk mempertahankan atau mengembalikan keseimbangan volume cairan dan elektrolit. Intervensi keperawatan yang komprehensif meliputi: 1) Memantau status hemodinamik secara ketat dan berkelanjutan (tekanan darah, nadi, frekuensi napas, suhu, SpO2) setiap jam atau lebih sering sesuai kondisi. 2) Memantau tanda-tanda perfusi perifer (CRT, kehangatan akral, warna kulit) dan status neurologis (pusing, pandangan kabur). 3) Mengukur balance cairan secara akurat (input dan output), termasuk memperkirakan kehilangan darah melalui perdarahan vagina. 4) Mempertahankan akses intravena yang paten (infus NS) dengan kecepatan sesuai order, sambil memantau tanda overload cairan. 5) Kolaborasi pemberian transfusi darah (PRC) sesuai advis dokter, dengan pemantauan ketat terhadap reaksi transfusi sebelum, selama, dan setelah prosedur. 6) Memantau hasil laboratorium serial (Hb, Ht, elektrolit) untuk menilai efektivitas resusitasi. 7) Memposisikan pasien untuk optimasi sirkulasi (misalnya, posisi trendelenburg jika diindikasikan dan tidak terkontraindikasi). 8) Memberikan oksigen tambahan jika diperlukan untuk meningkatkan saturasi oksigen yang hanya 9% (kemungkinan kesalahan pembacaan atau kondisi kritis). Keberhasilan ditandai dengan tanda vital stabil, CRT ≤2 detik, akral hangat, peningkatan nilai hemoglobin/hematokrit, dan produksi urin yang adekuat (>0.5 mL/kg/jam).
Kode SIKI: I.04031
Deskripsi : SIKI ini merupakan tindakan spesifik dari manajemen defisit volume cairan, yaitu pemantauan balance cairan. Prosedurnya meliputi: 1) Menjelaskan pentingnya pencatatan intake dan output kepada pasien dan keluarga. 2) Mencatat semua intake cairan secara akurat: cairan intravena (NS 500 ml/24 jam dengan kecepatan 14 tpm), transfusi darah (volume 1 kolf PRC yang sudah diberikan dan yang akan diberikan), obat-obatan dalam bentuk cair, dan oral (jika ada). 3) Mencatat semua output cairan: urin (dengan kateter atau pengukuran urinal/bedpan), perdarahan vagina (dengan memperkirakan jumlah pembalut yang digunakan dan tingkat kejenuhan), drainase lain, serta kehilangan cairan tidak terlihat (insensible loss). 4) Menghitung balance cairan setiap shift (8 jam) dan setiap 24 jam dengan rumus: Total Input - Total Output. 5) Mendokumentasikan hasil perhitungan secara jelas dalam lembar balance cairan. 6) Melaporkan balance negatif yang signifikan atau perubahan trend yang mengkhawatirkan kepada dokter. 7) Memantau tanda klinis kelebihan cairan (crackles paru, edema) selama pemberian cairan dan transfusi agresif. Tindakan ini vital untuk menilai respons terapi dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kondisi: Nyeri Akut dan Risiko Syok Hipovolemik pada Pasien dengan Perdarahan dan Persiapan Operasi
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah perasaan tidak nyaman yang samar-samar atau takut yang disertai respons otonom (sumber seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu). Pada pasien ini, ansietas bersifat situasional dan berat, yang dipicu oleh kondisi penyakit akut yang mengancam (nyeri hebat, perdarahan), prosedur invasif yang akan datang (operasi pada 12 Februari 2025), dan ketidakpastian akan hasilnya. Manifestasi ansietas dapat memperburuk gejala fisik seperti mual, pusing, dan takikardia, serta meningkatkan persepsi nyeri. Perasaan cemas ini dapat menghambat kerjasama pasien dalam perawatan, mengurangi kapasitas untuk memahami informasi, dan memperlambat proses penyembuhan. Mengelola ansietas adalah bagian integral dari perawatan holistik untuk pasien ini.
Kode SLKI: L.09029
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk mengurangi tingkat ansietas pasien. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Membangun hubungan terapeutik dengan pendekatan yang tenang, empatik, dan meyakinkan. 2) Mengkaji tingkat ansietas pasien, pemicu, dan mekanisme koping yang biasa digunakan. 3) Memberikan informasi yang jujur, jelas, dan sesuai kebutuhan tentang kondisi kesehatannya, pros
Article No. 25146 | 16 Apr 2026
Klinis : Data Subjektif: a. Tn. J mengeluhkan kakinya bengkak sehingga gerak menjadi berat dan mudah lelah. b. Tn. J mengatakan perutnya terasa penuh dan tidak enak. c. Tn. J menyatakan bahwa badannya terasa terus lelah. Data Objektif: a. Terdapat edema pitting (+++) pada kedua tungkai hingga setinggi betis. b. Akral teraba dingin dengan CRT 3 detik (memanjang). c. Palpasi abdomen menunjukkan hepatomegali (teraba 3 jari di bawah arcus costa). d. Peningkatan berat badan 4 kg dalam 1 minggu terakhir. e. Distensi vena jugularis (JVP +5 cmH₂O) terlihat jelas. f. Asupan cairan pasien tidak terbatas (>2 liter/hari).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan Curah Jantung adalah keadaan dimana volume darah yang dipompa oleh ventrikel per menit tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh atau kebutuhan perfusi jaringan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI L.08001: Curah Jantung Meningkat. Tujuan akhir dari intervensi keperawatan adalah meningkatkan curah jantung hingga memadai untuk perfusi jaringan. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk pasien (tekanan darah, denyut nadi, frekuensi napas), nadi perifer teraba kuat dan simetris, pengisian kapiler (CRT) ≤ 2 detik, kulit hangat dan kering, tidak adanya distensi vena jugularis, edema perifer, atau hepatomegali, haluaran urine adekuat (>0,5 mL/kgBB/jam), status mental baik (sadar, orientasi baik), serta toleransi terhadap aktivitas yang meningkat tanpa munculnya kelelahan ekstrem, dispnea, atau nyeri dada. Pencapaian SLKI ini ditandai dengan hilangnya keluhan pasien seperti mudah lelah, perut penuh, dan berkurangnya edema serta berat badan berlebih akibat retensi cairan.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : SIKI I.08001: Manajemen Penurunan Curah Jantung. Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan sistematis untuk mengatasi penurunan curah jantung pada Tn. J. Pertama, lakukan pemantauan ketat tanda-tanda vital, status hemodinamik (seperti JVP), dan tanda-tanda perfusi (CRT, suhu akral, produksi urine) setiap 2-4 jam atau sesuai kondisi. Kedua, kolaborasi pemberian terapi farmakologi sesuai resep, seperti diuretik (misalnya furosemid) untuk mengurangi kelebihan cairan dan preload, serta obat inotropik (misalnya digoxin) untuk meningkatkan kekuatan kontraksi miokard. Ketiga, lakukan manajemen keseimbangan cairan dengan membatasi asupan cairan sesuai instruksi (biasanya 1,5-2 L/hari), memantau balance cairan ketat (intake-output), dan menimbang berat badan harian. Keempat, atur posisi pasien semi-Fowler atau dengan elevasi kepala untuk memfasilitasi pernapasan dan mengurangi beban jantung. Kelima, bantu pasien dalam aktivitas sehari-hari dan rencanakan periode istirahat yang cukup untuk mengurangi konsumsi oksigen miokard dan mencegah kelelahan. Keenam, lakukan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya pembatasan cairan dan garam, mengenali tanda-tanda memburuk (seperti sesak napas, edema bertambah), serta kepatuhan minum obat. Ketujuh, pantau hasil pemeriksaan penunjang seperti elektrolit, fungsi ginjal, dan foto thorax. Kedelapan, berikan dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperberat kerja jantung. Kesembilan, kolaborasi dalam pemberian oksigen jika diperlukan untuk meningkatkan saturasi oksigen. Intervensi ini harus didokumentasikan dan dievaluasi secara berkala untuk melihat efektivitasnya dalam mencapai SLKI.
Article No. 25147 | 16 Apr 2026
Klinis : mual dan muntah terus menerus Telaahdialamim sudah 1 mnggu ini dan memberat 3 hari ini, os sedang hamil anak ke 4 dengan usia kehamilan 8-9 minggu Riwayat Penyakit DahuluPSP1x,SC 2x,abortus 1x OKes:CM KU: sedang VAS:8 TD:140/81 HR:102x/i RR:20x/i T:36.3 SpO2 :97% HPHT: 12/02/2026 Pemeriksaan fisik Thorax: PUL: vesikuler (+/+) ronki (-), wheezing (-) COR: BJ I/II regular Abdomen:nyeri tekan epigastrium,distensi minimal,peristaltic baik Ekstremitas:akral hangat,CRT<2
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Mual dan Muntah Berlebihan pada Kehamilan (Hyperemesis Gravidarum)
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Mual dan muntah berlebihan yang terjadi selama kehamilan, mengakibatkan gangguan keseimbangan cairan, elektrolit, nutrisi, dan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini ditandai dengan mual dan muntah terus-menerus yang tidak terkontrol, penurunan asupan oral, dehidrasi, dan gangguan kesejahteraan psikologis. Pada kasus ini, pasien mengalami mual muntah selama 1 minggu yang memberat dalam 3 hari terakhir, dengan usia kehamilan 8-9 minggu, nyeri tekan epigastrium, dan tanda-tanda dehidrasi ringan (takikardia HR 102x/menit). Riwayat obstetri yang kompleks (SC 2x, abortus 1x) dapat menjadi faktor risiko yang memperberat kecemasan dan kondisi fisik pasien.
Kode SLKI: 0400
Deskripsi : Manajemen Mual dan Muntah. Intervensi keperawatan ini bertujuan untuk mengendalikan gejala mual dan muntah, mempertahankan atau mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit, serta memastikan kecukupan nutrisi. Pada pasien hamil dengan hyperemesis gravidarum, SLKI ini dilaksanakan dengan: (1) Memantau frekuensi, karakter, dan pemicu muntah serta tanda dehidrasi (seperti membran mukosa kering, turgor kulit, produksi urin, dan tanda vital). (2) Kolaborasi pemberian terapi farmakologis (seperti vitamin B6, antiemetik yang aman untuk kehamilan) dan non-farmakologis (teknik relaksasi, akupresur). (3) Mengatur pola makan dengan porsi kecil tapi sering, makanan kering dan tinggi karbohidrat, serta menghindari pemicu seperti aroma kuat. (4) Memastikan lingkungan yang nyaman, bebas bau, dan mendukung untuk mengurangi rangsangan mual. (5) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya hidrasi dan strategi mengatasi mual di rumah. Pencapaian SLKI dinilai dari penurunan frekuensi muntah, peningkatan asupan oral, perbaikan tanda vital (HR kembali normal), dan peningkatan kesadaran pasien dalam mengelola gejala.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Pemberian Terapi Farmakologi. Intervensi spesifik ini mencakup pemberian obat-obatan sesuai resep dokter dengan prinsip 5 benar (benar pasien, obat, dosis, rute, dan waktu) serta memantau efek terapi dan efek samping. Dalam konteks hyperemesis gravidarum, SIKI ini meliputi: (1) Menyiapkan dan memberikan obat antiemetik (seperti ondansetron, metoklopramid) atau suplemen (vitamin B6, B1) sesuai protokol kehamilan. (2) Memantau respons pasien terhadap obat, termasuk penurunan mual dan frekuensi muntah. (3) Mengobservasi secara ketat munculnya efek samping obat seperti sedasi, sakit kepala, atau reaksi alergi. (4) Kolaborasi dengan dokter untuk menyesuaikan dosis atau jenis obat jika diperlukan berdasarkan evaluasi klinis. (5) Mendokumentasikan secara akurat pemberian obat dan respons pasien. Keberhasilan SIKI ini ditunjukkan oleh terkendalinya gejala mual muntah setelah pemberian terapi, tidak adanya komplikasi efek samping yang serius, dan kepatuhan pasien terhadap regimen pengobatan. Selain itu, perawat juga berperan dalam memberikan edukasi tentang tujuan dan pentingnya terapi farmakologi yang diresepkan untuk meningkatkan kepatuhan dan mengurangi kecemasan pasien terkait penggunaan obat selama kehamilan.
Article No. 25148 | 16 Apr 2026
Klinis : kebas dan lemah anggota gerak kiri hingga wajah terasa kebas Telaahdialami sejak sore ini dan memberat saat ini,os merasakan kepala pusing dan oyong, wajah sebelah kiri kebas hingga tangan dan kaki kiri,os juga merasakan tangan dan kaki kiri lemah Riwayat Penyakit DahuluHT tidak terkontrol OKes:CM KU: sedang VAS:8 TD:176/102 HR:102x/i RR:20x/i T:36.3 SpO2 :97% Pemeriksaan fisik Mata: pupil isokor Thorax: PUL: vesikuler (+/+) ronki (-), wheezing (-) COR: BJ I/II regular Abdomen: nyeri tekan epigastrium,peristaltic baik Ekstremitas:akral hangat,CRT<2, motorik 5/4/5/4 sensorik 5/5/5/5
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengakibatkan kerusakan neurologis.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tanda-tanda neurologis dalam batas normal (kesadaran, GCS, kekuatan motorik, fungsi sensorik), tekanan darah terkontrol dalam rentang yang ditargetkan, tidak ada keluhan sakit kepala hebat, pusing, atau penglihatan kabur, serta pasien memahami faktor risiko dan rencana terapi. Pada kasus ini, tujuan utamanya adalah mencegah memburuknya defisit neurologis (kebas dan lemah) dan menstabilkan tekanan darah untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Pemantauan perfusi serebral. Intervensi ini mencakup: memantau status neurologis secara ketat dan berkala (GCS, kekuatan motorik, ukuran pupil, sensasi), memantau tanda-tanda vital terutama tekanan darah dengan target yang ditetapkan dokter (biasanya penurunan bertahap, tidak drastis), memposisikan kepala tempat tidur 30 derajat untuk meningkatkan aliran balik vena, mempertahankan lingkungan yang tenang untuk mencegah agitasi, memantau keseimbangan cairan (intake-output), serta kolaborasi pemberian terapi antihipertensi dan neuroprotektif sesuai resep. Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya kepatuhan pengobatan dan tanda bahaya yang harus dilaporkan segera juga merupakan bagian kunci.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, intensitas ringan hingga berat, dengan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1601
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil meliputi: skala nyeri (VAS) menurun ke tingkat yang dapat ditoleransi (misalnya ≤3), ekspresi wajah dan perilaku pasien menunjukkan kenyamanan, tanda-tanda vital (terutama TD dan HR) menunjukkan stabilisasi sebagai respons terhadap penurunan nyeri, serta pasien dapat menunjukkan metode non-farmakologis untuk mengurangi nyeri. Pada pasien ini, nyeri kepala (pusing dan oyong) dengan VAS 8 merupakan fokus, yang juga berkontribusi pada peningkatan tekanan darah.
Kode SIKI: 2810
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi meliputi: melakukan penilaian nyeri komprehensif (PQRST), mengajarkan dan membantu teknik relaksasi napas dalam untuk mengurangi ketegangan, memberikan lingkungan yang tenang dan redup cahaya, melakukan kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep dokter (dengan mempertimbangkan kondisi neurologis), serta memantau keefektifan dan efek samping terapi obat. Penting untuk membedakan dan memantau karakteristik nyeri kepala, apakah berkaitan dengan peningkatan tekanan intrakranial atau hipertensi.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 0501
Deskripsi : Toleransi aktivitas membaik. Kriteria hasil: pasien dapat melakukan aktivitas dengan bantuan sesuai kemampuan tanpa mengalami peningkatan keluhan (lemah, pusing, perubahan tanda vital), kekuatan otot ekstremitas menunjukkan perbaikan atau tidak memburuk, serta pasien dan keluarga memahami pembatasan aktivitas dan teknik penghematan energi. Kondisi kelemahan anggota gerak kiri (motorik 4) dan pusing membuat pasien sangat berisiko mengalami intoleransi aktivitas.
Kode SIKI: 0201
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi mencakup: menilai respons pasien terhadap aktivitas (tanda vital, kelemahan, pusing), membantu memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari (ADL) secara bertahap, mengajarkan teknik penghematan energi seperti istirahat sebelum lelah, duduk saat melakukan aktivitas, mengatur lingkungan agar mudah dijangkau, serta merencanakan periode istirahat yang cukup. Kolaborasi dengan fisioterapi untuk latihan rentang gerak pasif pada ekstremitas yang lemah juga penting untuk mencegah komplikasi imobilisasi.
Kondisi: Kurang Pengetahuan mengenai Kondisi, Prognosis, dan Pengobatan
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Keterbatasan kognitif terkait kondisi kesehatan, regimen terapi, dan pencegahan komplikasi.
Kode SLKI: 2601
Deskripsi : Pengetahuan tentang penyakit meningkat. Kriteria hasil: pasien dan keluarga dapat menyebutkan secara verbal pemahaman tentang kondisi stroke/gejala yang dialami, pentingnya kontrol tekanan darah, obat-obatan yang digunakan, tanda bahaya yang harus diwaspadai (gejala memburuk), serta rencana tindak lanjut. Riwayat hipertensi tidak terkontrol mengindikasikan kemungkinan adanya kesenjangan pengetahuan atau perilaku dalam manajemen penyakit.
Kode SIKI: 5602
Deskripsi : Edukasi Pasien. Intervensi meliputi: menilai tingkat pemahaman dan kesiapan belajar pasien/keluarga, memberikan penjelasan sederhana tentang hubungan antara hipertensi tidak terkontrol dengan gejala stroke yang dialami, menjelaskan tujuan dari setiap tindakan dan pengobatan, mendemonstrasikan dan meminta kembali demonstrasi tentang teknik pemantauan tanda vital jika memungkinkan, serta memberikan informasi tertulis tentang modifikasi gaya hidup (diet rendah garam, aktivitas, pengobatan rutin). Edukasi dilakukan secara bertahap, singkat, dan berulang sesuai kondisi pasien.
Article No. 25116 | 15 Apr 2026
Klinis : pasien baru datang dengan keluhan sesak nafas sejak sore, keringat dingin, lemasRPD: PJK (+), HT (-), DM (-) RPD asam lambung Ku lemah, Kes CM TD : 117/73 Tekanan Darah 117/73 Suhu 36 Nadi 85 x/menit Pernafasan 24 x/menit Berat Badan Kg Tinggi Badan cm Mata CA -/-, SI -/- Thorax sdv +/+ wh +/+ rh +/+ Abdomen supel, BU (+), NT (+) epigastrium, undulasi (-) Ext atas akral hangat +/+, edem +/+ Ext Bawah akral hangat +/+, edem +/+ LAB HEMATOLOGI Darah Rutin - Hemoglobin 7.44 L g/dL 12.2 ~ 18.1 - Eritrosit 3.38 L juta/µL 4.04 ~ 6.13 - Hematokrit 23.8 L % 37.7 ~ 53.7 - Glukosa Darah Sewaktu 97 mg/dL < 200 Fungsi Hati - AST (SGOT) 73 H U/l < 37 - ALT (SGPT) 25 U/l < 42 Fungsi Ginjal - Ureum 40.7 mg/dL 10 ~ 50 - Kreatinin 0.74 mg/dL 0.6 ~ 1.1 Index Eritrosit - MCV 70.4 L fL 80 ~ 97 - MCH 22.0 L pg 27 ~ 31.2 - MCHC 31.3 L g/dL 31.8 ~ 35.4 - Lekosit 6.97 ribu/µL 4.6 ~ 10.2 - Trombosit 198 ribu/µL 150 ~ 450 - RDW-CV 17.28 H % 11.5 ~ 14.5 - MPV 7.83 fL 0 ~ 99.9 Hitung Jenis - Neutrofil 92.7 H % 37 ~ 80 - Limfosit 2.5 L % 19 ~ 48 - Monosit 4.2 % 0 ~ 12 - Eosinofil 0.02 % 0 ~ 7 - Basofil 0.6 % 0 ~ 2.5 - Total Neutrofil 6.46 ribu/µL 1,5 ~ 7 - Total Lymphosit 0.18 L ribu/µL 1 ~ 3,7 - Total Monosit 0.29 ribu/µL - Total Eosinofil 0.00 ribu/µL - Total Basofil 0.04 Gol. Darah (A B O) - Golongan Darah B KIMIA KLINIK ELEKTROLIT - Natrium (Na) 124 L mmol/L 135 ~ 150 - Kalium (K) 3.9 mmol/L 3.5 ~ 5.1 - Chlorida (Cl) 93 L mmol/L 98 ~ 109 - Calsium (Ca2+) 1.0 L mmol/L 1.1 ~ 1.4 - pH 7.41 13/4/2026 Foto Ro thoraks PA Thorax :AP, supine, simetris, inspirasi dan kondisi cukup, Hasil: - Tampak infiltrat di parenkim pulmo sinistra - Tampak opasitas homogen di hemithorax dextra - Diafragma dan sinus CF sinistra normal - Cor : tak valid dinilai Kesan : - Bronchopneumonia dengan efusi pleura dextra - Besar cor tak valid dinilai USG thoraks 14/4/2026 Telah dilakukan pemeriksaan USG thorax dengan marker ,pada penderita dengan klinis efusi pleura dextra, Hasil : - Supradiafragma dextra : tampak lesi anechoic di cavum pleura dextra, septa (+), volume : 822 ml . KESAN : Efusi pleura dextra, capsulated type, volume cairan l.k : 822 ml
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas dan Keseimbangan Cairan & Elektrolit terkait Efusi Pleura dan Anemia
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Diagnosa Keperawatan "Gangguan Pertukaran Gas" didefinisikan sebagai kondisi dimana terjadi gangguan pada proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara alveoli dan sistem vaskular pulmonal. Pada pasien ini, kondisi ini secara langsung terkait dengan adanya efusi pleura dekstra yang masif (volume ~822 ml) dan infiltrat pneumonia di paru kiri. Efusi pleura menyebabkan kompresi jaringan paru, mengurangi luas permukaan alveoli yang efektif untuk pertukaran gas, sehingga mengakibatkan hipoksemia. Hal ini dimanifestasikan secara klinis melalui keluhan sesak napas (dispnea) dan temuan fisik takipnea (pernapasan 24x/menit). Selain itu, hasil analisis gas darah menunjukkan pH normal (7.41) namun data elektrolit dan hematologi mengarah pada kompleksitas kondisi. Gangguan pertukaran gas ini diperberat oleh kondisi anemia (Hb 7.44 g/dL) yang mengurangi kapasitas pengangkutan oksigen darah, menciptakan lingkaran setan dimana jantung harus bekerja lebih keras (nadi 85x/menit) untuk mengirimkan oksigen yang tidak adekuat ke jaringan, yang menjelaskan gejala lemas dan keringat dingin. Riwayat PJK juga menjadi faktor komorbid yang memperburuk toleransi tubuh terhadap kondisi hipoksia ini.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Luaran yang diharapkan (SLKI) "Perbaikan Pertukaran Gas" dengan kriteria: frekuensi pernapasan dalam rentang normal (16-20x/menit), tidak ada dispnea atau penggunaan otot bantu pernapasan, dan saturasi oksigen (SpO2) >94% pada udara ruangan. Target spesifik untuk pasien ini adalah penurunan frekuensi pernapasan dari 24x/menit mendekati rentang normal, hilangnya keluhan sesak napas, serta peningkatan saturasi oksigen yang stabil setelah intervensi drainase efusi dan terapi oksigen. Selain itu, luaran terkait status sirkulasi dan kenyamanan juga penting, seperti nadi dalam rentang normal (60-100x/menit), kulit hangat dan kering (mengatasi keringat dingin), serta penurunan kecemasan yang sering menyertai perasaan sesak napas. Pencapaian luaran ini akan menunjukkan keberhasilan dalam mengatasi hambatan mekanik (efusi) dan meningkatkan difusi gas.
Kode SIKI: I.08229, I.08002, I.09005
Deskripsi : Intervensi keperawatan (SIKI) yang utama adalah: I.08229: Manajemen Jalan Napas - Meliputi pemantauan pola, frekuensi, dan usaha pernapasan; pemberian oksigen sesuai indikasi; serta memposisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau miring ke sisi yang sehat (jika mungkin) untuk memaksimalkan ekspansi paru yang tidak terkena efusi. I.08002: Manajemen Nyeri - Meski tidak disampaikan keluhan nyeri, adanya nyeri tekan (NT +) di epigastrium dan ketidaknyamanan akibat sesak memerlukan manajemen nyeri non-farmakologis seperti teknik relaksasi napas untuk mengurangi konsumsi oksigen dan kecemasan. I.09005: Manajemen Keseimbangan Cairan dan Elektrolit - Ini adalah intervensi kritis mengingat hasil laboratorium: hiponatremia (Na 124 mmol/L), hipokloremia (Cl 93 mmol/L), dan hipokalsemia (Ca 1.0 mmol/L). Intervensi mencakup pemantauan ketat tanda vital dan status hidrasi, kolaborasi pemberian terapi cairan dan koreksi elektrolit secara intravena dengan kecepatan yang hati-hati (karena ada efusi dan risiko overload cairan), serta memonitor output urin. Penting juga untuk mengidentifikasi penyebab ketidakseimbangan ini, apakah terkait asupan, efek samping terapi, atau kondisi lain. Intervensi tambahan yang relevan adalah I.06020: Edukasi Kesehatan untuk menjelaskan prosedur tindakan (seperti torakosintesis jika diperlukan), proses penyakit, dan pentingnya melaporkan setiap perburukan sesak. Seluruh intervensi dilakukan dengan pendekatan holistik, mempertimbangkan kelemahan pasien (ku lemah) dan riwayat penyakit penyerta (PJK, asam lambung).
Article No. 25117 | 15 Apr 2026
Klinis : Seorang laki-laki berusia 57 tahun dirawat dengan keluhan perut membesar dan terasa tidak nyaman. Hasil pengkajian: mual sejak 2 minggu yang lalu, nafsu makan menurun, BB menurun 5 kg (dalam 1 bulan), frekuensi napas 21 x/menit, frekuensi nadi 89 x/menit, TD 100/75 mmHg. Pasien riwayat minum alkohol sejak 20 tahun yang lalu.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Diagnosa keperawatan ini merujuk pada keadaan di mana individu mengalami atau berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Pada pasien ini, faktor risiko utama adalah riwayat konsumsi alkohol kronis (selama 20 tahun), yang merupakan penyebab umum sirosis hepatis dan gangguan penyerapan nutrisi. Manifestasi klinis yang mendukung adalah penurunan berat badan yang signifikan (5 kg dalam 1 bulan), penurunan nafsu makan, mual, serta perut membesar yang mengindikasikan kemungkinan asites akibat penyakit hati. Tekanan darah yang cenderung rendah (100/75 mmHg) juga dapat menjadi tanda dari status nutrisi yang buruk. Kondisi ini berisiko memperburuk fungsi hati, menurunkan kekebalan tubuh, menghambat penyembuhan, dan meningkatkan morbiditas.
Kode SLKI: L.1.1.1
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah status nutrisi klien membaik. Secara spesifik, tujuan dari intervensi keperawatan adalah untuk mencapai asupan nutrisi yang adekuat sesuai dengan kebutuhan dan toleransi klien. Indikator pencapaian luaran ini dapat meliputi: berat badan klien stabil atau mengalami peningkatan bertahap menuju berat badan ideal, keluhan mual dan tidak nyaman pada perut berkurang, nafsu makan klien membaik yang ditandai dengan kemampuan menghabiskan porsi makanan yang disajikan, serta nilai-nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin dan hemoglobin) menunjukkan perbaikan. Pencapaian luaran ini memerlukan waktu dan tergantung pada tingkat keparahan penyakit hati yang mendasarinya. Perawat akan memantau parameter tersebut secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan.
Kode SIKI: I.1.1.1
Deskripsi : Intervensi keperawatan utama adalah Manajemen Nutrisi. Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan yang komprehensif. Pertama, perawat akan berkolaborasi dengan ahli gizi untuk melakukan pengkajian kebutuhan nutrisi yang mendetail, menghitung kebutuhan kalori, protein, dan mikronutrien berdasarkan kondisi pasien. Kedua, perencanaan diet disesuaikan, biasanya dengan diet tinggi kalori dan tinggi protein, namun hati-hati pada kondisi ensefalopati hepatikum (dibatasi protein). Diet diberikan dalam porsi kecil namun sering (small frequent feeding) untuk mengatasi mual dan perut kembung. Ketiga, memodifikasi lingkungan makan yang nyaman, bebas bau yang memicu mual, dan mendukung posisi yang tepat saat makan. Keempat, memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi, jenis makanan yang dianjurkan dan dihindari (terutama pantang alkohol mutlak), serta cara mengatasi mual. Kelima, memantau dan mencatat asupan makanan dan cairan setiap hari, serta memantau berat badan secara teratur. Keenam, kolaborasi pemberian suplemen nutrisi (enteral atau parenteral) jika asumsi oral sangat tidak adekuat, serta pemberian obat antiemetik sesuai resep untuk mengendalikan mual. Seluruh tindakan ini dilakukan dengan pendekatan holistik, mempertimbangkan kondisi psikologis pasien dan dukungan keluarga, untuk mencapai tujuan perbaikan status nutrisi.
Article No. 25118 | 15 Apr 2026
Klinis : Anak usia 9 bulan 10 hari panjang badan dan berat badan sulit naik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 00002
Deskripsi Singkat: Keadaan di mana individu berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Status Nutrisi: Asupan nutrisi dan cairan adekuat sesuai kebutuhan tubuh. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Berat badan sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan potensi pertumbuhan (misalnya, berada dalam kurva pertumbuhan yang sesuai). 2) Tanda-tanda klinis nutrisi adekuat (misalnya, kulit kenyal, turgor baik, rambut berkilau, membran mukosa lembab). 3) Asupan makanan dan cairan sesuai dengan kebutuhan yang direkomendasikan. 4) Tidak menunjukkan tanda-tanda malnutrisi seperti kelelahan, apatis, atau penurunan berat badan yang tidak diinginkan. 5) Nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin, hemoglobin) dalam rentang normal. Pada bayi dan anak, parameter khusus termasuk kenaikan berat badan dan panjang/tinggi badan yang adekuat sesuai kurva standar WHO, perkembangan psikomotor yang sesuai usia, serta kepatuhan terhadap jadwal imunisasi sebagai indikator kesehatan secara keseluruhan.
Kode SIKI: 0801
Deskripsi : Manajemen Nutrisi: Tindakan untuk memfasilitasi atau memberikan nutrisi yang seimbang. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Mengkaji status nutrisi secara komprehensif, termasuk riwayat diet, pola makan, alergi, kebiasaan, dan faktor penghambat asupan. 2) Memantau asupan dan output nutrisi serta cairan secara berkala. 3) Menimbang berat badan secara teratur dan memplotkan pada kurva pertumbuhan (misalnya, Kartu Menuju Sehat/KMS). 4) Berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan nutrisi spesifik serta merencanakan diet. 5) Memberikan pendidikan kesehatan kepada orang tua/pengasuh tentang pentingnya nutrisi seimbang, pemberian ASI/MPASI yang tepat, frekuensi, dan porsi sesuai usia. 6) Mendemonstrasikan dan mengajarkan teknik pemberian makan yang tepat untuk bayi dan anak. 7) Menciptakan lingkungan yang nyaman dan bebas stres selama waktu makan. 8) Memodifikasi tekstur dan jenis makanan sesuai dengan kemampuan dan perkembangan anak (misalnya, MPASI sesuai tahap). 9) Memantau tanda-tanda klinis dehidrasi atau malnutrisi (turgor kulit, ubun-ubun, mata cekung). 10) Memberikan dukungan emosional dan motivasi kepada orang tua terkait kesulitan pemberian makan. 11) Mengidentifikasi dan mengatasi faktor penyebab sulit makan, seperti infeksi, gangguan pencernaan, atau masalah psikososial. 12) Merujuk ke tenaga kesehatan lain (dokter, gizi) jika ditemukan masalah medis yang mendasari (seperti gagal tumbuh/failure to thrive). 13) Mendorong dan mendukung pemberian ASI eksklusif hingga 6 bulan dan dilanjutkan dengan MPASI yang adekuat. 14) Memantau perkembangan dan pencapaian milestone anak sebagai indikator tidak langsung kecukupan nutrisi.
Kondisi: Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan
Kode SDKI: 00113
Deskripsi Singkat: Penyimpangan dari norma pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia.
Kode SLKI: 1301
Deskripsi : Status Perkembangan: Kemampuan mencapai tonggak perkembangan (milestone) sesuai usia. Kriteria hasil meliputi: 1) Mencapai milestone perkembangan sesuai usia dalam area motorik kasar, motorik halus, bahasa, dan sosialisasi. 2) Menunjukkan perilaku dan keterampilan yang sesuai dengan tahap perkembangan. 3) Berat badan, panjang/tinggi badan, dan lingkar kepala sesuai dengan kurva pertumbuhan standar. 4) Interaksi sosial yang sesuai usia dengan pengasuh dan lingkungan. 5) Eksplorasi lingkungan secara aktif dan aman sesuai usia. 6) Orang tua/pengasuh memahami tahap perkembangan anak dan mampu merangsangnya dengan tepat.
Kode SIKI: 1301
Deskripsi : Promosi Perkembangan: Memfasilitasi pencapaian milestone perkembangan yang optimal. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Melakukan skrining perkembangan menggunakan alat yang terstandar (seperti Kuesioner Pra Skrining Perkembangan/KPSP). 2) Mengkaji riwayat prenatal, natal, dan postnatal yang dapat memengaruhi perkembangan. 3) Memantau dan mendokumentasikan pertumbuhan fisik (berat, panjang, lingkar kepala) secara berkala pada kurva standar. 4) Mengobservasi dan mendokumentasikan pencapaian milestone perkembangan (misalnya, tengkurap, duduk, merangkak, babbling, mengenali orang tua). 5) Memberikan stimulasi perkembangan yang sesuai usia (stimulasi motorik, sensorik, kognitif, dan sosial) melalui bermain dan interaksi. 6) Mendidik dan mendemonstrasikan kepada orang tua cara memberikan stimulasi yang tepat di rumah. 7) Mengidentifikasi faktor risiko dan hambatan perkembangan (misalnya, nutrisi tidak adekuat, penyakit kronis, kurang stimulasi). 8) Berkolaborasi dengan tim kesehatan (dokter, terapis) jika ditemukan keterlambatan perkembangan. 9) Mendorong lingkungan yang aman dan mendukung untuk eksplorasi. 10) Memberikan dukungan emosional dan informasi kepada orang tua tentang perkembangan normal dan cara mengoptimalkannya. 11) Menekankan pentingnya nutrisi yang adekuat sebagai dasar untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. 12) Merujuk ke program intervensi dini atau layanan spesialis jika diperlukan. 13) Memantau perkembangan secara berkelanjutan untuk mendeteksi penyimpangan secara dini.
Kondisi: Ansietas (pada Orang Tua/Pengasuh)
Kode SDKI: 00146
Deskripsi Singkat: Perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar-samar atau ancaman yang tidak jelas diketahui asalnya, disertai dengan respons otonom (sumbernya sering tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu).
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Ansietas: Kemampuan mengelola perasaan gugup, khawatir, atau ancaman. Kriteria hasil meliputi: 1) Mengenali dan mengungkapkan perasaan ansietas. 2) Menunjukkan perilaku koping yang adaptif untuk mengurangi ansietas. 3) Tanda-tanda fisiologis ansietas (seperti takikardia, tremor, berkeringat) berkurang atau terkontrol. 4) Fungsi sehari-hari tidak terganggu secara signifikan oleh ansietas. 5) Mampu mengidentifikasi sumber ansietas dan mencari solusi atau bantuan. 6) Menunjukkan relaksasi dan ketenangan dalam menghadapi situasi yang menegangkan.
Kode SIKI: 1401
Deskripsi : Pengurangan Ansietas: Meminimalkan perasaan khawatir, takut, dan gelisah. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Mengkaji tingkat ansietas orang tua, termasuk tanda verbal dan nonverbal, serta dampaknya terhadap perawatan anak. 2) Menciptakan lingkungan yang terapeutik dan mendukung untuk mengekspresikan perasaan. 3) Mendengarkan secara aktif dan empatik terhadap kekhawatiran orang tua. 4) Memberikan informasi yang akurat, jelas, dan jujur tentang kondisi anak, rencana perawatan, dan prognosis. 5) Melibatkan orang tua dalam perencanaan dan pemberian perawatan kepada anak untuk meningkatkan rasa kontrol. 6) Mengajarkan teknik relaksasi sederhana (seperti napas dalam, distraksi). 7) Membantu orang tua mengidentifikasi sumber dukungan sosial (keluarga, teman). 8) Memvalidasi perasaan orang tua bahwa kekhawatiran mereka adalah hal yang wajar. 9) Meningkatkan rasa percaya diri orang tua dalam merawat anak dengan memberikan pendidikan kesehatan dan pelatihan keterampilan perawatan. 10) Membantu orang tua menetapkan harapan yang realistis terkait pertumbuhan dan perkembangan anak. 11) Merujuk pada konseling atau dukungan psikososial jika ansietas berat atau menetap. 12) Memantau dan mendukung interaksi positif antara orang tua dan anak untuk mengurangi kecemasan kedua belah pihak.
Article No. 25121 | 15 Apr 2026
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi dan Gangguan Pertukaran Gas terkait Tuberkulosis Paru
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons inflamasi terhadap mikroorganisme patogen.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Pasien bebas dari infeksi. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Suhu tubuh dalam rentang normal (36,5 – 37,5°C). 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, nyeri, atau drainase pus. 3) Hasil pemeriksaan laboratorium (seperti leukosit) dalam batas normal. 4) Mampu mendemonstrasikan perilaku pencegahan penularan infeksi (misalnya, menutup mulut saat batuk, membuang dahak di tempat yang aman). 5) Menunjukkan kepatuhan terhadap regimen terapi obat anti-tuberkulosis (OAT) jangka panjang. Pada pasien tuberkulosis, SLKI ini sangat krusial karena penyakit ini bersifat infeksius dan memerlukan pengobatan yang tuntas. Perawat berperan dalam edukasi untuk mencegah penularan kepada orang lain dan memastikan keberhasilan terapi, yang pada akhirnya akan menghilangkan risiko infeksi. Pencapaian SLKI ini ditandai dengan terkendalinya pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis, hilangnya gejala sistemik seperti demam, dan negatifnya hasil pemeriksaan dahak secara berulang.
Kode SIKI: I.05080
Deskripsi : Manajemen Infeksi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Memantau tanda-tanda vital, terutama suhu, secara teratur untuk mendeteksi demam sebagai tanda respons infeksi. 2) Mengajarkan dan memastikan pasien menerapkan etika batuk (menggunakan masker, menutup mulut dengan tisu atau lengan atas) dan kebersihan tangan. 3) Menginstruksikan cara pembuangan dahak yang aman (dibakar atau ditimbun) untuk memutus rantai penularan. 4) Memastikan isolasi droplet di awal pengobatan sampai dinyatakan tidak menular. 5) Memantau kepatuhan minum OAT dan efek sampingnya, serta memberikan edukasi tentang pentingnya pengobatan lengkap meskipun gejala sudah membaik. 6) Kolaborasi dalam pengambilan spesimen dahak untuk pemeriksaan laboratorium. 7) Meningkatkan asupan nutrisi pasien untuk mendukung sistem imun. 8) Mengatur sirkulasi udara yang baik di ruangan. Intervensi ini bersifat komprehensif, tidak hanya berfokus pada aspek klinis mikrobiologis, tetapi juga pada aspek perilaku dan lingkungan untuk mengendalikan sumber infeksi dan meningkatkan daya tahan tubuh pasien.
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas terkait Tuberkulosis Paru
Kode SDKI: D.0093
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: L.03015
Deskripsi : Pertukaran gas efektif. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Saturasi oksigen (SpO2) ≥ 95% dalam udara ruangan. 2) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal (16-20 kali/menit). 3) Tidak mengeluh sesak napas (dispnea) baik saat istirahat maupun aktivitas ringan. 4) Tidak ditemukan sianosis. 5) Suara napas bersih (clear) atau kembali normal di seluruh lapang paru seiring pengobatan. 6) Hasil analisis gas darah dalam batas normal. Pada pasien dengan lesi di paru akibat TB, proses pertukaran gas terganggu karena konsolidasi jaringan dan peradangan yang mengurangi luas permukaan alveoli yang efektif. SLKI ini bertujuan memulihkan fungsi pernapasan hingga pasien dapat mempertahankan keseimbangan oksigen dan karbon dioksida tanpa distress pernapasan. Pencapaiannya bersifat bertahap, seiring dengan respons terapi OAT yang mengurangi inflamasi dan kerusakan jaringan.
Kode SIKI: I.08013
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Mengatur posisi pasien semi-Fowler atau Fowler untuk memudahkan ekspansi paru. 2) Memantau status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, penggunaan otot bantu), saturasi oksigen, dan tanda sianosis. 3) Melakukan fisioterapi dada dan latihan batuk efektif untuk membantu pengeluaran sekret/dahak yang menghambat jalan napas. 4) Mengajarkan teknik pernapasan dalam dan bibir mengerucut (pursed-lip breathing) untuk meningkatkan ventilasi. 5) Memastikan asupan cairan yang adekuat (kecuali kontraindikasi) untuk mengencerkan dahak. 6) Kolaborasi pemberian terapi oksigen jika diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan saturasi atau gas darah. 7) Memonitor respons terapi dan melaporkan jika ada perburukan sesak. Intervensi ini bertujuan mempertahankan jalan napas paten, mengoptimalkan ventilasi, dan memfasilitasi pengeluaran sekret sehingga pertukaran gas dapat berlangsung lebih efektif.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh terkait Tuberkulosis Paru
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: L.02032
Deskripsi : Status nutrisi membaik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Peningkatan berat badan menuju berat badan ideal secara bertahap. 2) Nilai indeks massa tubuh (IMT) dalam kategori normal (18,5 – 25,0 kg/m²). 3) Asupan makanan dan cairan dapat memenuhi kebutuhan harian yang dianjurkan. 4) Nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin dan hemoglobin) dalam batas normal. 5) Tidak menunjukkan tanda-tanda malnutrisi seperti kelemahan, kulit kering, atau rambut tipus. Pada pasien TB, anoreksia (kehilangan nafsu makan), demam, dan proses infeksi yang meningkatkan metabolisme basal menyebabkan katabolisme protein dan penurunan berat badan yang signifikan. Pencapaian SLKI ini sangat penting karena status nutrisi yang baik mendukung sistem imun dan mempercepat proses penyembuhan, serta meningkatkan toleransi terhadap pengobatan.
Kode SIKI: I.01280
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Melakukan pengukuran antropometri (berat badan, IMT) secara berkala. 2) Memantau asupan dan output cairan serta kalori harian. 3) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun diet tinggi kalori dan tinggi protein sesuai kemampuan dan preferensi pasien. 4) Memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering untuk mengatasi anoreksia. 5) Menciptakan lingkungan makan yang nyaman dan bebas bau yang dapat memicu mual. 6) Memberikan edukasi tentang pentingnya nutrisi dalam proses penyembuhan TB. 7) Memantau hasil laboratorium seperti albumin dan hemoglobin. 8) Kolaborasi pemberian suplemen nutrisi atau vitamin jika diperlukan. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan aspek monitoring, terapi diet, dan edukasi untuk mengatasi masalah nutrisi yang merupakan komorbid umum dan faktor prognostik penting dalam kesembuhan tuberkulosis.
Article No. 25122 | 15 Apr 2026
Klinis : Ny.H usia 50 tahun datang ke IRD dengan keluhan nyeri dada kiri yang tidak berkurang dengan istirahat sejak tadi pagi. Berdasarkan pengkajian didapatkan data: nyeri menjalar ke lengan dan punggung kiri, skala nyeri 7, pasien tampak gelisah, diaphoresis dan wajah gerimis. Berdasarkan pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan tekanan 140/90 mmHg, Nadi=120x/menit, Respiratory rate (RR)= 28x/menit dan suhu tubuh 37,6°C.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Sindrom Koroner Akut (Infark Miokard Akut dengan elevasi segmen ST - IMAEST)
Kode ICD-10: I21.9
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan infark miokard akut (serangan jantung) yang tidak spesifik, dengan kecurigaan kuat mengarah ke IMA dengan elevasi segmen ST (STEMI) berdasarkan presentasi klinis. Gejala khas meliputi nyeri dada kiri yang tidak membaik dengan istirahat, menjalar ke lengan dan punggung kiri, dengan skala nyeri tinggi (7). Tanda-tanda otonom seperti gelisah, diaphoresis (keringat berlebihan), dan wajah gerimis sangat menonjol. Tanda vital menunjukkan respons stres sistemik: takikardia (nadi 120x/menit), takipnea (RR 28x/menit), hipertensi ringan (140/90 mmHg), dan demam ringan yang dapat terjadi pada infark miokard. Kombinasi nyeri dada iskemik yang berkepanjangan dengan gejala sistemik yang berat sangat mengindikasikan oklusi akut arteri koroner yang menyebabkan kerusakan otot jantung. Kode I21.9 digunakan dalam konteks pelatihan ini sebagai placeholder awal, mewakili Infark Miokard Akut yang belum ditentukan lokasi pastinya. Dalam praktik kodifikasi resmi, kode yang lebih spesifik (seperti I21.0 untuk dinding anterior atau I21.1 untuk inferior) harus ditetapkan setelah konfirmasi elektrokardiografi (EKG) dan biomarker jantung.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434 2435 2436 2437 2438 2439 2440 2441 2442 2443 2444 2445 2446 2447 2448 2449 2450 2451 2452 2453 2454 2455 2456 2457 2458 2459 2460 2461 2462 2463 2464 2465 2466 2467 2468 2469 2470 2471 2472 2473 2474 2475 2476 2477 2478 2479 2480 2481 2482 2483 2484 2485 2486 2487 2488 2489 2490 2491 2492 2493 2494 2495 2496 2497 2498 2499 2500 2501 2502 2503 2504 2505 2506 2507 2508 2509 2510 2511 2512 2513 2514 2515 2516 2517 2518 2519 2520 2521 2522 2523 2524 2525 2526 2527 2528 2529 2530 2531 2532 2533 2534 2535 2536 2537 2538 2539 2540 2541 2542 2543 2544 2545 2546 2547 2548 2549 2550 2551 2552 2553 2554 2555 2556 2557 2558 2559 2560 2561 2562 2563 2564 2565 2566 2567 2568 2569 2570 2571 2572 2573 2574 2575 2576 2577 2578 2579 2580 2581 2582 2583 2584 2585 2586 2587 2588 2589 2590 2591 2592 2593 2594 2595 2596