Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 25150 | 17 Apr 2026
Klinis : keluar air lendir darah disertai mules mules ingin melahirkan Telaahdialami sejak malam dan semakin sering saat ini,os sedang hamil anak ke 7 dengan usia kehamilan 38-39 minggu os merasakan mules semakin sering dan lama Riwayat Penyakit Dahulutidak ada OKes:CM KU: sedang VAS:8 TD:125/80 HR:90x/i RR:20x/i T:36.3 SpO2 :98% HPHT:15/07/2025 Pemeriksaan fisik Thorax: PUL: vesikuler (+/+) ronki (-), wheezing (-) COR: BJ I/II regular Abdomen:TFU: 31cm, DJJ: 140x/I, HIS 4-5 x/10’ Genitalia: VT:4-5cm Ekstremitas:akral hangat,CRT<2
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Persalinan Aktif Fase Laten
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Respon manusia terhadap proses persalinan normal yang dimulai dari kontraksi uterus teratur hingga pembukaan serviks lengkap, dengan tanda-tanda subjektif dan objektif seperti nyeri, perubahan serviks, dan pola kontraksi.
Kode SLKI: 0900
Deskripsi : Manajemen Persalinan. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan komprehensif untuk memfasilitasi proses persalinan normal dan mengidentifikasi dini komplikasi. SLKI ini sangat relevan karena pasien (G7P6A0) dengan usia kehamilan 38-39 minggu menunjukkan tanda-tanda persalinan aktif: keluar lendir bercampur darah (bloody show), mules (kontraksi) yang semakin sering dan lama sejak malam hari, serta pembukaan serviks 4-5 cm yang mengindikasikan fase aktif persalinan. Tindakan spesifik dalam SLKI ini meliputi: memantau dan mendokumentasikan frekuensi, durasi, dan intensitas kontraksi uterus (His 4-5x/10 menit); memantau kondisi janin melalui Denyut Jantung Janin (DJJ 140x/menit) dan pola kontraksi; memantau tanda-tanda vital dan kondisi ibu; memberikan dukungan psikologis dan edukasi untuk mengurangi kecemasan; mempersiapkan lingkungan dan peralatan untuk proses kelahiran; serta melakukan pemantauan ketat terhadap kemajuan persalinan dan tanda-tanda bahaya seperti perdarahan abnormal, gawat janin, atau partus lama. Pada grandemultipara (anak ke-7), pemantauan harus lebih intensif karena risiko percepatan persalinan dan komplikasi seperti atonia uteri pasca persalinan.
Kode SIKI: 3510
Deskripsi : Pemantauan Persalinan. Ini adalah tindakan spesifik dan terukur dalam kerangka SLKI 0900. SIKI ini melibatkan pengumpulan data sistematis untuk menilai kemajuan persalinan dan kesejahteraan ibu-janin. Defisinya (kriteria hasil yang diharapkan) adalah: persalinan berlangsung aman dengan deteksi dini penyimpangan, ibu kooperatif dan memahami proses, serta janin dalam kondisi baik. Tindakan yang dilakukan berdasarkan data pasien: 1) **Pemantauan Kontraksi Uterus**: mencatat pola his yang teratur 4-5 kali dalam 10 menit, durasi, dan kekuatannya, serta respons ibu (VAS: 8). 2) **Pemantauan Kondisi Janin**: mendengarkan DJJ 140x/menit (normal) secara berkala, terutama setelah kontraksi, untuk mendeteksi gawat janin. 3) **Pemantauan Perubahan Serviks**: menilai pembukaan (VT: 4-5 cm), penipisan, dan penurunan bagian terbawah janin. Pengukuran Tinggi Fundus Uteri (TFU 31 cm) sesuai usia kehamilan. 4) **Pemantauan Tanda Vital dan Kondisi Ibu**: TD 125/80 mmHg, HR 90x/menit, RR 20x/menit, suhu 36.3°C, SpO2 98% dalam batas normal, namun perlu terus dipantau. 5) **Pemantauan Keadaan Umum dan Psikologis**: KU sedang dan nyeri tinggi memerlukan manajemen nyeri non-farmakologis dan dukungan emosional. 6) **Pemantauan Tanda Bahaya**: mengawasi adanya perdarahan aktif selain bloody show, ketuban pecah dini, mekonium, atau perubahan kondisi mendadak. Dokumentasi yang akurat dan berkelanjutan dari semua parameter ini sangat penting untuk membuat keputusan klinis yang tepat, seperti kapan ibu harus dibawa ke ruang bersalin dan mengidentifikasi kebutuhan akan intervensi medis lebih lanjut.
-
Article No. 25151 | 17 Apr 2026
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Tuberkulosis Paru
Kode ICD-10: A15.0
Deskripsi Singkat : Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang terutama menyerang jaringan paru-paru. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti batuk berdahak berkepanjangan (lebih dari 2 minggu), demam, sesak napas, kehilangan nafsu makan, dan berkeringat di malam hari. Diagnosis didukung oleh temuan pemeriksaan fisik seperti suara napas bronkial dan konfirmasi melalui pemeriksaan radiologis (rontgen) yang menunjukkan lesi atau infiltrat di paru, seringkali di lobus atas. Kode ICD-10 A15.0 secara spesifik mengklasifikasikan "Tuberkulosis paru, dikonfirmasi secara bakteriologis dan histologis". Kode ini menekankan bahwa diagnosis telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan mikrobiologis (seperti pemeriksaan dahak BTA) atau histologis, yang merupakan standar baku untuk konfirmasi TB aktif. Penggunaan kode ini membantu dalam pelacakan epidemiologi, tata laksana pengobatan yang tepat, dan pelaporan kasus yang akurat kepada otoritas kesehatan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 25152 | 17 Apr 2026
Klinis : Pasien masuk dari IGD a/n Tn.E usia 68 tahun, No RM 01677841 Dengan diagnosa medis : RDS e.c ALO, Hiponatremi, Hiperglikemi, Post PCI CAD 1VD 1 DES LAD Keluarga mengatakan klien sesak napas kemudian dibawa ke IGD dan membaik dan akhirnya dipulangkan, Sekembalinya ke rumah klien Kembali mengalami sesak napas hebat dan akhirnya dibawa Kembali ke IGD dan dilakukan Intubasi. Saat tiba di ICU saat dikaji pasien sadar, GCS E4M6Vt, Tingkat kesadaran : CM, terpasang ETT no 7 kedalaman 22 cm. terdapat penggunaan otot bantu napas, Ronchi +/+, terpasang NGT dan DK Riwayat penyakit dahulu : DM, CAD TTV : TD : 120/84 mmHg, Nadi : 97x/mnt, RR : 22x/mnt, S : 364C, SpO2 : 100% Therapi yang sudah diberikan di IGD : Pre med Intubasi : Propofol 50 mcg, Fentanyl 50 mcg, Roculac 3 mg IVF : Venflon Pasang DK dan NGT Hasil AGD : pH : 7,26 pCo2 : 46.2 mmHg pO2 : 74 mmHg Bicarbonat (HCO3) : 20 mEq/L Saturasi O2 : 90.26 % Kelebihan Basa (BE) : -6,91 mmol/L Hasil Lab yang tidak normal : HB : 12.3 g/dl HT : 38 % Leukosit : 13.04 103/mm3 Trombosit : 429 103/mm3 Eritrosit : 3,9 juta/mm3 MCV : 97 fL MCH : 31 pg/ml MCHC : 32 g/dl Hitung jenis : Basofil : 0,5% Eosinofil : 0,5 % Netrofil Staf : 0,0 % Netrofil Segmen : 64.1% Limfosit : 25,7% Monosit : 9.2% Netrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) : 2.5 Limfosit absolut : 3351/mm3 Kreat : 0.84 mg/dl eGFR : 89.97 ml/min/1.73 m2 GDS : 284 mg/dl Ureum : 27 mg/dl Natrium : 128 mEq/L Kalium : 4.5 mEq/L Trop T : 944 ng/L Hasil Radiologi KESAN : - Kardiomegali disertai edema paru. - Efusi pleura bilateral. - Metastasis intrapulmonal. - Atherosklerosis aorta. Di ICU : MV PSIMV RR 20 PEEP 8 PC 12 PS 10 FiO2 100% TTV : TD : 129/64 mmHg, Nadi : 80x/mnt, RR : 22x/mnt, S : 361C, SpO2 : 100% Drip Furosemid 10 mg/jm Drip NTG 0.1 mcg/Kgbb/mnt Pertanyaan : 1.Tentukan Diagnosis keperawatan dan prioritas pada kasus diatas berdasarkan buku 3S ( SDKI )? 2.Tentukan Luaran Keperawatan pada kasus diatas berdasarkan buku 3S ( SLKI )? 3.Tetapkan Intervensi Keperawatan pada kasus diatas berdasarkan buku 3S ( SIKI )? Presentasikan hasil studi kasus sesuai kelompok yang di tunjuk oleh fasilitator
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas berhubungan dengan ketidakseimbangan ventilasi-perfusi sekunder akibat edema paru dan efusi pleura.
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Diagnosis keperawatan ini diprioritaskan sebagai utama karena data klinis pasien sangat mendukung. Tn. E mengalami Respiratory Distress Syndrome (RDS) dengan kondisi intubasi dan menggunakan ventilator mekanik (PSIMV). Hasil Analisis Gas Darah (AGD) menunjukkan asidosis respiratorik (pH 7.26, pCO2 46.2 mmHg) dan hipoksemia (pO2 74 mmHg, Saturasi O2 90.26%) meskipun dengan FiO2 100%, yang mengindikasikan kegagalan paru dalam melakukan pertukaran gas secara adekuat. Data fisik seperti penggunaan otot bantu napas dan ronchi, serta temuan radiologi edema paru dan efusi pleura bilateral, secara langsung mengganggu difusi oksigen dan pengeluaran karbon dioksida. Kondisi ini mengancam jiwa dan memerlukan intervensi segera untuk mencegah kerusakan organ lebih lanjut akibat hipoksia.
Kode SLKI: 0701
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah "Pertukaran Gas Membaik". Kriteria luaran yang ditargetkan mencakup: (1) Analisis Gas Darah dalam batas normal atau mendekati normal untuk kondisi pasien (pH 7.35-7.45, pCO2 35-45 mmHg, pO2 >80 mmHg pada FiO2 yang diturunkan bertahap, Saturasi O2 ≥95%); (2) Pernapasan efektif tanpa penggunaan otot bantu napas yang signifikan; (3) Bunyi napas bersih atau berkurangnya ronchi; dan (4) Saturasi O2 perifer (SpO2) dipertahankan ≥95% dengan dukungan oksigen yang minimal. Pencapaian luaran ini akan ditandai dengan kemampuan pasien untuk mempertahankan oksigenasi dan ventilasi yang adekuat, yang pada akhirnya mendukung keberhasilan weaning dari ventilator.
Kode SIKI: 2610
Deskripsi : Intervensi keperawatan utama adalah "Manajemen Jalan Napas". Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis: (1) Mempertahankan patensi ETT dengan pemasangan yang aman (kedalaman 22 cm), melakukan suction sekret secara steril dan rutin berdasarkan indikasi (adanya sekret, desaturasi, alarm ventilator), serta memastikan cuff pressure dalam rentang aman (20-30 cmH2O) untuk mencegah aspirasi dan trauma. (2) Memonitor parameter ventilator (mode PSIMV, RR, PEEP, Pressure Support, FiO2) dan respons pasien (frekuensi napas, upaya napas spontan, sinkronisasi dengan ventilator) secara ketat. (3) Kolaborasi dalam titrasi FiO2 dan setting ventilator berdasarkan hasil AGD serial dan saturasi oksigen untuk mencapai target oksigenasi dengan FiO2 terendah mungkin. (4) Melakukan fisioterapi dada dan reposisi (seperti posisi semi-fowler tinggi atau proning jika diindikasikan) untuk meningkatkan distribusi ventilasi dan memfasilitasi drainase sekret. (5) Memonitor status respirasi secara komprehensif meliputi bunyi napas, penggunaan otot bantu, bentuk dada, dan tanda-tanda distress pernapasan. Intervensi ini bertujuan secara langsung mengoptimalkan pertukaran gas dengan memastikan jalan napas terbuka, ventilasi mekanik yang adekuat, dan mobilisasi sekret.
Kondisi: Penurunan Curah Jantung berhubungan dengan peningkatan afterload dan gangguan kontraktilitas miokard sekunder akibat kardiomegali, edema paru, dan riwayat CAD pasca PCI.
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Diagnosis ini menjadi prioritas tinggi kedua karena kondisi kardiovaskular pasien yang tidak stabil dan kompleks. Tn. E memiliki riwayat penyakit jantung koroner (CAD) 1VD dengan status pasca-PCI dan pemasangan stent (DES LAD). Temuan radiologi kardiomegali dan edema paru menunjukkan adanya gagal jantung. Nilai Troponin T yang sangat tinggi (944 ng/L) mengindikasikan kerusakan miokard yang sedang berlangsung, mungkin akibat iskemia atau strain jantung. Terapi drip Nitrogliserin (NTG) dan Furosemid yang diberikan merupakan indikasi kuat untuk menangani gagal jantung dengan mengurangi preload dan afterload. Penurunan curah jantung pada kondisi ini berisiko menyebabkan syok kardiogenik dan memperburuk hipoksia akibat edema paru, sehingga memerlukan pemantauan dan intervensi yang ketat.
Kode SLKI: 0301
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah "Curah Jantung Meningkat". Kriteria luaran meliputi: (1) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima (TD sistolik ≥90 mmHg, nadi 60-100x/menit dan reguler, tidak ada hipotensi ortostatik); (2) Keseimbangan cairan (balance cairan negatif atau netral sesuai target); (3) Penurunan atau hilangnya tanda kongesti (edema paru, ronchi, efusi pleura); (4) Produksi urin adekuat (>0.5 ml/kgBB/jam); dan (5) Tidak adanya tanda hipoperfusi perifer (akral hangat, pengisian kapiler <3 detik, status mental baik). Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa jantung mampu memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SIKI: 0801
Deskripsi : Intervensi keperawatan utama adalah "Manajemen Curah Jantung". Tindakan yang dilakukan meliputi: (1) Memonitor hemodinamik secara ketat: tekanan darah, frekuensi dan irama nadi, tekanan vena sentral (jika terpasang), serta saturasi oksigen campuran vena (SvO2) jika tersedia. (2) Mengelola terapi inotropik/vasoaktif (drip NTG) dengan ketat menggunakan infusion pump, memantau respons dan efek samping (seperti sakit kepala, hipotensi). (3) Mengelola terapi diuretik (drip Furosemid) dengan memantau balance cairan (input-output) setiap jam, berat badan harian, dan elektrolit (terutama kalium dan natrium mengingat pasien hiponatremi). (4) Memposisikan pasien dengan kepala tempat tidur ditinggikan untuk mengurangi preload jantung dan memfasilitasi pernapasan. (5) Membatasi aktivitas dan memberikan istirahat ketat untuk mengurangi konsumsi oksigen miokard. (6) Memonitor tanda-tanda kongesti paru (bunyi napas, produksi sputum) dan perfusi perifer secara berkala. Intervensi ini bertujuan meningkatkan efisiensi pompa jantung, mengurangi beban kerja jantung, dan memastikan perfusi jaringan yang adekuat.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh mengatur glukosa sekunder akibat penyakit Diabetes Melitus dan kondisi stres akut.
Kode SDKI: 0018
Deskripsi Singkat: Diagnosis ini merupakan prioritas signifikan mengingat pasien memiliki riwayat DM dan hasil GDS yang sangat tinggi (284 mg/dl) saat masuk. Hiperglikemia pada pasien kritis merupakan kondisi yang sering terjadi akibat respons stres (pelepasan hormon kortisol dan katekolamin) dan dapat diperburuk oleh pemberian nutrisi parenteral atau obat tertentu. Hiperglikemia yang tidak terkontrol pada pasien ini berisiko menyebabkan komplikasi seperti infeksi nosokomial (leukosit sudah meningkat 13.04), penyembuhan luka yang terganggu, ketoasidosis diabetik, dan memperburuk outcome neurologis. Pengelolaan glukosa darah yang ketat sangat penting untuk mendukung proses penyembuhan secara keseluruhan.
Kode SLKI: 1801
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah "Kadar Glukosa Darah Terkontrol". Kriteria luaran mencakup: (1) Kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan (biasanya 140-180 mg/dL untuk pasien kritis); (2) Tidak terdapat tanda dan gejala hipoglikemia (berkeringat, gelisah, takikardia) atau hiperglikemia berat (polidipsi, poliuri, ketoasidosis); dan (3) Hasil pemantauan glukosa darah menunjukkan tren yang stabil dalam rentang target. Pencapaian luaran ini akan menurunkan risiko komplikasi metabolik dan infeksi.
Kode SIKI: 2620
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang dilakukan adalah "Manajemen Hiperglikemia". Tindakan meliputi: (1) Memantau kadar glukosa darah secara rutin (setiap 1-4 jam sesuai protokol atau kondisi pasien) melalui pemeriksaan darah kapiler atau darah vena. (2) Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi insulin (biasanya drip insulin kerja cepat dengan dosis titrasi sesuai protokol sliding scale atau insulin infusion protocol) untuk mencapai target glikemik. Pemberian insulin harus menggunakan infusion pump dan dipantau ketat. (3) Memantau tanda-tanda hipoglikemia dan hiperglikemia secara terus-menerus. (4) Mengelola pemberian nutrisi enteral melalui NGT (jika sudah dimulai) dengan memperhatikan kandungan karbohidrat dan jadwal pemberian yang terkoordinasi dengan pemberian insulin. (5) Mendokumentasikan respons terapi dan melaporkan setiap penyimpangan dari target. Intervensi ini bertujuan menormalkan kadar glukosa darah untuk menciptakan lingkungan metabol
Article No. 25153 | 17 Apr 2026
Klinis : pasien datang dengan keluahan lemas setelah terjatuh di depan ruamh pukul 12.00 setelah terjatuh pasien pingsan, keluahan lain nyeri kepala+ mual- muntah - KU: lemah, kes: somnolent TD: 151/52mmHg HR: 37x/m RR: 21 SPO2: 98 Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral hangat +/+, CRT <2 detik Ekstremitas Inferior : akral hangat +/+, CRT <2 detik Sensorik : Sulit dievaluasi Motorik : lateralisasi dextra Refleks fisiologis: +3 ||+2 +3 || +2 Refleks patologis: - || - - || - NIHSS : 30 Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - Cemas: - Lab Hemoglobin 12.37 Lekosit 7.30 Trombosit 126 Neutrofil 65.1 Limfosit 7.30 Natrium (Na) 142 Kalium (K) 4.7 Chlorida (Cl) 109 Calsium (Ca2+) 1.2 pH 7.47 Glukosa Darah Sewaktu 121 Ureum 38.0 Kreatinin 0.83 Ct scan 16/04 Kesan : - Akut infark cerebri di frontotemporoparietalis sinistra - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebelli Ro thoraks 16/04 Kesan : - Pulmo normal - Cardiomegali
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya ketidakadekuatan volume darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Pada pasien ini, risiko ini sangat tinggi karena adanya bradikardia (HR 37x/m) yang signifikan, yang dapat menyebabkan curah jantung (cardiac output) yang sangat rendah. Tekanan darah sistolik yang tinggi (151 mmHg) mungkin merupakan kompensasi untuk mempertahankan perfusi, namun tekanan diastolik yang rendah (52 mmHg) menunjukkan tekanan nadi yang melebar, yang dapat terkait dengan respons sistem saraf otonom pasca stroke. Bradikardia berat ini merupakan ancaman langsung terhadap perfusi jaringan vital, termasuk otak yang sudah mengalami infark.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Tujuan keperawatan adalah mempertahankan curah jantung yang adekuat. Intervensi difokuskan pada pemantauan ketat tanda-tanda vital (terutama jantung dan tekanan darah) secara berkelanjutan, mencatat tren dan perubahan. Pasien perlu dimonitor untuk tanda-tanda penurunan perfusi seperti penurunan kesadaran lebih lanjut (somnolent), kulit pucat/dingin, atau penurunan produksi urin. Posisi kepala ditinggikan secara hati-hati untuk memfasilitasi pertukaran gas tanpa membebani jantung. Kolaborasi intensif dengan tim medis sangat penting untuk penanganan bradikardia (seperti pemberian obat atau pemasangan pacemaker sementara jika diperlukan), pengelolaan tekanan darah, dan pemberian cairan intravena yang tepat untuk menjaga volume intravaskuler tanpa menyebabkan overload. Pemantauan elektrolit (terutama kalium dan kalsium yang dapat mempengaruhi konduksi jantung) juga merupakan bagian dari intervensi ini.
Kode SIKI: I.08038
Deskripsi : Intervensi spesifik yang dilakukan perawat adalah memantau dan mendokumentasikan frekuensi jantung, irama jantung, tekanan darah (nadi tekanan), dan pengisian kapiler (CRT) setiap jam atau lebih sering sesuai kondisi. Mendengarkan bunyi jantung untuk mendeteksi adanya gallop atau bising baru. Memantau status neurologis (GCS/NIHSS) secara serial untuk mendeteksi penurunan perfusi serebral. Memantau haluaran urin setiap jam (pemasangan kateter urine dipasang) sebagai indikator tidak langsung curah jantung (perfusi renal). Mengajarkan dan membantu pasien (jika kooperatif) untuk menghindari manuver Valsalva. Berkolaborasi dalam pemberian terapi oksigen untuk memastikan saturasi oksigen optimal. Melaporkan segera setiap penurunan frekuensi jantung di bawah 40x/menit, hipotensi, atau deteriorasi neurologis. Memastikan akses intravena paten dan siap untuk resusitasi jika terjadi henti jantung.
Kondisi: Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0039
Deskripsi Singkat: Penurunan atau terhentinya sirkulasi darah ke otak yang dapat menyebabkan kerusakan neurologis. Ini adalah diagnosa aktual yang menjadi masalah sentral pada pasien ini. Didukung oleh hasil CT scan yang menunjukkan infark akut di area frontotemporoparietalis kiri, serta temuan klinis seperti penurunan kesadaran (somnolent), lateralisasi motorik ke kanan (dextra), dan skor NIHSS yang sangat tinggi (30) yang mengindikasikan stroke berat. Bradikardia (HR 37x/m) sangat memperburuk kondisi ini karena secara langsung mengurangi aliran darah ke otak yang sudah mengalami iskemia. Tekanan darah yang tinggi mungkin merupakan upaya tubuh untuk mempertahankan perfusi serebral di area penumbra (jaringan sekitar infark yang masih dapat diselamatkan).
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Tujuannya adalah mempertahankan dan mengoptimalkan perfusi serebral. Intervensi keperawatan berfokus pada meminimalkan kebutuhan metabolik otak dan memaksimalkan suplai oksigen serta nutrisi. Hal ini dilakukan dengan memposisikan kepala pasien lurus atau sedikit ditinggikan (biasanya 15-30 derajat) untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial, kecuali ada hipotensi berat. Mempertahankan saturasi oksigen >95% dengan pemberian oksigen tambahan. Memonitor dan mengelola tekanan darah secara ketat sesuai target kolaboratif (biasanya tidak diturunkan secara agresif pada fase akut stroke iskemik). Mencegah dan mengatasi peningkatan tekanan intrakranial dengan menghindari faktor pemicu seperti batuk, mengejan, atau posisi kepala yang buruk. Memantau status neurologis secara ketat dan berkelanjutan menggunakan skala GCS dan NIHSS untuk mendeteksi deteriorasi atau perbaikan.
Kode SIKI: I.09029
Deskripsi : Intervensi spesifik meliputi pemantauan status neurologis secara komprehensif setiap jam atau lebih sering, meliputi tingkat kesadaran (GCS), ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik (skala 0-5), refleks, dan tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial (seperti sakit kepala hebat, muntah proyektil, penurunan kesadaran lebih lanjut). Mendokumentasikan semua temuan dengan jelas. Mempertahankan posisi tubuh yang sejajar, menghindari fleksi atau rotasi leher yang berlebihan yang dapat menghambat aliran darah vena jugularis. Memberikan lingkungan yang tenang, membatasi stimulasi yang tidak perlu untuk mengurangi beban metabolik otak. Berkolaborasi dalam pemberian terapi medis seperti antiplatelet atau terapi lain sesuai protokol stroke. Mengajarkan keluarga tentang pentingnya melaporkan setiap perubahan kondisi neurologis pasien. Memastikan kestabilan tanda-tanda vital, terutama tekanan darah dan frekuensi jantung, sebagai penentu utama tekanan perfusi serebral (CPP = MAP - ICP).
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan kepatenan jalan napas. Pada pasien dengan penurunan kesadaran (somnolent) dan stroke hemisfer kiri yang berat, risiko ini sangat tinggi. Refleks batuk dan menelan (refleks protektif jalan napas) sangat mungkin terganggu (disfagia tidak dievaluasi tetapi berisiko tinggi). Pasien dalam kondisi somnolen tidak mampu untuk batuk efektif atau mengeluarkan sekresi sendiri. Akumulasi sekret di orofaring atau aspirasi saliva/makanan/minuman dapat menyebabkan obstruksi jalan napas parsial atau total, hipoksia, dan pneumonia aspirasi yang akan memperburuk kondisi neurologis dan sistemik.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Tujuan keperawatan adalah mempertahankan kepatenan jalan napas dan mencegah aspirasi. Intervensi difokuskan pada memastikan jalan napas tetap terbuka dan bebas dari sumbatan. Hal ini dilakukan dengan pemantauan terus-menerus terhadap pola napas, suara napas (mengi, stridor, ronki), dan upaya napas. Posisi semi-Fowler atau lateral (miring) dengan kepala agak menunduk dapat membantu drainase sekresi dan mencegah lidah jatuh menutup jalan napas. Menghisap (suction) sekresi dari mulut dan faring secara rutin dan bila diperlukan dengan teknik steril dan hati-hati untuk mencegah trauma. Melakukan tes penilaian menelan (disfagia) secara formal oleh tim yang kompeten sebelum pemberian nutrisi per oral. Mempertahankan saturasi oksigen dalam batas normal dengan oksigenasi yang adekuat.
Kode SIKI: I.04025
Deskripsi : Intervensi spesifik yang dilakukan perawat adalah mengauskultasi suara napas setiap 2-4 jam, mendengarkan adanya suara tambahan seperti ronki atau stridor. Memantau frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan serta penggunaan otot bantu napas. Melakukan penghisapan lendir jalan napas (orofaring/nasofaring) dengan kateter suction yang sesuai ukuran, menggunakan teknik aseptik, dan membatasi waktu suction ≤15 detik untuk menghindari hipoksia. Memposisikan pasien dalam posisi miring atau semi-Fowler sesuai toleransi dan kondisi neurologis. Memasang alat bantu jalan napas (nasopharyngeal airway atau oropharyngeal airway) jika diperlukan untuk mencegah obstruksi oleh lidah. Berkolaborasi untuk persiapan tindakan intubasi endotrakeal jika terjadi gagal napas atau ketidakmampuan menjaga jalan napas. Memastikan alat resusitasi dan suction selalu tersedia di samping tempat tidur pasien. Mendokumentasikan karakteristik sekret dan respons pasien terhadap tindakan suction.
Article No. 25154 | 17 Apr 2026
Klinis : Seorang ibu hamil usia 27 tahun dengan kehamilan 28 minggu datang ke puskesmas mengeluh pusing, lemas, cepat lelah, dan berdebar, dengan pemeriksaan menunjukkan konjungtiva pucat, Hb 8,5 g/dL, serta tanda-tanda vital: tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 96 x/menit, respirasi 22 x/menit, dan suhu 36,7°C akibat kurangnya asupan zat besi dan tidak rutin mengonsumsi tablet Fe.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Jaringan Serebral Tidak Efektif dan Intoleransi Aktivitas pada Kehamilan dengan Anemia Defisiensi Besi
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai oksigen dan nutrisi ke sel-sel otak akibat penurunan kapasitas pengangkutan oksigen darah (Hb rendah), yang dapat mengganggu fungsi neurologis.
Kode SLKI: L.14016
Deskripsi : Perfusi jaringan serebral membaik, ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam rentang normal untuk kehamilan, 2) Nadi dalam rentang normal dan reguler, 3) Tidak mengeluh pusing atau sakit kepala berat, 4) Tingkat kesadaran compos mentis, 5) Nilai hemoglobin menunjukkan tren peningkatan menuju normal. Untuk mencapai ini, intervensi keperawatan difokuskan pada memantau tanda-tanda gangguan perfusi, mengoptimalkan asupan oksigen, dan mengelola penyebab dasar yaitu anemia. Perawat akan memantau tanda-tanda vital dan status neurologis secara ketat, mendukung posisi yang meningkatkan aliran darah ke otak (misalnya, tidak tiba-tiba berdiri), memastikan asupan cairan yang adekuat untuk menjaga volume darah, serta berkolaborasi dalam pemberian terapi untuk meningkatkan kadar hemoglobin seperti suplementasi zat besi dan manajemen nutrisi. Edukasi pada ibu tentang pentingnya terapi Fe dan mengenali tanda bahaya seperti pusing yang memberat, pandangan kabur, atau penurunan kesadaran juga merupakan bagian kritis dari intervensi ini.
Kode SIKI: I.12066
Deskripsi : Manajemen Anemia. Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan sistematis untuk mengatasi kondisi anemia pada ibu hamil. Pertama, dilakukan pemantauan ketat terhadap tanda-tanda klinis anemia (konjungtiva pucat, kelemahan, takikardia, sesak) dan data laboratorium (terutama kadar hemoglobin dan hematokrit). Kedua, perawat memberikan edukasi yang komprehensif tentang pentingnya dan cara mengonsumsi tablet Fe yang benar: dikonsumsi dengan air putih atau jus jeruk (vitamin C meningkatkan penyerapan), dihindari konsumsi dengan susu, teh, atau kopi yang menghambat penyerapan, serta cara mengatasi efek samping seperti mual (misalnya dengan mengonsumsi setelah makan). Ketiga, dilakukan edukasi gizi untuk meningkatkan asupan makanan kaya zat besi (hewani seperti hati, daging merah, ikan, dan nabati seperti sayuran hijau tua serta kacang-kacangan) dan vitamin C. Keempat, perawat membantu mengidentifikasi hambatan dalam kepatuhan mengonsumsi Fe dan bersama-sama mencari solusi. Kelima, dilakukan kolaborasi dengan dokter atau bidan untuk evaluasi kebutuhan terapi farmakologis lebih lanjut jika diperlukan. Keenam, perawat mendorong dan mengatur aktivitas dengan teknik penghematan energi, seperti istirahat yang cukup, menghindari aktivitas berat, serta melakukan aktivitas secara bertahap dengan diselingi istirahat untuk mencegah kelelahan yang berlebihan. Tindakan ini bertujuan meningkatkan kadar hemoglobin, mengurangi gejala, dan mencegah komplikasi lebih lanjut bagi ibu dan janin.
Article No. 25155 | 17 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan keluhan badan terasa sesak (+), lemas (+), mual (+) muntah (-). POST HD 15/4/26 KU Sedang, CM T : 167/70 mmHg N : 115 x/menit R : 20 x/menit S : 36 C SpO2 : 98 % Kepala : Jejas (-) Mata : CA (-/-), SI (-/-), Mata cowong (-/-), oedem palpebra (-/-) Hidung : NCH/napas cuping hidung (-), Sekret (-) Mulut : Bibir kering (-), pucat (-), Lidah kotor (-), faring hiperemis (-), Leher : Pembesaran KGB (-) Thorax : Pengembangan dada simetris (+), retraksi (-), takipneu (-) Paru : Sonor SDV (+/+), RBH (-/-), Wh (-/-) Jantung : S1 S2 regular, Bising/murmur (-) Abdomen : Peristaltik (+), supel (+), nyeri tekan (-), distended (-), turgor kulit kembali cepat, hepatomegali (-) , splenomegali (-) Genitalia : t.a.k Ekstremitas : Atas : akral hangat, CRT < 2 detik, petekie (-/-), pitting oedema (-) Bawah : akral hangat, CRT < 2 detik, ADP teraba kuat, petekie (-/-), pitting oedema (-) LAB RSSP (14/4/26) → 15/4/26 (POST HD) Hb 8.44 → 9.88 (L) Eritrosit 2.94 → 3.47 (L) Hematokrit 24.6 → 30.6 (L) MCV 83.9 → 88.2 MCH 28.8 → 28.5 MCHC 34.3 → 32.3 Leukosit 14.89 → 12.05 (H) Trombosit 407 → 291 RDW 14.66 → 13.83 Neutrofil 77.5 → 87.1 (H) Limfosit 8.7 → 4.0 (L) Monosit 5.5 → 7.8 Eosinofil 6.83 → 0.49 Basofil 1.4 → 0.5 Total Neutrofil 11.54 → 10.50 (H) Total Limfosit 1.30 → 0.48 (L) GDS 107 Ureum 83.5 → 62.1 (H) Kreatinin 5.29 → 3.78 (H) Natrium (Na) 136 Kalium (K) 6.0 Chlorida (Cl) 106 Calsium (Ca2+) 1.0 pH 7.39 Golongan Darah B
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman ketidakcukupan energi fisik atau psikologis untuk memenuhi atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.03104
Deskripsi : Pasien dapat meningkatkan toleransi aktivitas.
Kode SIKI: I.01224
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan toleransi aktivitas dengan pendekatan bertahap, memantau respons fisiologis, dan mengelola faktor penyebab kelelahan.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit pasien dapat dipertahankan.
Kode SIKI: I.02060
Deskripsi : Intervensi untuk memantau dan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, termasuk pemantauan tanda vital, berat badan, intake-output, serta tanda kelebihan atau kekurangan cairan.
Kondisi: Risiko Penurunan Cardiac Output
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03010
Deskripsi : Cardiac output pasien dapat dipertahankan.
Kode SIKI: I.04006
Deskripsi : Intervensi untuk memantau dan mempertahankan cardiac output, termasuk pemantauan tanda vital (terutama tekanan darah dan nadi), status pernapasan, status neurologis, dan keseimbangan cairan, serta kolaborasi pemberian terapi sesuai indikasi.
Kondisi: Nausea
Kode SDKI: D.0033
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensasi tidak nyaman di daerah faring, abdomen, atau epigastrium yang dapat disertai keinginan untuk muntah atau tidak.
Kode SLKI: L.08006
Deskripsi : Pasien dapat mengontrol nausea.
Kode SIKI: I.04131
Deskripsi : Intervensi untuk mengelola mual, termasuk memantau frekuensi dan karakteristik, memberikan lingkungan nyaman, mengatur pola makan (porsi kecil, sering, menghindari pemicu), teknik relaksasi, dan kolaborasi pemberian antiemetik.
Article No. 25156 | 17 Apr 2026
Klinis : Penurunan kesadaran Riw : DM (+) ku lemah,kes.sopor TD: 89/56 N;111 S:36,7 RR:32 SPO2:98 Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+), refleks kornea (+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral hangat +/+, CRT <2 detik Ekstremitas Inferior : akral hangat +/+, CRT <2 detik Sensorik : sde Motorik : lateralisasi dextra minimal Refleks fisiologis: +3 || +2 +3 || +2 Refleks patologis: - || - - || - Clonus - || - Nistagmus: (-) NIHHS : 36 -> 20 -> 20 -> 20 ->20 -> 20 Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: + - DVT: - - Disfagia: - - Cemas: - Lab 02/04 → 06/04 → 07/04 Hemoglobin 12.02 → 11.93 → 12.62 Lekosit 18.51 → 18.84 →19.69 Trombosit 1267 DUPLO → 1158 → 1661 Neutrofil 79.8 → 88.6 → 86.4 Limfosit 10.8 → 5.0 → 5.0 Natrium (Na) 139 →130 Kalium (K) 4.2 → 4.1 Chlorida (Cl) 106 → 97 Calsium (Ca2+) 1.0 → 1.1 pH 7.43 → 7.36 Glukosa Darah Sewaktu 15 (L) → 122 AST (SGOT) 67 ALT (SGPT) 30 Ureum 231.1 (H) → 318.1 → 175.5 Kreatinin 6.25 (H) → 8.42 → 4.20 GDS stik 10/04 : 139 Hasil CT Scan Kepala Non-Kontras 03/04/26 Kesan : - Lacunar infark cerebri di temporalis sinistra - Tak tampak massa, perdarahan, infark intracerebri maupun intracerebelli Hasil Rontgen Thorax 03/04/26 Kesan : - Pulmo dan besar cor normal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Sopor) pada Pasien dengan Infark Serebri dan Gagal Ginjal Akut atas Dasar Diabetes Melitus
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Serebral berhubungan dengan gangguan suplai darah (infark lacunar) dan ketidakstabilan hemodinamik (hipotensi).
Kode SLKI: L.14016
Deskripsi : Perfusi jaringan serebral membaik yang ditandai dengan: 1) Tingkat kesadaran sesuai potensi, 2) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima, 3) Tidak ada deteriorasi neurologis fokal baru. Untuk mencapai luaran ini, intervensi keperawatan difokuskan pada pemantauan neurologis dan hemodinamik yang ketat, kolaborasi pemberian terapi untuk mengoptimalkan tekanan darah dan perfusi, serta pencegahan komplikasi.
Kode SIKI: I.13039
Deskripsi : Manajemen Perfusi Serebral. Intervensi ini meliputi: 1) Memantau status neurologis secara berkala dan berkelanjutan menggunakan alat seperti GCS dan NIHSS (seperti dalam data, NIHSS 20 menetap), termasuk refleks pupil dan motorik. 2) Memantau dan mencatat tanda-tanda vital (TD, Nadi, RR, Suhu) setiap jam atau sesuai protokol, mengingat adanya hipotensi (TD 89/56) dan takikardia (N:111). 3) Mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat untuk optimalisasi aliran darah serebral dan venous return. 4) Mengkolaborasikan pemberian cairan intravena dan obat-obatan vasoaktif (jika diperlukan) sesuai resep dokter untuk mempertahankan tekanan darah rata-rata (MAP) dalam rentang target yang ditetapkan (biasanya >80 mmHg untuk perfusi otak dan ginjal). 5) Meminimalkan stimulasi yang tidak perlu dan memberikan lingkungan yang tenang. 6) Memantau hasil laboratorium terkait, seperti elektrolit (Natrium 130 menurun) dan status asam-basa (pH 7,36 asidosis metabolik ringan) yang dapat memengaruhi fungsi sel saraf. 7) Berkolaborasi dalam pemantauan gula darah (GDS 139) dan pemberian insulin untuk mengontrol hiperglikemia yang dapat memperburuk edema serebral dan outcome neurologis.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Sopor) pada Pasien dengan Infark Serebri dan Gagal Ginjal Akut atas Dasar Diabetes Melitus
Kode SDKI: D.0127
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi berhubungan dengan pertahanan tubuh tidak adekuat (leukositosis tinggi >19.000, limfopenia, hiperglikemia, dan imobilisasi).
Kode SLKI: L.15031
Deskripsi : Risiko infeksi terkontrol yang ditandai dengan: 1) Tanda-tanda infeksi dapat dikenali dan ditangani lebih dini, 2) Nilai leukosit dan diferensial count mendekati rentang normal, 3) Tidak terjadi infeksi nosokomial baru (seperti pneumonia, ISK, sepsis). Intervensi bertujuan untuk mempertahankan integritas pertahanan tubuh dan mencegah paparan patogen.
Kode SIKI: I.15043
Deskripsi : Manajemen Infeksi. Intervensi ini meliputi: 1) Memantau tanda-tanda infeksi sistemik dan lokal setiap shift, seperti peningkatan suhu (walau saat ini 36.7), perubahan sekret, kemerahan, atau nyeri. 2) Melakukan teknik aseptik ketat pada semua prosedur invasif (pemasangan infus, perawatan kateter, suction). 3) Melakukan perawatan kebersihan diri pasien (perawatan mulut/dbn, kulit, area genital) secara teratur untuk mengurangi kolonisasi kuman. 4) Meningkatkan mobilisasi sesuai toleransi (dari posisi baring, duduk, hingga latihan rentang gerak) untuk mencegah stasis sekret dan meningkatkan sirkulasi. 5) Melakukan fisioterapi dada dan suction jika diperlukan untuk membersihkan jalan napas, mengingat RR 32 yang mungkin menandakan kompensasi atau awal distress. 6) Mengkolaborasikan pemberian antibiotik sesuai hasil kultur dan sensitivitas (jika ada), serta memantau efektivitas dan efek sampingnya. 7) Memantau hasil laboratorium serial (Leukosit, Netrofil, Limfosit) sebagai indikator respons inflamasi. 8) Mengontrol faktor risiko infeksi dengan ketat, terutama kadar gula darah, karena hiperglikemia mengganggu fungsi leukosit.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Sopor) pada Pasien dengan Infark Serebri dan Gagal Ginjal Akut atas Dasar Diabetes Melitus
Kode SDKI: D.0099
Deskripsi Singkat: Kerusakan Eliminasi Urin berhubungan dengan gangguan fungsi ginjal (gagal ginjal akut: ureum & kreatinin meningkat signifikan).
Kode SLKI: L.10068
Deskripsi : Fungsi ginjal membaik yang ditindai dengan: 1) Keseimbangan cairan tercapai (input dan output seimbang), 2) Nilai ureum dan kreatinin serum menurun atau stabil dalam rentang yang diharapkan, 3) Elektrolit serum dalam batas normal. Intervensi difokuskan pada pemantauan ketat fungsi ginjal dan manajemen cairan.
Kode SIKI: I.10060
Deskripsi : Manajemen Gagal Ginjal. Intervensi ini meliputi: 1) Memantau keseimbangan cairan secara ketat dengan mencatat intake dan output (balance) setiap 24 jam. 2) Memantau tanda-tanda kelebihan beban cairan (edema, crackles pada paru, peningkatan tekanan vena sentral) dan dehidrasi (turgor kulit, membran mukosa). 3) Menimbang berat badan pasien setiap hari dengan timbangan yang sama dan waktu yang konsisten. 4) Memantau hasil laboratorium fungsi ginjal (Ureum, Kreatinin) dan elektrolit (Natrium, Kalium, Klorida, Kalsium) secara serial. 5) Mengkolaborasikan terapi penggantian ginjal (hemodialisis) jika diindikasikan berdasarkan kondisi klinis dan laboratorium. 6) Mengatur pemberian cairan intravena dan obat-obatan sesuai resep dengan mempertimbangkan status ginjal (dosis disesuaikan dengan clearance kreatinin). 7) Memantau perdarahan (karena gangguan fungsi trombosit pada uremia) dengan observasi petekie, memar, atau perdarahan dari lokasi invasif. 8) Berkolaborasi dengan ahli gizi untuk pembatasan diet sesuai kondisi gagal ginjal (protein, kalium, fosfor, dan natrium).
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Sopor) pada Pasien dengan Infark Serebri dan Gagal Ginjal Akut atas Dasar Diabetes Melitus
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan berhubungan dengan gangguan regulasi (gagal ginjal, hiponatremia, dan status hemodinamik yang tidak stabil).
Kode SLKI: L.06015
Deskripsi : Keseimbangan cairan tercapai yang ditandai dengan: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal (terutama TD dan nadi), 2) Turgor kulit baik dan membran mukosa lembab, 3) Keseimbangan intake dan output cairan, 4) Elektrolit serum (terutama Natrium) dalam batas normal. Intervensi bertujuan memulihkan dan mempertahankan homeostasis cairan dan elektrolit.
Kode SIKI: I.06005
Deskripsi : Manajemen Keseimbangan Cairan. Intervensi ini meliputi: 1) Mengkaji status hidrasi melalui turgor kulit, CRT (saat ini <2 detik), pengisian vena jugularis, dan membran mukosa. 2) Memantau dan mendokumentasikan intake (cairan IV, oral) dan output (urine, drainase, insensible loss) secara akurat setiap shift. 3) Memantau tanda-tanda vital dan saturasi oksigen (saat ini 98%) secara berkala. 4) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium terkait: elektrolit (Na 130 rendah, K 4.1 normal), hematokrit, dan ureum/kreatinin. 5) Mengkolaborasikan pemberian terapi cairan (jenis, jumlah, dan kecepatan) sesuai resep dan kondisi jantung serta ginjal pasien. 6) Melakukan perawatan terhadap akses intravena untuk mencegah infeksi dan menjamin fungsi optimal. 7) Memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemantauan cairan dan tanda-tanda yang harus dilaporkan. 8) Mengatur posisi pasien untuk mencegah edema dependen dan memfasilitasi sirkulasi.
Article No. 25157 | 17 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran KU lemah, kes somnolen TD : 159/89 mmhg HR : 78 x/mnt RR : 20 x/mnt S : 37.5 C Spo2 : 99% Status generalis Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm, CA -/- Mulut bibir kering (+) Thorax SDV +/+ RBH -/- RBK -/- WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext atas akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Ext Bawah akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Status Neurologis Sensorik sde Kekuatan motorik : lateralisasi (-) Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (/-//+/+) Nistagmus: (-) Parese NC. XII (-) Parese NC. VII (-) Blink to threat (-) Visual pursuit (-) Voluntary eye movement (-) Meningeal sign (-) Hasil Lab Darah Rutin (15/04/26) Darah Rutin Hemoglobin 11.07 (L) Eritrosit 3.57 (L) Hematokrit 32.3 (L) Lekosit 20.18 (H) Trombosit 293 Golongan Darah AB Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 203 (H) Fungsi Ginjal Ureum 57.8 (H) Kreatinin 1.17 (H) Hasil CT scan kepala non-kontras (15/04/26) Kesan: - Intracerebri hemorrhagic di thalamus sinistra dengan perifocal oedema di sekitarnya yang menyempitkan ventrikel lateralis dextra cornu anterior et posterior - Infark cerebri di lobus occipitalis dextra - Defect tulang regio temporalis sinistra ( post craniotomy ) Hasil Rontgen Thorax (15/04/26) Kesan : - Cardiomegali dan pulmo normal - Elongatio aortae dan aortosklerosis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Somnolen) pada Pasien dengan Perdarahan Intraserebral dan Infark Serebral
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Otak
Kode SLKI: L.03104
Deskripsi : Perfusi Serebral Membaik
Kode SIKI: I.01259
Deskripsi : Pemantauan Status Neurologis
Diagnosa Keperawatan Utama: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Otak berhubungan dengan gangguan suplai darah sekunder terhadap perdarahan intraserebral dan infark serebral (D.0017).
Penjelasan SDKI (D.0017 - Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Otak): Diagnosis ini ditetapkan karena pasien memiliki kondisi patologis yang secara langsung mengancam suplai darah dan oksigen ke jaringan otak. Data pendukung utama adalah hasil CT scan yang menunjukkan perdarahan di thalamus kiri dengan edema perifokal yang menyebabkan efek massa (menyempitkan ventrikel lateral kanan) dan infark di lobus oksipital kanan. Kedua kondisi ini (hemoragik dan iskemik) merupakan penyebab langsung gangguan perfusi serebral. Gangguan perfusi ini termanifestasi secara klinis sebagai penurunan kesadaran (somnolen) dan adanya refleks patologis positif. Data lain seperti tekanan darah yang tinggi (159/89 mmHg) dapat merupakan respon kompensasi tubuh untuk mempertahankan tekanan perfusi serebral (Cushing reflex) atau faktor risiko yang memperberat kondisi. Peningkatan glukosa darah (203 mg/dL) dan lekosit (20.18) juga merupakan penanda stres fisiologis dan respons inflamasi terhadap cedera otak. Defisit dari diagnosis ini adalah kerentanan jaringan otak terhadap iskemia dan kerusakan lebih lanjut akibat ketidakadekuatan aliran darah untuk memenuhi kebutuhan metabolik sel-sel otak.
Penjelasan SLKI (L.03104 - Perfusi Serebral Membaik): Luaran yang diharapkan dari intervensi keperawatan adalah perfusi serebral yang membaik. Kriteria luaran ini meliputi: tingkat kesadaran yang meningkat atau kembali ke keadaan normal (dari somnolen menjadi compos mentis), tanda-tanda neurologis fokal (seperti refleks patologis) yang menurun atau menghilang, dan tidak adanya tanda peningkatan tekanan intrakranial yang lebih berat. Parameter vital (terutama tekanan darah) dipertahankan dalam rentang yang ditargetkan untuk memastikan tekanan perfusi serebral yang adekuat tanpa memperburuk perdarahan. Tanda-tanda klinis lain seperti kekuatan motorik, respons sensorik, dan fungsi saraf kranial tetap stabil atau membaik. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan berhasil meminimalkan kerusakan sekunder pada jaringan otak.
Penjelasan SIKI (I.01259 - Pemantauan Status Neurologis): Intervensi keperawatan utama yang harus dilakukan adalah pemantauan status neurologis secara ketat dan komprehensif. Ini merupakan tindakan mandiri perawat yang krusial. Intervensi ini mencakup: 1) Pemantauan GCS (Glasgow Coma Scale) secara serial dan teratur untuk mendeteksi perubahan kesadaran secara objektif. 2) Pemeriksaan pupil (ukuran, kesamaan, dan reaksi terhadap cahaya) seperti yang telah didokumentasikan (isokor, CA -/-), harus terus dipantau untuk mendeteksi tanda herniasi. 3) Pemeriksaan fungsi motorik dan sensorik, termasuk kekuatan otot (saat ini lateralisasi negatif), respons terhadap nyeri, dan koordinasi. 4) Pemantauan tanda-tanda vital dengan perhatian khusus pada pola pernapasan (Cheyne-Stokes, ataksik) dan tekanan darah. Hipertensi perlu dikelola hati-hati karena tekanan terlalu rendah dapat menyebabkan iskemia, sementara tekanan terlalu tinggi dapat memperburuk perdarahan atau edema. 5) Observasi tanda-tanda spesifik seperti sakit kepala hebat, muntah proyektil, dan kejang. 6) Memantau hasil pemeriksaan penunjang seperti CT scan ulang atau laboratorium. Selain pemantauan, intervensi pendukung termasuk memposisikan kepala tempat tidur 30 derajat (kecuali ada kontraindikasi syok), menghindari manuver yang meningkatkan tekanan intrakranial (seperti mengejan, batuk kuat, fleksi leher berlebihan), menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, serta memberikan edukasi dan dukungan kepada keluarga mengenai kondisi pasien dan tujuan perawatan. Intervensi ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini deteriorasi neurologis sehingga tindakan penyelamatan dapat segera dilakukan.
Diagnosa Keperawatan Pendukung: Selain diagnosis utama, data lain mengarah pada diagnosis pendukung seperti Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (D.0006) berisiko karena penurunan kesadaran dan refleks menelan yang mungkin terganggu, ditandai dengan bibir kering. Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit (D.0002) berisiko karena gangguan regulasi neurologis, hiperglikemia, dan peningkatan ureum. Nyeri Akut (D.0028) dapat terjadi sekunder terhadap peningkatan tekanan intrakranial, meskipun pada pasien somnolen sulit dinilai. Risiko Infeksi (D.0022) didukung oleh nilai leukosit yang sangat tinggi (20.18) dan adanya riwayat craniotomi (defect tulang). Setiap diagnosis ini memerlukan SLKI dan SIKI spesifik tersendiri untuk penanganan yang komprehensif.
Article No. 25158 | 17 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran KU lemah, kes apatis TD : 148/78mmhg HR : 87 x/mnt RR : 20 x/mnt S : 36.5 C Spo2 : 99% Status generalis Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm, CA -/- Mulut bibir kering (+) Thorax SDV +/+ RBH -/- RBK -/- WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext atas akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Ext Bawah akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Status Neurologis Sensorik sde Kekuatan motorik : lateralisasi (-) Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (-/-//-/-) Nistagmus: (-) Parese NC. XII (-) Parese NC. VII (-) Blink to threat (-) Visual pursuit (-) Voluntary eye movement (-) Meningeal sign (-) Hasil Lab Darah Rutin (15/04/26) Darah Rutin Hemoglobin 9.00 (L) Eritrosit 2.77 (L) Hematokrit 21.9 (L) Lekosit 42.83 (H) Trombosit 146 (L) Golongan Darah A Elektrolit Natrium (Na) 107 Kalium (K) 3.9 Chlorida (Cl) 70 Calsium (Ca2+) 0.8 pH 7.64 Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 187 Fungsi Hati AST (SGOT) 376 (H) ALT (SGPT) 203 (H) Fungsi Ginjal Ureum 102.7 (H) Kreatinin 1.38 (H) Hasil Rontgen Thorax (15/04/26) Kesan : - Pulmo dan besar cor normal - Elongatio aortae dan aortosklerosis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Apatis) dengan Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit serta Risiko Infeksi Berat
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Syok
Kode SLKI: L.08015
Deskripsi : Tanda-tanda vital dalam batas yang diharapkan. Tanda-tanda vital meliputi: tekanan darah sistolik 90-140 mmHg, tekanan darah diastolik 60-90 mmHg, denyut nadi 60-100 x/menit, laju pernapasan 12-20 x/menit, suhu 36,5-37,5°C. Tidak ada tanda syok seperti kulit dingin, pucat, lembab, penurunan kesadaran, produksi urin < 30 ml/jam, dan nadi perifer lemah atau tidak teraba.
Kode SIKI: I.08066
Deskripsi : Pemantauan tanda-tanda vital. Tindakan: 1) Kaji tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu, dan saturasi oksigen sesuai kondisi pasien dan ketentuan institusi. 2) Identifikasi faktor risiko perubahan tanda-tanda vital. 3) Bandingkan hasil pengukuran dengan nilai normal dan data sebelumnya. 4) Laporkan hasil yang tidak diharapkan. 5) Dokumentasikan hasil pengukuran.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Apatis) dengan Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit serta Risiko Infeksi Berat
Kode SDKI: D.0125
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SLKI: L.15010
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit terjaga. Kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam batas normal. 2) Turgor kulit baik, membran mukosa lembab. 3) Keseimbangan masukan dan haluaran (+/- 500 ml/hari). 4) Hasil pemeriksaan laboratorium elektrolit dalam batas normal.
Kode SIKI: I.15029
Deskripsi : Manajemen Keseimbangan Cairan. Tindakan: 1) Pantau tanda-tanda vital dan status hemodinamik. 2) Kaji turgor kulit, membran mukosa (mulut bibir kering (+)), dan adanya edema. 3) Hitung keseimbangan cairan (intake dan output) setiap 24 jam. 4) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai resep. 5) Pantau hasil pemeriksaan laboratorium (Natrium 107 mEq/L (hiponatremia berat), Kalium 3.9 mEq/L (batas rendah), Klorida 70 mEq/L (hipokloremia)). 6) Kolaborasi pemberian suplemen elektrolit sesuai resep. 7) Posisikan pasien dengan kepala tempat tidur 30-45 derajat jika tidak ada kontraindikasi. 8) Berikan perawatan mulut untuk kenyamanan membran mukosa yang kering.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Apatis) dengan Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit serta Risiko Infeksi Berat
Kode SDKI: D.0180
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: L.10019
Deskripsi : Bebas dari infeksi. Kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam batas normal. 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, panas, bengkak, nyeri, dan drainase pus. 3) Hasil pemeriksaan laboratorium leukosit dalam batas normal. 4) Hasil kultur negatif.
Kode SIKI: I.10043
Deskripsi : Pengendalian Infeksi. Tindakan: 1) Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan. 2) Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan. 3) Pertahankan teknik aseptik pada semua prosedur invasif. 4) Pantau tanda dan gejala infeksi sistemik (demam, menggigil, leukositosis) dan lokal. 5) Pantau hasil laboratorium, terutama hitung leukosit (42.83 ribu/µL - sangat tinggi, mengindikasikan kemungkinan infeksi berat atau proses inflamasi). 6) Berikan terapi antibiotik sesuai kolaborasi/resep tepat waktu. 7) Lakukan perawatan luka jika ada dengan teknik steril. 8) Tingkatkan nutrisi untuk mendukung sistem imun. 9) Batasi pengunjung jika diperlukan.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Apatis) dengan Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit serta Risiko Infeksi Berat
Kode SDKI: D.0097
Deskripsi Singkat: Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SLKI: L.06006
Deskripsi : Perfusi serebral adekuat. Kriteria hasil: 1) Tingkat kesadaran compos mentis atau sesuai kondisi dasar pasien. 2) Tanda-tanda vital stabil. 3) Tidak ada keluhan sakit kepala, pusing, atau penglihatan kabur. 4) Fungsi motorik dan sensorik utuh.
Kode SIKI: I.06015
Deskripsi : Pemantauan Neurologis. Tindakan: 1) Kaji tingkat kesadaran (GCS atau AVPU: pasien apatis) secara berkala. 2) Kaji ukuran, kesamaan, dan reaksi pupil (isokor 3mm/3mm, CA -/-). 3) Kaji fungsi motorik (kekuatan, tonus, lateralisasi) dan sensorik. 4) Kaji tanda-tanda vital dan saturasi oksigen. 5) Kaji fungsi kranial (parese N. VII & XII negatif). 6) Pantau hasil pemeriksaan penunjang (laboratorium, radiologi). 7) Pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat (kecuali kontraindikasi) untuk meningkatkan aliran darah vena serebral. 8) Hindari manuver valsava, batuk berlebihan, dan fleksi leher yang ekstrem. 9) Kolaborasi pemberian terapi oksigen jika diperlukan (Spo2 99% baik). 10) Berikan lingkungan yang tenang, hindari stimulasi berlebihan.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Apatis) dengan Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit serta Risiko Infeksi Berat
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : Jalan napas paten. Kriteria hasil: 1) Laju pernapasan dalam batas normal. 2) Tidak ada suara napas tambahan (ronkhi, wheezing, stridor). 3) Tidak ada sianosis. 4) Saturasi oksigen > 95%.
Kode SIKI: I.03008
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Tindakan: 1) Kaji pola, kedalaman, dan usaha pernapasan (RR 20 x/mnt dalam batas normal, tetapi perlu dipantau karena penurunan kesadaran). 2) Auskultasi suara napas (RBH -/-, RBK -/-). 3) Kaji warna kulit dan membran mukosa. 4) Pantau saturasi oksigen secara terus menerus (Spo2 99%). 5) Posisikan pasien semi-fowler atau lateral jika tidak ada kontraindikasi untuk mencegah aspirasi. 6) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan. 7) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam jika pasien kooperatif. 8) Kolaborasi pemberian oksigen terapi jika diperlukan. 9) Siapkan alat bantu jalan napas (airway) di dekat pasien.
Article No. 25159 | 17 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran KU : lemah, kes : somnolen TD 152/80 mmHg HR 102 x/mnt RR 19 x/mnt S 36,9 C SPO2 58 % Status generalis Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm, CA -/- Mulut bibir kering (+) Thorax SDV +/+ RBH -/- RBK -/- WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext atas akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Ext Bawah akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Status Neurologis Sensorik sde Kekuatan motorik : lateralisasi (-) Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (-/-//-/-) Nistagmus: (-) Parese NC. XII (-) Parese NC. VII (-) Blink to threat (-) Visual pursuit (-) Voluntary eye movement (-) Meningeal sign (-) Hasil Lab Darah Rutin (15/04/26) Darah Rutin Hemoglobin 13.90 Eritrosit 4.37 Hematokrit 40.4 Lekosit 7.14 Trombosit 338 Golongan Darah A Elektrolit Natrium (Na) 140 Kalium (K) 3.8 Chlorida (Cl) 107 Calsium (Ca2+) 1.1 pH 7.55 Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 123 Fungsi Hati AST (SGOT) 30 ALT (SGPT) 14 Fungsi Ginjal Ureum 36.4 Kreatinin 0.87 Hasil CT scan kepala non-kontras (15/04/26) Kesan : - Infark cerebri di periventrikuler dextra cornu anterior dengan gambaran atrophy cerebri Hasil Rontgen Thorax (15/04/26) Kesan : - Cardiomegali dan pulmo normal - Elongatio aortae dan aortosklerosis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Somnolen) dengan Hipoksemia Berat dan Riwayat Infark Serebri
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi serebral berhubungan dengan gangguan suplai oksigen (hipoksemia berat) dan kerusakan struktur otak (infark serebri).
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Perfusi serebral membaik, ditandai dengan: 1) Tingkat kesadaran sesuai potensi, 2) Tanda vital dalam batas yang dapat diterima, 3) Tidak ada kelainan neurologis fokal yang baru, 4) Keseimbangan cairan dan elektrolit adekuat.
Kode SIKI: I.05299
Deskripsi : Manajemen perfusi serebral, meliputi: 1) Mempertahankan jalan napas paten dan pemberian oksigen sesuai indikasi untuk mengatasi hipoksemia (SPO2 58% merupakan kondisi gawat darurat). 2) Memonitor status neurologis secara ketat menggunakan skala koma (GCS) untuk mendeteksi perubahan. 3) Memonitor dan mempertahankan tanda vital, khususnya tekanan darah, untuk menjamin tekanan perfusi serebral yang adekuat tanpa menyebabkan hipertensi berlebihan. 4) Memposisikan kepala pasien dengan elevasi 15-30 derajat, posisi netral, untuk memfasilitasi aliran darah balik vena serebral. 5) Menghindari manuver yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial (seperti fleksi atau rotasi leher berlebihan, mengejan). 6) Memonitor keseimbangan cairan dan elektrolit, serta nilai analisis gas darah untuk memastikan oksigenasi dan perfusi jaringan yang optimal. 7) Berkolaborasi dalam pemberian terapi medis sesuai penyebab (misalnya, terapi untuk stroke iskemik, pengelolaan gagal jantung dari cardiomegali). 8) Melindungi pasien dari cedera akibat penurunan kesadaran (pemasangan pagar tempat tidur, menghindari restraint). 9) Memberikan perawatan dasar seperti perawatan mulut untuk bibir kering, perubahan posisi, dan perawatan kulit.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434 2435 2436 2437 2438 2439 2440 2441 2442 2443 2444 2445 2446 2447 2448 2449 2450 2451 2452 2453 2454 2455 2456 2457 2458 2459 2460 2461 2462 2463 2464 2465 2466 2467 2468 2469 2470 2471 2472 2473 2474 2475 2476 2477 2478 2479 2480 2481 2482 2483 2484 2485 2486 2487 2488 2489 2490 2491 2492 2493 2494 2495 2496 2497 2498 2499 2500 2501 2502 2503 2504 2505 2506 2507 2508 2509 2510 2511 2512 2513 2514 2515 2516 2517 2518 2519 2520 2521 2522 2523 2524 2525 2526 2527 2528 2529 2530 2531 2532 2533 2534 2535 2536 2537 2538 2539 2540 2541 2542 2543 2544 2545 2546 2547 2548 2549 2550 2551 2552 2553 2554 2555 2556 2557 2558 2559 2560 2561 2562 2563 2564 2565 2566 2567 2568 2569 2570 2571 2572 2573 2574 2575 2576 2577 2578 2579 2580 2581 2582 2583 2584 2585 2586 2587 2588 2589 2590 2591 2592 2593 2594 2595 2596