Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23684 | 16 Jan 2026
Klinis : S : sulit diajak komunikasi, mengikuti perintah, gelisah O : Ku lemah E4V5M6 TD:179/89 N:97 S:36,6 RR:22 SPO2:99 Status Generalis Mata CA -/-, SI -/-, RC +/+, pupil isokor 3mm/3mm Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-), deviasi lidah (-) sulit menelan Thorax : SDV +/+ rhonki -/- , wheezing -/-, retraksi -/- Abdomen : supel, BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (-) Eks. superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <3 detik Eks. inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <3 detik Status Neurologis Sensorik +/+/+/+ Kekuatan motorik: +5/+5/+5/+1 Refleks fisiologis: +2/+2/+2/+3 Refleks patologis: (-/-/-/+) FR: HT NIHSS: 0 komplikasi tirah baring: stress ulcer + dysfagia: + komorbid: CKD 5, hidronefrosis Lab 12/1/26 Albumin 3.08 Hemoglobin 12.09 (L) Eritrosit 4.08 Hematokrit 35.9 Lekosit 9.45 Trombosit 297 Glukosa Darah Sewaktu 199 Ureum 405.1 Kreatinin 7.78 Hasil Lab (01/08) -> 09/01 (post hd) Hb 18,09 -> 16,52 AE 6,43 -> 5,86 AT 402 -> 462 AL 24,91 -> 16,69 GDS: 131 Fungsi Ginjal Ur 196 -> 271,8 Kr 7,92 -> 5,22 Elektrolit (08/01) -> 09/01 Na 133 -> 137 K 6 -> 8,5 Cl 108 -> 108 Ca 1.1 -> 1,2 pH 7.17 -> 7,16 usg abdomen 29/12/25 KESAN : - Hidronefrosis dextra grade IV ,et causa suspect obstruksi ureter dextra - Hidronefrosis sinistra grade IV, et causa suspect obstruksi ureter sinistra - Gastritis akut - Pembesaran prostat - Tak tampak kelainan pada : Hepar,Vesica felea, Lien, Pancreas ,VU . ro thorax 08/01/26 Kesan : - Pulmo dan besar cor normal ctscan kepala 08/01/26 Kesan : - Infark cerebri luas di temporoparietalis dextra disertai transformasi hemmoragik di parietalis dextra
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0014
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengakibatkan kerusakan neurologis, terkait dengan kondisi, prosedur, atau situasi tertentu.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Perfusi serebral tetap adekuat dengan kriteria hasil: tingkat kesadaran compos mentis atau sesuai kondisi penyakit, tanda vital dalam rentang normal, tidak ada keluhan sakit kepala, tidak ada mual/muntah, tidak ada kejang, fungsi motorik dan sensorik normal, dan hasil pemeriksaan diagnostik dalam batas normal.
Kode SIKI: I.14066
Deskripsi : Mempertahankan perfusi serebral yang adekuat dengan intervensi: pantau status neurologis (GCS, pupil, kekuatan motorik, refleks) secara berkala; pantau dan catat tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu); pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat (kecuali kontraindikasi); hindari manuver valsava (mengejan, batuk kuat); kolaborasi pemberian terapi sesuai program (obat antihipertensi, neuroprotektif); hindari faktor yang meningkatkan tekanan intrakranial (fleksi/rotasi leher berlebihan, kompresi vena jugularis); pantau keseimbangan cairan dan elektrolit; berikan oksigenasi sesuai kebutuhan; dan lakukan edukasi pada keluarga tentang tanda-tanda penurunan neurologis.
Kondisi: Disfungsi Mobilitas Fisik
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Keterbatasan dalam pergerakan fisik secara mandiri yang disertai atau berisiko menyebabkan keterbatasan lainnya.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Mobilitas fisik meningkat atau kembali normal dengan kriteria hasil: klien dapat melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, menunjukkan peningkatan kekuatan otot, menunjukkan peningkatan rentang gerak sendi, menggunakan alat bantu mobilitas dengan tepat, dan tidak terjadi komplikasi imobilitas.
Kode SIKI: I.09020
Deskripsi : Meningkatkan mobilitas fisik dengan intervensi: lakukan rentang gerak (ROM) pasif/aktif pada ekstremitas yang lemah; bantu dan ajarkan latihan perpindahan posisi (reposisi) setiap 2 jam; gunakan alat bantu dan teknik yang tepat saat memindahkan klien; kolaborasi dengan fisioterapi untuk latihan mobilitas; berikan posisi tubuh yang nyaman dan alignment yang baik; pantau kekuatan motorik dan kemampuan fungsional; lakukan perawatan kulit untuk mencegah dekubitus; dan edukasi keluarga tentang teknik mobilisasi dan pencegahan komplikasi.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi agen patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.11001
Deskripsi : Klien bebas dari infeksi dengan kriteria hasil: tanda vital dalam rentang normal, tidak ada tanda-tanda infeksi (kemerahan, panas, bengkak, nyeri, pus), hasil laboratorium (leukosit) dalam batas normal, dan mampu mendemonstrasikan perilaku untuk mencegah infeksi.
Kode SIKI: I.11030
Deskripsi : Mencegah terjadinya infeksi dengan intervensi: lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan; pertahankan teknik aseptik/steril pada setiap prosedur invasif (perawatan akses HD, kateter); pantau tanda-tanda infeksi (suhu, leukosit, kemerahan di area akses); lakukan perawatan luka/akses infus dengan tepat; ajarkan dan dorong kebersihan diri (oral hygiene, kebersihan kulit); kolaborasi pemberian terapi antibiotik jika diperlukan; batasi pengunjung yang sakit; dan lakukan edukasi pada klien/keluarga tentang tanda-tanda infeksi dan pencegahannya.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Status nutrisi membaik dengan kriteria hasil: asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan, berat badan stabil atau meningkat sesuai target, nilai laboratorium terkait nutrisi (albumin, hemoglobin) dalam batas normal, dan tidak ada tanda malnutrisi (kelemahan, rambut rontok).
Kode SIKI: I.03007
Deskripsi : Mempertahankan/meningkatkan asupan nutrisi dengan intervensi: kaji kemampuan menelan (dysphagia) dan kolaborasi dengan tim gizi untuk diet sesuai kondisi (bubur saring, lunak, rendah protein, rendah kalium); berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering; pantau intake dan output cairan serta berat badan; berikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan; bantu posisi duduk/setengah duduk saat makan; kolaborasi pemberian suplemen nutrisi; pantau nilai laboratorium (albumin, Hb, ureum, kreatinin, elektrolit); dan edukasi keluarga tentang jenis diet dan teknik pemberian makan yang aman.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami kelebihan atau kekurangan volume cairan intravaskular, interstitial, atau intraseluler.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tetap terjaga dengan kriteria hasil: tanda vital stabil, turgor kulit baik, mukosa bibir lembab, balance cairan seimbang, berat badan stabil, dan elektrolit dalam batas normal.
Kode SIKI: I.06012
Deskripsi : Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit dengan intervensi: pantau ketat intake dan output cairan; timbang berat badan setiap hari; pantau tanda vital dan tanda kelebihan cairan (edema, crackles) atau dehidrasi; pantau hasil laboratorium elektrolit (terutama Kalium dan Natrium) serta ureum-kreatinin; kolaborasi dalam pelaksanaan hemodialisis sesuai jadwal; batasi asupan cairan dan makanan tinggi kalium sesuai program; berikan obat pengikat fosfat atau suplemen sesuai resep; dan edukasi keluarga tentang pembatasan cairan dan diet renal.
-
Article No. 23685 | 16 Jan 2026
Klinis : S : sulit diajak komunikasi, mengikuti perintah, gelisah, sesak napas O : Ku lemah E4V5M6 TD:179/89 N:97 S:36,6 RR:22 SPO2:99 Status Generalis Mata CA -/-, SI -/-, RC +/+, pupil isokor 3mm/3mm Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-), deviasi lidah (-) sulit menelan Thorax : SDV +/+ rhonki -/- , wheezing -/-, retraksi -/- Abdomen : supel, BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (-) Eks. superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <3 detik Eks. inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <3 detik Status Neurologis Sensorik +/+/+/+ Kekuatan motorik: +5/+5/+5/+1 Refleks fisiologis: +2/+2/+2/+3 Refleks patologis: (-/-/-/+) FR: HT NIHSS: 0 komplikasi tirah baring: stress ulcer + dysfagia: + komorbid: CKD 5, hidronefrosis Lab 12/1/26 Albumin 3.08 Hemoglobin 12.09 (L) Eritrosit 4.08 Hematokrit 35.9 Lekosit 9.45 Trombosit 297 Glukosa Darah Sewaktu 199 Ureum 405.1 Kreatinin 7.78 Hasil Lab (01/08) -> 09/01 (post hd) Hb 18,09 -> 16,52 AE 6,43 -> 5,86 AT 402 -> 462 AL 24,91 -> 16,69 GDS: 131 Fungsi Ginjal Ur 196 -> 271,8 Kr 7,92 -> 5,22 Elektrolit (08/01) -> 09/01 Na 133 -> 137 K 6 -> 8,5 Cl 108 -> 108 Ca 1.1 -> 1,2 pH 7.17 -> 7,16 usg abdomen 29/12/25 KESAN : - Hidronefrosis dextra grade IV ,et causa suspect obstruksi ureter dextra - Hidronefrosis sinistra grade IV, et causa suspect obstruksi ureter sinistra - Gastritis akut - Pembesaran prostat - Tak tampak kelainan pada : Hepar,Vesica felea, Lien, Pancreas ,VU . ro thorax 08/01/26 Kesan : - Pulmo dan besar cor normal ctscan kepala 08/01/26 Kesan : - Infark cerebri luas di temporoparietalis dextra disertai transformasi hemmoragik di parietalis dextra
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah otak yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Perfusi serebral membaik yang ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan; 2) Tidak ada keluhan sakit kepala; 3) Status mental dalam rentang normal; 4) Fungsi motorik dalam rentang normal; 5) Fungsi sensorik dalam rentang normal.
Kode SIKI: 3400
Deskripsi : Pemantauan neurologis. Tindakan: 1) Monitor status neurologis (tingkat kesadaran, GCS, pupil, kekuatan motorik, sensorik, refleks, tanda-tanda peningkatan TIK) sesuai protokol; 2) Monitor tanda-tanda vital (TD, N, S, RR) dan saturasi oksigen; 3) Monitor hasil pemeriksaan penunjang (CT scan, laboratorium); 4) Kolaborasi pemberian terapi sesuai indikasi; 5) Atur posisi kepala tempat tidur 30 derajat (kecuali kontraindikasi); 6) Hindari manuver valsava; 7) Berikan lingkungan tenang, hindari kebisingan; 8) Lakukan reposisi dengan teknik yang tepat.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0008
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan patensi jalan napas.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif yang ditandai dengan: 1) Suara napas bersih; 2) Tidak ada suara napas tambahan; 3) Frekuensi napas dalam rentang normal; 4) Irama napas reguler; 5) Ekspansi dada simetris; 6) Tidak menggunakan otot bantu napas; 7) Tidak sianosis; 8) Saturasi oksigen dalam rentang normal.
Kode SIKI: 3180
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Tindakan: 1) Auskultasi suara napas; 2) Monitor frekuensi, irama, kedalaman pernapasan dan penggunaan otot bantu; 3) Monitor saturasi oksigen; 4) Posisikan semi fowler/fowler; 5) Lakukan fisioterapi dada dan latihan napas dalam sesuai indikasi; 6) Ajarkan batuk efektif; 7) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan; 8) Kolaborasi pemberian oksigen dan nebulizer sesuai indikasi; 9) Berikan cairan yang adekuat sesuai toleransi dan batasan penyakit.
Kondisi: Risiko Aspirasi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko masuknya sekret oral, gastric, atau material asing lainnya ke jalan napas bawah.
Kode SLKI: 0702
Deskripsi : Aspirasi tidak terjadi yang ditandai dengan: 1) Tidak ada sekret di orofaring; 2) Suara napas bersih/vesikuler; 3) Tidak batuk saat makan/minum; 4) Tidak tersedak; 5) Saturasi oksigen dalam rentang normal.
Kode SIKI: 1960
Deskripsi : Pencegahan aspirasi. Tindakan: 1) Identifikasi pasien berisiko tinggi aspirasi (disfagia, penurunan kesadaran, mual/muntah); 2) Posisikan duduk/semi fowler 60-90 derajat saat makan/minum dan 30-45 derajat setelah makan; 3) Berikan makanan dengan konsistensi yang aman (sesuai hasil skrining disfagia: lunak/puree); 4) Berikan makan dengan porsi kecil dan frekuensi sering; 5) Anjurkan makan pelan-pelan dan jangan bicara saat makan; 6) Hindari pemberian cairan dengan sedotan; 7) Lakukan penghisapan sekret jika diperlukan; 8) Monitor tanda-tanda aspirasi (batuk, sianosis, wheezing, penurunan saturasi); 9) Kolaborasi dengan ahli gizi dan terapi wicara untuk penatalaksanaan disfagia.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: 1301
Deskripsi : Kebutuhan nutrisi terpenuhi yang ditandai dengan: 1) Asupan makanan sesuai kebutuhan; 2) Berat badan stabil/meningkat sesuai target; 3) Nilai albumin dalam rentang normal; 4) Nilai hemoglobin dalam rentang normal.
Kode SIKI: 1100
Deskripsi : Manajemen nutrisi. Tindakan: 1) Monitor asupan dan output cairan serta makanan; 2) Timbang berat badan secara teratur; 3) Sajikan makanan dalam porsi kecil dan menarik; 4) Bantu pasien makan sesuai kebutuhan; 5) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori, protein, dan diet khusus (rendah protein, rendah kalium, sesuai CKD dan disfagia); 6) Kolaborasi pemberian suplemen nutrisi oral atau enteral jika diperlukan; 7) Monitor hasil laboratorium terkait nutrisi (albumin, hemoglobin, elektrolit); 8) Lakukan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Peningkatan retensi cairan dan natrium yang menyebabkan hipervolemia.
Kode SLKI: 0602
Deskripsi : Keseimbangan cairan tercapai yang ditandai dengan: 1) Tanda vital dalam rentang normal; 2) Tidak edema; 3) Bunyi napas bersih; 4) Berat badan stabil; 5) Balance cairan seimbang; 6) Elektrolit dalam rentang normal.
Kode SIKI: 4120
Deskripsi : Manajemen kelebihan volume cairan. Tindakan: 1) Monitor tanda vital (TD, N, RR) dan saturasi oksigen; 2) Monitor status cairan (balance cairan, berat badan harian, turgor kulit, edema); 3) Auskultasi suara napas (ronki, gallop); 4) Batasi asupan cairan sesuai program hemodialisis dan kondisi pasien; 5) Batasi asupan garam/natrium; 6) Anjurkan posisi semi fowler untuk memfasilitasi pernapasan; 7) Monitor hasil laboratorium (elektrolit, ureum, kreatinin, hematokrit); 8) Kolaborasi pemberian terapi diuretik dan terapi pengganti ginjal (hemodialisis) sesuai indikasi; 9) Edukasi pasien/keluarga tentang pembatasan cairan dan diet.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 0018
Deskripsi Singkat: Risiko meningkat terhadap respons adaptif dan defensif seseorang terhadap ancaman internal atau eksternal.
Kode SLKI: 1901
<>Deskripsi : Cedera tidak terjadi yang ditandai dengan: 1) Tidak jatuh; 2) Tidak ada memar/luka; 3) Lingkungan aman; 4) Alat proteksi terpasang dengan baik.
Kode SIKI: 6490
Deskripsi : Pencegahan jatuh. Tindakan: 1) Identifikasi faktor risiko jatuh (gangguan neurologis, kelemahan motorik, gelisah, hipotensi ortostatik pasca HD); 2) Tempatkan pasien di ruangan dekat dengan perawat; 3) Pasang side rail tempat tidur; 4) Gunakan restrain yang aman sesuai indikasi dan protokol; 5) Pastikan lingkungan aman (penerangan cukup, lantai tidak licin, barang tertata); 6) Bantu mobilisasi secara bertahap; 7) Gunakan alat bantu jalan jika diperlukan; 8) Anjurkan keluarga untuk mendampingi; 9) Pasang tanda risiko jatuh.
-
Article No. 23686 | 16 Jan 2026
Klinis : S : sulit diajak komunikasi, mengikuti perintah, gelisah, sesak napas, sulit menelan makanan O : Ku lemah E4V5M6 TD:179/89 N:97 S:36,6 RR:22 SPO2:99 Status Generalis Mata CA -/-, SI -/-, RC +/+, pupil isokor 3mm/3mm Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-), deviasi lidah (-) sulit menelan Thorax : SDV +/+ rhonki -/- , wheezing -/-, retraksi -/- Abdomen : supel, BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (-) Eks. superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <3 detik Eks. inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <3 detik Status Neurologis Sensorik +/+/+/+ Kekuatan motorik: +5/+5/+5/+1 Refleks fisiologis: +2/+2/+2/+3 Refleks patologis: (-/-/-/+) FR: HT NIHSS: 0 komplikasi tirah baring: stress ulcer + dysfagia: + komorbid: CKD 5, hidronefrosis Lab 12/1/26 Albumin 3.08 Hemoglobin 12.09 (L) Eritrosit 4.08 Hematokrit 35.9 Lekosit 9.45 Trombosit 297 Glukosa Darah Sewaktu 199 Ureum 405.1 Kreatinin 7.78 Hasil Lab (01/08) -> 09/01 (post hd) Hb 18,09 -> 16,52 AE 6,43 -> 5,86 AT 402 -> 462 AL 24,91 -> 16,69 GDS: 131 Fungsi Ginjal Ur 196 -> 271,8 Kr 7,92 -> 5,22 Elektrolit (08/01) -> 09/01 Na 133 -> 137 K 6 -> 8,5 Cl 108 -> 108 Ca 1.1 -> 1,2 pH 7.17 -> 7,16 usg abdomen 29/12/25 KESAN : - Hidronefrosis dextra grade IV ,et causa suspect obstruksi ureter dextra - Hidronefrosis sinistra grade IV, et causa suspect obstruksi ureter sinistra - Gastritis akut - Pembesaran prostat - Tak tampak kelainan pada : Hepar,Vesica felea, Lien, Pancreas ,VU . ro thorax 08/01/26 Kesan : - Pulmo dan besar cor normal ctscan kepala 08/01/26 Kesan : - Infark cerebri luas di temporoparietalis dextra disertai transformasi hemmoragik di parietalis dextra
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan dan Elektrolit
Kode SDKI: 00028
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan atau elektrolit intravaskular, interstisial, atau intraselular yang tidak diinginkan.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai dengan kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal, 2) Mukosa membran lembab, 3) Turgor kulit baik, 4) Keseimbangan masukan dan haluan (+/- 500 mL), 5) Berat badan stabil, 6) Hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, ureum, kreatinin) dalam rentang normal.
Kode SIKI: 2001
Deskripsi : Pemantauan keseimbangan cairan dan elektrolit dengan tindakan: 1) Memantau tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan) setiap 4 jam atau sesuai kondisi, 2) Mengkaji status hidrasi (turgor kulit, mukosa mulut, mata cekung, adanya edema), 3) Memantau masukan dan haluan cairan setiap 8 jam, 4) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, ureum, kreatinin, hematokrit), 5) Melakukan kolaborasi pemberian terapi cairan dan koreksi elektrolit sesuai program, 6) Menimbang berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama. Pada pasien ini, risiko tinggi terjadi karena kondisi gagal ginjal kronik stadium 5 (CKD 5) dengan nilai ureum dan kreatinin yang sangat tinggi, serta hiperkalemia (K 8.5 mEq/L) yang mengancam jiwa. Pasien juga mengalami dysfagia yang dapat mempengaruhi asupan cairan per oral. Pemantauan ketat terhadap tanda vital, balance cairan, dan hasil laboratorium pasca hemodialisis sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti kelebihan beban cairan atau aritmia akibat ketidakseimbangan elektrolit.
Kondisi: Disfagia
Kode SDKI: 00099
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan atau kesulitan untuk menelan makanan, cairan, atau ludah, yang dapat meningkatkan risiko aspirasi, malnutrisi, dan dehidrasi.
Kode SLKI: 1001
Deskripsi : Kemampuan menelan yang adekuat dengan kriteria hasil: 1) Pasien dapat menelan makanan dan minuman tanpa tersedak atau batuk, 2) Tidak ada tanda aspirasi (suara nafas bersih, tidak demam), 3) Asupan nutrisi dan cairan terpenuhi, 4) Berat badan stabil atau sesuai target.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Manajemen disfagia dengan tindakan: 1) Mengkaji kemampuan menelan (refleks batuk, suara, gerakan lidah), 2) Menempatkan posisi duduk tegak 90 derajat atau semi-Fowler tinggi selama dan 30 menit setelah makan, 3) Memberikan makanan dengan tekstur yang sesuai (misal: lunak, puree, cincang halus) dan cairan kental sesuai hasil skrining, 4) Memberikan makan dalam porsi kecil dan frekuensi sering, 5) Memberikan instruksi untuk makan perlahan dan menelan dengan tuntas, 6) Memantau tanda-tanda aspirasi selama dan setelah makan (batuk, perubahan suara, sesak). Pada pasien, disfagia dicatat sebagai (+) dan dari data subjektif "sulit menelan makanan". Hal ini sangat berisiko menyebabkan aspirasi pneumonia, terutama dengan kondisi neurologis (riwayat stroke hemoragik) dan kesadaran yang menurun (E4V5M6). Selain itu, disfagia dapat memperburuk status nutrisi dan hidrasi pasien yang sudah rentan akibat CKD. Intervensi keperawatan harus fokus pada modifikasi diet, teknik pemberian makan yang aman, dan pemantauan ketat untuk mencegah komplikasi aspirasi.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 00004
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons terhadap patogen atau toksin yang berasal dari lingkungan internal atau eksternal.
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Bebas dari infeksi dengan kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal, 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi (kemerahan, panas, bengkak, nyeri, drainage purulen), 3) Hasil laboratorium leukosit dalam rentang normal, 4) Luka bersih dan kering.
Kode SIKI: 4120
Deskripsi : Pencegahan infeksi dengan tindakan: 1) Mencuci tangan sebelum dan setelah melakukan tindakan, 2) Mempertahankan teknik aseptik pada setiap prosedur invasif (perawatan akses hemodialisis, dll), 3) Memantau tanda-tanda infeksi (suhu, leukosit, drainage luka), 4) Melakukan perawatan kulit untuk menjaga integritas, 5) Meningkatkan pertahanan tubuh dengan pemenuhan nutrisi yang adekuat. Risiko infeksi pada pasien ini sangat tinggi karena beberapa faktor: 1) Adanya akses hemodialisis (cucuk arteriovenosa) yang merupakan port de entri kuman, 2) Kondisi hiperglikemi (GDS 131-199) yang mengganggu fungsi sel imun, 3) Adanya dysfagia yang meningkatkan risiko aspirasi dan pneumonia, 4) Imunosupresi relatif akibat penyakit ginjal kronik dan uremia, 5) Adanya komplikasi tirah baring seperti stress ulcer yang dapat terinfeksi. Pemantauan suhu, leukosit, dan kebersihan akses HD serta pencegahan aspirasi adalah kunci.
Kondisi: Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SDKI: 00292Deskripsi Singkat: Penurunan suplai darah ke otak yang dapat mengakibatkan gangguan nutrisi dan oksigenasi jaringan otak.
Kode SLKI: 0902
Deskripsi : Perfusi serebral adekuat dengan kriteria hasil: 1) Tingkat kesadaran compos mentis atau sesuai kondisi dasar, 2) Tanda vital stabil, 3) Fungsi motorik dan sensorik sesuai kondisi, 4) Tidak ada peningkatan tekanan intrakranial (nyeri kepala hebat, muntah proyektil, penurunan kesadaran).
Kode SIKI: 2010
Deskripsi : Pemantauan perfusi serebral dengan tindakan: 1) Memantau status neurologis secara berkala (GCS, pupil, kekuatan motorik, refleks), 2) Memantau tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu), 3) Mempertahankan posisi kepala lebih tinggi 30 derajat, 4) Menghindari maneuver valsava (mengedan, batuk kuat), 5) Memantau dan mengelola nyeri untuk mencegah peningkatan tekanan intrakranial. Pasien memiliki riwayat "Infark cerebri luas... dengan transformasi hemoragik" yang menunjukkan kerusakan jaringan otak. Meskipun NIHSS 0, data objektif menunjukkan kelemahan motorik ekstremitas inferior (+1) dan refleks patologis positif di ekstremitas inferior, serta kesadaran yang menurun (E4V5M6) dan gelisah. Kondisi ini memerlukan pemantauan ketat untuk mendeteksi dini adanya perdarahan lebih lanjut atau peningkatan tekanan intrakranial, terutama dengan tekanan darah yang tinggi (179/89). Tindakan keperawatan difokuskan pada stabilisasi hemodinamik dan pencegangan cedera lebih lanjut.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Pola Napas
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami ketidakmampuan untuk memberikan ventilasi yang adekuat untuk pertukaran gas O2 dan CO2.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Pola napas efektif dengan kriteria hasil: 1) Frekuensi napas dalam rentang normal, 2) Irama napas teratur, 3) Tidak ada penggunaan otot bantu napas, 4) Saturasi oksigen (SpO2) > 95%, 5) Gas darah arteri dalam rentang normal.
Kode SIKI: 3230
Deskripsi : Manajemen jalan napas dengan tindakan: 1) Memantau frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan, 2) Memantau saturasi oksigen (SpO2) secara berkala, 3) Mengauskultasi suara napas, 4) Mempertahankan posisi semi-Fowler atau Fowler untuk memudahkan ekspansi paru, 5) Melakukan fisioterapi dada jika diperlukan, 6) Melakukan suction sesuai indikasi. Pasien mengeluh sesak napas dan data objektif menunjukkan RR 22
Article No. 23687 | 16 Jan 2026
Klinis : S : sulit diajak komunikasi dan mengikuti perintah, gelisah, sesak napas, sulit menelan makanan O : Ku lemah E4V5M6 TD:179/89 N:97 S:36,6 RR:22 SPO2:99 Status Generalis Mata CA -/-, SI -/-, RC +/+, pupil isokor 3mm/3mm Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-), deviasi lidah (-) sulit menelan Thorax : SDV +/+ rhonki -/- , wheezing -/-, retraksi -/- Abdomen : supel, BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (-) Eks. superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <3 detik Eks. inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <3 detik Status Neurologis Sensorik +/+/+/+ Kekuatan motorik: +5/+5/+5/+1 Refleks fisiologis: +2/+2/+2/+3 Refleks patologis: (-/-/-/+) FR: HT NIHSS: 0 komplikasi tirah baring: stress ulcer + dysfagia: + komorbid: CKD 5, hidronefrosis Lab 12/1/26 Albumin 3.08 Hemoglobin 12.09 (L) Eritrosit 4.08 Hematokrit 35.9 Lekosit 9.45 Trombosit 297 Glukosa Darah Sewaktu 199 Ureum 405.1 Kreatinin 7.78 Hasil Lab (01/08) -> 09/01 (post hd) Hb 18,09 -> 16,52 AE 6,43 -> 5,86 AT 402 -> 462 AL 24,91 -> 16,69 GDS: 131 Fungsi Ginjal Ur 196 -> 271,8 Kr 7,92 -> 5,22 Elektrolit (08/01) -> 09/01 Na 133 -> 137 K 6 -> 8,5 Cl 108 -> 108 Ca 1.1 -> 1,2 pH 7.17 -> 7,16 usg abdomen 29/12/25 KESAN : - Hidronefrosis dextra grade IV ,et causa suspect obstruksi ureter dextra - Hidronefrosis sinistra grade IV, et causa suspect obstruksi ureter sinistra - Gastritis akut - Pembesaran prostat - Tak tampak kelainan pada : Hepar,Vesica felea, Lien, Pancreas ,VU . ro thorax 08/01/26 Kesan : - Pulmo dan besar cor normal ctscan kepala 08/01/26 Kesan : - Infark cerebri luas di temporoparietalis dextra disertai transformasi hemmoragik di parietalis dextra
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Stroke Hemoragik pada Infark Serebral dengan Transformasi Hemoragik, Gagal Ginjal Kronik Stadium 5, Hiperkalemia, Disfagia, Ulkus Stres
Kode ICD-10: I63.9 (Infark serebral, tidak spesifik), I61.9 (Perdarahan intraserebral, tidak spesifik), N18.5 (Penyakit ginjal kronik stadium 5), E87.5 (Hiperkalemia), R13.1 (Disfagia), K27.4 (Ulkus peptik, akut atau kronik, tanpa perdarahan atau perforasi)
Deskripsi Singkat : Pasien menunjukkan kondisi neurologis akut dengan kesulitan komunikasi, gelisah, dan kelemahan motorik asimetris (kekuatan motorik +1 di ekstremitas inferior), didukung temuan CT scan kepala berupa infark serebral luas di area temporoparietalis kanan yang telah mengalami transformasi hemoragik. Kondisi ini diklasifikasikan sebagai stroke iskemik yang berkomplikasi perdarahan (hemorrhagic transformation). Pasien memiliki komorbiditas utama Gagal Ginjal Kronik (CKD) stadium 5 dengan uremia berat (ureum & kreatinin tinggi) dan komplikasi elektrolit berupa Hiperkalemia (K=8.5 mEq/L) yang mengancam jiwa. Terdapat juga komplikasi dari tirah baring dan kondisi kritis berupa Disfagia (kesulitan menelan) dan Ulkus Stres. Kode I63.9 mewakili infark serebral sebagai kejadian awal, sementara I61.9 menangani komponen perdarahannya. N18.5 adalah kode untuk CKD stadium 5 atau penyakit ginjal tahap akhir. E87.5 untuk hiperkalemia, R13.1 untuk disfagia, dan K27.4 untuk ulkus stres sebagai komplikasi.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23688 | 16 Jan 2026
Klinis : Nama: Tn. B Umur: 58 tahun Jenis kelamin: laki-laki *Keluhan utama:* lemas selama 3 hari, sesak napas saat berbaring, dan kedua kakinya bengkak *Riwayat penyakit:* GGK stadium 5 (dua tahun lalu) dan sedang menjalani hemodialisis 2x seminggu, hipertensi selama 10 tahun, DM tipe 2 selama 8 tahun. *Data pengkajian subjektif:* merasa lemas, sulit tidur karna sesak, nafsu makan menurun, tidak nyaman karna kaki bengkak *Data pengkajian objektif:* TD 180/110 mmHg, nadi 94x/menit, RR 26x/menit, suhu 36,8 dan edema pitting (+2) di ekstremitas bawah, bb naik 3 kg dalam seminggu terakhir *Hasil laboratorium:* kreatinin 10 mg/dL, ureum 130 mg/dL, GFR < 15 mL/menit, Hb 8 g/dL, kalium 5,7 mmol/L
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana volume darah yang dipompa oleh jantung per menit (curah jantung) tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh atau memerlukan peningkatan tekanan pengisian jantung.
Kode SLKI: L.03113
Deskripsi : Curah jantung membaik. Kriteria hasil: Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan, denyut nadi dalam rentang yang diharapkan, tidak ada dispnea, tidak ada ortopnea, tidak ada edema perifer, tidak ada peningkatan berat badan yang signifikan, bunyi jantung normal, status mental baik, haluaran urine adekuat, kulit hangat dan kering, kapiler refill < 3 detik.
Kode SIKI: I.05180
Deskripsi : Manajemen Penurunan Curah Jantung. Intervensi: Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan status hemodinamik; Auskultasi bunyi jantung; Kaji adanya dispnea, ortopnea, batuk, kelelahan; Kaji status edema perifer; Monitor keseimbangan cairan (intake dan output, berat badan harian); Kolaborasi pemberian terapi farmakologi sesuai indikasi (seperti diuretik, obat inotropik, antihipertensi); Atur posisi semi-Fowler atau tinggi untuk memfasilitasi pernapasan; Batasi asupan cairan dan natrium sesuai program terapi; Berikan oksigen tambahan jika diperlukan; Edukasi pasien dan keluarga tentang penyakit, pengobatan, dan tanda-tanda yang perlu dilaporkan; Kolaborasi dalam tindakan dialisis untuk mengatasi kelebihan cairan dan uremia.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana individu mengalami atau berisiko mengalami peningkatan retensi cairan intravaskular, interstitial, atau intraseluler.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Keseimbangan cairan tercapai. Kriteria hasil: Tidak ada edema, paru bersih, berat badan stabil atau sesuai target, tekanan darah dalam rentang yang diharapkan, denyut nadi dalam rentang yang diharapkan, keseimbangan cairan seimbang, elektrolit dalam batas normal.
Kode SIKI: I.05190
Deskripsi : Manajemen Kelebihan Volume Cairan. Intervensi: Monitor tanda-tanda vital dan status pernapasan; Kaji adanya edema (lokasi, derajat, pitting); Timbang berat badan setiap hari dengan skala dan pakaian yang sama; Monitor keseimbangan cairan (intake dan output yang akurat); Kaji bunyi paru (ronkhi, krekels); Batasi asupan cairan dan natrium sesuai program terapi (diet renal); Kolaborasi pemberian terapi diuretik sesuai indikasi; Atur posisi untuk meminimalkan edema (tinggikan ekstremitas edema); Lakukan perawatan kulit pada area edema untuk mencegah kerusakan integritas kulit; Kolaborasi dalam pelaksanaan hemodialisis untuk membuang kelebihan cairan dan produk sisa metabolisme; Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya pembatasan cairan, diet rendah garam, dan pemantauan berat badan harian.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana individu mengalami atau berisiko mengalami ketidakcukupan energi fisik atau psikologis untuk memenuhi atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Toleransi aktivitas membaik. Kriteria hasil: Melaporkan peningkatan energi, mampu melakukan aktivitas yang diinginkan sesuai tingkat kemampuan, tanda-tanda vital dalam batas normal selama dan setelah aktivitas, tidak mengalami kelelahan yang berlebihan, tidak mengalami sesak napas atau nyeri dada saat aktivitas.
Kode SIKI: I.05040
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi: Kaji faktor penyebab kelelahan (anemia, uremia, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit); Monitor respons fisiologis terhadap aktivitas (tekanan darah, nadi, pernapasan, saturasi oksigen); Bantu pasien mengidentifikasi aktivitas prioritas dan mendistribusikan energi; Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas; Bantu dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan; Anjurkan aktivitas bertahap sesuai toleransi; Kolaborasi dalam penanganan penyebab dasar (seperti manajemen anemia dengan pemberian eritropoietin, optimalisasi dialisis, koreksi elektrolit); Edukasi pasien dan keluarga tentang teknik penghematan energi.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0061
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana individu mengalami atau berisiko mengalami perubahan dalam kuantitas atau kualitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu kehidupan yang diinginkan.
Kode SLKI: L.06061
Deskripsi : Pola tidur membaik. Kriteria hasil: Melaporkan peningkatan kualitas tidur, durasi tidur cukup, bangun tidur merasa segar, tidak mengalami gangguan tidur (sulit memulai tidur, sering terbangun, bangun terlalu awal), fungsi siang hari optimal.
Kode SIKI: I.10030
Deskripsi : Promosi Tidur. Intervensi: Kaji pola dan kebiasaan tidur pasien serta faktor pengganggu (sesak napas, nyeri, kecemasan, lingkungan); Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk tidur (reduksi cahaya, kebisingan, suhu nyaman); Anjurkan teknik relaksasi sebelum tidur (napas dalam, relaksasi otot progresif); Atur posisi tidur yang nyaman, biasanya semi-Fowler untuk mengurangi sesak; Batasi asupan cairan di malam hari untuk mengurangi frekuensi berkemih; Kolaborasi pemberian terapi untuk mengatasi penyebab (seperti terapi oksigen untuk hipoksia, obat untuk mengurangi sesak); Edukasi pasien tentang pentingnya sleep hygiene; Bantu mengatur jadwal aktivitas dan istirahat.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit (Hiperkalemia)
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana individu mengalami atau berisiko mengalami perubahan kadar elektrolit serum yang dapat mengancam jiwa.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Keseimbangan elektrolit terjaga. Kriteria hasil: Kadar elektrolit (kalium, natrium, kalsium, fosfat) dalam batas normal atau terkontrol, tidak ada tanda-tanda gangguan akibat ketidakseimbangan elektrolit (seperti kelemahan otot, aritmia, pareste sia), EKG dalam batas normal.
Kode SIKI: I.05191
Deskripsi : Manajemen Ketidakseimbangan Elektrolit. Intervensi: Monitor kadar elektrolit serum (terutama kalium 5,7 mmol/L yang berbahaya); Monitor tanda-tanda klinis hiperkalemia (kelemahan otot, mual, aritmia); Monitor EKG untuk mendeteksi perubahan yang terkait hiperkalemia (gelombang T tinggi, pelebaran QRS); Kolaborasi pemberian terapi untuk menurunkan kalium (pemberian resin pengikat kalium, kalsium glukonat, insulin dengan glukosa, bikarbonat); Kolaborasi untuk pelaksanaan hemodialisis segera jika diperlukan; Batasi asupan makanan tinggi kalium; Edukasi pasien dan keluarga tentang makanan yang harus dihindari (pisang, jeruk, kentang, coklat, dll) dan pentingnya kepatuhan dialisis; Awasi dengan ketat keseimbangan cairan dan respons terhadap terapi.
Article No. 23689 | 16 Jan 2026
Klinis : latihan pernPASAN
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Latihan Pernapasan
Kode ICD-10: Z50.1
Deskripsi Singkat : Kode Z50.1 mengindikasikan "Perawatan lainnya dan rehabilitasi medis" dengan deskripsi spesifik "Terapi fisik lainnya". Dalam konteks latihan pernapasan, kode ini digunakan untuk mencatat kunjungan atau sesi pelatihan di mana pasien menerima instruksi dan terapi fisik yang bertujuan untuk meningkatkan fungsi sistem pernapasan. Latihan ini biasanya meliputi teknik seperti pernapasan diafragma, pernapasan bibir mengerucut, latihan batuk efektif, dan penggunaan alat bantu seperti spirometer insentif. Tujuannya adalah untuk memperkuat otot-otot pernapasan, meningkatkan kapasitas paru-paru, membersihkan saluran udara dari sekresi, serta mengelola kondisi seperti sesak napas. Penggunaan kode ini tepat untuk mencatat intervensi rehabilitatif pada pasien pasca-operasi (misalnya bedah toraks atau abdomen), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, fibrosis kistik, atau kondisi lain yang memerlukan pemulihan dan edukasi fungsi pernapasan. Kode ini berada di bawah bab "Faktor-faktor yang mempengaruhi status kesehatan dan kontak dengan pelayanan kesehatan", sehingga menekankan bahwa pencatatan ini adalah untuk kontak dengan layanan kesehatan terkait rehabilitasi, bukan untuk diagnosis penyakit aktif itu sendiri.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23649 | 15 Jan 2026
Klinis : MECONIUM ASPIRATION SYNDROME (MAS) Riwayat Kasus Bayi perempuan usia 1 jam, lahir aterm 40 minggu. Ketuban pecah spontan dengan warna hijau pekat sejak 4 jam sebelum lahir. Ibu mengalami hipertensi dalam kehamilan. Saat lahir, bayi tampak tidak menangis kuat, tubuh kebiruan, dan terdapat mekonium tebal di mulut serta hidung bayi. Pemeriksaan Klinis * Frekuensi napas 68×/menit * Retraksi berat * Ronki kasar difus * SpO₂ 86% dengan nasal cannula * Bising napas tidak merata (patchy atelectasis) Penunjang * Foto toraks: hiperinflasi, bercak infiltrat kasar, patchy consolidation * Gas darah: o pH 7,28 o PaO₂ 52 mmHg o PaCO₂ 60 mmHg
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Meconium Aspiration Syndrome (MAS)
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah keadaan individu yang mengalami penurunan kemampuan paru untuk melakukan pertukaran oksigen dan karbon dioksida secara adekuat, yang dapat disebabkan oleh obstruksi jalan napas, ketidakseimbangan ventilasi-perfusi, atau gangguan difusi alveolus-kapiler. Pada bayi dengan MAS, mekonium yang teraspirasi menyebabkan obstruksi jalan napas parsial atau total (menyebabkan atelektasis dan air trapping), iritasi kimia yang mengakibatkan pneumonitis, dan inaktivasi surfaktan, yang kesemuanya mengganggu proses pertukaran gas. Kondisi ini dimanifestasikan secara klinis oleh takipnea, retraksi, sianosis, hipoksemia (SpO₂ rendah, PaO₂ rendah), dan hiperkapnia (PaCO₂ tinggi) seperti yang terlihat pada pasien.
Kode SLKI: L.03102
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Luaran ini ditandai dengan tercapainya keseimbangan antara ventilasi dan perfusi paru, sehingga nilai analisis gas darah arteri berada dalam rentang normal dan tidak ada tanda distress pernapasan. Secara spesifik untuk bayi dengan MAS, indikator pencapaiannya meliputi: 1) Saturasi oksigen (SpO₂) stabil dalam rentang target (biasanya >94% atau sesuai target terapi), 2) Nilai analisis gas darah (pH, PaO₂, PaCO₂, HCO₃) kembali dalam batas normal untuk usia (pH 7.35-7.45, PaO₂ >80 mmHg, PaCO₂ 35-45 mmHg), 3) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal untuk usia baru lahir (30-60 kali/menit), 4) Tidak ditemukan tanda kerja napas berlebihan seperti retraksi substernal, interkostal, atau cuping hidung, 5) Bunyi napas bersih atau membaik tanpa ronki kasar, dan 6) Warna kulit kemerahan tanpa sianosis. Pencapaian luaran ini memerlukan intervensi seperti oksigenasi, ventilasi mekanik jika diperlukan, fisioterapi dada, dan pemberian surfaktan atau terapi pendukung lainnya untuk mengatasi efek mekonium.
Kode SIKI: I.08138
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi ini merupakan tindakan keperawatan untuk mempertahankan patensi jalan napas dan memfasilitasi pertukaran gas yang adekuat. Pada bayi dengan MAS, intervensi ini sangat kritis karena jalan napas terancam obstruksi oleh mekonium. Tindakan spesifik meliputi: 1) **Pemantauan Ketat**: Memonitor terus menerus status pernapasan (frekuensi, irama, usaha napas), saturasi oksigen, dan tanda klinis sianosis atau distress. Memantau hasil analisis gas darah arteri secara berkala untuk mengevaluasi keefektifan terapi. 2) **Pembersihan Jalan Napas**: Melakukan penghisapan mekonium dari orofaring dan nasofaring dengan teknik yang tepat segera setelah lahir (seperti yang seharusnya dilakukan pada kasus ini). Pada bayi yang sudah dirawat, melakukan penghisapan sekresi dari trakea sesuai indikasi dan protokol dengan teknik steril untuk mencegah infeksi. 3) **Posisi**: Menempatkan bayi dalam posisi yang memudahkan ekspansi paru, biasanya kepala sedikit elevasi. 4) **Terapi Oksigen dan Ventilasi**: Mengelola pemberian oksigen melalui nasal cannula, hood, atau CPAP sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi target. Mempersiapkan dan membantu prosedur intubasi serta pengelolaan ventilasi mekanik jika gagal napas (seperti yang ditunjukkan oleh pH 7.28, PaCO₂ 60 mmHg). Memastikan alat ventilasi berfungsi dengan baik dan parameter setting sesuai. 5) **Fisioterapi Dada**: Melakukan fisioterapi dada dan postural drainage sesuai instruksi untuk membantu mobilisasi sekresi, dengan hati-hati mengingat kondisi paru yang rentan. 6) **Pemberian Obat**: Mengadministrasikan obat-obatan sesuai resep seperti antibiotik (karena risiko tinggi pneumonia), surfaktan, atau bronkodilator, serta memantau efek dan efek sampingnya. 7) **Kenyamanan**: Meminimalkan gangguan dan mengelola nyeri (misalnya dengan pemberian analgesik/sedasi sesuai resep) untuk menurunkan konsumsi oksigen dan stres bayi. 8) **Kolaborasi**: Bekerja sama dengan dokter, fisioterapis, dan tenaga kesehatan lain untuk mengevaluasi perkembangan dan menyesuaikan rencana terapi. Intervensi ini bertujuan langsung untuk mengatasi masalah gangguan pertukaran gas dengan memastikan jalan napas terbuka, ventilasi adekuat, dan oksigenasi optimal.
Article No. 23650 | 15 Jan 2026
Klinis : hiperinflasi, bercak infiltrat kasar, patchy consolidation
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Pneumonia, tidak ditentukan
Kode ICD-10: J18.9
Deskripsi Singkat : Temuan radiologis "hiperinflasi, bercak infiltrat kasar, patchy consolidation" secara klasik mengarah pada diagnosis pneumonia, khususnya pneumonia komunitas yang disebabkan oleh berbagai patogen seperti bakteri, virus, atau atipikal. "Patchy consolidation" menggambarkan area paru yang terisi cairan atau eksudat inflamasi, menggantikan udara, yang merupakan tanda kunci pneumonia. "Bercak infiltrat kasar" menunjukkan proses inflamasi yang menyebar di interstisium dan alveoli. "Hiperinflasi" sering menyertai sebagai respons obstruktif atau kompensasi. Kode ICD-10 J18.9 (Pneumonia, tidak ditentukan) digunakan ketika agen penyebab spesifik belum diidentifikasi melalui pemeriksaan klinis atau laboratorium. Kode ini berada di bawah bab "Penyakit pada sistem pernapasan" dan blok "Pneumonia Influenza". Penggunaan kode ini tepat dalam konteks pelaporan awal berdasarkan temuan radiologis sebelum konfirmasi etiologi. Penting untuk mencatat bahwa kode yang lebih spesifik (seperti J15.9 untuk pneumonia bakteri tidak ditentukan atau J12.9 untuk pneumonia virus) mungkin lebih akurat jika ada informasi klinis pendukung.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23651 | 15 Jan 2026
Klinis : Data Subyektif Pasien mengatakan lemas, tenggorokan sakit dan kering, tangan dan kaki sakit, nyeri seluruh badan RPS: Pasien rujukan dari RS Rajawali Citra dengan keluhan lemas, demam dan sesak nafas sejak 1mnggu SMRS (Senin). Keluhan disertai nyeri kaki, tangan dan persendian. Nyeri kaki dirasakan hingga pasien tidak bisa berjalan. BAB merah kehitaman encer sebanyak 4x sejak 1HSMRS disertai nyeri seluruh perut. Pasien sblmnya sudah periksa ke puskesmas namun keluhan tidak membaik. RPD: HT uncontrolled, asam urat RPO: obat tensi, asam urat, obat nyeri, amoxycillin (PKM) …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… Data Obyektif TD 110/75mmhg, N 89x/m, rr 22x/m, S: 36.6C, spo2 100% GCS EVM 4/5/6 (CM) VAS : 6 KU : lemah PF : K/L: CA-/- SI+/+ conjunctiva kemerahaan +/+., Tho: jejas(-), simetris(+/+), retraksi(-/-) , C/ S1,2 reg, bising(-), P/ vesikuler(+/+) rh(++/+) wh(-/-)., Abd: BU(+), distensi(+), NT(+) seluruh perut, hipertimpani Hepatomegaly (+)., Eks: tampak kuning (jaundice), akral hangat, nadi kuat, CRT<2s, edema-/-/-/-, nyeri tekan gastrocnemius+/+., Gen: terpasang DC 200cc kemerahan (15jam) Terpasang HFNC 30 lpm, DC, IV line Lab : Hb 10.5 g/dL, Leukosit 25580/mm3, Hmt ; 28.8%, Eritrosit : 3.45 juta/mm3, Trombosit : 90000/mm3., bilirubin total 24.45 mg/dL, bilirubin indirect 6.81 mg/dL, bilirubin direct 17.64 mg/dL., ureum 192 mg/dL, 2.71 mg/dL., SGOT 163 U/L, SGPT 172 U/L RO : Pulmo tak tampak kelainan, Cardiomegaly, Aortosklerosis, Terpasang HD catether via v subclavia sinistra dengan ujung distal pada paravertebra dextra setinggi DIVTh 6
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Pasien menyatakan nyeri terkontrol. Kriteria hasil utama yang diharapkan adalah penurunan skala nyeri yang dilaporkan pasien, ekspresi wajah dan perilaku yang menunjukkan kenyamanan, serta tanda-tanda vital dalam rentang normal. Perawat akan mengevaluasi karakteristik nyeri (lokasi, intensitas dengan skala VAS yang pada pasien ini adalah 6, kualitas, durasi), memantau respons nonverbal (gelisah, menangis, postur tubuh), dan memeriksa tanda fisiologis seperti takikardia atau hipertensi yang mungkin tidak dominan pada pasien ini karena kondisi umum yang lemah. Intervensi keperawatan difokuskan pada pemberian analgesik sesuai resep, teknik non-farmakologis (reposisi, distraksi, lingkungan tenang), dan edukasi pasien tentang pelaporan nyeri. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi, observasi perilaku, dan kenyamanan pasien.
Kode SIKI: I.08041
Deskripsi : Lakukan manajemen nyeri. Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan komprehensif. Pertama, lakukan pengkajian nyeri komprehensif dengan PQRST (Provocation/Palliation, Quality, Region/Radiation, Severity, Time) dan skala yang valid (VAS). Kedua, kolaborasi pemberian farmakologis (obat nyeri sesuai resep) dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. Ketiga, terapkan intervensi non-farmakologis seperti terapi dingin/panas (mungkin pada area gastrocnemius yang nyeri), teknik relaksasi napas dalam, dan distraksi. Keempat, kaji faktor-faktor yang memperberat dan meringankan nyeri. Kelima, modifikasi lingkungan untuk mendukung kenyamanan. Pada pasien ini, perhatian khusus pada nyeri seluruh badan, tangan, kaki, dan perut serta nyeri tekan pada gastrocnemius. Penting juga mempertimbangkan bahwa nyeri dapat memperburuk kondisi hemodinamik dan meningkatkan stres, sehingga manajemen yang adekuat sangat penting.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: D.0092
Deskripsi Singkat: Suhu tubuh meningkat di atas rentang normal akibat kegagalan mekanisme termoregulasi.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal. Kriteria hasil mencakup suhu tubuh aksila 36-37.5°C, tidak ada keluhan perasaan panas, kulit hangat dan kering, serta tanda vital stabil. Meskipun data objektif saat ini suhu 36.6°C normal, riwayat demam sejak 1 minggu SMRS dan leukositosis tinggi (25580/mm3) mengindikasikan proses infeksi/inflamasi yang berpotensi menyebabkan fluktuasi suhu. Perawat akan memantau suhu secara berkala, mengobservasi adanya menggigil atau diaforesis, serta memantau tanda-tanda dehidrasi akibat peningkatan suhu. Intervensi diarahkan untuk mencapai dan mempertahankan suhu normal, mencegah komplikasi seperti kejang atau dehidrasi berat, serta mengidentifikasi penyebab dasar.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Lakukan manajemen hipertermia. Intervensi dimulai dengan pemantauan suhu tubuh setidaknya setiap 4 jam atau sesuai kondisi. Lakukan tindakan pendinginan fisik seperti kompres hangat/tepid sponge di aksila dan lipatan paha (hindari alkohol), berikan lingkungan yang sejuk dan nyaman, serta atur sirkulasi udara. Anjurkan asupan cairan yang adekuat secara oral atau pantau balance cairan parenteral jika asupan oral kurang. Ganti pakaian atau linen yang basah oleh keringat. Kolaborasi pemberian antipiretik sesuai resep dan antibiotik (seperti amoxicillin yang telah diberikan) untuk mengatasi sumber infeksi. Pantau tanda-tanda kejang atau penurunan kesadaran akibat suhu tinggi. Dokumentasi trend suhu dan respons terhadap intervensi.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0095
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09011
<>Deskripsi : Pasien menunjukkan peningkatan toleransi aktivitas. Kriteria hasil meliputi kemampuan melakukan aktivitas dengan tingkat bantuan yang sesuai, tanda vital stabil selama dan setelah aktivitas (tidak ada takikardi, desaturasi, atau dispnea berlebihan), serta penurunan keluhan lemas dan kelelahan. Dari data, pasien mengeluh lemas, KU lemah, dan nyeri hingga tidak bisa berjalan, menunjukkan intoleransi aktivitas berat. Perawat akan menilai respons fisiologis terhadap aktivitas (denyut nadi, pernapasan, saturasi O2, tekanan darah), tingkat kelemahan otot, dan faktor penghambat seperti nyeri. Tujuannya adalah mencegah kelemahan lebih lanjut, mempertahankan fungsi muskuloskeletal, dan meningkatkan partisipasi dalam perawatan diri secara bertahap.
Kode SIKI: I.09013
Deskripsi : Lakukan manajemen intoleransi aktivitas. Rencanakan dan jadwalkan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas. Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri (ADL) sesuai kebutuhan, dimulai dari rentang gerak pasif/aktif di tempat tidur hingga duduk dan ambulasi bertahap. Pantau respons kardiopulmoner sebelum, selama, dan setelah aktivitas; hentikan aktivitas jika terjadi takikardi, penurunan SpO2, atau distress. Kolaborasi dengan fisioterapi jika diperlukan. Atur lingkungan untuk meminimalkan energi yang dikeluarkan (menata barang dalam jangkauan). Edukasi pasien dan keluarga tentang teknik penghematan energi. Pada pasien ini, keterbatasan akibat nyeri dan kelemahan umum harus menjadi pertimbangan utama dalam menyusun gradasi aktivitas.
Kondisi: Risiko Syok
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya penurunan perfusi jaringan yang tidak adekuat yang dapat mengancam jiwa.
Kode SLKI: L.03035
Deskripsi : Tidak terjadi syok. Kriteria hasil adalah tanda vital dalam rentang normal yang dapat diterima untuk pasien (TD stabil >90/60, nadi kuat dan teratur, CRT <2 detik, produksi urin adekuat >0.5 ml/kg/jam), status mental baik, kulit hangat dan kering, serta tidak ada penurunan kesadaran. Pasien memiliki beberapa faktor risiko serius: riwayat perdarahan GI (BAB hitam), trombositopenia (90.000/mm3), infeksi berat (leukositosis tinggi), dan gangguan fungsi hati/ginjal. Meskipun saat ini TD 110/75 dan CRT <2 detik, kondisi ini dapat memburuk dengan cepat. Pemantauan ketat diperlukan untuk mendeteksi dini tanda syok hipovolemik (dari perdarahan) atau septik.
Kode SIKI: I.03044
Deskripsi : Lakukan pemantauan syok. Intervensi ini meliputi pemantauan ketat tanda vital (TD, N, RR, S, SpO2) setidaknya setiap jam atau lebih sering jika kondisi berubah. Kaji status perfusi perifer (kehangatan akral, CRT, warna kulit, nadi perifer). Pantau balance cairan ketat (input & output), termasuk karakteristik feses dan pengeluaran urin. Observasi tanda perdarahan lebih lanjut (hematemesis, melena, petekie, perdarahan dari tempat injeksi). Kolaborasi pemantauan laboratorium (Hb, Hmt, trombosit, laktat). Pertahankan akses intravena yang paten dan siapkan resusitasi cairan sesuai protokol. Posisikan pasien dengan elevasi kaki jika tidak kontraindikasi untuk meningkatkan aliran balik vena. Laporkan segera setiap penurunan tekanan darah, peningkatan frekuensi nadi, penurunan kesadaran, atau penurunan produksi urin.
Kondisi: Risiko Perdarahan
Kode SDKI: D.0022
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami kehilangan darah dalam jumlah yang dapat mengancam jiwa dari sirkulasi.
Kode SLKI: L.03023
Deskripsi : Tidak terjadi perdarahan. Kriteria hasil adalah tidak ada tanda perdarahan aktif baru, nilai laboratorium terkait pembekuan (trombosit) stabil atau membaik, tanda vital stabil, dan kulit/membran mukosa tanpa tanda perdarahan. Pasien sudah menunjukkan episode perdarahan (BAB hitam) dan memiliki trombositopenia (90.000/mm3), yang meningkatkan risiko perdarahan spontan atau perdarahan yang diperberat. Perawat akan memantau secara ket
Article No. 23652 | 15 Jan 2026
Klinis : bayi prematur tidak bisa refleks menyusui
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bayi Prematur dengan Ketidakmampuan Refleks Menyusu
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Pemberian ASI
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Pemberian ASI: Bayi menunjukkan kemampuan menyusu secara efektif.
Kode SIKI: 1401
Deskripsi : Manajemen Pemberian ASI: Membantu ibu untuk memulai dan mempertahankan pemberian ASI.
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI): Risiko Ketidakefektifan Pemberian ASI (Kode 0001)
Definisi: Keadaan di mana seorang ibu, bayi, atau anak berisiko mengalami kesulitan dalam proses pemberian ASI, yang dapat mengakibatkan ketidakpuasan atau gangguan pada proses menyusui. Pada kasus bayi prematur, risiko ini sangat tinggi karena ketidakmatangan neurologis dan fisiologis. Refleks menghisap, menelan, dan bernapas yang terkoordinasi (suck-swallow-breathe reflex) biasanya baru berkembang sempurna sekitar usia kehamilan 32-34 minggu. Bayi prematur yang lahir sebelum usia ini seringkali memiliki refleks menghisap yang lemah, tidak terkoordinasi, atau bahkan belum muncul. Ketidakmampuan ini bukan hanya karena faktor bayi, tetapi merupakan sebuah situasi yang melibatkan dyad (ikatan) ibu dan bayi, di mana proses menyusui menjadi tidak efektif sehingga berisiko menyebabkan dehidrasi, malnutrisi, hiperbilirubinemia, dan kegagalan dalam pemberian ASI eksklusif. Diagnosis ini tepat karena meskipun masalah utama ada pada bayi (tidak bisa refleks menyusu), fokus intervensi keperawatan adalah pada upaya pencegahan komplikasi dan memfasilitasi keberhasilan menyusui melalui dukungan pada ibu dan teknik pemberian yang adaptif.
Luaran Keperawatan (SLKI): Pemberian ASI: Bayi menunjukkan kemampuan menyusu secara efektif (Kode 0801)
Definisi: Tindakan bayi dalam menghisap dan menelan ASI selama menyusu. Luaran ini menjadi tujuan utama dari intervensi yang dilakukan. "Menyusu secara efektif" diindikasikan dengan beberapa perilaku observabel: bayi mampu melekat dengan baik (latch-on) pada payudara dengan mulut terbuka lebar, bibir terlipat keluar (seperti ikan), lebih banyak areola terlihat di bagian atas mulut daripada di bagian bawah, tidak ada bunyi decak, pipi membulat, pola menghisap dalam dan berirama (suck-pause-suck), serta terdengar suara menelan. Pada bayi prematur, pencapaian luaran ini mungkin bertahap. Tanda efektif bisa dimulai dari kemampuan bayi untuk menyusu dalam waktu singkat (5-10 menit) dengan koordinasi yang baik, tidak menunjukkan tanda stres seperti desaturasi oksigen, apnea, atau perubahan warna menjadi sianosis, serta mampu mempertahankan suhu tubuh stabil selama proses menyusu. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa intervensi untuk mengatasi risiko ketidakefektifan telah berhasil.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Pemberian ASI (Kode 1401)
Definisi: Membantu ibu untuk memulai dan mempertahankan pemberian ASI yang tepat untuk bayinya. Intervensi ini sangat komprehensif dan krusial untuk bayi prematur. Aktivitasnya meliputi: (1) Assessment: Menilai kesiapan bayi untuk menyusu langsung (misal: usia gestasi terkini, stabilitas tanda vital, refleks menghisap), menilai produksi ASI ibu, serta pengetahuan dan kepercayaan diri ibu. (2) Edukasi dan Dukungan: Memberikan edukasi tentang pentingnya ASI bagi bayi prematur, teknik memerah dan menyimpan ASI (pompa atau manual) untuk menjaga suplai, serta manajemen laktasi jangka panjang. (3) Intervensi Teknis Langsung: Menerapkan teknik pemberian ASI adaptif seperti kangaroo mother care (KMC) atau perawatan metode kangguru untuk menstabilkan bayi dan merangsang refleks menyusu, membantu posisi menyusui yang nyaman (seperti posisi football hold atau cross-cradle yang lebih terkontrol), dan melatih ibu tentang teknik pelekatan yang benar. (4) Dukungan Nutrisi Alternatif: Ketika menyusu langsung belum memungkinkan, perawat membantu dalam pemberian ASI perah melalui metode lain seperti cup feeding (pemberian dengan cangkir), spoon feeding, atau finger feeding yang lebih aman daripada botol untuk mencegah bingung puting, serta memastikan bayi tetap mendapat nutrisi dari ASI ibunya. (5) Monitoring: Memantau berat badan bayi, frekuensi BAK/BAB, tanda-tanda hidrasi, serta tanda stres selama menyusu. (6) Kolaborasi: Bekerja sama dengan konsultan laktasi, dokter, dan ahli gizi untuk menciptakan rencana pemberian makan yang individual. Inti dari intervensi ini adalah memberdayakan ibu dan keluarga sambil memastikan kebutuhan nutrisi dan keamanan bayi prematur terpenuhi, sehingga secara bertahap dapat mencapai kemampuan menyusu yang efektif.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434