Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24018 | 11 Feb 2026
Klinis : Data Subjektif (S) Pasien mengatakan, “Perut saya masih terasa nyeri dan menusuk, terutama kalau bergerak atau batuk.” Pasien menyebutkan skala nyeri 6 dari 10. Pasien mengatakan, “Saya sering merasa sesak, napasnya pendek, apalagi kalau jalan sedikit.” Pasien mengeluh dada terasa berat saat bernapas. Pasien mengatakan, “Kalau malam saya susah tidur, sering terbangun.” Pasien mengeluh bangun tidur badan terasa lelah. Pasien mengatakan cepat capek meskipun hanya melakukan aktivitas ringan seperti ke kamar mandi. Pasien mengatakan tidak sanggup beraktivitas seperti biasanya. Pasien mengatakan merasa cemas dan khawatir dengan kondisi kesehatannya. Pasien mengatakan sering merasa gelisah dan sulit tenang. Data Objektif (O) Pasien meringis dan memegang area nyeri saat bergerak. Pasien gelisah saat di tempat tidur. Tekanan darah 150/90 mmHg. Nadi 98 kali/menit, teraba cepat. Frekuensi napas 26 kali/menit. Terdapat penggunaan otot bantu napas saat bernapas. Saturasi oksigen 90–92% tanpa oksigen tambahan. Pada auskultasi terdengar bunyi napas tambahan ronki basah bilateral. Pasien sering menguap pada siang hari Terdapat lingkaran hitam di bawah mata. Konsentrasi pasien menurun saat diajak berkomunikasi. Saat aktivitas ringan, nadi meningkat hingga 110 kali/menit dan pasien meminta berhenti karena lelah. Kekuatan otot 4 pada semua ekstremitas. Kulit wajah pucat. Tangan pasien teraba dingin dan berkeringat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan perkiraan akhir yang dapat diantisipasi.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Kemampuan pasien untuk mengendalikan dan mengurangi pengalaman nyeri. Pada kasus ini, luaran yang diharapkan adalah intensitas nyeri pasien berkurang, yang ditandai dengan skala nyeri menurun (dari 6/10 menjadi ≤3/10), ekspresi wajah dan perilaku gelisah (meringis, memegang area nyeri, gelisah di tempat tidur) berkurang, serta pasien mampu menunjukkan teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri. Tanda vital (tekanan darah dan nadi) yang meningkat akibat nyeri juga diharapkan kembali ke rentang normal pasien. Intervensi keperawatan diarahkan untuk mencapai luaran ini melalui pemberian analgetik tepat waktu, reposisi yang nyaman, teknik distraksi, dan edukasi.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Serangkaian tindakan sistematis oleh perawat untuk melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif (PQRST), kemudian melakukan dan mengkolaborasikan intervensi untuk mengurangi nyeri. Tindakan meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, kualitas, intensitas (skala 0-10), waktu, faktor pencetus dan pereda. 2) Memberikan terapi farmakologis (analgetik) sesuai resep dan memonitor efek serta efek sampingnya. 3) Mengajarkan dan menerapkan teknik non-farmakologis seperti teknik napas dalam, distraksi (misal: mendengarkan musik), relaksasi progresif, dan imajinasi terbimbing. 4) Mengatur posisi pasien senyaman mungkin, memberikan dukungan dengan bantal, dan menghindari gerakan yang mendadak. 5) Menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman. 6) Melakukan kolaborasi dengan tim medis jika nyeri tidak terkontrol. 7) Mendokumentasikan respons pasien terhadap intervensi yang diberikan. Tindakan ini penting untuk memutus siklus nyeri-kecemasan yang memperberat persepsi nyeri.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Kondisi saat inspirasi dan/atau ekspirasi tidak memberikan ventilasi yang adekuat.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Status Pernapasan: Kemampuan pasien untuk mempertahankan pertukaran gas yang adekuat. Luaran yang diharapkan adalah pola napas pasien menjadi efektif, ditandai dengan frekuensi napas dalam rentang normal (16-20 kali/menit), tidak menggunakan otot bantu napas, saturasi oksigen ≥95% (dengan atau tanpa terapi oksigen), keluhan sesak dan dada berat berkurang, serta bunyi napas tambahan (ronki) berkurang atau hilang. Pasien juga diharapkan mampu melakukan teknik pernapasan yang efektif untuk meningkatkan ekspansi dada dan pertukaran gas. Pencapaian luaran ini sangat bergantung pada penanganan penyebab dasar (misalnya kongesti paru) dan intervensi keperawatan yang tepat.
Kode SIKI: I.04002
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas: Tindakan keperawatan untuk memastikan patensi jalan napas dan pertukaran gas yang optimal. Tindakan meliputi: 1) Memonitor frekuensi, irama, kedalaman napas, dan penggunaan otot bantu. 2) Mengauskultasi bunyi napas tiap shift atau sesuai kebutuhan. 3) Memonitor saturasi oksigen secara terus menerus. 4) Memberikan terapi oksigen sesuai program dan memonitor efektivitasnya. 5) Melakukan fisioterapi dada (jika tidak terkontraindikasi) seperti latihan napas dalam, batuk efektif, dan postural drainage untuk membersihkan sekret. 6) Mengatur posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk memudahkan ekspansi paru. 7) Mengajarkan teknik pernapasan diafragma atau bibir mengerucut (pursed-lip breathing). 8) Memastikan hidrasi adekuat untuk mengencerkan sekret. 9) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau obat lain sesuai resep. 10) Mendokumentasikan semua temuan dan respons pasien.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Kekurangan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Toleransi Aktivitas: Kemampuan pasien untuk melakukan aktivitas fisik yang diperlukan atau diinginkan tanpa mengalami kelelahan berlebihan atau gangguan fisiologis. Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat melakukan aktivitas dengan peningkatan toleransi, ditandai dengan tidak mengeluh lelah berlebihan setelah aktivitas ringan, peningkatan denyut nadi dan pernapasan setelah aktivitas masih dalam batas wajar (misal, nadi tidak >20 kali/menit dari baseline istirahat), pasien mampu menyelesaikan aktivitas perawatan diri dengan bantuan minimal, serta tanda-tanda kelelahan (menguap, lingkaran hitam) berkurang. Perencanaan aktivitas bertahap sangat penting untuk mencapai luaran ini.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Manajemen Energi: Tindakan keperawatan untuk mengoptimalkan penggunaan energi dan meningkatkan toleransi aktivitas. Tindakan meliputi: 1) Mengkaji respons fisiologis (nadi, tekanan darah, pernapasan, saturasi O2) sebelum, selama, dan setelah aktivitas. 2) Merencanakan jadwal aktivitas dan istirahat yang seimbang, mengatur periode istirahat yang cukup di antara aktivitas. 3) Membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, mendorong kemandirian secara bertahap. 4) Mengajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas, menyebar tugas sepanjang hari, dan menghindari gerakan terburu-buru. 5) Memastikan nutrisi dan hidrasi yang adekuat sebagai sumber energi. 6) Meningkatkan aktivitas secara bertahap sesuai toleransi. 7) Menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung untuk mencegah cedera akibat kelelahan. 8) Kolaborasi dengan fisioterapis jika diperlukan untuk program latihan.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau kekhawatiran yang tidak jelas dan tidak nyaman sebagai respons terhadap ancaman yang tidak spesifik.
Kode SLKI: L.12001
Deskripsi : Kontrol Ansietas: Kemampuan pasien untuk mengelola perasaan cemas dan gelisah. Luaran yang diharapkan adalah tingkat kecemasan pasien menurun, ditandai dengan pasien melaporkan perasaan cemas dan gelisah berkurang, mampu mengidentifikasi penyebab dan cara mengatasi kecemasannya, perilaku gelisah (seperti tangan berkeringat dan dingin, gelisah di tempat tidur) berkurang, serta tanda vital (tekanan darah dan nadi) yang meningkat akibat ansietas mulai stabil. Pasien juga diharapkan mampu menggunakan strategi koping yang adaptif untuk mengelola kekhawatirannya terhadap kondisi kesehatan.
Kode SIKI: I.12001
Deskripsi : Pengurangan Ansietas: Tindakan keperawatan untuk membantu mengurangi perasaan cemas dan meningkatkan perasaan tenang. Tindakan meliputi: 1) Membangun hubungan saling percaya, mendengarkan keluhan pasien dengan penuh perhatian dan empati. 2) Mengkaji tingkat ansietas, sumber, dan manifestasinya. 3) Memberikan informasi yang akurat dan jelas tentang kondisi penyakit, prosedur, dan rencana perawatan untuk mengurangi ketakutan akan hal yang tidak diketahui. 4) Mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam dan relaksasi otot progresif. 5) Mendampingi pasien, memberikan rasa aman. 6) Mengatur lingkungan agar tenang dan tidak terlalu banyak stimulasi. 7) Melibatkan keluarga untuk memberikan dukungan emosional. 8) Kolaborasi pemberian terapi farmakologis (ansiolitik) jika diperlukan sesuai resep. 9) Mendorong pasien untuk mengekspresikan perasaannya. 10) Membantu pasien mengidentifikasi pikiran negatif dan menggantinya dengan yang lebih realistis.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0008
Deskripsi Singkat: Gangguan pada kuantitas, kualitas, atau waktu tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu fungsi kehidupan yang diinginkan.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Status Tidur: Kemampuan pasien untuk mencapai
Article No. 24019 | 11 Feb 2026
Klinis : KASUS 7: Seorang perempuan (22 tahun) datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut. KLASIFIKASI DATA A. Data Subjektif (S) 1. Pasien mengatakan, “Perut saya masih terasa nyeri dan menusuk, terutama kalau bergerak atau batuk.” 2. Pasien menyebutkan skala nyeri 6 dari 10. 3. Pasien mengatakan, “Saya sering merasa sesak, napasnya pendek, apalagi kalau jalan sedikit.” 4. Pasien mengeluh dada terasa berat saat bernapas. 5. Pasien mengatakan, “Kalau malam saya susah tidur, sering terbangun.” 6. Pasien mengeluh bangun tidur badan terasa lelah. 7. Pasien mengatakan cepat capek meskipun hanya melakukan aktivitas ringan seperti ke kamar mandi. 8. Pasien mengatakan tidak sanggup beraktivitas seperti biasanya. 9. Pasien mengatakan merasa cemas dan khawatir dengan kondisi kesehatannya. 10. Pasien mengatakan sering merasa gelisah dan sulit tenang. Modifikasi : 11. Pasien menambahkan, "Saya mengalami kecelakaan jatuh dari motor semalam. Perut kanan bawah saya terbentur stang motor." 12. "Sejak kejadian jatuh itu, semua keluhan ini muncul dan terasa semakin berat." 13. "Nyeri perut yang menusuk itu sangat jelas terasa tepat di area yang terbentur." B. Data Objektif (O) 1. Pasien meringis dan memegang area nyeri saat bergerak. 2. Pasien gelisah saat di tempat tidur. 3. Tekanan darah 150/90 mmHg. 4. Nadi 98 kali/menit, teraba cepat. 5. Frekuensi napas 26 kali/menit. 6. Terdapat penggunaan otot bantu napas saat bernapas. 7. Saturasi oksigen 90–92% tanpa oksigen tambahan. 8. Pada auskultasi terdengar bunyi napas tambahan ronki basah bilateral. 9. Pasien sering menguap pada siang hari 10. Terdapat lingkaran hitam di bawah mata. 11. Konsentrasi pasien menurun saat diajak berkomunikasi. 12. Saat aktivitas ringan, nadi meningkat hingga 110 kali/menit dan pasien meminta berhenti karena lelah. 13. Kekuatan otot 4 pada semua ekstremitas. 14. Kulit wajah pucat. 15. Tangan pasien teraba dingin dan berkeringat Modifikasi 16. Terdapat echymosis (memar kebiruan) sekitar 5x5 cm di daerah perut kanan bawah. 17. Nyeri tekan (+) dan guarding (pertahanan otot dinding perut) pada area tersebut. 18. Tidak ada luka terbuka.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut berhubungan dengan trauma fisik (benturan pada abdomen)
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan abdomen, dengan onset mendadak atau lambat, intensitas ringan hingga berat, dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Pasien mampu mengontrol nyeri dengan kriteria hasil: 1) Menyatakan nyeri berkurang atau hilang, 2) Mengenali faktor pencetus nyeri, 3) Menggunakan metode nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, 4) Melaporkan tidak adanya gangguan tidur akibat nyeri, 5) Menunjukkan ekspresi wajah rileks, 6) Tanda-tanda vital dalam rentang normal, 7) Dapat berpartisipasi dalam aktivitas sesuai kemampuan.
Kode SIKI: 3510
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan yang dilakukan: 1) Kaji karakteristik nyeri (lokasi, intensitas, skala, kualitas, durasi, faktor pencetus dan pereda). 2) Observasi tanda-tanda nonverbal dan fisiologis nyeri (perubahan tanda vital, gelisah, meringis, guarding). 3) Ajarkan teknik nonfarmakologis (napas dalam, distraksi, reposisi). 4) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program terapi. 5) Ciptakan lingkungan yang nyaman. 6) Evaluasi efektivitas intervensi pengurangan nyeri. 7) Edukasi pasien dan keluarga tentang manajemen nyeri.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif berhubungan dengan nyeri abdomen (splinting)
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk bernapas secara adekuat sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan oksigenasi tubuh, ditandai dengan peningkatan usaha napas, perubahan karakteristik napas, dan abnormalitas gas darah.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Status Pernapasan: Ventilasi. Pasien mencapai ventilasi yang adekuat dengan kriteria hasil: 1) Frekuensi napas dalam rentang normal, 2) Irama napas teratur, 3) Tidak menggunakan otot bantu napas, 4) Bunyi napas bersih di seluruh lapang paru, 5) Saturasi oksigen dalam rentang normal, 6) Gas darah arteri dalam rentang normal.
Kode SIKI: 3230
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi keperawatan yang dilakukan: 1) Monitor frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas. 2) Auskultasi bunyi napas. 3) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (semi fowler/fowler). 4) Ajarkan teknik napas dalam dan batuk efektif dengan memegang area nyeri (splinting). 5) Monitor saturasi oksigen dan tanda-tanda hipoksia. 6) Kolaborasi pemberian oksigen tambahan sesuai kebutuhan. 7) Kolaborasi pemeriksaan analisa gas darah. 8) Anjurkan latihan napas secara teratur.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen (akibat nyeri dan gangguan pernapasan)
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan, yang dimanifestasikan dengan kelelahan, sesak napas, dan respons kardiovaskular yang tidak normal terhadap aktivitas.
Kode SLKI: 0005
Deskripsi : Toleransi Aktivitas. Pasien menunjukkan peningkatan toleransi aktivitas dengan kriteria hasil: 1) Melaporkan penurunan keluhan sesak napas dan kelelahan saat beraktivitas, 2) Mampu melakukan aktivitas sehari-hari sesuai tingkat kemampuan, 3) Tanda vital (nadi, tekanan darah, pernapasan) stabil selama dan setelah aktivitas, 4) Tidak menunjukkan kelemahan otot yang signifikan, 5) Kualitas tidur membaik.
Kode SIKI: 0201
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi keperawatan yang dilakukan: 1) Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (nadi, tekanan darah, pernapasan, saturasi O2, kelelahan). 2) Bantu pasien mengidentifikasi aktivitas prioritas. 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas. 4) Ajarkan teknik penghematan energi (duduk saat melakukan aktivitas, bagi tugas menjadi bagian kecil). 5) Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan. 6) Tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai toleransi. 7) Monitor pola tidur dan kualitas tidur.
Kondisi: Ansietas berhubungan dengan ancaman terhadap status kesehatan dan perubahan dalam peran (trauma mendadak)
Kode SDKI: 0012
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau kekhawatiran yang tidak jelas dan tidak nyaman sebagai respons terhadap ancaman yang tidak spesifik atau tidak diketahui, disertai dengan respons otonom (misalnya, peningkatan nadi, berkeringat).
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Kontrol Ansietas. Pasien mampu mengontrol ansietas dengan kriteria hasil: 1) Menyatakan perasaan cemas berkurang, 2) Mengenali tanda-tanda ansietas, 3) Menggunakan strategi koping yang efektif untuk mengurangi ansietas, 4) Tampak rileks (ekspresi wajah, postur tubuh), 5) Tanda-tanda vital dalam rentang normal, 6) Dapat beristirahat dan tidur dengan cukup.
Kode SIKI: 5820
Deskripsi : Pengurangan Ansietas. Intervensi keperawatan yang dilakukan: 1) Kaji tingkat ansietas dan faktor penyebab. 2) Dengarkan keluhan dan perasaan pasien dengan penuh perhatian. 3) Berikan informasi yang akurat tentang kondisi, prosedur, dan rencana perawatan. 4) Ajarkan teknik relaksasi sederhana (napas dalam, relaksasi otot progresif). 5) Bantu pasien mengidentifikasi mekanisme koping yang biasa digunakan. 6) Pertahankan lingkungan yang tenang dan nyaman. 7) Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan emosional. 8) Kolaborasi jika diperlukan terapi farmakologis untuk ansietas berat.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Perifer berhubungan dengan penurunan curah jantung sekunder terhadap respons nyeri dan stres (hipertensi, takikardi, kulit dingin)
Kode SDKI: 0020
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan nutrisi dan respirasi pada tingkat kapiler, yang dapat mengancam kehidupan seluler, jaringan, dan organ. Pada kasus ini, data pendukung adalah tekanan darah tinggi, nadi cepat, kulit pucat, dingin, dan berkeringat sebagai respons simpatis terhadap nyeri dan ansietas.
Kode SLKI: 0404
Deskripsi : Status Sirkulasi: Perfusi Jaringan Perifer. Pasien mempertahankan perfusi jaringan perifer yang adekuat dengan kriteria hasil: 1) Denyut nadi perifer teraba kuat dan simetris, 2) Warna kulit normal (tidak pucat/sianosis), 3) Suhu kulit hangat, 4) Pengisian kapiler kurang dari 3 detik, 5) Tekanan darah dalam rentang normal yang diharapkan, 6) Tidak ada keluhan kesemutan atau kebas.
Kode SIKI: 4018
Deskripsi : Pemantauan Perfusi Jaringan. Intervensi keperawatan yang dilakukan: 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, frekuensi napas) secara berkala. 2) Kaji kualitas nadi perifer (radialis, dorsalis pedis). 3) Observasi warna, suhu, dan kelembaban kulit serta membran mukosa. 4) Kaji waktu pengisian kapiler. 5) Monitor keluaran urine (balance cairan). 6) Pertahankan posisi yang tidak menghambat aliran darah. 7) Kolaborasi dalam manajemen nyeri untuk mengurangi respons stres simpatis. 8) Hindari paparan suhu dingin yang ekstrem.
Article No. 24020 | 11 Feb 2026
Klinis : Riwayat penyakit sekarang : Tn. X datang ke IGD dengan kondisi sesak napas dan terdapat edema pada kedua kakinya. Tn. X juga menyampaikan merasakan nyeri di kedua kakinya yang edema tersebut. Selama di IGD ia mendapatkan intervensi, salah satunya adalah terapi oksigen. Tn. X kemudian dipindahkan ke Ruang A untuk mendapatkan perawatan. Selama di ruang tersebut, intervensi yang diterima oleh Tn. S, seperti pemeriksaan EKG, injeksi furosemid, hingga pemantauan balance cairan. Riwayat penyakit sebelumnya: Tn. X tidak memiliki riwayat diabetes mellitus tipe 2. Gejala yang ia rasakan berkaitan dengan penyakitnya adalah poliuria (sering buang air kecil) dan polidipsia (sering merasa haus). Tn. X juga menyampaikan bahwasannya saat ia buang air kecil yang keluar hanya sedikit, sedangkan ketika haus minuman yang biasa diminum adalah es teh. Ia juga menyampaikan untuk konsumsi air putih kadang-kadang.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas dan Nyeri Akut terkait Gagal Jantung Kongestif
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah kondisi dimana terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen tubuh, serta ketidakmampuan untuk mengeliminasi karbon dioksida secara adekuat. Pada kasus Tn. X, kondisi ini dimanifestasikan dengan sesak napas yang menjadi alasan utama datang ke IGD. Sesak napas ini disebabkan oleh edema paru (kongesti paru) sebagai komplikasi dari gagal jantung. Jantung yang gagal memompa secara efektif menyebabkan peningkatan tekanan di pembuluh darah paru, sehingga cairan merembes ke dalam alveoli. Hal ini mengganggu proses difusi oksigen dari alveoli ke dalam darah, menyebabkan hipoksia. Intervensi pemberian terapi oksigen di IGD merupakan tindakan langsung untuk mengatasi defisit ini. Selain itu, gejala seperti edema pada kaki (edema dependen) dan output urin yang sedikit (oliguria) mengindikasikan adanya kelebihan cairan tubuh (fluid overload) yang memperberat kerja jantung dan paru-paru. Riwayat poliuria dan polidipsia, meskipun disangkal riwayat DM, perlu diwaspadai sebagai gejala dari gangguan lain seperti Diabetes Insipidus atau sebagai kompensasi ginjal terhadap gangguan hemodinamik, yang juga dapat mempengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit, serta secara tidak langsung mempengaruhi status oksigenasi.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI L.04001 adalah Luaran yang diharapkan dimana "Status Pernapasan: Pertukaran Gas" dapat tercapai secara optimal. Target luaran untuk Tn. X meliputi: frekuensi pernapasan dalam rentang normal, tidak adanya sesak napas (dispnea) atau sianosis, saturasi oksigen (SpO2) dalam batas normal atau sesuai target tanpa bantuan oksigen, dan hasil analisis gas darah (jika dilakukan) yang normal. Pencapaian luaran ini diukur melalui pemantauan ketat tanda-tanda vital pernapasan, pengukuran saturasi oksigen secara berkala, dan observasi klinis terhadap usaha napas pasien. Intervensi seperti pemberian oksigen, pemberian diuretik (furosemid) untuk mengurangi kelebihan cairan yang membebani paru, serta posisi semi-Fowler untuk memudahkan ekspansi paru, semuanya diarahkan untuk mencapai luaran ini. Pemantauan balance cairan yang ketat juga penting untuk mengevaluasi efektivitas terapi diuretik dan mengontrol beban cairan intravaskuler yang berdampak langsung pada tekanan hidrostatik di kapiler paru. Dengan terkendalinya gagal jantung dan edema paru, pertukaran gas diharapkan dapat kembali normal.
Kode SIKI: I.08039
Deskripsi : SIKI I.08039 adalah Intervensi "Manajemen Jalan Napas". Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan untuk memastikan patensi jalan napas dan memfasilitasi pertukaran gas yang adekuat. Pada Tn. X, implementasinya meliputi: 1) Mempertahankan pemberian terapi oksigen sesuai order (mulai dari di IGD hingga ke ruang rawat) dengan alat dan flow yang tepat, serta memantau efektivitasnya melalui saturasi oksigen. 2) Memposisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau duduk (orthopnea) untuk memanfaatkan gravitasi dalam mengurangi tekanan abdomen terhadap diafragma dan memudahkan ekspansi paru. 3) Melakukan auskultasi suara napas secara rutin untuk mendeteksi adanya crackles (ronki) yang mengindikasikan edema paru atau wheezing. 4) Memantau status pernapasan meliputi frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas. 5) Kolaborasi dalam pemberian obat bronkodilator atau diuretik seperti furosemid sesuai resep. 6) Melakukan fisioterapi dada jika diperlukan untuk membantu mobilisasi sekret. 7) Memantau hasil pemeriksaan penunjang seperti EKG (untuk melihat tanda beban jantung) dan foto thorax. 8) Edukasi pasien untuk melaporkan segera jika sesak bertambah berat. Intervensi ini bersifat komprehensif dan terus menerus untuk mencegah memburuknya gangguan pertukaran gas.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Nyeri akut didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang mendadak atau lambat dan berdurasi terbatas. Pada Tn. X, nyeri di kedua kaki yang edema merupakan manifestasi langsung dari kondisi patofisiologisnya. Edema pada gagal jantung terjadi akibat peningkatan tekanan hidrostatik di pembuluh darah vena perifer karena jantung gagal memompa darah balik secara efektif (gagal jantung kanan). Akumulasi cairan di jaringan interstitial ini menyebabkan pembengkakan (edema pitting) yang meregangkan jaringan dan menekan ujung-ujung saraf, sehingga menimbulkan sensasi nyeri yang digambarkan sebagai rasa berat, tegang, atau sakit. Nyeri ini bersifat akut karena terkait dengan episode akut dari gagal jantungnya. Selain faktor edema, pada pasien dengan gangguan vaskuler kronis, iskemia jaringan juga dapat menjadi penyebab nyeri. Nyeri ini mempengaruhi kenyamanan pasien, dapat meningkatkan stres dan kecemasan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kebutuhan oksigen jantung dan memperburuk kondisi hemodinamik. Oleh karena itu, manajemen nyeri merupakan bagian integral dari perawatan holistik Tn. X.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : SLKI L.10001 adalah Luaran yang diharapkan dimana "Tingkat Nyeri: Kontrol Nyeri" tercapai. Target luaran untuk Tn. X adalah mengurangi skala intensitas nyeri (misalnya, dari skala 7/10 menjadi ≤3/10 atau berdasarkan kriteria yang ditetapkan), pasien melaporkan peningkatan kenyamanan, serta menunjukkan perilaku yang menunjukkan nyeri terkontrol (seperti ekspresi wajah rileks, mampu beristirahat, dan kooperatif selama tindakan). Pengukuran luaran ini dilakukan dengan menggunakan alat skala nyeri yang valid (skala numerik atau wajah), observasi perilaku nyeri, dan laporan verbal dari pasien. Intervensi keperawatan seperti reposisi kaki yang edema (ditinggikan/elebasi), kompres hangat atau dingin sesuai indikasi, dan manajemen farmakologis jika diperlukan (dalam kolaborasi), semuanya bertujuan untuk mencapai luaran kontrol nyeri ini. Mengurangi edema melalui terapi diuretik juga akan secara signifikan mengurangi sumber nyeri itu sendiri.
Kode SIKI: I.11030
Deskripsi : SIKI I.11030 adalah Intervensi "Manajemen Nyeri". Implementasi intervensi ini pada Tn. X meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif menggunakan metode PQRST (Provoking/Palliative, Quality, Region/Radiation, Severity, Time) untuk menentukan karakteristik nyeri di kakinya. 2) Mengajarkan dan menggunakan skala nyeri untuk memantau intensitas nyeri sebelum dan setelah intervensi. 3) Melakukan intervensi non-farmakologis seperti elevasi (meninggikan) kedua kaki di atas level jantung saat berbaring untuk mempromosikan drainase vena dan limfatik, mengurangi edema, dan meredakan nyeri. 4) Memberikan edukasi pada pasien tentang hubungan antara edema dan nyeri yang dialaminya. 5) Melakukan kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian analgesik jika nyeri berat dan mengganggu, dengan mempertimbangkan fungsi ginjal dan jantung pasien. 6) Memantau efektivitas intervensi pengurangan edema (seperti terapi diuretik) karena hal ini akan langsung berdampak pada pengurangan nyeri. 7) Menciptakan lingkungan yang tenang dan mendukung untuk mengurangi ansietas yang dapat memperberat persepsi nyeri. Intervensi ini dilakukan secara teratur dan dievaluasi untuk memastikan kenyamanan pasien.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0041
Deskripsi Singkat: Kelebihan volume cairan adalah kondisi dimana terjadi peningkatan retensi cairan dan natrium dalam tubuh. Ini adalah diagnosa keperawatan inti yang sangat relevan dengan kondisi Tn. X. Data yang mendukung adalah edema bilateral pada kaki (edema dependen), sesak napas (sebagai tanda edema paru), output urin yang sedikit (oliguria), dan riwayat konsumsi cairan yang mungkin tidak terkontrol (es teh manis berpotensi tinggi gula dan garam). Pada gagal jantung, mekanisme kompensasi seperti aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) menyebabkan retensi natrium dan air oleh ginjal, memperburuk kelebihan volume cairan. Kelebihan cairan ini meningkatkan preload jantung, memperberat gagal pompa, dan menyebabkan kongesti di sistem vena (edema kaki) serta kapiler paru (edema paru dan sesak). Pemantauan balance cairan yang ketat, seperti yang diterima Tn. X, adalah indikator langsung dari upaya mengelola masalah ini. Poliuria dan polidipsia yang disampaikan pasien bisa merupakan gejala dari kondisi lain, tetapi dalam konteks gagal jantung yang terkontrol buruk, bisa juga merupakan fluktuasi output urin sebelum terjadi dekompensasi akut yang menyebabkan oliguria.
Kode SLKI: L.06003
<Deskripsi : SLKI L.06003 adalah Luaran
Article No. 24021 | 11 Feb 2026
Klinis : Riwayat penyakit sekarang : Tn. X datang ke IGD dengan kondisi sesak napas dan terdapat edema pada kedua kakinya. Tn. X juga menyampaikan merasakan nyeri di kedua kakinya yang edema tersebut. Selama di IGD ia mendapatkan intervensi, salah satunya adalah terapi oksigen. Tn. X kemudian dipindahkan ke Ruang A untuk mendapatkan perawatan. Selama di ruang tersebut, intervensi yang diterima oleh Tn. S, seperti pemeriksaan EKG, injeksi furosemid, hingga pemantauan balance cairan. Riwayat penyakit sebelumnya: Tn. X tidak memiliki riwayat diabetes mellitus tipe 2. Gejala yang ia rasakan berkaitan dengan penyakitnya adalah poliuria (sering buang air kecil) dan polidipsia (sering merasa haus). Tn. X juga menyampaikan bahwasannya saat ia buang air kecil yang keluar hanya sedikit, sedangkan ketika haus minuman yang biasa diminum adalah es teh. Ia juga menyampaikan untuk konsumsi air putih kadang-kadang.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pertukaran gas membaik, ditandai dengan: 1) Pernapasan dalam rentang normal, 2) Irama jantung dalam rentang normal, 3) Bunyi napas bersih, 4) Tidak ada sianosis, 5) Tidak ada dispnea, 6) Tidak ada kelelahan otot pernapasan, 7) Analisis gas darah dalam rentang normal, 8) Saturasi oksigen dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.05280
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Tindakan: 1) Monitor kepatenan jalan napas, 2) Posisikan untuk memaksimalkan ventilasi (mis., kepala tempat tidur ditinggikan, posisi Fowler), 3) Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan, 4) Lakukan penghisapan lendir jika diperlukan, 5) Ajarkan batuk efektif dan napas dalam, 6) Kolaborasi pemberian obat bronkodilator sesuai program terapi, 7) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai program, 8) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, upaya pernapasan), 9) Monitor bunyi napas, 10) Monitor tanda-tanda hipoksia/hipoksemia, 11) Monitor analisis gas darah, 12) Monitor saturasi oksigen, 13) Monitor tanda-tanda vital.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Nyeri terkontrol, ditandai dengan: 1) Mengungkapkan nyeri berkurang/hilang, 2) Ekspresi wajah rileks, 3) Tidak gelisah, 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal, 5) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan.
Kode SIKI: I.09043
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Kaji nyeri (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas, faktor pencetus), 2) Kaji respons nonverbal terhadap ketidaknyamanan, 3) Monitor faktor-faktor yang mempengaruhi respon terhadap nyeri, 4) Ajarkan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri (mis., distraksi, relaksasi, imajinasi terbimbing), 5) Lakukan tindakan kenyamanan (reposisi, masase), 6) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai indikasi, 7) Evaluasi efektivitas tindakan pengurangan nyeri, 8) Monitor tanda-tanda vital sebelum dan sesudah pemberian analgesik, 9) Monitor efek samping terapi farmakologi.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Peningkatan retensi cairan isotonik.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Keseimbangan cairan membaik, ditandai dengan: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal, 2) Tidak ada edema, 3) Tidak ada bunyi napas tambahan (ronkhi, wheezing), 4) Berat badan stabil, 5) Asupan dan haluaran seimbang, 6) Turgor kulit baik, 7) Membran mukosa lembab.
Kode SIKI: I.08017
Deskripsi : Manajemen Kelebihan Volume Cairan. Tindakan: 1) Monitor status cairan (balance cairan, berat badan, edema, turgor kulit), 2) Monitor tanda-tanda vital, 3) Monitor bunyi napas, 4) Monitor status pernapasan, 5) Anjurkan pembatasan cairan sesuai program terapi, 6) Anjurkan pembatasan natrium sesuai program terapi, 7) Kolaborasi pemberian diuretik sesuai program terapi, 8) Lakukan perawatan kulit pada area edema, 9) Posisikan untuk meminimalkan edema (tinggikan ekstremitas edema), 10) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, BUN, kreatinin).
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk memenuhi atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Toleransi aktivitas membaik, ditandai dengan: 1) Mampu melakukan aktivitas sehari-hari, 2) Tanda-tanda vital dalam rentang normal selama aktivitas, 3) Tidak mengeluh lelah/lemah, 4) Tidak sesak saat aktivitas.
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Manajemen Energi. Tindakan: 1) Kaji faktor penyebab kelelahan, 2) Monitor respons terhadap aktivitas (tanda-tanda vital, saturasi oksigen, kelelahan), 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup, 4) Bantu pasien mengidentifikasi aktivitas yang dapat didelegasikan, 5) Anjurkan teknik penghematan energi, 6) Bantu memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari sesuai toleransi, 7) Tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai toleransi.
Article No. 24022 | 11 Feb 2026
Klinis : Tidak bisa BAK, keluar darah dari penis TelaahPasien datang dengan keluhan tidak bisa BAK sudah 1 hari ini. Perut terasa nyeri dan keras. Keluar darah dari penis sejak pagi, darah segar (meatal bleeding (+)). Pasien riw operasi hernia (6/2/26). Riw BPH rutin kontrol dan HF Riwayat Penyakit Dahulupost hernioraphy with mesh d/t (R) HIL + HFpEF + + CAD HHD + CAD3VD + PVC + BPH OSens CM VAS 8 TD 114/61 HR 79 RR 20 Temp 36.1 SpO2 99% (room air) STATUS LOKALISATA Mata : CA (-/-), SI (-/-) Mulut : coated tongue (-), faring hiperemis (-), T1/T1 Leher : TVJ R-2cmHg, lymphadenopathy (-) Thoraks : sp ves (+/+), rh (-/-), wh (-/-), BJ 1,2 reg, murmur (-) Abdomen : soepel, NT (-), normoperistaltik, normothympani, H/L tidak teraba, CVA -/-, McBurney (-) Eks : akral hangat, CRT<2, t/v kuat, edem pretibial (-/-) Genitalia : Meatal bleeding (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Eliminasi Urin (Retensi Urin) dan Perdarahan dari Saluran Kemih Bawah
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Gangguan eliminasi urin adalah keadaan ketidakmampuan seseorang untuk mengeluarkan urin secara adekuat dari kandung kemih, yang dapat berupa retensi urin (ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih) atau inkontinensia (ketidakmampuan menahan urin). Pada kasus ini, fokusnya adalah pada retensi urin akut yang disertai dengan komplikasi perdarahan (meatal bleeding). Kondisi ini berkaitan dengan riwayat Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) dan operasi hernia inguinalis baru-baru ini, yang dapat menjadi faktor penyebab atau eksaserbasi. Retensi urin ditandai dengan ketidakmampuan berkemih selama 1 hari, nyeri dan kekakuan pada perut (distensi kandung kemih), serta adanya darah segar yang keluar dari meatus uretra. Perdarahan ini dapat berasal dari trauma, infeksi, atau komplikasi pasca operasi/prosedur, serta dapat diperberat oleh adanya BPH atau gangguan pembekuan darah. Gangguan ini menyebabkan ketidaknyamanan fisik (nyeri, VAS 8), risiko infeksi, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, serta kecemasan pada pasien.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : SLKI L.03114 berfokus pada pemulihan eliminasi urin yang adekuat. Tujuan keperawatan adalah pasien dapat mengeluarkan urin dengan lancar, volume adekuat, dan tanpa komplikasi lebih lanjut seperti perdarahan atau infeksi. Intervensi yang direncanakan meliputi: 1) Memantau tanda-tanda retensi urin (distensi abdomen, nyeri suprapubik, ketidakmampuan berkemih) dan karakteristik perdarahan (warna, jumlah, frekuensi). 2) Melakukan kateterisasi urin sesuai indikasi dan protokol untuk mengosongkan kandung kemih secara bertahap, sekaligus memantau warna dan karakter urin (hematuria). 3) Memonitor haluaran urin (jumlah, warna, konsistensi) secara ketat setelah kateterisasi atau setelah kemampuan berkemih kembali. 4) Memberikan edukasi pada pasien tentang pentingnya menghindari mengejan saat berkemih, meningkatkan asupan cairan jika tidak terkontraindikasi, dan melaporkan segera jika nyeri bertambah atau perdarahan berlanjut. 5) Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian terapi farmakologi (seperti alpha-blocker untuk BPH, analgesik, atau obat hemostatik) dan pemeriksaan penunjang seperti USG abdomen atau sistoskopi jika diperlukan. 6) Memastikan kebersihan area genital untuk mencegah infeksi, terutama dengan adanya kateter dan perdarahan.
Kode SIKI: I.05039
Deskripsi : I.05039 adalah intervensi keperawatan spesifik untuk mengatasi retensi urin. Implementasinya mencakup serangkaian tindakan: Pertama, lakukan pengkajian menyeluruh terhadap pola berkemih pasien, termasuk riwayat BPH, operasi hernia terbaru (yang berpotensi menyebabkan edema atau kompresi), dan gejala yang dirasakan. Kedua, lakukan palpasi abdomen untuk mengidentifikasi distensi kandung kemih (buli-buli) dan tingkat nyeri. Ketiga, jika indikasi dan atas instruksi medis, lakukan kateterisasi urin dengan teknik steril dan hati-hati, memperhatikan kemungkinan obstruksi atau striktur. Pengosongan kandung kemih harus dilakukan secara bertahap (biasanya tidak lebih dari 500-700 ml sekaligus) untuk mencegah komplikasi seperti hematuria pasca-dekompresi atau syok. Keempat, setelah kateterisasi, amankan kateter dengan baik untuk mencegah tarikan dan trauma pada meatus yang sudah mengalami perdarahan. Kelima, observasi urin yang keluar: catat warna (apakah merah segar, merah kecoklatan, atau jernih), jumlah, dan ada/tidaknya gumpalan. Keenam, berikan perawatan perineal dan meatus uretra dengan cairan antiseptik ringan untuk menjaga kebersihan dan mencegah infeksi ascending. Ketujuh, edukasi pasien dan keluarga tentang perawatan kateter (jika dipasang menetap), tanda-tanda infeksi, dan pentingnya hidrasi. Kedelapan, kolaborasi pemberian obat sesuai resep dan persiapan pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mengidentifikasi sumber perdarahan (misalnya dari prostat, uretra, atau akibat trauma). Intervensi ini juga mencakup pemantauan tanda vital (terutama TD dan HR) untuk mendeteksi tanda syok hipovolemik jika perdarahan signifikan, meskipun pada data pasien saat ini hemodinamik masih stabil. Pendekatan holistik juga diperlukan mengingat komorbiditas pasien (HFpEF, CAD) yang memerlukan keseimbangan cairan yang sangat hati-hati.
Article No. 23984 | 10 Feb 2026
Klinis : Pasien masuk rumah sakit dengan keluhan utama sesak napas. Diagnosis medis pneumonia.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas terkait Pneumonia
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah keadaan dimana individu mengalami kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler. Pada pasien pneumonia, proses inflamasi dan konsolidasi di alveoli menyebabkan area paru tidak dapat berfungsi secara efektif untuk pertukaran gas. Cairan dan sel-sel inflamasi (eksudat) mengisi alveoli, yang seharusnya berisi udara, sehingga mengurangi luas permukaan membran respirasi. Hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan ventilasi (aliran udara) dan perfusi (aliran darah), menyebabkan hipoksemia (kadar oksigen darah rendah) dan seringkali retensi karbondioksida. Pasien akan menunjukkan tanda-tanda seperti sesak napas (dispnea), takipnea, sianosis, gelisah, dan penurunan saturasi oksigen (SpO2). Diagnosa ini menjadi fokus utama karena langsung mengancam kehidupan dan memerlukan intervensi segera untuk memastikan kecukupan oksigenasi jaringan tubuh.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : SLKI 0401 adalah Manajemen Pernapasan. Tujuan dari intervensi keperawatan ini adalah untuk mempertahankan atau memulihkan pola pernapasan yang optimal dan memadai untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi tubuh. Pada pasien pneumonia, manajemen pernapasan meliputi serangkaian tindakan yang komprehensif. Pertama, pemantauan ketat terhadap status pernapasan, termasuk frekuensi, irama, kedalaman, usaha pernapasan, penggunaan otot bantu, serta pemantauan saturasi oksigen secara berkala dan analisis gas darah jika diperlukan. Kedua, pemberian terapi oksigen sesuai resep dan protokol, memastikan alat oksigenasi (seperti kanul nasal, masker) berfungsi baik dan memberikan FiO2 yang tepat. Ketiga, memposisikan pasien dalam posisi yang memudahkan ekspansi paru, seperti posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi, untuk memanfaatkan gravitasi membantu pengembangan paru. Keempat, melakukan fisioterapi dada seperti latihan napas dalam, batuk efektif, dan postural drainage jika diindikasikan untuk membersihkan jalan napas dari sekret. Kelima, mengajarkan dan mendorong teknik batuk yang efektif serta penggunaan spirometer insentif. Keenam, memastikan hidrasi yang adekuat (baik oral maupun intravena) untuk mengencerkan sekret sehingga mudah dikeluarkan. Tindakan-tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan ventilasi, memaksimalkan pertukaran gas, dan mencegah komplikasi seperti atelektasis.
Kode SIKI: 040101, 040102, 040103, 040104, 040105, 040106, 040107
Deskripsi : SIKI merupakan tindakan keperawatan spesifik yang operasional dari SLKI 0401 (Manajemen Pernapasan). Berikut adalah penjelasan beberapa kunci SIKI yang relevan: 040101 - Memantau status pernapasan, meliputi observasi tanda-tanda distress pernapasan (cuping hidung, retraksi), auskultasi bunyi napas (mengi, ronki, penurunan bunyi napas), dan mencatat perubahan. 040102 - Memantau hasil pemeriksaan penunjang seperti saturasi oksigen (pulse oximetry) dan hasil analisis gas darah (jika ada) untuk menilai keefektifan pertukaran gas. 040103 - Membersihkan jalan napas dengan teknik batuk efektif atau suction jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri, dengan memperhatikan prinsip sterilitas untuk mencegah infeksi tambahan. 040104 - Mengatur posisi untuk memaksimalkan ventilasi, yaitu dengan meninggikan kepala tempat tidur 45-60 derajat, yang juga membantu mencegah aspirasi. 040105 - Melakukan latihan napas dalam dan batuk efektif setiap 2-4 jam, membimbing pasien untuk menarik napas dalam pelan melalui hidung, menahannya, lalu menghembuskan melalui mulut secara perlahan, diikuti dengan batuk terkontrol. 040106 - Mengajarkan penggunaan spirometer insentif dan mendorong penggunaannya setiap 1-2 jam saat terjaga untuk mengembangkan alveoli dan mencegah atelektasis. 040107 - Mengelola terapi oksigen sesuai order, termasuk memastikan keamanan (menjauhkan dari sumber api, memeriksa kelembaban) dan mengevaluasi respons pasien terhadap terapi. Selain itu, tindakan lain seperti 040108 (Mengelola terapi nebulizer) mungkin juga diberikan untuk pemberian bronkodilator atau mukolitik. Pelaksanaan SIKI ini harus dilakukan secara teratur, terdokumentasi, dan dievaluasi hasilnya untuk melihat kemajuan atau mendeteksi kegagalan intervensi secara dini. Evaluasi keberhasilan ditandai dengan membaiknya saturasi oksigen (>95%), berkurangnya frekuensi dan usaha pernapasan, bunyi napas yang jernih atau berkurangnya ronki, serta kemampuan pasien mengeluarkan sekret dengan efektif.
Article No. 23985 | 10 Feb 2026
Klinis : risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Risiko Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan
Kode ICD-10: Z13.4
Deskripsi Singkat : Kode Z13.4 mengindikasikan pemeriksaan skrining khusus untuk gangguan perkembangan pada masa kanak-kanak. Ini bukan diagnosis penyakit, melainkan alasan untuk kontak dengan layanan kesehatan, yaitu untuk penyelidikan atau pemantauan risiko. Kondisi ini merujuk pada situasi di mana seorang anak memiliki faktor risiko (seperti riwayat keluarga, kelahiran prematur, infeksi prenatal, atau kekhawatiran orang tua/pengasuh) yang membuatnya lebih rentan terhadap keterlambatan atau penyimpangan dalam mencapai tonggak perkembangan (milestone) di bidang motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, atau adaptif. Penggunaan kode ini tepat untuk kunjungan yang bertujuan skrining, observasi, atau konsultasi perkembangan sebelum adanya diagnosis definitif. Tujuannya adalah deteksi dini dan intervensi segera jika ditemukan masalah, sehingga dapat memaksimalkan potensi perkembangan anak. Kode ini termasuk dalam bab 'Faktor yang Mempengaruhi Status Kesehatan dan Kontak dengan Layanan Kesehatan' (Z00-Z99).
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23986 | 10 Feb 2026
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi Tuberkulosis Paru
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons terhadap patogen (Mycobacterium tuberculosis) yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.08036
Deskripsi : Pengendalian Infeksi: Tindakan keperawatan untuk meminimalkan atau mencegah penularan mikroorganisme patogen kepada pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan. Pada konteks tuberkulosis, fokusnya adalah mencegah penularan kuman ke orang lain dan mencegah infeksi sekunder pada pasien. Intervensi meliputi: 1) Edukasi pasien dan keluarga tentang cara penularan TB melalui droplet udara saat batuk/bersin/bicara, pentingnya menutup mulut dengan tisu atau lengan saat batuk, serta pembuangan dahak yang aman (dibakar/dikubur). 2) Anjurkan kepatuhan terhadap protokol batuk dan etika bersin. 3) Anjurkan penggunaan masker bedah, terutama saat berinteraksi dengan orang lain di fase awal pengobatan. 4) Lakukan pengawasan minum obat (DOTS) untuk memastikan kepatuhan dan menekan penyebaran kuman. 5) Anjurkan ventilasi yang baik di ruangan tempat pasien beraktivitas. 6) Identifikasi dan edukasi kontak erat pasien untuk skrining. 7) Pantau tanda-tanda penyebaran infeksi atau komplikasi seperti batuk darah, nyeri dada hebat, atau penurunan kesadaran. Tindakan ini bertujuan memutus rantai penularan, melindungi masyarakat, dan mendukung kesembuhan pasien.
Kode SIKI: I.08036
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan setelah intervensi keperawatan dilaksanakan: 1) Pasien dan keluarga dapat mendemonstrasikan cara batuk yang aman dan pembuangan dahak yang benar. 2) Pasien menggunakan masker sesuai anjuran saat berinteraksi. 3) Tidak ada anggota keluarga atau pengunjung yang tertular TB dari pasien (berdasarkan pemantauan). 4) Pasien menunjukkan kepatuhan minum obat antituberkulosis (OAT) yang dapat dilihat dari ketepatan waktu dan kelengkapan pengobatan. 5) Lingkungan rumah pasien memiliki sirkulasi udara yang memadai. 6) Kontak erat pasien telah dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut. 7) Tanda-tanda vital pasien stabil dan tidak ada gejala komplikasi yang mengancam jiwa. Keberhasilan intervensi ditandai dengan terkendalinya risiko penularan dan meningkatnya pemahaman serta partisipasi aktif pasien dan keluarga dalam program pengobatan TB.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.04002
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas: Tindakan keperawatan untuk mempertahankan jalan napas yang paten dan meningkatkan pertukaran gas. Pada pasien tuberkulosis dengan batuk berdahak dan sesak napas, intervensi meliputi: 1) Kaji frekuensi, kedalaman, dan pola pernapasan serta suara napas tambahan (ronkhi, wheezing). 2) Ajarkan dan bantu teknik batuk efektif dan latihan napas dalam untuk mengeluarkan sekret. 3) Posisikan pasien semi-Fowler atau posisi yang nyaman untuk memaksimalkan ekspansi paru. 4) Lakukan fisioterapi dada (postural drainage dan perkusi) jika diperlukan dan sesuai kondisi pasien. 5) Anjurkan hidrasi yang adekuat (minum air hangat) untuk mengencerkan dahak. 6) Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi dan resep dokter untuk mengatasi sesak napas. 7) Pantau karakteristik dahak (jumlah, warna, konsistensi) dan adanya batuk darah (hemoptisis). 8) Kolaborasi pemberian obat mukolitik atau bronkodilator sesuai resep. 9) Monitor saturasi oksigen (SpO2) secara berkala. Tindakan ini bertujuan mengurangi resistensi jalan napas, mengoptimalkan pertukaran oksigen dan karbon dioksida, serta mencegah komplikasi seperti atelektasis.
Kode SIKI: I.04002
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan: 1) Jalan napas pasien paten dibuktikan dengan tidak adanya suara napas tambahan atau pengurangan signifikan. 2) Pasien mampu mengeluarkan sekret secara efektif dengan batuk. 3) Pola napas pasien kembali normal (eupnea), frekuensi 12-20 kali/menit, dan tidak ada keluhan sesak napas. 4) Saturasi oksigen dalam batas normal (>95%). 5) Ekspansi dada simetris dan adekuat. 6) Dahak berkurang jumlahnya dan lebih encer. 7) Pasien tampak nyaman dan tidak menggunakan otot bantu pernapasan. Keberhasilan manajemen jalan napas ditandai dengan membaiknya parameter pernapasan dan berkurangnya distress pernapasan yang dialami pasien.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.05001
Deskripsi : Manajemen Nutrisi: Tindakan keperawatan untuk memfasilitasi asupan makanan dan cairan yang adekuat guna memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Pada pasien TB dengan anoreksia dan proses infeksi kronis yang meningkatkan metabolisme, intervensi meliputi: 1) Kaji status nutrisi meliputi berat badan, indeks massa tubuh (IMT), riwayat penurunan berat badan, dan asupan makanan per hari. 2) Identifikasi faktor penyebab anoreksia seperti efek samping obat (misal: rasa mual dari OAT), demam, atau kelemahan. 3) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun diet tinggi kalori dan tinggi protein (TKTP) dalam porsi kecil namun sering. 4) Anjurkan makanan yang mudah dicerna, disukai pasien, dan kaya zat gizi (telur, ikan, ayam, tempe, tahu, susu). 5) Ciptakan lingkungan makan yang nyaman dan bebas bau tidak sedap. 6) Berikan edukasi tentang pentingnya nutrisi untuk mendukung penyembuhan dan mencegah kekambuhan. 7) Pantau asupan dan output cairan untuk mencegah dehidrasi. 8) Berikan obat antiemetik sesuai kolaborasi jika mual muntah mengganggu. 9) Lakukan pemantauan berat badan secara berkala (misal, seminggu sekali). Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan energi dan protein untuk perbaikan jaringan, meningkatkan sistem imun, dan mendukung efektivitas pengobatan.
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : Kriteria hasil yang diharapkan: 1) Pasien menunjukkan peningkatan nafsu makan dan asupan makanan. 2) Berat badan pasien meningkat atau stabil, tidak terjadi penurunan lebih lanjut. 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin) dalam batas normal atau menunjukkan perbaikan. 4) Pasien dan keluarga memahami pentingnya diet TKTP dan dapat menyebutkan contoh makanannya. 5) Pasien mampu menghabiskan porsi makanan yang telah disesuaikan. 6) Tanda-tanda klinis malnutrisi seperti kelemahan ekstrem, edema, atau kulit kering bersisik berkurang. Keberhasilan intervensi dinilai dari tercapainya kebutuhan nutrisi yang optimal untuk mendukung proses penyembuhan penyakit tuberkulosis.
Article No. 23987 | 10 Feb 2026
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Tuberkulosis Paru
Kode ICD-10: A15.0
Deskripsi Singkat : Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang terutama menyerang jaringan paru-paru. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti batuk berdahak berkepanjangan (lebih dari 2 minggu), demam, sesak napas, kehilangan nafsu makan, dan berkeringat di malam hari. Diagnosis didukung oleh temuan pemeriksaan fisik seperti suara napas bronkial dan konfirmasi melalui pemeriksaan radiologis (rontgen) yang menunjukkan lesi atau infiltrat di paru, biasanya di lobus atas. Penularan terjadi melalui udara saat penderita batuk atau bersin. Kode ICD-10 A15.0 secara spesifik mengklasifikasikan "Tuberkulosis paru, dikonfirmasi secara bakteriologis dan histologis". Penggunaan kode ini mengindikasikan bahwa diagnosis tuberkulosis paru telah ditegakkan, idealnya dengan konfirmasi laboratorium seperti pemeriksaan dahak BTA (Batang Tahan Asam) positif atau biopsi, yang merupakan standar baku. Kode ini termasuk dalam bab "Penyakit Infeksi dan Parasit" (A00-B99) dan blok "Tuberkulosis" (A15-A19), yang membedakan lokasi anatomi dan metode konfirmasi penyakit. Penanganan melibatkan terapi obat anti-tuberkulosis (OAT) jangka panjang yang harus diselesaikan untuk mencegah kekambuhan dan resistensi obat.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23988 | 10 Feb 2026
Klinis : Pasien wanita, usia 60 tahun, mengalami nyeri dada yang hebat, menjalar ke lengan kiri, disertai dengan sesak napas, mual, dan keringat dingin. EKG menunjukkan infark miokard akut. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus tipe 2.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut terkait Iskemia Jaringan Miokard
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan miokard akut, dengan potensi atau aktual durasi terbatas, dengan intensitas dari ringan hingga berat.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Nyeri dapat dikendalikan. Ditandai dengan: 1) Melaporkan nyeri terkontrol; 2) Menunjukkan tanda-tanda nyeri terkontrol (misalnya, tanda-tanda vital dalam rentang normal, tidak ada perilaku melindungi area nyeri); 3) Menunjukkan kemampuan menggunakan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri; 4) Mematuhi regimen farmakologis yang diresepkan; 5) Mengenali faktor pemicu dan upaya pencegahan.
Kode SIKI: I.01228
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas, dan faktor presipitasi); 2) Observasi tanda-tanda nonverbal dari ketidaknyamanan, terutama pada pasien yang tidak mampu berkomunikasi secara verbal; 3) Gunakan pendekatan terapi farmakologis sesuai instruksi dokter (seperti pemberian analgesik, nitrat, trombolitik, atau antikoagulan) dengan memantau efektivitas dan efek samping; 4) Ajarkan dan bantu pasien menggunakan teknik nonfarmakologis (seperti relaksasi napas dalam, distraksi, dan lingkungan yang tenang); 5) Bantu posisi yang nyaman untuk mengurangi ketegangan pada area dada; 6) Pantau tanda-tanda vital sebelum dan sesudah intervensi nyeri; 7) Berikan oksigen sesuai kebutuhan untuk mengurangi beban kerja jantung dan iskemia; 8) Kaji respons pasien terhadap intervensi pengurangan nyeri dan dokumentasikan secara berkala; 9) Kolaborasi dengan tim medis untuk penyesuaian terapi jika nyeri tidak terkontrol; 10) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya melaporkan nyeri segera dan regimen pengobatan nyeri.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas terkait Ketidakseimbangan antara Suplai dan Kebutuhan Oksigen
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Kekurangan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Toleransi aktivitas membaik. Ditandai dengan: 1) Melaporkan peningkatan toleransi dalam melakukan aktivitas; 2) Tanda vital dalam rentang normal saat beraktivitas; 3) Mampu melakukan aktivitas sehari-hari sesuai dengan tingkat kemampuan; 4) Mengenali tanda dan gejala intoleransi aktivitas; 5) Mematuhi batasan aktivitas dan rencana istirahat.
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Manajemen Energi. Tindakan: 1) Kaji respons pasien terhadap aktivitas (denyut nadi, tekanan darah, pernapasan, dan kelelahan) sebelum, selama, dan setelah aktivitas; 2) Bantu pasien dalam mengidentifikasi prioritas aktivitas; 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas yang melelahkan; 4) Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai toleransi; 5) Ajarkan teknik penghematan energi (seperti duduk saat melakukan aktivitas, menghindari menahan napas, dan membagi tugas menjadi bagian-bagian kecil); 6) Tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai dengan rencana rehabilitasi jantung; 7) Pantau adanya tanda-tanda intoleransi (seperti takikardia, dispnea, pusing, kelelahan ekstrem, nyeri dada); 8) Kolaborasi dengan tim rehabilitasi atau fisioterapi untuk program latihan yang aman; 9) Atur lingkungan untuk meminimalkan pengeluaran energi yang tidak perlu; 10) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya keseimbangan aktivitas dan istirahat.
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0046
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh ventrikel untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Curah jantung adekuat. Ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam rentang normal yang diharapkan; 2) Denyut nadi dalam rentang normal, irama teratur; 3) Bunyi jantung normal; 4) Tidak ada edema perifer; 5) Haluaran urine adekuat; 6) Status mental normal.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Pemantauan Curah Jantung. Tindakan: 1) Pantau dan catat tanda-tanda vital (tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, suhu) secara berkala dan berkelanjutan; 2) Auskultasi bunyi jantung (irama, frekuensi, adanya gallop atau murmur); 3) Kaji status hemodinamik (denyut nadi perifer, pengisian kapiler, warna dan kehangatan kulit); 4) Pantau keseimbangan cairan (intake dan output, berat badan harian, adanya edema); 5) Observasi tanda-tanda penurunan curah jantung (hipotensi, takikardia, dispnea, ortopnea, kelemahan, penurunan kesadaran, penurunan output urine, kulit dingin dan lembap); 6) Berikan terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk meningkatkan suplai oksigen miokard; 7) Lakukan kolaborasi pemberian terapi farmakologis sesuai instruksi (seperti inotropik, diuretik, vasodilator) dan pantau efek serta efek sampingnya; 8) Bantu pasien dalam posisi yang meningkatkan kenyamanan pernapasan dan sirkulasi (misalnya, semi-Fowler); 9) Batasi aktivitas fisik untuk mengurangi beban kerja jantung selama fase akut; 10) Edukasi pasien dan keluarga tentang tanda dan gejala penurunan curah jantung yang perlu dilaporkan segera.
Kondisi: Ansietas terkait Ancaman terhadap Status Kesehatan dan Ketidakpastian Kondisi
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau kekhawatiran yang tidak jelas atau tidak menyenangkan sebagai respons terhadap ancaman yang tidak spesifik.
Kode SLKI: L.14002
Deskripsi : Ansietas dapat dikendalikan. Ditandai dengan: 1) Melaporkan penurunan perasaan cemas; 2) Menunjukkan penurunan tanda-tanda fisiologis cemas (seperti takikardia, tremor); 3) Mampu mengidentifikasi sumber ansietas; 4) Menggunakan strategi koping yang efektif; 5) Mengungkapkan perasaan dan kekhawatiran.
Kode SIKI: I.07001
Deskripsi : Pengurangan Ansietas. Tindakan: 1) Kaji tingkat ansietas (ringan, sedang, berat, panik) dan manifestasinya; 2) Dengarkan dengan penuh perhatian ungkapan perasaan dan kekhawatiran pasien; 3) Jelaskan semua prosedur, perawatan, dan lingkungan perawatan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti; 4) Dorong keluarga untuk memberikan dukungan emosional sesuai kondisi pasien; 5) Ajarkan teknik relaksasi sederhana (seperti napas dalam dan perlahan, relaksasi otot progresif); 6) Bantu pasien mengidentifikasi mekanisme koping yang biasa digunakan dan yang efektif; 7) Pertahankan lingkungan yang tenang dan nyaman; 8) Kolaborasi pemberian terapi farmakologis untuk ansietas jika diperlukan; 9) Fasilitasi sumber spiritual atau konseling jika diinginkan pasien; 10) Berikan informasi yang akurat tentang kondisi dan kemajuan pengobatan untuk mengurangi ketidakpastian.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434